Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Handphone



Malam kian larut.


Langit malam itu gelap. Tak menampakkan mendung, hanya beberapa kilatan cahaya petir dari ufuk barat sebagai petanda akan turun hujan.


Sejak masuk ke rumah orang tua Ken, Alexa tak banyak mengeluarkan kata kata. Matanya terus saja menatap phonsel dalam genggamannya. Hingga dalam perjalanan pulang Alexa hanya diam tak banyak bicara.


Siang tadi HP ku disilent, dan gak fokus ke HP. Aku baru nyimak pemberitahuan ini.


Melihat malam itu jalanan agak sepi dari kendaraan, Alexa meminta Ken untuk melajukan kendaraan melintasi jalan yang mulai lengang itu.


"Kenapa harus buru buru sayang?" tanya Ken setelah Alexa beberapa kali memintanya untuk mempercepat laju mobilnya.


"Gak kenapa kenapa, aku cuman lebih senang jika kita sudah berada dirumah," ucap Alexa sambil terus mengutak atik layar smart phone nya.


"Kamu gak mampir kemana mana lagi kan? Kita langsung masuk tol aja," ucap Ken tanpa di gubris Alexa.


Gila, mobil ini juga ada penyadapnya. Gak mungkin Ken memasang penyadap suara dimobilnya sendiri, dan lagipula dia baru saja tiba kemaren.


"Sayang, .... sayang?" panggil Ken berulang ulang.


"Ya," ucap Alexa begitu sadar suaminya tengah mengajaknya bicara. "Kenapa sayang?"


"Kamu baik baik aja kan? Dari tadi bengong aja. dipanggil panggil gak nyimak," ujar Ken.


"Maaf, pemberitahuan di HP ini terlalu mengganggu jadi aku memeriksa beberapa yang tidak penting untuk dihapus.," kata Alexa.


"Hmmm, are you ok?" tanya Ken begitu menyadari mimik khawatir diwajah istrinya.


Alexa mengangguk, "aku baik baik saja," jemari lentiknya mengelus lembut pipi suaminya.


Suami ku baru saja kembali, aku nggak ingin kehilangan dia lagi. Dan juga, sekarang ada anak anak yang harus aku lindungi, aku harus gimana?


Alexa menarik pandangannya dari wajah Ken ke arah luar jendela. Titik titik hujan mulai berkilau bening dikaca mobil saat terkena sorotan lampu mobil dari arah berlawanan.


Saat itu Ken tau banyak hal yang mengganjal dalam banak istrinya.


Lima belas menit kemudian setelah memasuki portal pos sekuriti. Mereka sudah tiba didepan rumah yang pagar depannya memang sudah terbuka. Pak Dewa si sekuriti sudah menanti di samping pos.


"Sayang kita turun disini, biar pak Dewa yang bawa masuk mobilnya ke garasi." Alexa langsung keluar dari mobil kemudian mengambil kunci mobil dari tangan Ken.


Alexa menggandeng lengan Ken berjalan cepat menjauhi mobil itu.


"Kok buru buru gitu, nah mobilnya?" tanya Ken.


"Buruan masuk, kita ngobrol dikamar," jawab Alexa.


Memasuki ruang tengah, Ken dan Alexa disambut ibu dan papa yang masih menunggu kepulangan mereka.


"Kalian sudah pulang?" sapa bu Ratih.


"Ibu kenapa belum tidur?" tanya Alexa.


"Ibu kalian mana bisa tidur jika anak nya belum pulang," jawab Bond.


"Anak anak sudah tidur bu?" tanya Ken.


"Sudah, tadi mereka mencari cari kalian. Akhirnya capek dan ketiduran," ucap Ratih.


"Ibu tidur gih, besok baru kita ngobrol lagi," ucap Alexa.


"Ken mau lihat anak anak dulu bu, sayang ayok," ucap Ken.


Ken dan Alexa menuju kamar anak anak dimana mereka sedang terlelap. Beberapa kali Ken memberi kecupan didahi mereka sambil mengelus ngelus kepala mereka.


"Sayang kita ke kamar yuk?" ajak Alexa.


"Daddy ucapkan makasih buat kalian sudah menggantikan daddy menjaga momie kalian selama daddy nggak ada," bisik Ken.


"Udah sayang, jangan berisik nanti mereka bangun," ucap Alexa lagi.


"Bentar, aku belum puas liat mereka," ujar Ken.


"Ya sudah, kamu disini. Aku duluan ke kamar." ujar Alexa dengan suara pelan.


"Eh." Ken mengejar hingga depan pintu kamar mereka.


"Anak anak itu sensitif dengan suara orang ngobrol, jiwa kepo mereka luar biasa. Jadi jika kita ngobrol disitu mereka pasti bangun," jelas Alexa.


Ken langsung memeluk Alexa dari belakang begitu masuk ke kamar mereka.


"Sayang, aku kangen kamu banget. Aku selelu bermimpi hari ini akan tiba. Dan akhirnya..." ucap Ken.


Alexa membalikkan badannya menatap wajah Ken dalam remang ruangan kamar itu.


"Kamu kurusan, besok kita check up ke dokter ya," ujar Alexa.


"Sayang," Alexa mencoba mengambil posisi duduk karena ada hal penting yang ingin dikatakan dengan Ken. "Aku mau ngomo," ucapan Alexa terpotong. Bibirnya tak bisa berkata kata lagi, lidah Ken telah menggerayang dalam rongga mulut Alexa dan tangan nya mulai menggerayangi setiap inci tubuh Alexa.


Tanpa menolak Alexa menuruti dan ikut dalam permainan suaminya. Tak satu helai benang pun yang masih melekat dibadan keduanya. Rasa Rindu dan cinta membuat keduanya makin menyatu. Disertai dengan desahan desahan mereka mencapai puncaknya.


Ken terkulai disamping Alexa.


-----


Seperti pagi pagi sebelumnya, waker dikamar Alexa akan berbunyi pukul 6 pagi.


Cahaya dari ufuk timur mulai menerawang masuk melalui jendela kamar.


Antara sadar dan tidak, Alexa terus menikmati sentuhan lembut Ken. Terkadang wajahnya tersenyum kecil saat jemari Ken menyentuh pu*ing susunya. Sedikit desahan perlahan keluar dari mulutnya sampai tiba tiba mata nya terbuka jelas. Ken telah berada diatas badanya.


"Sayang?" ucap Alexa.


"Kamu begitu bergairah dengan sentuhan sentuhanku tadi, jadi aku.." ucap Ken.


Aktivitas suami istri yang tak bisa dihindari Alexa. Saat mereka sibuk dengan aktivitas mereka, tiba tiba pintu di ketok berulang ulang.


"Tok tok tok,"


"Sayang, apa kamu mengunci pintunya?" tanya Alexa.


Ken menggeleng," sepertinya tidak," ucap Ken ragu.


Alexa langsung mendorong Ken kemudian bergegas menarik piyama dan handuk terdekat. Anak anak sudah berada didalam kamar dengan wajah ceria mereka seperti biasa.


"Daddy, kenapa daddy disini?" tanya Snowie begitu polos.


Alexa memberikan handuk ditangannya ke Ken kemudian mendekati Snowie dan Chocho.


"Mulai sekarang Daddy akan tinggal bersama kita, kita akan selalu bersama dan saling menjaga" ujar Alexa.


"Ya daddy janji nggak akan pergi lagi ucap Ken," ucap Ken sambil tersenyum ceria dengan jari telunjuk dan tengah di acungkan ke atas.


Anak anak dengan bahagianya naik ke atas ranjang, sambil melompat lompat. Mereka tertawa bersama Ken.


Alexa hanya berdiri menatap ketiga orang yang disayanginya penuh rasa puas.


"Yaudah momie mandi dulu, momie kan masih harus ngantor. Kalau momie ikut kalian main pasti momie akan terlambat ke kantor." Alexa menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


-----


Berbeda dengan hari sebelum nya, pagi itu Alexa berkantor ditemani Ken. Terasa beda saat orang orang menatapnya, namun ada rasa nyaman dalam hatinya. Terlebih saat memasuki lobby, Ken sengaja mendekati sekuriti yang sebelumnya mengusir Ken keluar.


"Pak, siapa?" Ken meneliti nama sekuriti itu," "Kasim, kamu saya pecat," ujar Ken


kesal pada sekuriti itu.


Alexa menarik lengan Ken yang terlihat marah dengan sekuriti lobby itu,"


"Sayang ngapain sih? Kenapa dengan pak kasim?" Tanya Alexa pelan. Belum sempat Ken membalas ucap Alexa, pak Kasim sudah membungkukkan badannya sambil memohon maaf berulang ulang.


"Maaf pak, saya nggak tau itu bapak, maaf Bu," ucap pa Kasim.


"Emang pak Kasim apakan suami saya?" tanya Alexa.


"Kemaren pagi bapak ke sini cari ibu, saya bilang ibu nggak ada," jelas pak Kasim.


"Aku mau langsung ke ruangan tungguin kamu, tapi aku di tariknya keluar dari sini haha," ucap Ken.


Alexa menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil berpikir sesuatu agar Ken tak bersih keras memecat sekuriti itu.


"Ibu kan melarang siapa pun masuk tanpa kepentingan kerja. Dan nggak boleh ketemu ibu tanpa janji temu terlebih dahulu." Pembelaan si sekuriti pada dirinya.


"Tapi kan saya sudah bilang saya suaminya, kamu pikir saya gila mengaku ngaku suami direktur kamu?" kata Ken tegas.


"Maaf pak," kata sekuriti itu dengan wajah penuh penyesalan.


"Sayang, udah dong dilihatin banyak orang, pak Kasim hanya kerjakan tugasnya saja. Memang aku yang minta ketegasan itu dengan pak Kasim," bujuk Alexa.


"Maaf pak, maaf. Saya benar benar tidak tau, saya hanya menjalankan tugas, kalau saya di pecat. Kasihan anak istri saya dirumah," ujar pak Kasim panjang lebar.


"Ya sudah lanjutkan kerjaan mu, aku memaafkan mu karena permintaan istriku. Dan ingat, jangan izinkan siapa pun masuk terlebih lagi Donita. Jika dia ke sini langsung tendang dia keluar," kata Ken.


"Baik, baik pak saya akan bekerja lebih baik lagi. Terimakasih pak," ucap pak Kasim sambil menundukkan badannya.


Ken membalik kan badannya dengan menggandeng tangan Alexa. Beberapa karyawan yang berdiri disitu menyaksikan pak Kasim dan Ken langsung membubarkan diri setelah ditatap tajam oleh Ken. Boss dingin dan cuek itu telah sepenuhnya kembali. Sikap tak peduli dan sikap galak nya membuat Alexa sedikit bergidik. Suaminya yang cuek dan dingin itu berubah 360 derajat begitu menatap dirinya. Ken mengukir senyuman indah dibibir nya dan terus menggandeng tangan Alexa hingga ke ruangannya.


Gosip kembalinya Ken membuat heboh seantero perusahan itu. Para karyawan lama ikut senang mendengar Ken sang Direktur perusahan akan kembali bekerja.


Bersambung...