
Cerita ini hanya fiksi murni karangan Vie semata... Hope you like it 💝😘😊
Jangan lupa klik tombol like, dan rating bintang 5 yak 😘
Happy Reading
***
Setelah para pemeran pementasan drama akhir tahun berlatih sesuai peran yang Miss Jane tentukan sampai sore, mereka akhir nya di pulangkan dan langsung bubar tanpa aba-aba lagi.
"Huh aku lelah sekali." gumam Zee.
"Iya aku juga sangat lelah karena berputar-putar mengelilingi mu tadi bersama Alena, tapi yang barusan itu menyenangkan tau, aku tak sabar lagi untuk berlatih." ucap Lia.
"Betul aku tak sabar ingin melihat adegan puncak kalian." Alena berkata dengan gemas menatap Zee dan Theo bergantian.
"Adegan puncak?" tanya Theo.
"Iya kiss kiss muah itu hehehe." sahut Alena.
"Ih aku merasa mual membayangkannya." ucap Zee muak melihat Theo.
"Hei jaga ucapan mu ya memangnya kau lupa siapa yang menciumku duluan waktu itu di toilet?" ucap Theo menggoda Zee
"Aaahhh hentikan hentikan aku mohon itu hanya kecelakaan kan." Zee menarik tangan Theo menjauh dari para murid.
"Awas ya kalau kau bahas lagi kejadian waktu itu." ancam Zee dengan mata menatap sangat tajam mengancam Theo.
"Kau tak pantas menatap ku seperti itu, kau bukannya terlihat seram tapi lucu dan menggelikan tau." Theo menoyor dahi Zee dengan spontan.
"Ouch... kau ini ya menyebalkan." Zee memukul bahu Theo berkali-kali.
"Tuh lihat bukankah mereka itu menggemaskan?" ucap Alena gemas melihat Zee dan Theo uang sedang berkelahi ringan itu.
"Iya benar mereka itu lucu dan menggemaskan." sahut Lia.
V menatap ke arah Theo dan Zee mencoba untuk bersikap datar namun ia tak bisa pungkiri hati nya masih memikirkan Zee.
Rose menggandeng mesra V seketika itu juga mencoba mengalihkan perhatian V dari memandang Zee dan Theo.
Zee terus memukuli Theo yang selalu meledek nya sepanjang perjalanan menuju parkiran sekolah.
"Aku bosan dengan sepeda mu sebaiknya jangan kau bawa lagi." ucap Theo pada Zee
"Ih ada hak apa kau melarang ku membawa sepeda ini?" Zee tak mau memandang Theo.
"Mulai besok pulang dan pergi bersamaku atau ku hancurkan sepeda mu." ucap Theo lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Manusia aneh, tadi dia mengejek ku sekarang malah... ah dasar manusia bodoh." gumam Zee mengayuh sepeda nya untuk pulang.
Sesampainya di rumah Zee melihat nenek Amelia sedang fokus pada berita di tv sore itu .
"Kenapa kau terlambat pulang Zee?" tanya nenek Amelia.
"Ada latihan untuk pementasan drama kan sebentar lagi aku akan lulus dari sekolah menengah atas nek, dan akan di adakan acara pementasan drama, musik, dan prome night untuk acara perpisahan angkatan ku.
Zee mencoba menjelaskan.
"Hmmm seperti itu, oh iya coba lihat berita di tv itu." nenek Zee menunjuk layar tv di hadapannya.
"Seorang mayat wanita bernama Angel di temukan mati di dalam hutan pinggir kota dengan beberapa luka gigitan di leher dan area tubuh lainnya di duga di lakukan oleh binatang buas, hmmm binatang buas macam apa yang menggigit seperti itu nek?" tanya Zee.
"Aku tak yakin sih nek, kalau yang menggigit nya seperti paman Joseph tak mungkin ditinggalkan seperti itu pasti habis di makan atau sisanya di bawa pulang untuk persediaan." sahut Zee.
"Nah aku khawatir itu semacam..."
"Vampir." sahut Zee.
***
Flashback kemarin malam.
Seorang pemusa misterius memasuki sebuah bar di kota Fisher malam itu mengikuti pesta yang di adakan salam bar itu.
"Hai ganteng apa kau sendirian malam ini?" tanya seorang wanita bernama Angel menyapa pemuda itu.
"Ya aku baru datang dari luar kota." sahut pemuda itu.
"Halo namaku Angel." Angel mengulurkan tangannya ke pemuda itu.
"Halo." ucapnya membalas jabatan tangannya.
"Mau ku temani?" tanya Angel.
"Boleh, silahkan duduk di sampingku." ucap pemuda misterius itu.
Angel semalaman menemani pemuda misterius itu minum dan berbincang-bincang di bar lalu kemudian dia mengikuti pria misterius itu keluar dari bar menuju sebuah motel tempat pria itu menginap. Angel sebagai wanita bayaran jelas saja mau mengikuti pria itu naik ke dalam mobil Jeep berwarna hitam.
Sebelum sampai ke motel, pria itu berhenti di pinggir kota lalu melajukan mobilnya ke dalam sebuah hutan.
"Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Angel.
"Aku ingin merasakan suasana hutan yang liar bersama keliaran mu hahhaha." sahutnya
"Wah aku butuh bayaran lebih untuk ini ya?" Angel menggoda pria itu dengan menurunkan tali pakaiannya dari bahu.
"Hmmmm tentu saja, cukup puaskan aku malam ini." ucap nya.
Angel makin bertindak liar di hadapan pria yang baru di kenalnya itu. Sampai pria itu membekap mulutnya dan menggigit lehernya untuk menghisap darahnya sampai habis.
"Maaf kali ini aku menghabisi mu, kau bukan orang yang tepat untuk ku jadikan pengikut ku." ucap pria misterius itu lalu meninggalkan Angel di hutan itu.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran ...
rajin membaca ya untuk mengisi waktu luang kalian dengan membaca di waktu ke gabutan yang melanda selama lockdown dan tetap di rumah aja.
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘