Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Hacker



Orang orang nggak lagi memperhatikan aku kan? Moga gak ada yang tau aku kemaren jalan ama bos. Pikir Alexa begitu tiba di lobby kantor.


"Hai Lisaaa, pagi," sapa Alexa.


"Tumben lo ceria banget pagi ini," ujar Lisa melihat semangat Alexa pagi itu.


"Ada gosip apa pagi ini?" tanya Alexa.


"Gosip? Maksud lo?" tanya Lisa bingung.


"Udah deh Lex jangan sebar gosip dulu, laporan ku harus diserahkan siang ini atau pak Steve akan mengeluarkan kata kata mutiara nya siang ini," kata Lisa sambil terus menyelesaikan tugasnya.


"Shanen mana? Orang-orang pada kemana? Kok sepi?" Alex melirik jam di tangan nya.


"Aku nggak terlalu pagi kan?" tanya Alex.


"Mereka lagi diruang cybertool, ada penyusup. Data dari kantor pak Steve blank sejak semalam," kata Lisa dengan jari jemari yang sibuk mengetik.


"Oke, aku pengen liat," kata Alexa kemudian berjalan menuju ruang cyber.


Alexa berdiri dibelakang Shanen dan Leo yang ikut menyaksikan aksi pak Steve dan beberapa rekannya menggagalkan si penyusup.


"Pak Steve, who is the cracker?" tanya Alexa penasaran memecah keheningan ruangan itu.


"Kita belum dapat sumbernya Alex, laman beberapa situs perusahan tercoreng dan masih belum bisa di ambil alih. Kami masih memperkuat sistem keamanan terlebih dahulu, tadi sudah fix namun barusan ada lagi serangan," jelas pak Steve.


"Again? Jika lawan bisnis yang melakukan ini berarti sudah banyak data dan perencanaan yang bocor keluar," kata Alexa.


"Aku belum tau, semoga saja tidak seperti itu. Situs online kita sudah teratasi namun data-data kita masih blank," kata Steve.


"Pak Steve, boleh aku coba atasi?" tanya Alexa yang sedari tadi tangan nya geregetan.


"Ya tentu. Adyt, bergantian dengan Alexa." Kata Steve menyuruh Seorang karyawan bergantian dengan Alexa.


Alexa duduk dikomputer ke 3 kemudian memberikan aba-aba.


"Pak aku akan mencoba menembus si malicious, pak Steve back up aku, 3 orang lain fokus pada back up laman perusahan dan sisa nya perkuat keamanan. Sepertinya cheater ini ingin merusak system perusahan," kata Alexa percaya diri sambil melirik jam di tangan nya.


Alexa mulai fokus pada layar monitor di depannya, setiapa angka angka bermunculan dan mulai tersusun rapih di dalam layar monitor nya.


Jari jemarinya bergerak lincah tak kalah cepat dengan simbol simbol yang bermunculan pada layar. Soal kecepatan tangan Alexa lah juaranya.


Ken memasuki ruangan cyber dengan jari telunjuk menempel di bibir nya, seolah dia tak ingin mereka tau keberadaan nya disitu. Setengah jam Ken menyaksikan mereka kemudian pergi meninggal kan tempat itu.


Setelah satu jam berlalu Alexa berhasil menelusuri alamat IP si pelaku dan melumpuhkan nya.


Alexa melanjut kan dengan mereset pasword dan kembali mengaman kan system perusahan dengan password yang baru.


"Harus di apakan pelakunya pak Steve?" tanya Alexa.


"Kirim kan warning saja, mereka bukan musuh kita tapi musuh investor kita, pelajaran buat mereka hari ini sudah cukup. Server mereka sudah kita rusak," jawab Steve.


"Baiklah," kata Alexa kemudian menuntaskan seperti yang diperintahkan pak Steve.


"Oh ya, terimakasih Alex," kata Steve.


"Berkat kerjasama tim yang baik pak, terimakasih semuanya," kata Alexa sambil menunduk.


Semua orang diruangan itu kemudian bertepuk tangan merayakan keberhasilan mereka, Alexa dan Shanen kembali ke ruangan nya bersamaan.


Sudah hampir jam makan siang, Ken lagi ngapain ya? gak ada kabar dirinya, apa aku sudah dicampakkan nya? Pikir Alexa sambil menyandarkan kepalanya diatas meja kerjanya.


Hingga selesai makan siang Alexa terus menatap hp di tangan nya.


Dia memang terbiasa bermain-main dengan banyak wanita, kini aku yang jadi korbannya.


Korban? Toh yang kita lakukan hanya sebatas makan malam, dan soal ciuman itu, aku juga menikmatinya, aku benar-benar tidak dirugikan dengan hal itu.


Alexa, Lisa dan Shanen kembali keruangan mereka setelah selesai makan siang.


"Alexa ada kiriman," kata Leo agak mengencangkan suaranya.


Alexa melihat sebuah buket bunga berukuran besar diatas meja kerjanya


"Ini milik siapa?" Tangan Alexa meraih sebuah note yang menggantung disisi mawar merah itu.


My Dear, i miss you. I will pick you up after work.


sign


Your First Kiss


Seketika Alexa menarik note itu dari sana dan menyelipkan nya ke kantong baju nya.


O my God, how if Lisa or Shanen read this? How if everyone here know it from Ken? Pikir Alexa.


"Dari siapa Lex?" tanya Lisa.


"Ciieehhh dari penggemar rahasia ya?" Canda Lisa.


"Salah kirim kali." Alexa meletakkan mawar merah itu di meja di samping jendela, karena ukuran nya yang agak besar, tak muat jika harus berada di atas mejanya.


Sore hari menjelang pulang kantor Alexa menjadi gelisah sambil terus menatap jam ditangan nya.


"Bareng yu Lex," ajak Lisa.


"Duluan gih, aku bentar lagi." Alexa menolak ajakan Lisa dan Shanen.


Gimana cara nya aku ikut mobil boss, lobby kan masih ramai.


Alexa menuju koridor lantai dua melihat mobil Ken masih terparkir didepan pintu.


Mumpung Ken belum di mobilnya, ini kesempatan aku kabur keluar. dipikiran nya dipenuhi ide ide untuk kabur dari Ken.


Alexa mengintip dari tembok di balik lift kemudian berjalan cepat menuju pintu keluar. Saat itu juga semua mata menatap ke arah Alexa.


Beberapa orang disitu melirik Alexa kemudian berbisik ke teman disebelahnya.


Mereka memang memperhatikan aku, aku nggak melakukan kesalahan. Atau ada yang salah dengan pakaian ku? Alexa membenahi pakaian nya kemudian tersadar kepalanya sudah menempel di dinding kaca dekat pintu keluar.


"Awwww," pekik Alexa sambil meraba jidatnya yang mulai bengkak.


Kejedot lagi. Pikirnya dengan wajah yang terlihat kesakitan saat itu.


Saat itu Ken sudah berdiri di belakangnya


"Are you okay?" tanya Ken sambil melihat benjol dikepala Alexa


"I think, i always in this situation every time i try to avoid to meet you," kata Alexa menatap ke arah Ken.


"So don't," tangan Ken mencoba mengelus benjol dikepala Alexa.


"don't do that, don't event try to avoid me again by now," kata Ken sambil menuntun Alexa masuk ke dalam mobilnya.


"Kamu tau betapa malunya aku? Bahkan sebelum jidatku ketemu kaca pintu itu, mereka memang sudah memperhatikan aku," kata Alexa kesal.


"Ngapain coba pake liatin aku mulu?"


"Emang gak ada tempat lain untuk di liat?"


"Kalau mereka nggak liatin aku terus menerus, aku nggak mungkin menabrak pintu itu"


"Bahkan kamu pun menertawakan aku," kata Alexa panjan lebar dan penuh kekesalan.


"Aku nggak ketawain kamu dan aku diam karena aku bingung nggak tau gimana caranya menghibur kamu," kata Ken kemudian menggenggam tangan Alexa.


Alexa menatap tangan nya dipegang Ken.


"Maafin aku ya," ujar Ken.


"Maaf kenapa? kamu nggak salah," kata Alexa agak canggung.


"Seharus nya tadi aku langsung pegang tangan kamu, sebelum kamu sampai dipintu itu," kata Ken.


Alexa melihat ketulusan di wajah ken saat itu.


Ken menghentikan mobilnya di depan sebuah apotik dan kembali ke mobil dengan kotak P3K besar, berbagai macam salep dan plester ditangannya.


"Kamu mau jualan obat?" tanya Alex.


"Buat persiapan, aku harus menyiapkan ini diruanganku. Kedepan nya seluruh karyawan pasti akan terus memperhatikan kamu," kata Ken.


"Kenapa?" tanya Alexa.


"Karena nanti mereka akan cemburu dengan kamu" kata Ken lagi.


Mereka kenapa harus cemburu? Gak masuk akal. Pikir Alexa.


Ken menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak sepi dari lalu lalang mobil.


Ken mulai menyibak beberapa helai rambut dari wajah Alexa, kemudian mengoles secara lembut salep anti memar di tangannya ke dahi Alexa.


"Mulai sekarang aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu," kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Ken.


Alexa menatap wajah ken yang sementara meniup salep yang baru saja di olesnya. Ketulusan terpancar dari wajah Ken.


"Apakah maksudmu menjagaku, kamu akan terus mengawasiku selama berada di kantor? Mungkin maksud kamu dengan mereka akan cemburu adalah ini! Penggemar-penggemar wanita mu akan meneror diriku dan aku akan butuh kotak P3K ini setiap hari," kata Alexa dengan skenario yang berbelit-belit seperti dalam sinetron.


"Bagaimana pemikiranmu bisa sampai sejauh itu," kata Ken sambil tertawa kemudian terus melanjut kan perjalanan.


Alexa, kamu selalu berhasil buat aku ketawa tiap hari. Pikir Ken dengan ukiran senyum bahagia diwajahnya


Bersambung...