9 Lives

9 Lives
Kedatangan Zack



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


****


"Hai paman aku membawakan kue pie untukmu." ucap Zee membawa sepiring kue pie yang baru dibuat oleh nenek Amelia.


"Ya terima kasih kau taruh saja di atas meja." ujar Joseph.


"Paman apa kau melihat berita yang sedang heboh di tv?" tanya Zee merebahkan dirinya di atas sofa sambil memotong dan merapihkan kukunya.


"Tentang wanita yang mati di hutan?" Joseph bertanya balik pada Zee.


"Yup betul sekali, bukan kau kan pelakunya?"


"Kau pikir aku se jorok itu ya, bagaimana mungkin aku meninggalkan jejak buruan ku begitu saja kau kan tau cara kerja ku mencari mangsa." sahut Joseph sambil mengerjakan sesuatu di dapur.


"Iya sih aku juga bilang seperti itu pada nenek, kau tak akan melakukan hal seperti itu dan membiarkannya." Zee meletakkan pemotong kuku di atas meja samping sofa dan berdiri menuju dapur.


"Oh... kau membuat dapur ku terlihat cantik dengan rak baru itu paman." ucap Zee.


"Selesai, ini terlihat lebih rapih bukan?" Joseph menepuk - nepuk kedua telapak tangannya lalu mencuci tangannya.


"Menurut mu siapa kira-kira pelakunya paman?" tanya Zee.


"Mana aku tahu aku kan belum kenalan dengan si pelaku." Joseph mengangkat kedua bahunya sambil tertawa.


"Ha ha Paman tidak lucu!"


"Benar kan tanggapan ku mana aku tahu karena aku belum kenal, memangnya kenapa?" Joseph mengacak-acak rambut Zee.


"Ah paman nanti rambut ku kusut tau, ya paling tidak kau tahu kalau itu bukan perbuatan hewan buas atau hewan liar di hutan ya kan?" Zee mengikuti Joseph duduk di sofa nya sambil menyantap kue pie yang tadi Zee bawa.


"Hmmm ini enak sekali, nenek mu pasti sudah menebak makhluk apa itu kan?" tanya Joseph.


"Iya, kami menebak itu perbuatan seorang vampir, mungkinkah ada vampir baru yang datang ke kota ini?"


"Ya mungkin saja, wanita yang kita bunuh di danau itu bukan satu-satunya berati di kota ini."


"Iya betul, bagaimana ya aku membedakan nya?" tanya Zee.


"Sangat mudah, makhluk itu pasti mempunyai taring untuk menghisap mangsanya saat berubah menjadi vampir, hehehehe." sahut Joseph berkelakar.


"Hahaha lucu sekali paman tapi lelucon mu itu membuat ku muak, orang gila pun paham kalau vampir mempunyai taring." Zee merebahkan kepalanya di paha Joseph.


"Hahaha aku benar kan memangnya ada yang salah dengan ucapan ku?"


"Tidak ada yang salah hanya saja tak lucu, maksud ku kan bagaimana gitu membedakan secara sekilas saat kita bertemu?"


"Tak ada bedanya sama sepertiku, aku hanya berbeda saat aku berubah begitu juga dengan vampir, dia juga manusia biasa sebelum dia berubah." ujar Joseph.


"Ummm susah juga ya membedakannya berarti, baiklah aku akan kembali ke kamarku, kau tak akan berburu kan sekarang?" Zee mengangkat kepala nya dari pangkuan Joseph.


"Hmmm..."


"Kenapa kau hanya hmm kau berencana untuk tak mengajakku ya?"


"Hmmm..."


"Paman! ah baiklah aku tak jadi pulang, aku disini saja aku takut kau meninggalkan ku." Zee kembali ke sofa.


"Sudah lah pulang sana, aku tak akan berburu malam ini."


"Ah tidak mau, aku mau disini saja." sahut Zee.


Tiba-tiba pintu rumah Joseph terketuk.


"Apa kau punya tamu paman?" bisik Zee.


"Entahlah, biar ku lihat dulu." Joseph berdiri untuk mengintip tamunya melalui tirai.


"Kawanku?" Zee langsung beranjak mengintip tirai jendela Joseph.


"Wah apa yang Zack lakukan disini?" gumam Zee.


Joseph membuka pintunya dan mempersilahkan Zack masuk.


"Hai aku Zack, senang berkenalan denganmu." Zack mengulurkan tangannya pada Joseph.


Joseph membalas jabatan tangan Zack.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Joseph.


"Nenek ku menyuruhku untuk kesini dan menghubungi mu, ini sepucuk surat darinya." Zack menyerahkan sepucuk surat pada Joseph.


"Apa kau membawa surat juga untukku?" tegur Zee mengejutkan Zack.


"Whoaaa sejak kapan kau disitu?" tanya Zack.


"Sejak tadi sebelum kau datang." sahut Zee.


"Kalian ini... kenapa sih nenek kalian menyerahkan kalian padaku, memangnya kalian pikir aku sanggup melawan lycan apa? ini benar-benar menyebalkan." Joseph menggerutu dan mulai kesal jika mengingat para lycan.


"Lalu kau akan membiarkan kami menjadi buruannya dan menghabisi bangsa kami seperti para Zamrudian itu?" tanya Zack.


"Apa nenek kalian tak pernah bilang kalau para lycan itu dikendalikan oleh seorang ratu yang berasal dari bangsa kalian juga, apa mereka tak bilang hah?" pekik Joseph.


"Aku tak mengerti maksud paman." sahut Zee.


"Sebentar apa maksud anda, para lycan di kendalikan oleh penyihir seperti kami?" tanya Zack.


"Hmmmm seperti kalian bahkan lebih kuat dari kalian." sahut Joseph.


"Apa? bagaimana, bagaimana aduh kenapa ini membuatku sangat gugup dan takut." Zee mondar-mandir di hadapan Zack dan paman Joseph.


"Jadi kapan kau akan melatihku paman?" tanya Zack.


"Aku melatih kalian? tak pernah terpikirkan oleh ku, dan jangan panggil aku paman, karena aku bukan paman mu!" Joseph menunjuk Zack.


"Dia pamanku, hanya aku yang memanggilnya begitu, kau panggil dia kakek saja, karena usianya sudah ratusan tahun hihihi." bisik Zee.


Joseph menatap Zee dengan kesal.


"Uuuuu aku takut kau menatapku seperti itu, paman ayolah perkuat kami ajari kami untuk bertahan melawan para lycan itu, ayolah." Zee memeluk Joseph seketika dengan penuh manjanya.


Ada keterkejutan di mata Zack melihat sikap manja Zee pada Joseph di hadapannya.


kenapa aku merasa lebih cemburu melihat Zee dan orang ini dibandingkan dengan Theo?


batin Zack masih sambil berdiri di hadapan Joseph dan Zee.


"Baiklah, kalian bawa buku-buku mengenai kaum lycan, minta pada nenek kalian, lalu kalian pelajari tentang mereka selebihnya aku akan bantu perkuat pertarungan kalian dengan perlawanan melawanku." ujar Joseph.


"Nah jadi kita mulai sekarang kan paman?" tanya Zee masih memeluk Joseph.


"Kau tak dengar ya? ku bilang pelajari buku tentang makhluk lycan bawa buku itu kesini sambil kalian pelajari." sahut Joseph.


"Ah di sekolah membaca dan belajar eh mau bertarung pun sama harus membaca huh." gumam Zee.


***


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo bertebaran ...


rajin membaca ya untuk mengisi waktu luang kalian dengan membaca di waktu ke gabutan yang melanda selama lockdown dan tetap di rumah aja.


Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...