9 Lives

9 Lives
Menyelamatkan Theo (Part 1)



Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie


semata... Hope you like it 💝😘😊


Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘


Happy Reading


*****


Kawanan yang di pimpin kakek Adam bergerak menuju tempat baru membawa Lycan Cya yang di terawang alam bawah sadarnya oleh nenek Amelia. Wanita tua yang masih hebat itu terus saja membaca pikiran Lycan itu untuk mencari informasi mengenai kekuatan Ratu Obbysia.


#Flashback#


"Aku menyayangi mu Ibu Amelia."


Obbysia memeluk nenek Amelia ketika masih bersekolah di Desa Greenwitch tempat para penyihir mencari ilmu.


"Aku juga Sia, kau murid terpandai yang pernah ku punya." sahut Nenek Amelia.


"Sia... sang raja dan ratu mencari dirimu, ternyata kau ada disini." Perempuan yang bernama Anna datang memanggilnya.


"Ada apa gerangan ibu memanggil ku ya?" gumamnya lalu segera pergi dari hadapan Anna dan Amelia, para guru favoritnya.


"Tuan Adam apa ayah ibu ku ada di dalam?" Tanya Sia.


"Tentu tuan putri, mereka menunggu mu di dalam sedari tadi." ucap Adam sambil membuka pintu untuk Puteri Sia yang tersenyum membalas perlakuannya.


Obbysia memeluk ayah dan ibunya.


"Kami akan pergi ke negeri Zamrudian, membantu mereka melawan dan bertarung dengan werewolf." Ucap Raja penyihir pada masa itu.


"Benarkah, kenapa harus buru-buru?" tanya puteri Sia dengan raut wajah sedih.


"Mereka buruh bantuan kita, kau akan ditemani Arnold pangeran dari negeri seberang." ucap ibunya Sia.


Semenjak saat itu orang tuanya tak pernah kembali. Terdengar kabar dari para Lycan bahwa sang raja dan ratu terbunuh oleh kaum werewolf karena jebakan dari kaum Zamrudian. Sia yang marah ingin menuntut balas, akan tetapi pangeran Arnold mencegahnya, setahun kemudian mereka menikah.


Pangeran Arnold dan putri Sia dijebak oleh seseorang yang mereka tak tahu pasti saat berada di sebuah desa milik kaum Matahari mencari pedang emas dengan permata kuning berbentuk matahari. Pedang yang kelak akan memusnahkan siapa pun di hadapannya. Pasukan Pangeran Arnold terkepung oleh para werewolf, karena kalah jumlah mereka pun kalah. Pangeran Arnold jatuh ke jurang dan hilang tak di temukan. Sia yang tengah hamil dan harus mengalami kontraksi melahirkan bersembunyi di gua.


Bayi laki-laki itu lahir dengan sempurna, namun karena kondisi Sya yang lemah ia tak sadarkan diri.


Seorang harimau membawa bayinya pergi untuk di santap namun werewolf muda menemukannya dan menolongnya di hutan.


"Bolehkah aku kembalikan dia ke kaumnya ayah?" tanya pemuda itu.


"Dia berasal dari kaum penyihir maka kau harus membunuhnya Joseph, karena kelak ia dewasa, ia akan memburu dan memusnahkan kita." ucap ayahnya dengan geram.


Joseph memutuskan membawanya kembali ke hutan, akan tetapi karena ia tak tega akhirnya, ia kembali ke desa Greenwitch dan meletakkan bayi itu di gerbang sekolah yang berada di dalam kawasan kerajaan. Anna menemukan bayi itu dan membawanya ke dalam rumah.


"Apa yang kau temukan Anna?" tanya Amelia.


"Bayi laki-laki yang tampan." sahutnya.


Amelia menyentuh dahi si bayi dan menciptakan gambaran mengenai ayah dan ibunya.


"Kau tak akan percayai ini, dia adalah anak pangeran Arnold dan putri Obbysia." ucap Amelia.


Sejak saat itu, Anna merawat pangeran penyihir itu dengan penuh kasih sayang.


Raja Lycan menemukan Obbysia dan menolongnya. Selama bersama para Lycan, ia berlatih menjadi penyihir handal yang disegani kaumnya. Karena Sia penyihir pintar dan berbakat maka mudah baginya menguasai banyak ilmu sihir.


Sejak saat itu Sia bersumpah akan membasmi kaum yang sudah membunuh orang tua, suami dan anaknya, termasuk kaum penyihir karena Sia lebih menyukai para Lycan di banding penyihir.


***


See menghampiri paman Joseph setelah sampai di tempat barunya. Zee melingkarkan lengannya di lengan Joseph.


"Kenapa kau tak pernah cerita padaku?" tanya Zee.


"Tapi setidaknya kan..."


"Sudahlah, kau harus fokus pada pertarungan ini, kau tahu Zee dimana letak Samudra Biru?" tanya Joseph.


"Aku tahu memangnya kenapa paman?"


"Disana Theo berada, tadi aku mendengarnya dari nenekmu."


"Kau mau ikut denganku atau membiarkanku menolongnya sendirian?" Zee melirik Joseph.


"Kau memang sudah jatuh cinta padanya ya, gadis gila..."


Zee berusaha menghilang bersama Joseph, meski kekuatannya tak bisa menjangkau lebih jauh, tapi Joseph bisa membawanya dengan berlari secepat kilat.


***


Ratu Obbysia dan kawanannya pergi mencari Lycan Cya, meninggalkan Lycan Fa dan beberapa kawanan untuk menjaga Theo.


Natti melompat ke atas kapal besar itu. Kali ini Natti sudah bisa berubah bentuk seperti campuran naga dan dinosaurus air. Karena tubuhnya yang lebih besar dari Lycan, makhluk itu dapat meremukkan tubuh Lycan dengan cakaran kakinya dan mengoyaknya. Natti menabrakkan dirinya ke ruangan Theo berada.


"Gadis hebat..." puji Theo lalu memeluk Natti.


Lycan Fa menjerat kaki Natti dan membuatnya menjauh dari Theo. Natti berteriak dengan suara menyayat hati begitu juga dengan Theo yang berteriak memanggil Natti. Dua Lycan memegangi tangan Theo dan memaksanya berlutut. Lycan Fa menginjak leher Natti dan membuatnya tersudut.


"Siapa kau gerangan sampai mampu mengendalikan hewan legenda seperti ini, seekor Naga Emas Air?" ucap Lycan Fa.


"Lepaskan dia! atau aku akan menghabisimu tanpa ampun!" Theo meneriaki lycan Fa.


"Uhhhh betapa aku takut mendengar ancaman mu itu." ejek Lycan Fa.


Theo menatap Natti dengan rasa iba, Lycan Fa sudah siap dengan pedang yang akan dia tusukkan ke leher Natti, makhluk naga emas air itu menatap Theo seperti tersenyum, air matanya menetes. Hari itu dia siap dan rela mengorbankan nyawanya demi Theo.


Batu singkatan besar menimpa kepala Lycan Fa tiba-tiba, membuat Lycan itu tersungkur seketika.


"Ariana... V...?"


Theo terkejut melihat dua kawannya itu.


"Hai Theo apa kau merindukan kami." sapa Ariana sambil bertempur melawan para Lycan yang menghadangnya.


"Hai Theo, aku sebenarnya malas Ya membantu mu, tapi dia terus memaksaku." sahut V yang juga sibuk menghadang para Lycan.


Seorang Lycan melepas pegangannya dari Theo. Lycan yang satunya ditarik oleh Theo sampai kepalanya tertusuk jangkar di hadapannya.


Natti kembali bebas dan bersama Theo melawan para Lycan. Namun, seolah usaha mereka sia-sia karena para Lycan itu terus kembali bangkit, begitu pula Lycan Fa.


Kini Theo, Natti, Ariana dan V terpojok. Jumlah Lycan itu lebih banyak dari mereka.


***


To be continued...


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke novel baruku


"With Ghost"


dan baca novel ku lainnya ya guys...


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Pocong Tampan


- Gue Bukan Player


Vie Love You All...😘😘