
"Hon.. Honey!" Panggil Alexa setelah keluar dari toilete dalam ruangan Ken.
Gak Ada, dia kemana?
Alexa mengintip keluar keluar kaca, Ken terlihat sedang bercengkrama dengan Gugun dan Steve didepan meja kerja Gugun.
Cari cari cari, mungkin di laci mejanya.
Alexa mencari di setiap meja bahkan didalam lacinya.
Hfffffttttt menyimpan hp seteliti itu, awas aka jika ketemu!
Alexa dengan wajah kesal keluar dari ruangan Ken.
"Hon, mau kemana?" Tanya Ken.
"Balik ke ruangan ku" jawab Alexa sambil menggaruk garuk kepala dengan wajah cemberutnya. Rambut nya yang rapih kini agak berantakan.
"Bye." Alexa turun melalui tangga darurat agar tak berlama lama didepan lift.
"Apa dia baik baik saja?" Tanya Gugun.
Ken mengangkat bahunya tanda tak tahu.
"Mungkin dia lagi marah?" Tanya Steve.
"Apa ada orang selesai makan tiba tiba menjadi emosi?" Tanya Ken.
"Mungkin dia masih lapar." Canda Steve sambil tertawa.
"Lagian dia gak lewat lift, barusan dia turun dari tangga darurat." Kata Gugun.
"Yaudah lanjut, tadi sampai mana kita?" Tanya Ken yang sedang membahas pembangunan kantor cabang di Sumatra.
Sementara itu Alexa masih dengan wajah cemberutnya menghampiri Lisa dan Shanen.
"Napa muka lo?" Tanya Lisa.
"Aku sudah nyari hp nya di meja dan laci tapi nggak ketemu? Apa karena ada aku jadi dia menyimpan hp nya ke tempat yang gak bisa aku temukan?" Tanya Alexa.
"Udah yang sabar Lex." Kata Shanen.
"Kamu sudah lihat dalam tas dokumen nya atau di kantong bajunya?" Tanya Lisa.
"Apa dia menyimpan dua handphon dalam kantong bajunya?" Tanya Alexa kemudain bersandar diatas meja kerjanya.
Wajah cemberutnya masih melekat diwajah cantiknya.
"Lex, kamu kan tinggal minta HP nya ke Ken, kenapa harus nyari diam diam? Kalau dia sayang kamu, pasti dia akan jujur." Kata Shanen.
"Iya juga." Kata Alexa.
"Upss" Lisa langsung melurus kan badannya dan kembali fokus ke laptop miliknya, demikian juga dengan Shanen.
Alexa yang masih bersandar dimeja nya menatap heran kedua orang itu. Mata Lisa Berkedip kedip menunjuk ke arah Ken yang sudah berada di samping Alexa.
"Honey are you ok?" Tanya Ken.
Alexa mengangkat kepalanya nya menengadah ke atas.
"I'm fine." Jawab Alexa.
Ken mengelus rambut Alexa dan memperhatikan dengan seksama wajah nya.
"No, kamu sepertinya lagi bete. Kamu bete kenapa sayang?" Tanya Ken yang agak gak peduli dengan suasana disekitarnya.
Alexa diam tak bergeming.
"Bisa nggak Hon, kita bahas ini setelah pulang kantor?" Kata Alexa kemudian menyandarkan lagi kepalanya diatas meja.
Beberapa saat handphone yang ada dalam saku baju Ken bergetar.
"Kenapa nggak di angkat dulu telpon kamu Hon." Kata Alexa dengan suara malasnya.
"Bukan telpon penting." Jawab Ken.
"Sini aku mau lihat?" Pinta Alexa.
Ken menyodorkan HP dari saku bajunya ke tangan Alexa.
"Nih." Kata Ken singkat.
"Unknown number. Diangkat dong Hon." Alexa.
Ken memencet tomol hijau dihp nya dan mulai bicara.
"Ya pak?" Jawab Ken ke HP nya.
"Pak Marhadi, urusan itu bukan urusan saya pak. Bapak bisa langsung menghubungi manager gudang atau bapak bisa langsung menghubungi asisten saya Gugun." Kata Ken.
"Itu tugas manager gudang, silahkan bapak konsultasikan hal ini dengan beliau." Ken menutup telponnya.
Alexa yang mendengar percakapannya Ken langsung paham kalau itu bukan dari seorang wanita.
"Hon, come on. Please!" Rayu Ken pada Alexa.
"Honey itu nomer kamu kok bisa di tau banyak orang." Kata Alexa menyelidiki.
"Ini nomer kan emang untuk aku pakai kerja. Jadi wajar jika sampai ke tangan semua orang." Jawab Ken.
"Nomer yang kamu kasi ke aku nomer yang mana?" Tanya Alexa.
"Ya nomer ini?" Jawab Ken.
"Aku nggak bawa ke mana-mana toh bukan telpon penting yang masuk ke situ." Kata Ken menjelaskan.
"Kok aku nggak tau kamu pakai dua nomer?" Tanya Alexa.
"Yang biasa dipakai menelpon Imelda nomer yang mana?" Tanya Alexa blak blakan karena sudah jengah dengan jawaban Ken yang berbelit belit.
Hmmmm ini pasti ulah Lisa dan Shanen.
"HPnya ada di tas kerjaku." Jawab Ken.
Alexa berdiam sejenak.
"Hon sebaiknya kamu balik ke ruangan kamu deh, nggak baik berlama lama disini. Bisa kan kita membahas ini nanti?" Ucap Alexa.
"Baiklah honey, aku harap nanti sore bete kamu sudah baikan. Jadi kita bisa bicara lebih terbuka." Kata Ken.
"Aku ada meeting dengan manager HRD dan manager keuangan. Nanti aku ke sini lagi. Bye." Ken mengelus kepala Alexa kemudian berlalu meninggalkannya.
"Lo gila Lex, kenapa langsung sebut sebut Imelda? Ketahuan Bos kalau kita yang komporin lu." kata Lisa.
"Nggak apa kok Lis, Ken sepertinya terlihat santai tadi. Mungkin menurutnya itu hanyalah masa lalu." Kata Shanen.
"Masa lalu dari mana? Coba lu buka IGnya Imelda Lee. Baca pengakuannya disitu." Lisa mengambil HP dari tas nya kemudian menunjukkannya kepada Shanen dan Alexa.
"Itu IG story Imelda Lee dua minggu yang lalu. Dia mengakui punya hubungan khusus dengan seorang pengusaha muda inisial KSH." Lanjut Lisa.
"Gue kasi tau Alexa supaya dia bisa lebih menjaga pacar tajir dan ganteng nya itu. Gue nggak mau pacar sahabat gue direbut orang" Kata Lisa lagi
"Iya sih, sekarang tinggal dari kamu lex,gimana cara kamu mempertahankan Ken agar nggak direbut orang." Ucap Shanen.
"Jadi aku harus berbuat apa?" Tanya Alexa.
"Kamu harus lebih pinter merayu dan menyenangkan hati pacar kamu dong lex hihi." Jawab Lisa sambil tertawa kecil.
"Nih, kamu baca situs ini." Kata Lisa sambil menunjukkan sebuah situs pria dan wanita dewasa.
"Isshhh Lisa kamu ini gimana sih, kita belum nikah tau!!" Kata Alexa dengan suara agak besar.
"Shhhhtttt, volumenya kecilin" Kata Shanen sambil menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya ini.
"Hahahaa, Lex Lex. sekarang kamu bukan berada dijaman primitif lagi. Jika kamu mempertahan kan kesucian dirimu maka pria akan mencari di tempat lain untuk mendapatkan hal itu." Kata Lisa.
"Masa iya sih?" Suara Alexa lesu.
"Ya iya lah, apalagi pria yang kamu hadapi ini adalah Ken, dan wanita wanita diluar sana sangat licik seperti Donita dan Imelda siap menjeratnya." Kata Lisa.
Alexa berdiam diri mencerna setiap kata kata Lisa.
"Lisa sejak kapan kamu jadi sangat lihai? Aku kagum padamu." Kata Alexa sambil bertepuk tangan kecil.
"Udah deh, jangan mencuci otak polos Alexa dengan ide gila darimu." Kata Shanen.
"Oh ya Shanen sejak kapan dia jadi seperti ini." Tanya Alexa.
"Sudah sejak dua bulan lalu Lex, sej.." Lisa membekap mukut Shanen.
"Apa apan sih Lisa, jadi kamu mau menyembunyikan sesuatu hal dari aku sekarang?" Suara Alexa agak sedih.
"Bukan Lex, aku cuman nggak ingin berita ini tersebar kemana mana." Jawab Lisa.
"Emang berita nya berita apaan hingga kamu jadi Lisa yang berbeda." Tanya Alexa lugu.
"Dia pacaran dengan pak Steve" Bisik Shanen.
"What???" Alexa kaget.
"Jadi ini hanya rahasia kita, janji?" Kata Lisa.
"Aku janji" jawab Alexa.
"Jadi situs yang tadi sudah pernah kamu terapkan?" Lisa mengangguk sambil tersenyum lebar.
"Sekarang pak Steve mati kutu sama dia." Kata Shanen.
"Hahha kamu ternyata seorang.. " Suara Alexa terputus.
"Honey" Ken tiba tiba berdiri disamping Alexa.
"Kamu ngapain disini, bukannya kamu ada meeting?" Tanya Alexa.
"Gugun sudah menggantikan aku." Jawab Ken.
"Ayo ikut aku." Ken menggenggam telapak tangan Alexa menuntunnya berdiri dari kursi.
"Kita mau kemana?" Tanya Alexa.
"Temani aku ke Gudang, hari ini aku bertukar tugas dengan Gugun. Sesekali aku juga harus pantau gudang. Ada hal serius yang aku harus turun tangan langsung disana." Jelas Ken.
Alexa mengambil tas nya.
"Lisa aku bawa teman kalian dulu." Kata Ken.
"Bye Lisa, Bye Shanen." ucap Alexa.
"Bye" jawab Lisa dan Shanen bersamaan.
"Sepertinya Alexa tak harus melakukan trik untuk mendapatkan Ken, kelihatannya Ken sudah benar benar jatuh ke tangan Alexa." Kata Shanen.
Lisa mengangguk mengiyakan kata Shanen barusan.
Bersambung...