9 Lives

9 Lives
Pengakuan Zack



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it πŸ’πŸ˜˜πŸ˜Š


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


****


"Maaf suster aku tak tahu dia siapa aku hanya menemukannya tergeletak di jalan dengan tangan penuh darah seperti itu, karena aku tak bisa menungguinya nanti tagihan biayanya kau kirimkan ke rumahku." Theo memberikan kartu namanya pada suster.


"Baiklah setelah pasien nanti sadar, saya akan menanyakan keluarganya dan menghubungi keluarganya, tetapi jika tidak ada yang bisa kami hubungi pihak rumah sakit akan menghubungi anda ya." ucap suster tersebut.


"Baiklah suster, saya mau pulang dulu." ucap Theo lalu keluar dari rumah sakit menghampiri mobilnya lalu melaju pulang kerumahnya.


"Theo Walcott Sebastian, hah rupanya dia anak tuan Sebastian salah satu orang terkaya di kota Fisher, astaga aku tak menyangka bisa bertemu dengan putranya yang tampan itu." suster tersebut tak percaya sambil tersenyum senang menyimpan kartu nama Theo di saku nya.


Theo melajukan mobilnya menuju rumah dan teringat sesuatu.


"Aku harus menghubungi V sepertinya, Iris tolong hubungi V."


ucap Theo pada sistem di mobilnya yang tersambung dengan ponselnya untuk menghubungi V. Bluetooth wireless telah terpasang di telinga kiri Theo.


"Halo ada apa kau menghubungi ku?" tanya V di seberang sana mengangkat telepon dari Theo.


"Kirimkan aku daftar pemain pementasan drama dan foto mereka." Theo memerintahkan V.


"Untuk apa? tumben sekali kau meminta daftar anak-anak yang ikut mengambil peran dalam drama?" tanya V.


"Sudahlah jangan banyak tanya, barusan aku menolong salah satu perempuan yang aku rasa sepertinya dia ikut mengambil peran dalam drama sekolah kita." ujar Theo sambil fokus menyetir.


"Memangnya apa yang terjadi dengan nya?" tanya V penuh ingin tahu.


"Aku juga tak tahu hanya saja tadi aku menemukannya terluka dan tak sadarkan diri di tepi jalan, aku hanya ingin menyampaikan hal ini pada keluarganya karena aku sudah membawanya ke rumah sakit Fisher, cepat kau kirim foto para pemain perempuan ya ke ponsel ku." Theo menutup sambungan ponselnya.


"Hmmm jangan-jangan dia menabrak murid perempuan itu lagi, aku harus memberitahukan ini pada Rose." gumam V lalu meraih mantelnya untuk pergi kerumah Rose yang terletak di seberang rumahnya.


***


Setelah berdiskusi membicarakan Theo dengan Rose, akhirnya V mengirimkan foto dan data nama-nama pemain drama pementasan sekolah kepada Theo.


Theo sudah berada di rumah kala menerima pesan dari V di ponselnya. Theo mengamati setiap foto yang V kirimkan sambil mengelus Bruno di hadapannya.


"Ariana, ya dia Ariana rupanya benarkan aku pernah melihatnya." gumam Theo.


Theo menghubungi rumah sakit Fisher tempat ia mengirim Ariana yang terluka kesana tadi.


"Halo rumah sakit Fisher dengan suster Lili ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang suster dari seberang sana.


"Halo suster namaku Theo, Theo Sebastian aku mengantar seorang gadis terluka tadi sekitar pukul delapan, apa dia sudah sadar?" tanya Theo


"Oh iya aku ingat aku suster jaga yang menerima pasien itu, kau memberiku kartu nama kan?" tanya nya.


"Jadi kau suster itu, apa dia sudah sadar?" tanya Theo.


"Dia belum sadar, tapi dokter sudah mengobati lukanya dan dia sekarang berada di ruang perawatan, apa kau tau keluarganya?" tanya suster Lili.


"Aku tau namanya Ariana Bosson, dia tinggal di pinggir kota sebuah toko buah bernama Bosson Fresh Fruit, apa kau bisa menghubungi keluarganya?" tanya Theo


"Sebentar, aku mencatat Bosson Fresh Fruit, baiklah aku akan mencari nomor teleponnya di internet dan akan menghubungi keluarganya." ucap suster Lili


Terlintas wajah Zee saat Theo memandang bintang di langit, Theo berbaring bersama Bruno di beranda lantai dua rumahnya malam itu.


***


"Zee apa kau mendengar kan ku?" tanya Zack mengejutkan Zee yang tiba-tiba memikirkan Theo, Zee masih bingung kenapa Theo semarah itu tak mau memandang nya kala Theo pergi.


"Eh iya aku mendengarkan kok, hanya saja aku bingung dengan tulisan ini." jawab Zee mencoba mencari alasan.


"Itu tulisan kuno tentang mantera yang bisa menguasai para lycan." sahut Joseph.


"Jadi para lycan itu bisa di kuasai?" tanya Zee penuh ingin tahu.


"Lihatlah tidak kah itu mantera untuk penyihir?" tunjuk Joseph ke sebuah tulisan yang ditanyakan Zee.


"Jangan bilang kalau kaum penyihir bisa mengendalikan para lycan." sahut Zack.


"Ya itu benar, hanya penyihir kuat yang mampu melewati tahap itu dan menguasai para lycan." Joseph memandang langit malam itu dan teringat wajah yang ia sangat benci yaitu wajah seorang Ratu Obyssia si Ratu penyihir.


"Hooaaammm aku ngantuk nih, kita sudahi ya membaca bukunya." ucap Zee menguap dan meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Kalian pulanglah." ujar paman Joseph.


"Hmmm padahal aku langsung ingin berlatih bukan hanya membaca, tapi baiklah jika kau sudah lelah Zee aku akan pulang." ucap Zack mengeluh pada Zee.


"Maaf ya Zack, aku mengantuk nih." ucap zee.


"Okay tak apa besok kita lanjutkan lagi ya." pinta Zack lalu berdiri menuju pintu rumah paman Joseph.


"Paman, buku ini aku tinggalkan saja ya disini." ucap Zee lalu memeluk paman Joseph di hadapan Zack.


"Selamat malam dan tidur nyenyak paman." ucap Zee lalu pamit dari rumah Joseph bersama Zack.


"Berhati-hatilah Zack ini sudah larut malam, kau tau kan makhluk di luar sana." ucap Zee mengantar Zack ke halaman rumahnya menuju motor nya yang terparkir di halaman.


"Iya tenanglah, pedang perak ini akan langsung ku keluar kan untuk menghunus jantung vampir itu." ucap Zack sambil berlagak seperti ksatria perang dengan pedangnya.


"Hahaha ya ya aku paham kau kan pangeran penyihir." Zee menepuk bahu Zack.


"Zee apa kau tak mau memelukku seperti yang kau lakukan pada pamanmu tadi?" tanya Zack sambil merentangkan kedua tangannya di hadapan Zee.


"Hah kau bercanda ya sungguh kau lucu sekali." sahut Zee sambil tertawa.


"Hmmm baiklah aku yang akan memelukmu kalau begitu." Zack langsung memeluk Zee.


"Zee bagaimana jika aku mengaku bahwa aku menyukai mu." ucap Zack kala memeluk Zee.


Ada keheningan tercipta saat itu, ucapan yang barusan itu membuat Zee terkejut dan tak tau harus berbuat dan berucap apa.


***


To be continued...


Alias bersambung ya semuanya.


Selamat menjalankan ibadah puasa tetap dirumah jaga kesehatan jaga jarak jaga aman buat kalian semua, semoga pandemi ini segera berakhir aamiin 😘😘😘


Salam dari Pocong Tampan mohon dukungannya ya buat vote karena vote kalian sangat berarti lho buat Vie, Komen juga ya ditunggu kritik sarannya😊😁