Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
I'm Over Jelous



Minggu malam dirumah Oma Anna, Alexa dan Ibunya memasak berbagai menu makanan.


Alexa terlihat begitu lihai dan lincah meracik beberapa bumbu makanan asli Indonesia kesukaan ibunya. Aroma harum masakan Alexa memenuhi seisi rumah oma Anna.


"Wah wah wah anak ibu, sejak kapan kamu jadi sehebat ini? Kamu bisa memasak semua ini tanpa bantuan ibu. Bahkan beberapa makanan ini, ibu tak bisa memasaknya." Ucap Ibunya.


Satu per satu makanan dihidangkan di atas meja.


Oma Anna sudah standbye di hadapan meja.


"Oma, Alexa masakkan soup ayam khusus buat oma. Ucap Alexa.


"Oma pengen makan semua masakan mu, kapan lagi oma bisa mencicipi makanan buatan cucu oma. Ucap oma Anna.


"Jika oma ingin, aku bisa mengirim masakanku ke sini tiap hari." Ucap Alex membujuk omanya yang masih lemah sehabis sakit.


"Benar ya, oma akan menunggu masakan mu tiap hari." Ucap Oma Anna.


"Sasha akan menyiap kan jasa ojek online khusus untuk mengantar masakan ke oma setiap hari." Ucap Alexa.


"Saran dokter, mama hanya bisa makan yang lembut, belum boleh makan yang keras keras. Dan hindari makan makanan berlemak." Ucap Ibu Ratih pada mamanya.


"Jika oma sudah sembuh, oma bisa kok menyantap semua masakan Sasha. Mau makan apa aja Sasha akan masakkan buat oma." Ucap Alexa membujuk oma Anna.


Alexa mengatur membawa beberapa piring kemudian suara Klakson mobil Ken terdengar dari depan pagar.


"Nak Ken sudah datang tuh." Ucap Ibu Ratih.


"Kok ibu tau itu Ken? Tanya Alexa.


"Tadi jam enam Ibu mengirimi pesan supaya dia kesini, kita akan menyantap masakan kamu. Nggak nyangka dia secepat kilat sudah disini." Ucap Ibu Ratih.


Alexa melangkah ke arah depan rumah menyambut Ken yang sedang memarkir mobilnya dihalaman rumah.


"Malam sayang." Sapa Ken.


"Kamu kok nggak bilang bilang mau kesini?" Kata Alexa.


"Ini undangan ibumu jadi aku langsung meluncur." Kata Ken.


"Hmmm, sekalian jemput kamu juga sih." Kata Ken.


"Malam tante, malam oma." Ucap Ken.


"Malam nak Ken. Mari silahkan duduk." Ucap ibu Ratih sembari menyodorkan kursi disamping oma Anna.


"Mama, ini Ken pacar Sasha. Kata nya mama ingin bertemu dengan nya?" Kata Tante Ratih.


Oma Anna menatap Ken.


"Oma, saya Ken. Oma apa kabar?" Sapa Ken.


"Oma baik saja." Jawab oma.


"Masakan Alexa pasti lezat, ayo dimakan." Ibu Ratih langsung mempersilahkan makan.


Suasana makan bersama terasa begitu akrab. Tak ada jarak antara Ken dan keluarga Alexa. Bahka oma Anna bercengkrama dan tertawa gembira akibat lelucon yang dibuat Ken.


"Jadi kamu adalah teman kecil Sasha juga." Tanya Oma Anna setelah setelah beberapa percakapan sebelumnya.


"Iya, Oma. Dia adalah Sasha teman kecilku. Sebuah anugrah kini dia berada disampingku." Jawab Ken yang telah menghabiskan menu di atas piringnya.


"Kapan kalian akan menikah?" Tanya Oma Anna blak blakan.


"Menikah? Tentu aku sudah siap menikahi cucu oma ini kapan saja. Aku bahkan sudah membahas hal ini dengan kedua orang tuaku." Ucap Ken.


"Bagus lah, sekarang keinginan oma hanyalah menghadiri pernikahan cucu oma. Oma akan menunggu untuk hal itu cu." Kata Oma pada Ken.


Ken memegang tangan Oma Anna.


"Sasha. Ingat pesan oma, kamu harus menjaga dan mengurus suamimu dengan baik. Jika kalian sudah menikah sebaiknya kamu tetap dirumah mengurus rumah dan anak anak. Jika kamu ikut sibuk kerja maka suami mu akan ikut terlantar." Petuah dari oma Anna.


"Iya Oma. Sasha pasti menjaga nya dengan baik." Jawab Alexa.


Selesai dari ruang makan oma di antar ke kamarnya.


Ibu Ratih menemani oma Anna dikamarnya hingga oma tertidur.


"Sebaiknya Oma di bawa ke rumah sakit sayang." Kata Ken diruang tv.


"Oma nggak ingin berlama lama dirumah sakit, Ibu selalu membujuknya agar mau dirawat tapi oma selalu menolak." Jelas Alexa.


"Aku senang melihat oma bisa tertawa lepas sperti tadi." Ucap Alexa lagi.


"Dia bahagia karena cucunya sudah kembali." Ucap Ken.


Ditengah tengah percakapan Alexa dan Ken ibu Ratih muncul dari dalam ruangan.


"Kalian belum balik?" Tanya tante Ratih.


"Sasha menunggu ibu untuk pamitan." Jawab Alexa.


"Ya udah buraun gih, sebelum larut malam." Ucap ibu Ratih.


"Bye bu."


"Hati hati dijalan nak." Ucap ibu Ratih sambil melambai saat mobil Ken mulai meninggalkan halaman rumah oma Anna.


Sepanjang jalan Ken terus mengulang setiap perkataan oma Anna dengan nada bangga.


"Ingat ya sayang, kamu harus menjaga suamimu kelak. Jangan pernah menyia nyiakan nya atau oma akan memukul pantat mu." Ucap Ken.


Alexa menatap Ken.


"Emang oma pernah mengatakan akan memukul pantat?" Tanya Alexa.


"Iya jika aku mengadu." Ucap Ken.


"Jika kita sudah menikah aku pasti akan ada di sampingmu setiap hari, menjaga dan mengurus semua kebutuhan mu." Ucap Alexa.


"Hmm, termasuk kebutuhan .." Ken sengaja tak melanjutkan kata katanya dan tersenyum genit menatap Alexa.


Pipi Alexa ikut merona membayangkan hal yang sempat terlintas dalam benak Ken.


"Apa apaan sih." Alexa melempar pandangannya ke arah jendela.


Beberapa saat suara getaran dari dalam tas Alexa memecah keheningan dalam mobil Ken.


trrrrttttt trrrrttttrrrtttt


Alexa merogoh phonsel dari dalam tasnya.


Phonselku?


Alexa menatap ponselnya yang sedang senyap saat itu namun getaran dari dalam tas nya terus berlanjut.


Alexa merogoh lagi kantong tas nya mengambil ponsel berwarna hitam yang sementara bergetar.


"Imelda." Alexa membaca nama yang tertera diponsel hitam itu.


Alexa memencet tombol hijau yang tertera disitu kemudian menatap ke arah Ken. Alexa berdiam diri sejenak menunggu suara dari seberang telpon.


"My Love, how are you? Hmmm. I'm in Indonesia right now, so i want to meet you. Can I?" Tanya Imelda wanita yang berbicara didalam ponsel Ken.


"Hi Ken, you are there?" Tanya Imelda karena tak ada sahutan di ponselnya.


Alexa memberanikan diri membuka percakapan dengannya. Sementara Ken terlihat gusar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Ffttttt Bakal bad mood seharian dia nih, gue lagi males bujuk pacar gue yang bapernya nggak ketulungan ini. Pikir Ken.


"Hi Imelda, Ken is fine here." Jawab Alexa.


"Who are you girl?" Tanya Imelda.


"I'm Alexa, Ken's girlfriend. Do you want to say something to him?" Kata Alexa.


"Ok, give the phone to him." Ucap Imelda.


"No, you told to me what you want to say, than i'll told about it to Ken."


"Hmm, told him i want to meet him." Ucap Imelda.


"Or i'll go to his office to catch him there." Ucap Imelda lagi.


"Ok, i'll wait you at his office." Alexa menutup telpon nya dengan mimik muka marah.


Pandangan nya menatap ke arah Ken yang menyandarkan kepalanya dibalik setir mobil.


Mobil mereka telah tiba didepan apartemen Alexa.


"Apa kamu menyukai wanita seperti itu? Bukankah dia begitu tak tau malu?" Ucap Alexa pada Ken yang berdiam dibalik setirnya.


"Aku tidak pernah menyukai nya." Ucap Ken pelan.


"Kamu tidak menyuakainya tapi kamu meladeninya bertahun tahun?!" Alexa keluar dari mobil Ken sambil membanting pintu.


"Sayang, .." Ken berteriak memanggil Alexa namun Alexa terus berlalu memasuki apartemennya.


Sayang, Imelda itu hanya lah seseorang dimasa lalu aku..


Huffttt jika aku menyusulnya sekarang dia pasti akan semakin emosi.


Ken berlalu meninggalkan apartemen Alexa.


Sementara dikamar apartemen Alexa, phonsel hitam ken terus bergetar. Beberapa pesan dari Imelda terus saja masuk namun Alexa tak lagi menghiraukannya.


Kamu itu masa lalu Ken, aku tau tentang hubungan kalian. Seharusnya saat ini yang menjadi korban adalah Imelda. Apakah aku sudah merebut Ken dari nya?


Alexa terus berpikir soal dirinya yang tiba tiba masuk dalam hibungan mereka. Rasa bersalah membayangi pikiran Alexa hingga pagi menjelang. Baru saja Alexa menutup matanya, waker di atas nakas disamping ranjang nya berbunyi mendengung seantero ruangan kamarnya membuatnya harus kembali membuka matanya.


Bersambung...


NB.


Yang gak bisa bahasa inggris koment di kolom komentar ya. Biar author bantu menjadi penerjemah. Thanks