
Jam tiga sore Alexa sudah tiba di Bandung.
Alexa memegang perutnya yang kini mulai keroncongan sambil melirik ke kanan kiri jalan mencari tempat jualan makanan.
"Pak saya stop didepan rumah makan itu" Alexa menunjuk sebuah rumah makan sunda yang lumayan sepi saat itu.
"Baik neng." Kata si sopir sambil menepikan mobilnya.
Sesuai argo yang tertera dilayar, Alexa harus membayar sekitar 455 ribu.
"Terimakasih neng." ucap sopir taxi itu
Alexa memasuki rumah makan tersebut kemudian menuju hidangan buffet ala lalapan khas sunda yang sudah tersedia dimeja.
Aku lumayan lapar, harus makan terlebih dahulu biar ada tenaga.
Alexa menghabiskan porsi untuk dua orang saat itu.
Enak, uangku mungkin nggak akan cukup jika yang aku makan makanan seperti ini setiap hari.
Selesai makan Alexa meninggalkan uang 200ribuan di atas meja kasir kemudian menyebrang jalan menuju sebuah warung internet dan game online yang tak jauh dari rumah makan itu.
Ken, dia pasti sudah mencariku saat ini.
Aku harus mengabarinya.
Alexa menghack data dari komputer yang digunakan nya, kemudian mengirim email ke Ken.
Aku harus mengubah DNS dan IP adress disini biar keberadaanku tidak dilacak Ken.
Jika tidak dia akan segera ke sini mencariku.
"Ken please kamu jangan mencariku, aku baik baik saja. Aku hanya butuh waktu sejenak untuk menata diriku dan pikiranku."
Alexa membuka situs map dari komputer itu untuk mencari nama sebuah desa yang dulu menjadi tempat tinggalnya.
Sekarang aku harus menuju ke arah selatan pinggiran kota, sekitar 20 kilo meter dari sini.
Alexa keluar dari warung internet berjalan menuju jalanan tempat angkutan kota lalu lalang.
----
Ken mengusap berulang ulang rambutnya yang sudah rapih hingga jadi berantakan. Setelah menutup telpon genggamnya Ken menuju keluar ruangannya menghampiri Gugun.
"Gun ikut aku, kita akan ke rumah sakit sekarang."
"Baik Boss." Jawab Gugun
Gugun meraih kunci mobil dalam lacinya kemudian bergegas menyusul Ken yang sudah berdiri di depan lift.
"Pak Boss, ada apa? Apa Alexa sudah siuman?" Tanya Gugun.
"Iya Gun."
"Ahh syukurlah, akhirnya." kata Gugun dengan wajah senang.
"Jika dia sudah sadar seharus nya bos sudah bisa lega dong. Kenapa malah seperti orang panik? Kata Gugun melihat rambut dan mimik wajah Ken yang agak kusam.
"Masalahnya Alexa tidak berada diruangannya saat ini." Kata Ken cemas.
"Dia kemana?" Tanya Gugun.
"Itu lah, kita harus kesana menemukannya." Kata Ken.
Ken melajukan kendaraannya menuju rumah sakit.
Setiba dirumah sakit Ken langsung menuju ke ruangan Alexa.
Dokter Roy, kepala sekuriti rumah sakit, suster kepala ruangan dan perawat yang bertugas menjaga Alexa berada disitu.
Ken memeriksa seluruh ruangan kamar itu terlebih dahulu kemudian menuju lemari dimana tas Alexa berada.
"Dia membawa dompetnya dan memakai kaos hitamku."
"Kami pikir dia sudah menghubungi anda, tadi kami sudah mencari keliling rumah sakit namun tak menemukannya." Kata kepala sekuriti.
"Jam berapa anda masuk mengeceknya." Tanya Ken kepada perawat yang bertugas saat itu.
"Saya masuk tadi hampir jam 10 dan disini nona Alexa sudah tidak ada." Kata perawat itu.
"Itu satu setengah jam yang lalu, artinya Alexa sadar begitu aku meninggalkan ruangan ini. Saya ke kantor tadi hampir jam sembilan." Kata Ken.
"Bagaimana jika terjadi apa apa dengannya. Apa setelah sadar tadi dia sudah sehat Dok?." tanya Ken.
"Sebenarnya fisik nona Alexa sudah sehat. Mungkin dia sedang menuju ke rumah nya atau rumah kerabatnya saat ini." Kata Dokter Roy.
"Gimana jika kita ngecek rekaman CCTV jam 9 tadi." Usul Gugun.
"Oh ya, bisa kami melihatnya pak? Tanya Ken.
"Bisa, anda bisa ikut saya." Jawab kepala sekuriti itu.
Mereka menuju ruangan sekuriti.
Terdapat puluhan layar monitor disana.
"Kita rewind ke jam sembilan dikamar 01 lantai 18." Pinta kepala securiti pada petugas disitu.
Kemudian terlihat Alexa Keluar menuju tangga darurat.
Mereka menelusuri rekaman perjalanan Alexa hingga dia menaiki taxi bluebird 30 meter dari lobby rumah sakit.
Alexa, apa kamu sengaja pergi dariku?
Kamu tidak meninggalkan satu pun kabar kepadaku?
Ken dan Gugun meninggalkan rumah sakit itu menuju apartemen Alexa yang masih kosong kemudian kembali ke kantornya.
Lisa dan Shanen sudah berada diruangan Steve ketika Ken tiba disitu.
"Steve tolong hubungi taxi blubird dan lacak plat no. 12133 menurunkan penumpang dimana sekitar jam 9 tadi pagi." Kata Ken.
"Dan lacak juga no rek Alexa, terakhir melakukan transaksi dimana. Kamu harus mencarinya sampai ketemu!"
Lisa dan Shanen lebih banyak diam melihat tingkah Ken yang agak galau.
"Gun kita buat laporan ke polisi." Kata Ken.
"Bro, ini baru empat jam dia menghilang. Belum bisa diproses. Sebaiknya kita menunggu dulu sambil berpikir jernih." Kata Steve.
"Apa mungkin sekarang Alexa pulang ke rumah omanya di Bogor?" Kata Lisa.
"Kamu tau alamat rumahnya?" Tanya Ken.
"Aku nggak tau, kalau nggak salah namanya oma Anna. Orang tua dari ibu asuhnya. Aku hanya pernah mendengarnya berbicara dengan oma Anna di telpon dan sepertinya oma Anna sudah sakit sakitan." Kata Lisa.
"Karena kesibukannya akhir akhir ini Alex sudah jarang menemui omanya. Mungkin Pak Ken bisa melacak mobil biru yang menjemputnya pulang pekan lalu." Lanjut Lisa.
"Terimaksih Lisa."
Ken langsung menghubungi kepala sekuriti untuk mengecek mobil biru tersebut dari rekaman CCTV kantor.
"Boss aku sudah menyiapkan makanan diruang boss. Sebaiknya Bos makan terlebih dahulu." Kata Gugun.
Apa kamu sudah makan Honey?
Aku yakin dimanapun kamu berada, kamu nggak akan ketinggalan soal makan. Apapun yang kamu alami kamu nggak akan pernah lupa makan, iya kan?
"Aku ke ruangan ku sebentar."
Ken menuju ke lantai 23.
Ken menyuruh orang mengawasi rumah oma Anna namun Alexa tidak berada disana.
Segala upaya sudah ditempuhnya namun tidak mendapatkan hasil.
Pukul empat sore Steve dan Gugun sudah berada diruangan Ken. Ken sibuk mengutak atik laptop didepannya dan melihat lihat pesan spam yang masuk. Tiba tiba masuk email dari Alexa,
Ken mengklik nama Alexa saat itu juga.
"Ken please kamu jangan mencariku, aku baik baik saja. Aku hanya butuh waktu sejenak untuk menata diriku dan pikiranku."
"Ada email masuk dari Alexa."
Steve dan Gugun langsung berdiri dibelakang Ken ikut membaca.
"Ini memang emailnya kan?" Tanya Steve.
"Ya, ini miliknya" Kata Ken.
"Bisa aku pinjam sebentar?" Tanya Steve.
"Buat?" Ken.
"Aku akan melacaknya." Jawab Steve.
Ken menyerahkan kursi dan laptop yang digunakannya saat itu kemudian berdiri disamping Steve.
Steve memainkan jari jari nya di atas tuts laptop milik Ken mencoba menyusuri DNS dan IP address dari email yang barusan dikirim Alexa.
"Ini benar benar dari Alexa bro, dia mengacak alamatnya. Dia tidak ingin kita mengetahui keberadaannya." Kata Steve kemudian berdiri dari kursi yang digunakannya.
"Dari rekaman CCTV dirumah tadi sudah membuktikan bahwa dia ingin secepatnya pergi dari situ.
Dia juga berganti taxi seolah tak ingin kita menemukannya." Kata Gugun
"Kamu yang sabar bro, bukannya dia sudah menulis pesan bahwa dia baik baik saja. Berikan dia waktu sejenak mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan diri." Kata Steve.
"Aku nggak akan mengganggu nya tapi aku akan terus mencarinya, setidak nya pikiran ku bisa tenang jika aku tau dia baik baik saja." Kata Ken dengan wajah frustasinya.
"Baik lah jika kamu pikir itu yang terbaik, kami akan membantu mu menemukan keberadaan Alexa." Kata Steve.
Gugun mengangguk mengiyakan.
"Terimakasih bro."
Sore itu Ken Steve dan Gugun terus mencari Alexa, bahkan Steve rela menjebol data setiap maskapai penerbangan untuk mencari daftar penumpang bernama Alexa Corrina, namun hasilnya masih nihil.
Aku tak tau apa yang membuat mu pergi setelah bangun dari koma, seandainya kamu bisa lebih terbuka. Please Honey cepat lah kembali..
Bersambung...