
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, vote dan rating bintang 5 yak 😘
***
Zee menatap Theo dengan marah. "Menjijikan rasanya bermesraan dengan orang seperti ini cih." sahut Zee.
"Kau pikir aku mau bermesraan denganmu?"
"Hei sudah sudah, kalian ini, suatu saat kalian tak akan sanggup berpisah baru tau rasa kalian." ledek Alena.
"Ih... tak akan." sahut Zee.
"Awww... !" Theo menjambak rambut Zee dari belakang lalu melangkah cepat mendahului Zee sambil tertawa.
Mereka menuju kelas.
"Kau datang bersamanya?" bisik Lia.
"Kami hanya bertemu kebetulan, jangan harap aku datang bersamanya." sahut Zee.
"Selamat pagi anak-anak senang bertemu kalian." Ucap Mr. Park yang datang dengan sepatu boot khas nya.
"Pagi Pak." sahut anak-anak kompak.
"Saya akan memberikan tugas pada kalian, kalian akan bekerja sama dengan kelas B, sedangkan kelas C akan bekerja sama dengan kelas D."
"Untuk tiga apa pak?" tanya Jhonson ketua kelas A.
"Kalian akan mengamati beberapa jenis tumbuhan, buat laporan bagaimana mereka tumbuh, ciri khas dan cara tumbuhan itu beradaptasi dan jangan lupa sertakan sample tumbuhan tersebut, nama kelompok dan tumbuhan yang akan kalian amati akan saya tempel di papan pengumuman sekolah."
"Yes Sir!" sahut semuanya kompak.
"Sekarang kerjakan task kalian halaman dua puluh sembilan sampai tiga puluh lima sekarang!"
"Yes Sir!" sahut semuanya kompak.
***
"Hai Zee apa kau sudah lihat papan pengumuman?" sapa V lalu duduk disamping Zee di meja kantin sekolah.
"Belum memangnya kenapa?"
"Rose bilang aku sekelompok dengan mu dan kita akan mengamati..."
"Tulip hitam, apa apaan itu, tumbuhan itu kan sangat langka." ucap Lia pada Alena yang kemudian duduk satu meja dengan V.
"Hai V." sapa Lia
"Hai Lia, hai Alena."
Theo yang dibelakang Lia dan Alena ikut duduk satu meja dengan Zee dan V.
"Bagaimana, kapan kita mulai penelitian tugas kita?" tanya Lia.
"Memangnya siapa saja sih kelompok kita?" Zee meraih minuman kotak yang di ambil oleh Theo dari mejanya.
"Kemana Rose hanya dia yang belum melengkapi kelompok kita?" sahut Alena.
"Nah itu dia." V menunjuk Rose yang masuk dari pintu kantin.
"Baiklah aku akan memimpin ekspedisi kali ini, bagaimana?" tanya Alena.
"Kenapa bukan Zee dia yang selalu menjadi pemimpin di kelompokku?" sahut Lia
"Emmm aku, ah kau saja tak apa." Zee tersenyum pada Alena.
"Nah, terima kasih Zee, hai Rose selamat datang. Nanti sepulang sekolah berkumpul dirumah Theo ya kita berbagi tugas dari sana."
"Kenapa harus rumahku?" tanya Theo.
"Ibuku tak akan suka dengan perkumpulan, dia masih berkabung atas kematian ayah, rumah mu kan lebih dekat dari rumahku." jawab Alena.
"Aku setuju, aku ingin tahu rumah Theo." sahut Lia antusias.
"Baiklah, baiklah kita berkumpul di halaman rumahku saja sepulang sekolah, kalian mintalah alamat pada Alena." ucap Theo lalu menarik lengan Zee.
"Awww... aku belum selesai makan tau."
"Ikut aku." sahut Theo.
V mengamati nya dengan geram namun Rose tersenyum senang dengan kedekatan Theo dan Zee barusan.
"Lepaskan aku!" ucap Zee memberontak.
"Saat kerumahku nanti bawakan aku kue arbei dari toko roti pastikan cukup untuk mereka, ini uangnya."
"Wah kau baik sekali mau menjamu kami." Zee tersenyum menerima uang dari Theo.
"Aku mual mendengar pujianmu, belikan aku soda dari mesin itu." tunjuk Theo.
"Kau kan tinggal melangkah kesana dan ambil sendiri kenapa harus aku?"
"Itulah gunanya punya pembantu sepertimu."
"Pembantu enak saja."
"Ingat perjanjian itu Zee."
"Menyebalkan."
"Awwww..!" Zee menginjak kaki Theo lalu menuju mesin soda meraih satu soda untuk bos menyebalkan nya itu.
"Ini, sudah ya aku mau ke kelas." ucap Zee menyerahkan kaleng soda itu pada Theo.
"Tunggu, ikut aku." Theo menarik lengan Zee lagi.
"Apa sih, apa.. apa yang ingin kau lakukan membawaku ke toilet laki-laki." Zee merasa sangat panik.
"Kau pikir aku akan melakukan apa hah? ini pegang. Tunggu aku disini aku mau ke toilet dulu kecuali kau mau ikut menemaniku." goda Theo menyerahkan kaleng soda nya.
"Ih... menjijikan, sana sana!"
Memangnya dia tak punya teman apa, kerjanya hanya mengganggu ku saja huh menyebalkan.
Zee mempunyai ide tiba-tiba memantrai kaleng soda ditangannya dengan rasa asin.
"Rasakan." ucap Zee tersenyum puas.
"Mana minum ku?" ucap Theo.
"Ini tuan muda, silahkan di minum, daaahh." Zee berjalan mendahului Theo.
"Bbbbuuaaahh...! Zee apa yang kau lakukan, awas kau yak...!" pekik Theo menghardik Zee.
"Hahahaha rasakan... wleeeekkk."
Zee berlari menghindari Theo segera.