Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Miss Confidence



Pagi hari..


Baju biru? Kuning? Biru or kuning?


Yeaahh i choose this. Look like a new sunsine.


Alexa menatap ke dress berwarna kuning yang masih menggantung di hanger, menarik dress kuning itu dan langsung memakainya.


I like this.


"ting tong ting tong"


Alexa bergegas membuka pintu.


"Morning Hon" Sapa Ken dengan kecupan didahinya.


"Morning too hon." Alexa meninggalkan Ken bergegas menuju meja rias dimana sudah berjejer berbagai macam kosmetik wanita.


"Aku sudah bilang gak usah jemput aku, aku bisa jalan kaki." Kata Alexa.


"Selagi aku bisa jemput, aku akan datang menjemputmu." Jawab Ken.


"Lagian apa kata karyawan jika melihat aku keluar dari mobil kamu?" Kata Alexa.


"Ingat kesepakatan kita hon. Kamu sekarang pacarku, aku nggak peduli apa kata orang, apalagi jika harus mendengar argumen dari orang orang yang gak penting." Lanjut Ken sambil terus menatap ke arah Alexa yang sibuk dengan polesan minimalis ke wajahnya.


"I'm ready." Alexa keluar menuju ke meja dimana terdapat dua potong sandwich.


Alexa memberikan sepotong ke tangan Ken.


"Ayookk. Sebelum aku terlambat" Kata Alexa mengajak Ken.


Alexa mengikuti Ken menuju mobilnya. Mobil sport hitam itu melintasi rute jalanan yang paling dekat ke arah kantor, hingga tak memakan waktu lama untuk mereka tiba dikantor.


Mobil terparkir ditempat biasa Ken memarkir mobil.


Sementara didalam mobil, mata Alexa celingak celinguk ke kiri dan kanan.


Jam padatnya para karyawan. Jika keluar sekarang otomatis akan dilihat semua orang.


Saat itu juga Ken sudah membukakan pintu buat Alexa dan mempersilahkan nya keluar.


What? you should do this? OMG..


Alexa terpaksa berjalan disamping Ken.


Saat semua mata para karyawan menatap dan menyapa Ken, lengan kiri Ken malah melingkar dipinggang nya.


No i didn't thing you must overdo like this.


"Pagi Pak." Sapa beberapa karyawan.


Wajah Ken dengan berjuta senyuman membalas tiap sapaan para karyawan nya.


"Ya pagi ." Kata Ken.


Setiap karyawan terlihat ikut tersenyum bersamanya.


Dari kejauhan suara tak asing Lisa berteriak memanggil nama Alexa.


Belum sempat Alexa menoleh, Lisa sudah memeluknya.


"Alexa."


"Alexaa, ini kamu kan? Aku kangen kangen banget. Kamu ke mana aja?"


Lisa dan Alexa sibuk bercakap tak menghiraukan Ken disampingnya.


Wanita ini, dia selalu menarik perhatian Alexa dari aku. Pikir Ken.


"Ehhmmmm." Kata Ken.


Lisa menoleh.


"Pak Ken, terimakasih sudah membawa kembali temanku." Kata Lisa sambil menjabat tangan Ken.


"Yaa, apa kalian akan terus tinggal didepan pintu? Lift sudah sejak tadi terbuka." Ucap Ken setelah beberapa detik menekan tombol open pada lift.


Alexa dan Lisa masuk lift bersamaan dan terus saja berbincang.


"Alex lo tau gak?" Tanya Lisa.


"Apa?" Alexa.


"Setelah dua bulan menjadi boss killer, hari ini dia tersenyum seperti itu." Bisik Lisa.


"Masa iya sih?" Tanya Alexa.


"Setiap karyawan harus ikut menderita selama kamu menghilang." Bisik Lisa lagi.


Lift sudah tiba di lantai 21.


Alexa menyamperin Ken yang masih berdiam diri disertai tangan terlipat ke dada.


"Sayaang, muaacchh. Nanti siang kita makan siang bersama ya." Alexa memberikan kecupan di pipi Ken.


"Pak Ken kami permisi." Kata Lisa kemudian meninggalkan ruangan Lift.


Aku nggak suka teman temanya, kenapa mereka lebih leluasa memeluk Sasha dari pada aku? Pikir Ken setelah pintu lift kembali tertutup.


"Kamu nggak lihat wajah pacar mu, dia seperti tidak suka aku peluk peluk kamu." Lisa tersenyum puas.


"Ya, kelakuan nya memang seperti anak kecil."


"Oh ya Lisa, gimana kabar kantor selama aku nggak ada?." Alexa berjalan menuju meja kerja nya.


"Alexa selamat datang kembali." Sapa beberapa karyawan.


"Makasih, man teman..." Alexa senyum kebeberapa orang yang sudah berada disitu terlebih dahulu.


"Kantor baik baik saja Lex, yang berkurang cuman itu noh." Lisa menunjuk ke sebuah meja kosong di sudut ruangan.


"Donita berhenti?" Tanya Alexa.


"Yaa, sejak kecelakaan itu dia nggak lagi menginjakkan kaki nya disini." Kata Lisa.


"Alexa, jika dia sengaja menabrakmu waktu itu. sebaiknya kami melaporkannya segera." Kata Lisa.


"Lis, aku nggak yakin apa dia sengaja atau tidak, yang pastinya hari itu Donita lah yang terlebih dahulu menelpon ambulans." Alexa mengenang pertengkaran kecilnya bersama Donita di toilete.


"Trus kamu kenapa menghilang dari rumah sakit, kasihan boss. Dia uring uringan tiap hari mencari kamu." Kata Lisa.


"Saat aku sadar, ada sebagian ingatanku soal masa lalu. Aku berusaha mencari ibuku." Jelas Alexa.


"Apa kamu sudah bertemu dengannya?" Tanya Lisa.


Alexa menggeleng.


Beberapa saat terdengar suara langkah sepatu mendekat.


"Alexa kamu sudah kembali." Shanen memeluk Alexa erat.


"Ya Shanen, aku disini. Kamu gimana kabar?" Tanya Alexa.


"Aku baik saja Lex, kamu?" Tanya Shanen.


"Baik juga." Jawab Alexa.


Sepanjan setengah hari itu tak ada pekerjaan berarti yang dilakukan ketiga wanita itu.


Mereka menghabiskan waktu bekerja mereka dengan berbincang. Bak para mentri negara yang sedang melakukan rapat paripurna membahas seluruh permaslahan negara.


Hingga siang hari..


Trrrrrttttttrrrttr trrrrtttrrtrrrr


Getar suara smart phone Alexa.


"Sayang" Kata Alexa.


"Kita makan bareng yaa." Suara Ken dari dalam phonsel.


"Kamu pasti makan bareng boss" Kata Lisa.


"Ya harus, kamu nggak lihat wajah cemberutnya tadi pagi?" Kata Alexa.


"Kalian tuh sebaiknya menikah saja Alex." Kata Lisa.


Alexa menyelidiki tujuan dari perkataan Lisa.


"Yaa betul." Sahut Shanen.


"Kalian kenapa sih, serius amit?" Tanya Alexa.


"Setelah dua bulan bekerja diruangan boss kami mendapati fakta bahwa wanita wanita diluar sana masih gencar menelpon Pak Ken." Kata Lisa.


"Kamu tau dia memiliki dua phonsel? Yang satunya untuk keperluan kerja dan yang satunya lagi entah untuk apa." Kata Shanen.


"Aku pernah disuruh menjawab beberapa telpon masuknya, mengaku sebagai pacarnya agar wanita wanita itu setop menelpon nya. Tapi aku malah dimaki sama perempuan perempuan gila itu." Kata Lisa.


"Aku juga sering mengangkat telpon Ken." Kata Shanen.


"Apalagi wanita bernama Imelda itu, katanya sih dia model berdarah Italy." Kata Lisa.


"Kenapa Imelda itu?" Tanya Alexa penasaran.


"Dia berani mengancam ku, dia bilang dia nggak akan menyerah. Aku jengah banget, tau nggak? Selain membereskan dan menyusun file tugas ku juga mengangkat telpon bos." Kata Lisa cemberut.


"Ladies, kalian gak makan?" Kata Leo.


"Leo bareng yuk" Shanen menuju ke arah Leo.


"Alexa nanti kita lanjut lagi pembahasan kita, aku nanti ditinggal mereka" Kata Lisa kemudian mengejar Shanen dan Leo yang sudah berada didepan pinti lift.


"Ya aku akan keruangan Ken sekarang." Alexa


Alexa mengambil tas nya kemudian menuju lift.


"Siang Gun." Sapa Alexa pada Gugun saat keluar dari lift di lantai 23.


"Aku baru saja disuru boss menjemput mbak Alexa dibawah." Kata Gugun.


"Nggak usah repot Gun, aku sudah disini." Kata Alexa.


"Mbak Alexa apa kabar?" Tanya Gugun lagi.


"Aku baik Gun, maaf selama ini sudah meresahkan kalian." Kata Alexa.


"Nggak kok mbak." Gugun menggaruk kepalanya.


Gugun mempersilahkan Alexa langsung ke ruangan Ken.


"Honey.." Sapa Ken pada Alexa yang baru saja memasuki ruangannya.


"Wahhhh, pesan darimana sayang." Mata Alexa berbinar menatap makanan lezat diatas meja.


"Aku lapeerr banget sayang." Kata Alexa kemudian mendekati Ken dan memeluknya.


"Kamu laper bukannya makan kenapa malah peluk peluk?" Tanya Ken membalas pelukan hangat Alexa.


"Aku baru sadar ternyata lebih berat kangen aku sama kamu hon." Kata Alexa kemudian memeluk Ken lebih erat lagi.


Raut wajah senang Ken terlihat jelas, ulah alexa yang tak mau lepas dari pelukannya membuat senyum terus tersungging dari bibirnya.


"Mau aku suap nggak hon?" Tanya Ken.


"Aku bisa makan sendiri, sini piring kamu." Alexa meraih sebuah piring didepannya kemudian diisi dengan sesendok nasi dan beberapa lauk kesukaan Ken.


"Aku juga bisa kalee makan sendiri Hon." Kata Ken kemudian meraih piring dari tangan Alexa.


Alexa pun mulai ikut menyantap makanan yang ada dihadapan nya.


Phonsel hitamnya kira kira ditaru dimana ya?


Di laci mejanya?


Awas aja jika ketemu, akan ku maki si Imelda, Starla dan semua wanita yang ada didalam kontak itu.


Alexa menyantap makanannya. sambil matanya menyusuri meja kerja Ken.


Apaan sih pakai acara simpan ponsel dari aku. Pikir Alex lagi.


"Sayang aku dah kenyang." Kata Ken.


Alexa tak menggubrisnya, sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya.


"Hon" Panggil Ken dengan suara agak besar.


"Yaa" Alexa terkejut.


"Fokus makannya luar biasa." Kata Ken tersenyum.


"Apa?" Tanya Alexa menatap Ken dengan saos kepiting yang belepotan dipinggir bibirnya.


"Seperti anak kecil" Ken meraih selembar tissue dimeja.


Tangan Ken yang hendak membersih kan bibir Alexa dengan selembar tissue tersebut namun.


"Sayang"


Bibir ken membersihkan soas sambel yang menempel dibibir Alexa.


"Manis Hon" bibir Ken bergumam.


"Asin juga," sambil lidahnya terus bergerak.


"Hmmm agak pedas." Lanjut Ken. Lidahnya mulai memasuk lebih dalam.


Alexa tak bisa berbuat apa apa saat tangan nya dipenuhi sambal. Alexa hanya bisa memejamkan mata dan pasrah, kemudian mulai menikmati gerakan intens lidah Ken. Bahkan dirinya mulai membalas gerakan lidah dalam mulutnya.


"Hmmm" Desah Alexaa.


Beberapa menit kemudian...


"Boss, ooppsss" Gugun tersentak didepan pintu.


Ken pun menghentikan aksinya.


"Ada apa Gun?" Tanya Ken santai.


Gugun berbalik menatap kedua orang itu, Gugun menatap Alexa yang dikedua tangan nya dipenuhi sambal. Kemudian menatap Ken lagi yang terlihat biasa saja.


"Para supervisor sudah memutuskan akan ke korea melakukan kunjungan kerja sore nanti." Kata Gugun singkat.


"Aku sudah bilang korea adalah pilihan yang tepat. Ya sudah, bantu mereka carikan tiket." Kata Ken.


"Bos aku permisi, silahkan dilanjutkan yang barusan." Kata Gugun sebelum meninggalkan ruangan itu.


Alexa bengong menatap ke pintu.


"Dia baik baik saja?" Tanya Alexa.


"Ya dia hanya canggung tadi" Ken memutar badannya ke arah Alexa yang tidak bergerak dari tempatnya semula.


"Honey kamu masih ingin melanjutkan yang barusan?" Tanya Ken dengan senyum indahnya.


Alexa meninggalkan meja makan itu menuju toilete.


Huufftttt sayang, makanan nya lezat


Alexa menatap dirinya lekat dalam cermin itu.


Aku nggak akan membiarkan wanita manapun mengambilmu dariku.


Muali sekarang aku akan menjaga mu lebih.


Rasa percaya diri Alexa berubah setelah percakapannya bersama Lisa dan Shanen.


Bersambung...