
Saat itu Ken menarik tangan Alexa menuju mobilnya.
Mata Alexa menatap ke sekeliling lobby hingga ke parkiran.
Gimana jika karyawan lain melihat, bisa jadi bahan gosip dan aku bakal dijutekin semua karyawan wanita dikantor ini. Pikir Alexa.
Ken membukakan Alexa pintu mobil kemudian menyuruhnya masuk, menyusul Ken masuk dan duduk di balik kemudi mobil sport hitam milik nya itu.
"Apa kamu sakit?" tanya Ken.
"Nggak pak, aku baik-baik saja," jawab Alexa.
"Tapi kamu terlihat lemes seharian ini," kata Ken.
Seharian? Apakah seharian ini dia memperhatikan aku? Pikir Alexa.
Perasaan nya semakin tegang, tak tau apa yang harus di bicarakan dengan Ken, entah urusan kerjaan apa yang akan di bahas mereka malam ini. Yang pastinya orang yang duduk disamping nya kini adalah Ken pria yang sudah menjadi idolanya sejak kecil.
"Aku mau ajak kamu makan," kata Ken.
Ya pak Ken aku tau kamu mengajak ku makan, tapi apa alasan mu mau mengajakku makan?
Alexa menatap ke arah Ken yang sibuk dibalik kemudi nya tanpa satupun kata keluar dari mulutnya.
"Kamu mau makan apa?" tanya Ken menatap ke arah Alexa.
Kok aku? Aku cuman ngikut disini.
"Kamu bisa request makanan apa aja, kali ini aku akan temani kamu makan makanan kesukaan kamu, kamu juga bisa makan dua porsi yang penting kamu gak lemes lagi seperti tadi," kata Ken lagi.
Whatt??? Apa maksud nya?
"Bapak tau darimana aku biasa makan dua porsi?" tanya Alexa.
"Aku melihat kamu makan dikantin perusahan," jawab Ken.
"Kita makan steak yuk," ajak Ken sambil menunjuk sebuah rumah makan steak yang berada 300 meter di depan mereka.
"Tapi pak, aku mau makan itu," Alexa menunjuk ke sebuah kedai Bakmie sederhana di pinggir jalan.
"Hmm, itu apa?" tanya Ken.
"Itu warung bakmie yang terkenal di Jakarta, enak banget," kata Alexa.
"Tapi itu cuman saran aja, kalau bapak ingin steak juga boleh," kata Alexa lagi.
"Oke kita makan bakmie, aku kan udah janji kamu bisa request makanan apa aja yang kamu suka," kata Ken kemudian membelokkan mobilnya ke arah kedai bakmie yang di tunjuk Alexa.
Ken memarkir mobilnya di pinggir jalan beberapa meter dari kedai itu berada.
Ini pertama kali nya Ken makan di pinggir jalan, dengan setelan jas mahal yang menempel dibadannya, terlihat begitu bertolak belakang dengan suasana sederhana kedai tersebut.
"Alexa aku nggak makan, aku takut jika nanti perutku sakit, aku benar-benar belum tau itu jenis makanan seperti apa," ucap Ken.
"Bang, bakmi 3 yah," suara Alexa agak besar agar didengar penjualnya.
"Bapak belum coba, pokoknya gak bakalan sakit perut," kata Alexa yakin.
"Seharus nya tadi aku nggak menyuruh mu request makanan kesukaan mu, kita pasti nggak akan berakhir di sini," kata Ken.
Alexa tersenyum menatap Ken yang raut wajah nya datar saat itu.
"Pak Ken, ini sudah kali ketiga aku makan bakmi disini. Pertama kali aku di ajak tante, ujung-ujung aku nya nagih terus pengen makan disini" jelas Alexa.
Ken terus menatap senyum di wajah Alexa dan betapa surprisenya Alexa begitu bakmi panas itu terhidang di hadapan nya.
"Pak Ken ini." Alexa menyodorkan 1 porsi ke hadapan Ken dan 2 porsi dihadapan nya.
Alexa mengaduk-aduk bakmi nya dengan sambal, kecap dan saos tomat kemudian memasuk kan suapan pertama ke mulutnya.
Ken yang melihat Alexa kemudian ikut mengaduk mie yang ada dihadapannya. Bahkan Alexa membantu Ken menambahkan sambal dan kecap manis kemangkok bakmi milik Ken.
Dia begitu bersemangat, apakah memang seenak itu? pikir Ken.
Ken dengan ragu memasukkan bakmi ke dalam mulutnya. Namun suapan pertama itu berhasil masuk ke mulutnya.
Wah lumayan. Pikir Ken.
"Ayo pak dimakan habis," kata Alexa setelah menghabis kan dua porsi bakmie di hadapannya.
"Bapak gak bisa makan pedas ya?" tanya Alexa.
"Bisa, tapi pedas ditambah panasanny ruangan disini membuat makin terasa gerah," kata Ken setelah menghabiskan isi mangkok bakmi dihadapannya.
"Bang Berapa?" tanya Alexa pada penjual itu.
"60 ribu neng" jawab si abang.
Ken meletakkan uang 100 ribu dari dompetnya ke atas meja kemudian menarik Alexa keluar dari tempat itu.
Alexa tersedak dengan sikap Ken yang seolah telah lama kenal akrab dengan dirinya.
"Maaf Alex, aku kepanasan berlama lama di situ," kata Ken sambil membuka kan pintu mobil buat Alexa.
Setelah berada didalam mobil Ken membuka jas biru tua yang di kenakannnya menyisakan kemeja biru muda yan terlihat basah melekat dibadannya.
Melihat kemeja pak Ken basah membuat Alexa merasa bersalah. Tadinya Alexa ingin melihat keseriusan Ken ingin makan apa saja yang direquest dirinya. Akhirnya boss nya itu malah basah keringetan.
"Maaf ya pak, seharusnya kita mggak makan ditempat itu," ucapan Alexa penuh penyesalan.
"Nggak apa-apa Alex, next time kita ke situ lagi aku nggak pakai jas tebal seperti ini," jawab Ken.
"Lagi? Bapak mau ke situ lagi?" tanya Alexa.
"Yaa, bukan kah itu makanan kesukaan kamu?" t Ken balik bertanya.
"Tapi bapak kan gak suka?" jawab Alexa.
"Tapi kamu kan suka," jawab Ken sambil senyum ke Alexa.
Alexa terdiam kemudian menatap kearah jendela.
Apa ini hanya mimpi? Serasa jauh dari kenyataan. Masa iya si boss senyam senyum seperti itu. Sejak kapan dia punya senyuman seperti itu? Pikir Alexa sambil menahan getar di dalam hatinya.
Mobil mereka melaju menembus keramaian jalanan Jalarta di malam hari, Alexa menatap canggung ke arah Ken kemudian melempar kembali tatapan nya ke arah jalanan yang dipenuhi bermacam-macam kendaraan yang lalu lalang.
Diri nya masih tak berhenti berpikir seakan tak percaya orang yang mengajak nya makan saat ini adalah Ken.
Tanpa sadar Alexa sudah berada di depan apartemen miliknya.
"Loh kita udah sampai?"
"Iya, kenapa kamu masih kepengen terus sama aku?" kata Ken.
"Ya enggak, tapi bapak tau dari mana tempat tinggalku disini?" tanya Alexa.
"By the way, terimakasih traktiran nya pak Ken" Kata Alexa sambil tersenyum kemudian membuka pintu mobil Ken.
"Alex" Ken menahan tubuh Alexa sebelum keluar dari mobil.
Satu kecupan tiba tiba mendarat di dahi Alexa
"Maaf aku nggak bisa membiarkan mu keluar tanpa ini.." Ken kemudian mendarat kan lagi kecupan di bibir Alexa.
Alexa saat itu mencerna apa yang baru saja terjadi, dan masih terjadi. Wajah Ken ada dihadapan nya membelai lembut bibirnya, Alexa mencoba menikmati ciuman pertamnya itu. Dada nya bergetar menahan gejolak, dirinya mencoba memejamkan mata menikmati setiap irama bibir lembut Ken yang masih melekat dibibir nya.
Debar jantung nya semakin cepat, dirinya hampir tak bisa bernafas Alexa menarik dirinya dari Ken, kemudian menutup bibir nya dengan kedua telapak tangan.
"Pak Ken Aku harus masuk," Alexa kemudian keluar dari mobil Ken memasuki pagar apartemen miliknya.
Ken memegang dadanya sambil melihat Alexa memasuki pagar tinggi bercat putih di depannya.
Apakah menciumnya bisa membuat jantungku copot? Pikir Ken sambil terus memegang dadanya yang terasa masih berdebar,
Ini pasti ciuman pertamanya. Pikir Ken yang saat itu tersenyum menatap dirinya dari sebuah kaca spion yang menggantung diatas dashboard mobilnya kemudian melanjut kan perjalanan menuju rumah nya.
15 panggilan tak terjawab. Tulisan pada layar hp Ken saat membuka hp nya.
"Imelda maaf aku ada meeting darurat hari ini nggak bisa jemput kamu. Sekali lagi maaf" Ken menutup telpon dan langsung pulang ke rumahnya malam itu.
Ken
Bersambung...