9 Lives

9 Lives
Menyelamatkan Theo (Part 2)



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


*****


Natti kembali bebas dan bersama Theo melawan para Lycan. Namun, seolah usaha mereka sia-sia karena para Lycan itu terus kembali bangkit, begitu pula Lycan Fa.


Kini Theo, Natti, Ariana dan V terpojok. Jumlah Lycan itu lebih banyak dari mereka.


Dor...Dor...Dor...


Serangan tembakan datang dan memburu para Lycan tepat menembus kepala mereka, menumbangkan mereka seketika.


Zee menunggangi Joseph dan tepat muncul diatas kapal besar para Lycan.


"Binggo! kalian datang di waktu yang tepat." sapa Ariana pada Zee dengan perasaan sangat senang. Anak-anak Natti juga ikut bergabung dengan Ibunya mengoyak tubuh Lycan sampai hancur tak tersisa.


"Zee...Bagaimana kau?" Theo terkejut melihat Zee yang datang dengan serigala besar.


"Tak ada waktu, apa kau bisa gunakan ini?" Zee menyerahkan belati perak kepada Theo.


Serangan masih saja datang bertubi-tubuh dari para Lycan. Namun, kerja sama yang baik tercipta di antara mereka semua. Natti menggigit leher Lycan Fa dan menguncinya sampai tak bisa bergerak. Theo menghunuskan belatinya ke dada Lycan Fa.


"Kini kau lihat kan, siapa yang lebih hebat dari mu, rasakan ini!" Theo menusuknya berkali-kali sampai Zee menghentikan Theo.


"Dia sudah mati, hentikan Theo!" cegah Zee.


Mereka tumpaskan dan habisi para Lycan di atas kapal besar itu akhirnya. Ariana memeluk V, begitu juga dengan Zee yang tak sadar memeluk Theo saat memperoleh kemenangan.


"Aku tahu kau pasti mengkhawatirkan ku? kau tak bisa lepas dariku kan?" ucap Theo menggoda Zee.


Sadar dengan ucapan Theo yang menggodanya Zee melepas pelukannya dari Theo saat itu juga.


"Aku merindukan mu Paman Joseph." Ariana langsung memeluk Joseph yang masih dengan tubuh serigala besar itu dengan erat.


"Hai V, bagaimana bisa kau mengikuti Ariana sampai kesini?" Tanya Zee memukul bahu V.


"Ariana yang mengubah ku." Sahut V sambil mengusap bahunya yang Zee pukul.


"Apa? tidak mungkin, Ariana menjadikan dirimu seorang Vampir?" tanya Zee dengan raut wajah heran.


"Habisnya dia menggemaskan sih, aku hanya ingin melindunginya dari berandal jahat jadi aku menjadikannya vampir hehehe." Ariana melepas pelukannya dari Joseph lalu memeluk V.


"Jadi kalian...?" tunjuk Zee.


V dan Ariana mengangguk bersamaan.


"Tunggu aku bingung sekali, aku saja masih tak percaya Zee seorang penyihir, ditambah para Lycan, lalu kalian yang vampir dan..."


Joseph berubah ke tubuh manusianya.


"Dia ternyata paman Joseph ckckck." ucap Theo dengan penuh terkejut dan tak percaya.


"Kau pikir punya hewan peliharaan seperti Bruno dan Natti juga harus dibilang masuk akal HAH?"


Zee bersungut-sungut pada Theo.


Tiba-tiba paman Joseph merasa kesakitan saat bagian samping perutnya terluka dan mengeluarkan darah. Zee bergegas memegangi paman Joseph.


"Apa sakit paman?" tanya Zee.


"Kau pikir..." Joseph melirik Zee


"Astaga...!" pekik Ariana lalu menarik lengan V menuju kemudi.


Natti menghampiri Joseph lalu menjilat luka di perut si manusia serigala itu.


"Wah hebat kau Natti." puji Zee saat melihat luka Joseph langsung tertutup dan kering.


"Jadi sekarang kau bisa terbang ya, begitu juga dengan anak-anakmu? wah hebat kau." Theo mencium hidung Natti.


Natti dan anak-anaknya kembali kelaut untuk sekedar mendinginkan badannya di air.


"Hai kalian, sepertinya kapal ini akan menabrak sesuatu yang besar disana, bisakah kita pergi?" tanya Ariana yang keluar bersama V dari ruang nahkoda.


"Baiklah ayo kita pergi." Sahut Zee.


"Theo kau harus panggil Natti sekarang." V menepuk bahu Theo.


"Kenapa harus panggil mereka?" tanya Theo.


"Aku dan Ariana saja sampai kesini kan menunggangi anak-anaknya Natti mengikutinya sampai sini." Jawab V.


"Wah kalian ini benar-benar..." Theo akhirnya memanggil Natti ke atas kapal besar bersama anak-anaknya.


"Zee sebaiknya kau ikut Theo, aku merasa tak kuat jika harus menggendongmu." ucap Joseph.


"Baiklah, ayo semuanya berpegangan dan mendekat padaku, semoga aku bisa membawa kalian semua ke daratan.


Seketika mereka sampai di daratan. Natti dan anak-anaknya kembali ke laut lagi.


"Terima kasih Natti." teriak Theo menepuk punggung Natti dan anak-anaknya.


Fajar mulai tiba, Ariana dan V siap memakai mantel yang melindunginya dari sinar matahari.


"Jadi kalian sekarang jadian?" tanya Zee pada Ariana dan V.


"Ummm sebenarnya sih..." V mendekat ke Zee berusaha sejajar dengan langkah Zee.


"Hei hei hei... mundur kau!" Theo menarik mantel yang menutupi bagian kepala V.


"Oh iya aku lupa harus berurusan dengan mu hahaha." V kembali pada Ariana.


Theo sekarang melangkah sejajar dengan Zee.


Joseph memandangi punggung Zee dari belakang. Ada rasa iri di hatinya kala melihat tatapan Zee pada Theo, tetapi Zee berhak menggapai kebahagiaannya mungkin dengan Theo dia bisa mendapatkan bahagianya. Sekarang bagi Joseph dia hanya harus menjaga Zee agar selalu tetap bahagia.


*****


To be continued...


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke novel baruku


"With Ghost"


dan baca novel ku lainnya ya guys...


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Pocong Tampan


- Gue Bukan Player


Vie Love You All...😘😘