
"Jadi kamu sudah punya rencana malam ini? Gue, Gugun dan Jojo lu tinggal?" tanya Ken ke Steve yang baru saja membatalkan ngumpul bareng dengan mereka.
"Aku baru saja mengajak wanita-wanita itu makan malam," kata Steve.
"Jadi kamu gak mau traktir aku makan, aku juga mau ditraktir makan teman dekat ku." Wajah Ken terlihat memohon dengan sangat.
Gak akan aku biarkan kamu mendekati apalagi menyatakan cinta mu kepada pacarku. Pikir Ken tersenyum dalam hatinya.
"Tapi ini kan!?" ucap Steve bingung.
Gimana nih si boss, kok mau ikut?
"Bro tenang aja, kami akan membantu mu mendapat kan Lisa," ucap Gugun tiba-tiba muncul dari samping Ken.
Kok Lisa sih, sudah asal tebak, tebakannya salah pula. Pikir Steve.
Ken yang mendengar ucapan polos Gugun langsung terkekeh.
Bagaimana bisa Gugun berpikir seperti itu. Pikir Ken.
Baiklah semoga mereka berdua bisa membantuku mendapatkan Alexa. Aku juga butuh saran dari Ken untuk hal ini. Pikir Steve.
"Baiklah kalian boleh gabung," kata Steve agak ragu.
"Oke, Kalau gitu kita makan di planetarium, Gun bookingkan meja untuk 6 atau 7 orang," kata Ken mengaba-abakan sebuah restoran mewah nan mahal yang ada di Jakarat.
"Gak sia-sia ngajak orang tajir," ucap Steve dengan nada pelan sambil berjalan keluar dari ruangan Ken.
-----
Sore harinya.
"30 menit di apartemen Alexa, 30 menit di rumah Shanen dan 1 jam dirumah gue," kata Lisa membagi waktu.
"Loh kok curang banget sih Lis, kita hanya dijatahin 30 menit nah di elo 1 jam," protes Shanen.
"Loh kalian kan cuman pulang mandi dan ganti baju, dandan nya biar di tempat gue," jelas Lisa.
"Ya udah buruan jalan, jika ngomong terus waktu kita akan makin berkurang," ajak Alexa sambil melirik arloji di pergelangan tangannya.
"Ok, kita ke tempat lo dulu yang paling deket," kata Lisa sambil melajukan kendaraan nya ke arah apartemen Alexa tidak jauh dari kantor.
"Buruan mandi ya non gak pakai melamun," kata Lisa yang sudah berada dalam kamar Alexa.
Selesai mandi dengan rambut yang masih basah Alexa keluar dari ruang ganti nya dengan memakai kaos biru muda dan cekana jeans denim.
"Lo gitu doang?" tanya Lisa.
"Iya, kita kan cuman mau makan malam," kata Alexa.
"Ini malam minggu Lex, diluar sana ramai banget. masa gaya lo kayak orang yang mau pergi makan bakso depan gang? Ganti dong," pinta Lisa.
Lisa beranjak menuju ruang ganti Alexa, terdapat 3 lemari besar disana.
Lisa membuka pintu tiap-tiap lemari untuk mencari pakaian yang cocok buat Alexa.
"Gila lo, nih baju-baju lo mau simpan? Serba branded namun hanya bertengger indah dalam lemari." Lisa menarik sebuah gaun hitam LV longgar selutut.
"Yang ini aja price list nya masih nempel, lo hoby kokeksi baju baru ya?" ucap Lisa heran.
"Coba muat di gue, biar gue yang pakai," kata Shanen yang asik melihat-lihat hp ditangannya.
"Ya udah sini." Alexa menarik gaun hitam tersebut kemudian memakainya.
"Buruan yuk," ajak Alexa kemudian mengenakan sepatu kets putih begaris hitam dari lemari sepatunya.
Selesai dari rumah Shanen mereka lanjut kerumah Lisa.
Jam 7 malam mobil Steve sudah menunggu di depan rumah Lisa.
"Shan, nih pakaikan blush on pink," ucap Lisa kemudian menyerahkan blush on ke tangan Shanen.
Shanen mendandani Alexa dengan buru-buru, namun menghasilkan hasil dandanan yang minimalis yang sempurna.
Ketiga wanita itu menghampiri Steve yang sedang takjub dengan gaya mereka yang berbeda dari biasanya.
"Kalian cantik banget hari ini, coba tiap hari kalian seperti ini saat ke kantor," kata Steve.
"Jika kami dandan seperti ini tiap pagi berarti kami harus bangun jam 5 subuh setiap harinya!" Sahut Shanen ketus.
"Apakah butuh selama itu untuk jadi cantik? Wah wah wah," kata Steve.
Mereka berkendara kurang lebih sepuluh menit hingga tiba di halaman parkir Planetarium yang luas. Shanen dan Lisa berdecak kagum dengan tempat yang kini mereka datangi.
"Wuiiihh pak Steve kapan booking tempat ini?" tanya Lisa.
"By the way ladies, hari ini kita makan bareng bos, kita ditraktir bos Ken," kata Steve agak canggung.
"Jadi, kita makan bareng Boss?" tanya Lisa dan Shanen hampir berbarengan.
"Ya tadi bos mengajak saya gabung dengan nya, tapi begitu boss tau aku bersama kalian dia juga mengundang kalian. Maaf jika membuat kalian agak canggung, tapi anggap saja ini makan malam dengan teman kalian. Tak ada unsur kerjaan disini jadi kalian bisa santai dan kalian bisa makan apa aja sepuasnya," ucap Steve.
"Yee pak Steve baru ngomong sekarang," kata Lisa.
"Hehe, jika aku ngomong tadi kalian belum tentu ikut," kata Steve sedikit terkekeh.
Alexa sudah tau dia akan makan bersama Ken, dia baru saja mendapat pesan text dari Ken 10 menit yang lalu, "I'm waiting for you"
"Aku sih oke saja," kata Lisa.
"Shanen juga gak apa-apa. Anggap ini perkenalan dengan boss. Bagus juga," ucap Shanen.
"Alex ikut kata kalian aja," kata Alexa.
"Lo udah nilai sempurna, lagian kita cuman pergi makan doang. Bukan lagi kencan buta kan?" kata Shanen menguatkan dirinya.
"Tapi ini tempat nongkrong orang-orang papan atas dan selebriti. Aku agak canggung nih," kata Lisa.
"Lo liat tuh, orang cantik mah santai aja, gak ada khawatir-khawatirnya nya soal penampilan, gak kayak kita yang pas-pasan," kata Lisa lagi sambil melirik Alexa.
"Kita berusaha jadi diri sendiri aja, harus pede," kata Shanen.
"Dih tumben lu ngomong bener," kata Lisa terus melangkah mengikuti Steve bersama kedua temennya.
"Malam pak Ken, malam pak Gugun," sapa Lisa ketika memasuki ruangan VVIP yang cukup luas.
"Silahkan duduk," Ken menarik kursi mempersilahkan Alexa duduk disampingnya. Ken kemudian menarik lagi beberapa kursi di sebelah Alexa untuk Lisa dan juga Shanen.
"Kalian mau makan apa?" tanya Steve sembari menyodorkan menu ke tangan gadis-gadis itu.
"Boss sudah pesan empat porsi besar kepiting saos padang. Sesuai request yang agak pedas," kata Gugun.
Alexa teringat requestnya ke Ken saat masih berada di mobil tadi.
Alexa hanya menatap Ken dan tak banyak bicara seperti biasanya.
Saat Lisa dan Shanen sedang memilih milih makanan, para pelayan datang menyajikan beberapa hidangan pembuka. Kemudian menuangkan wine dimasing-masing gelas di atas meja.
"Ken, sejak kapan lo makan kepiting? tanya Steve.
"Sejak sekarang," jawab Ken.
"Oh ya, kalian jangan panggil aku bapak. Dilarang ada kata-kata pak disini termasuk ke Steve dan Gugun juga." Ancam Ken.
"Jika ada karyawan yang liat kita makan bareng boss gimana? Bisa-bisa heboh seantero dunia persilatan," ucap Lisa.
"Biarin aja, nggak usah mikirin yang belum terjadi. Lagian aku mah bebas, gak ada larangan punya hubungan ama karyawan. Diperaturan perusahan yang di larang itu sesama karyawan," kata Ken menyinggung Steve.
Steve hanya menggelengkan kepalanya.
Sementara Steve Lisa Shanen dan Gugun Ngobrol, Alexa dan Ken sibuk saling mengirim pesan. Terkadang Alexa tersenyum membaca pesan text yang dikirim Ken.
Ken: Darling you look so beautiful😍
Alexa: hmm, stop focusing on my face
Ken: no one can stop me here
Alexa: This is the lady's night, i dont understand why you and your 2 friend were here.
Ken: So, can you spending your night tommorow? it will be our date night
Alexa: Haha, as well as you want 😘
"Makanan sudah terhidang, Bos dan Alexa silahkan lepas hp," kata Gugun tiba tiba.
"Ngobrol-ngobrolnya nanti aja," lanjut Gugun.
"Lo kok jadi kayak nyokap gue Gun," kata Steve tersenyum.
"Yaudah selamat makan ladies," kata Ken.
Selesai makan, mereka ngobrol santai seperti sudah berteman lama akrab. Tak ada lagi jarak antara bos dan karyawan seperti di kantor, suasana kaku sudah mencair.
Lisa meneguk beberapa gelas wine yang tersedia di atas meja, sedangkan Shanen menikmati desert yang terhidang cantik didepanya.
Sometimes Alexa membahas beberapa peretas terkenal didunia bersama Ken dan Steve.
"Ada yang punya ide, setelah ini kita lanjut kemana?" tanya Ken.
"Kita ke karaoke lantai dua, live music lantai tiga, or?" tanya Ken lagi.
"Kita ke Karaoke aja Boss, kita nyanyi sampai pagi," usul Lisa.
"Kita ke discotic aja Boss, joged kita," ujar Steve.
"Shanen?" Ken meminta pendapat Shanen.
"Kita disco aja boss," jawab Shanen.
"Kita Karaoke boss, biar gak terlalu rame. kita-kita aja," usul Gugun.
"Alexa?" tanya Ken lembut.
"Aku pengen ke live music, yang mau nyanyi bisa yang mau joged juga bisa," kata Alexa.
"Yaudah kita ke lantai tiga," ajak Ken.
"Rame banget boss lagi ada artis konser dilantai tiga," sela Gugun.
"Artis? siapa?" tanya Ken.
"Ada Isyana larashati boss," jawab Gugun.
"Gimana teman-teman masih mau lanjut ke lantai tiga? tanya Ken.
"Gimana jika aku ajak kalian ke tempat nongkrong kami?" ajak Ken.
"Kalian bisa nyanyi, joged dan jungkir balik disana, yang pastinya aman gak crowded," kata Ken lagi.
"Setuju." Alexa dan semua orang setuju menuju Clasically cafe markas Ken, Steve, Gugun dan Jojo.
Bersambung...