
Keesokan pagi, akibat tante Amel berada divilla itu, keamanan kurang diperketat. Penjaga di ruang CCTV biasanya lebih dari tiga dan empat orang. Hari ini ruang CCTV diruangan sekurity bagian belakang villa hanya dijaga oleh satu orang.
Seperti biasa setiap senin rabu dan jumat Gugun akan melakukan joging ditaman sekitar halaman villa, terkadang Gugun akan berlari sepanjang pesisir pantai. Agak beda dari pagi biasanya, pagi itu Gugun berlari lebih lama dari sebelum nya. Gugun seolah sengaja menyisir dengan teliti daerah sekitar villa itu. Sudah setahun berada ditempat itu tak satupun dia pernah menjumpai warga disekitar villa itu, bahkan dalam radius 3 km dari villa, Gugun tak menemukan 1 pun rumah warga atau orang yang datang disekitar situ.
Sambil berlari kecil dibawah rindang pohon dan pasir pesisir, mata Gugun tertuju ke sebuah kamera CCTV.
Gila, bahkan dalam radius 3 km dari villa masih terdapat kamera CCTV?!
Apa tempat ini semuanya milik keluarga Donita?
Kota kecil ini sudah dipenuhi dengan semua kaki tangannya. Wanita gila itu dan anak buahnya tidak segan segan membunuh ditempat terpencil ini.
Gugun Akhirnya memutuskan berlari kembali ke arah Villa.
Sepertinya aku sudah tidak bisa keluar dari sini dengan selamat, seandainya jika aku berhasil, bagaimana dengan boss Ken. Dan jika dia menemukanku apa yang dilakukannya padaku? Aku nggak mungkin membawa boss Ken dalam keadaan lumpuh seperti itu. Cara satu satunya aku harus pergi mencari bantuan keluar.
Sudah setahun lebih disitu, Gugun masih saja belum menemukan ide bagaimana caranya keluar dari situ. Sambil berpikir keras Gugun terus berlari kecil hingga tiba divilla besar itu.
"Gun, emang kamu bisa berlari sampai mana? Atau kamu juga bisa berenang sampai ke Jakarta?!" kata Donita sinis begitu Gugun tiba di villa.
"Maaf Non, karena keasikan berlari aku sampai lupa sudah berlari terlalu jauh," kata Gugun polos.
"Kenapa sayang?" tanya tante Amel ketika mendengar Donita dan Gugun bercengkrama.
"Ini tante, aku khawatir aja. Disekitar sini banyak binatang buas, takut aja jika Gugun kenapa kenapa," ujar Donita seolah khawatir.
"Iya Gun, Donita bener. Kalau joging jangan terlalu jauh, ditempat asing begini kamu harus hati hati," kata tante Amel menambahi.
"Iya tante, maaf Gugun nggak akan melakukannya lagi. Gugun nggak akan joging ke pesisir lagi," ucap Gugun.
"Iya sudah sana mandi, trus ajak Ken ke ruang makan," kata tante Amel.
Gugun menunduk kemudian berlalu menuju kamarnya, sambil mendengus dalam hatinya.
Huuh binatang buas? Kamu lebih buas dari binatang yang ada diluar sana. Aku tau semua yang kamu dan papamu lakukan. Kalian berdua tak segan membunuh orang yang menjadi penghalang dihadapan kalian.
Gugun mandi kemudian menuju ke ruangan Ken. Gugun memperhatikan lagi perubahan Ken hari ini. Jarinya terus bergerak seolah ingin menarik perhatian Gugun.
Matanya seolah ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi please Boss. Jangan menunjukkan hal apapun padaku, jika binatang buas itu tahu maka aku boss bahkan tante Amel akan dalam bahaya. Aku akan mencoba keluar dari sini mencari bantuan. Boss harus bersabar. Sebaiknya boss tetap diam, jangan biarkan Donita mencurigai sesuatu.
Lagi lagi Gugun mengedipkan matanya sambil sedikit menggelengkan kepala sedikit. Gugun membawa Ken menuju ruang makan seperti permintaan tante Amel.
"Gun ayo kamu makan, biar tante yang suap Ken," ucap tante Amel begitu Gugun tiba diruang makan.
"Tante makan aja, biar Donita yang urus Ken." Donita segera menyiap kan piring dan beberapa perlengkapan makan biat Ken.
"Wah, padahal sekali sekali tante juga ingin menyuap anak tante," kata tante Amel kemudian kembali duduk dikursi.
Sejak kapan binatang buas itu memberi makan boss Ken?
Dasar penjilat. Gugun mulai mengunyah roti sandwich yang sudah disiapkan tante Amel untuk dirinya.
Donita yang mendengar pertanyaan tante Amel seketika menjawab.
"Itu lah tant, aku sebenarnya pengennya Gugun tuh pulang. Eh tapi ngotot masih mau disini," kata Donita.
"Tante tau sendiri, sejak jaman sekolah aku sudah terbiasa bersama boss Ken. Bahkan saat kuliah pun dia mengajakku bersama nya. Sekarang setelah keadaannya seperti ini nggak mungkin aku meninggalkannya," ujar Gugun.
"Ya udah. Tapi jangan lupa hubungi juga keluarga mu. Kira kira sebulan lalu, kakak perempuanmu menanyakan kabar kamu. Tante nggak enak sekali dengan mereka." Tante Amel mulai mengunyah cemilan pagi diatas piring nya. Sedangakan Donita mulai menyuapi Kenoerlahan lahan.
Saat mendengar percakapan Gugun dan tante Amel Donita menjadi was was, jika Gugun mengatakan kebenaran akan hp Gugun yang disita Donita. Donita mencari ide menfalihkan percakapan diantara ke duanya.
"Tante, sebelum tante balik, Donita ajak tante keliling keliling pantai disini ya," ujar Donita yang hampir kehilangan akal.
"Hmm? Ya sebenarnya tante ke sini bukan untuk jalan jalan, tapi boleh lah tante mau aja jika diajak Donita," kata tante Amel.
"Ya besok atau bentar sore deh," kata Donita sambil terus menyuapi Ken yang terus diam mematung tanpa ekspresi.
Donita mencoba mengisyaratkan Gugun untuk berhati hati dalam berbicara.
"Gun, nanti kirim no rek kamu ke tante ya," kata tante Amel tiba tiba.
"Loh, buat apa tante?" tanya Gugun.
"Tante mau bagi bonus tahunan buat kamu, selalian ucapan tetimakasih tante," jawab tante Amel santai.
"Padahl gak perlu loh tante, Gugun ikhlas," ucap Gugun, mengingat semua surat, dokumen, paspor KTp dan HP nya berada ditangan Donita.
"Tante, Donita sudah mentransfer gaji Gugun double setiap bulan. Jika tante ingin, biar Donita yang transfer bonus buat Gugun," kata Donita.
"Yang dari Donita kan lain, biar pemberian tante khusus tante beri buat Gugun dah," kata tante Amel memaksa.
"Trus, Donita. Pembukuan perusahan tolong kamu email ke email tante ya. Om Hendry yang minta kemaren," ucap tante Amel.
"Iya tante," jawab Donita singkat.
Apa tante Amel mencurigai sesuatu?
Aku harus segera bertindak.
"Tante siang nanti ikut Donita ke Swalayan ya. Sekalian jalan jalan dan refreshing. Pemandangan disini bagus, sayang jika tante nggak ikut," kata Donita.
"Ya boleh, tante ingin masak sop iga kesukaan Ken untuk malam ini," kata tante Amel.
"Jika sudah selesai makan tolong bawa Ken ke ruangannya, sekarang waktu nya untuk mandi," ucap Donita datar.
"Baik lah, aku sudah selesai makan." jawab Gugun kemudian berdiri dari kursinya.
Donita, apa kamu takut aku berlama lama disitu dengan tante Amel. Apa kamu takut kelicikanmu akan terbongkar? Pikir Gugun sambil mendorong boss Ken dengan kursinya menuju kamar.
Akhir ini Gugun terlihat sedang mencari berbagai macam cara untuk pergi dari tempat itu, entah bersama boss Ken atau seorang diri yang pastinya Gugun harus meninggalkan tempat itu.