
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
***
Theo mencengkeram tangan Zee tiba-tiba saat menonton film menjijikan itu.
"Ih apa yang kau lakukan?" bisik Zee.
"Maaf aku tak sengaja." sahut Theo yang ikut berbisik juga saat menjawab.
Zee tak bisa melepaskan genggaman tangan Theo, meskipun berusaha melepas tapi Theo tak urung juga melepasnya. Sampai akhirnya Zee mengalah dan membiarkannya.
Film pun berakhir, Mark langsung berlari menuju pintu bertuliskan Exit lalu ke kamar mandi.
"Kelihatannya Mark tidak tahan buang air." ucap Lia.
"Mungkin dia mual dan ingin muntah." Alena menoleh pada Theo yang sudah berwajah pucat.
"Aku juga ingin ke kamar kecil." ucap Theo dengan langkah cepatnya menuju toilet pria.
Zack dan Zee saling menatap dan tertawa.
"Bagaimana kalau kita makan malam dulu?" tanya Alena pada lainnya.
"Ide yang bagus." sahut Zack.
"Baiklah, lalu kita mau makan apa?" tanya Lia.
"Bagaimana kalau pasta?" Alena menawarkan sambil menunjukkan kartu membernya di sebuah restoran pasta di kota itu.
"Diskon sepuluh persen untuk member, bagaimana apa kalian tertarik?" mata Alena berbinar.
"Baiklah, lumayan juga makan pasta, spaghetti, macaroni apapun itu, oke ayo Ita kesana!" ucap Zee.
Setelah Mark dan Theo selesai dari pertempuran nya di toilet mereka juga setuju untuk ikut makan malam di restoran pasta yang di tawarkan Alena.
"Wow apa kalian sedang tripple date?" ucap seorang pelayan wanita menggoda Alena.
"Ummm sebenarnya sih aku tak punya pasangan disini, hanya ikut saja hehehe." sahut Alena sambil tersenyum.
"Wah sayang sekali, kami ada menu baru dan diskon untuk para pasangan, ada undian juga lho berupa hadiah menarik seperti jaket dan topi pasangan bahkan voucher makan, apa kalian tertarik?" tanya pelayan itu menawarkan menu pasangannya.
"Aku mau." Mark mengacungkan tangannya sambil menggenggam tangan Lia yang langsung terkejut.
"Sudah iyakan saja." bisik Mark.
"Hmmmm baiklah kau berpasangan dengan ku saja Zack." Alena menarik tangan Zack sambil melirik Theo agar merangkul Zee.
Zee sempat ingin menarik Zack tapi sudah keduluan oleh Alena, ada desiran dihatinya melihat Alena melingkarkan tangannya di lengan Zack.
"Ah ide bagus, kami juga pasangan kalau begitu." sahut Theo merangkul Zee.
"Wah benar kan kalian triple date, baiklah mari ku pilihkan tempat duduk yang paling bagus untuk kalian sambil menikmati musik." ajak pelayan itu menuju meja dengan bangku sofa yang melingkar berwarna merah muda.
"Sofa merah muda, ini memang Alena sekali." ucap Theo sambil menahan tawanya.
"Sudah lah, tempat ini bagus kan? terakhir aku makan disini bersama Cody." ucap Alena mempersilahkan Zack duduk di sampingnya. Zack melirik Zee yang duduk di samping Theo.
"Iya, apa kau mengenalnya?" Alena bertanya balik ke Lia.
"Dia sepupuku tau, apa kau pernah berpacaran dengannya?"
"Hanya sebulan setelah itu dia pindah ke kota sebelah dan memutuskan ku."
"Oh maaf Alena aku tak tahu, kalau saja kutahu dia memutuskan mu aku pasti akan memarahinya." ucap Lia agak kesal.
"Sudah lah tak apa kan aku sekarang dengan Zack." Alena menahan tawanya sambil melirik Zack.
"Uhuk uhuk... kenapa harus aku, kita kan hanya pura-pura." Zack terkejut dan tersedak saat meminum soda yang dia pesan tadi.
Alena hanya tersenyum manis pada Zack. Zee mencoba menahan wajahnya sedatar mungkin.
"Apa kau mau?" Theo menyodorkan irisan daging dengan taburan keju ke arah Zee.
"Tak mau, makan saja punya mu sendiri, aku sudah makan spaghetti punya ku." sahut Zee menepis pemberian Theo.
"Uhhh kalian ini manis sekali tau, kalian terlihat mirip ya kan Lia?" ucap Alena dan Lia pun mengangguk.
Ponsel Mark tiba-tiba berbunyi.
"Sebentar ya aku permisi, ini panggilan dari ayahku." ucap Mark berdiri dan menjauh dari meja.
Mark kembali dengan wajah tampak sedih setelah menerima telepon dari ayahnya.
"Maaf Mark apa kau baik-baik saja?" tanya Lia.
"Sepupuku menghilang di rumah sakit, ayahku baru mendapat laporan dari polisi kota tempat dia tinggal." sahut Mark.
"Memangnya apa yang terjadi dengan sepupumu?" tanya Lia lagi sambil mengunyah fetucinni di piringnya.
"Kemaren di kota Denver rumah pamanku kecurian penjahat yang terekam cctv itu membunuh paman dan bibiku, mereka membawa sepupu kecilku, dan entah bagaimana sepupuku kecilku yang bernama Maria itu tiba di rumah sakit, seseorang membawanya kesana tapi tak meninggalkan identitas, namun pagi ini sepupuku hilang dari rumah sakit." Mark menjelaskan dengan terperinci.
"Kota Denver di sebelah?" tanya Zee.
"Iya Zee, dia sepupuku satu-satunya, mungkin besok aku akan menyebarkan foto nya di surat kabar dan memasang posternya." ucap Mark.
"Apa dia anak perempuan Mark?" tanya Zee kembali pada Mark.
"Bagaimana kau tahu dia perempuan?" Mark terkejut dengan pertanyaan Zee.
"Ah aku hanya menebaknya kok." sahut Zee mencoba mencari alasan.
Jangan-jangan gadis kecil yang ku bawa semalam ke rumah sakit.
batin Zee sambil mengaduk-aduk pastanya. Zack memperhatikan raut wajah Zee dengan seksama. Zack tahu ada yang Zee coba sembunyikan terkait dengan sepupu Mark.
"Ummm baiklah kita lanjutkan dulu makan malamnya ya, bagaimana kalau kita berfoto bersama." ucap Alena mengeluarkan ponselnya dan mencairkan suasana tegang kala itu.
"Oke ayo kita berfoto." sahut Lia.
****
To be continued...
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.
😘😘😘😘