
Dirumah sakit tempat Alexa dirawat, perawat baru saja melepas infus yang menempel di tangan Alexa. Dokter Kartika yang berada disitu memeriksa keadaan Alexa dan sudah memperbolehkan Alexa pulang.
"Nona Alexa, anda sudah bisa pulang hari ini, kondisi anda sudah stabil. Tapi sebaiknya anda istirahat dulu dirumah, nggak boleh capek biar makin fit. Ini resep vitamin yang bisa dikonsumsi setiap hari satu butir." Kata Dokter.
"Baik Dok." Jawab Alexa.
"Semoga sehat selalu Alexa. Aku permisi." Dokter.
"Terimakasih Dok." Kata Alexa dan Rani hampir bersamaan.
"Sama sama." Jawab dokter.
Sepeninggal dari ruangan itu Alexa menuju kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.
Kemudian Alexa mengemas beberapa pakaian yang akan dibawa pulang.
Rani masih duduk berbaring disofa asik dengan bacaan majalah yang ada ditangan nya.
"Waaaahh" Kekaguman dari suara Rani begitu jelas.
"Wah kenapa?" Tanya Alexa.
"Pasti wanita itu sangat beruntung memiliki pacar seperti ini". Ucap Rani setelah membaca beberapa kalimat dalam artikel majalah tersebut.
"Sudah muda, ganteng, tajir pula." Lanjut Rani.
Alexa mendekati Rani dengan duduk di sandaran tangan sofa itu.
"Apaan sih? Tanya Alexa penasaran.
"Nih, nama nya Ken Samuel Husada." Rani memperlihatkan gambar ken berukuran satu halaman di majalah itu.
Alexa terdiam saat melihat wajah Ken saat itu. Kerinduan sekaligus rasa bersalah langsung melanda kalbunya.
"Tapi.. Hahaha." Rani tertawa besar.
"Apaan si kamu Ran, tiba tiba tertawa seperti itu?" Kata Alexa heran.
"Pasti yang jadi pacarnya sekarang kerjaan nya tiap hari adalah menjaga dan mengawasi pria ini. Ternyata Ken ini playboy wkwkwkk." Rani tersenyum puas.
Alexa merampas majalah yang ada ditangan Rani kemudian membolak balikkannya.
"Mang ada tulisan seperti itu? Ini pasti majalah jadul." Kata Alexa.
"Yeee, ngapain aku baca majalah jadul. Sini balikin, sekarang Ken akan menjadi oppa korea aku mendampingi ji chang wook aku." Rani mengelus ngeluskan gambar Ken ke pipinya.
Ken Samuel Husada CEO PH.corp yang baru saja melebarkan kerajaan bisnisnya ke dunia game online berhasil meraih sukses besar dipasaran. Game yang saat ini paling banyak diminati oleh anak muda Indonesia berhasil menjadi trending topic dimata dunia.
Pria image playboy yang mengakunya telah memiliki pacar ini berhasil di wawancarai pada Rabu 24 kemarin di studio TVSI.....
Penggalan artikel yang tertulis dimajalah dibaca Rani dengan agak lantang.
"Tuh kan udah punya pacar. Emang jarang ada orang ganteng yang masih jomblo. Selamat oppa Ken, aku adalah penggemar kamu sekarang!" Celoteh Rani.
"Kamu barusan tadi jadi penggemarnya, nah aku sejak kecil sudah menyukainya." Kata Alexa.
"Hmmm." Rani menatap Alexa dengan tatapan miring.
"Lagian Ken bilang ke aku kalau dia mencintai aku." Kata Alexa tak mau kalah.
"Iya iyaa, aku ikut senang buat kamu sekarang." Kata Rani.
"Selamat ya, sekarang kamu adalah pacar Ken." Ejek Rani sambil menyodorkan majalah itu ke tangan Alexa.
"Aku serius Rani." Kata Alexa.
"Iya, iyaa Alexa . Aku senang kamu sudah bisa bercanda sekarang." Rani.
"Aku nggak becanda." Jawab Alexa sambil manyun.
"Apa kamu ingin bertemu dengannya?" Tanya Alexa.
"Udah deh, yuk kita pulang, nanti kita bahas Ken lagi kalau udah dirumah. Tadi dokter sudah mengusir kita dari sini. Kita harus balik rumah sebelum gelap." Kata Rani.
Keesokan pagi dirumah bu Idah.
Alexa dan Rani dilarang bu Idah masuk kedapur, Alexa harus istirahat full dan Rani ditugaskan merawat Alexa.
Bu Idah kini telah mempekerjakan seorang asisten dapur untuk membantunya.
Beberapa hari hanya berada dirumah tanpa beraktivitas membuat Alexa dan Rani merasa bosan seharian.
Alexa bercerita ke Rani tentang rencana mengunjungi panti asuhan tempat nya tinggal dahulu.
"Ran, aku mau ke Bandung. Aku ingin mengunjungi panti asuhan tempat aku tinggal dulu." Kata Alexa.
"Apa kamu yakin kamu sudah sehat sekarang?" Tanya Rani.
Anak itu, apakah dia akan terus menjaga aku seperti anak bayi. Seharian dia tidak mengijinkan aku melakukan apapun. Bahkan dia ingin menyuap ku makan..
Alexa mengikuti Rani dimana tempat bu Idah menonton tv.
"Bu, ya? Aku akan temani Alexa ke panti. Paling cuman beberapa hari saja. Please bu." Pinta Rani pada ibunya.
Bu Idah menatap Alexa.
"Apa tidak merepotkan disana jika anak ku ikut nak Alexa?" Tanya Bu Idah.
"Tentu saja tidak bu, disana banyak anak anak yang bisa kita ajak bermain. Mereka pasti akan senang jika ada yang berkunjung ke sana." Jawab Alexa.
"Ada baiknya juga Rani ikut. Dia bisa temani kamu dalam perjalanan." Kata Bu Idah.
"Yeeaaayy makasih bu." Rani mencium pipi Ibunya.
"Tapi, gak boleh lebih dari seminggu. Kalian harus balik ke sini." Kata Bu Idah.
"Baik bu." Kata Rani.
Alexa berdiam diri seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Bu, mungkin saya belum bisa kembali pulang ke sini bersama Rani. Saya akan mencari keberadaan ibu saya terlebih dahulu." Jelas Alexa.
"Nak Alex, apa kamu sudah tau kemana akan mencari ibu kamu?" Tanya Bu Idah.
"Saya akan menemui pemilik rumah itu dibandung untuk bertanya pemilik sebelumnya. Saya akan kembali mencari ditempat ini jika infonya masih kurang." Kata Alexa.
Bu Idah berpikir sejenak.
"Memang itulah tujuan utama kamu datang kesini. Semoga kamu segera menemukan ibu kamu nak, ibu akan selalu berdoa yang terbaik buat kamu. Dan ingat, kamu bisa menganggap ibu seperti ibu kamu sendiri, kapan pun kamu butuh kamu bisa telpon ibu." Kata Bu Idah.
"Iyaa bu, aku selalu merasa betah berada disini. Kalian memang sudah menjadi keluarga keduaku sekarang." Jelas Alexa.
"Ran, Ibu nggak suka kamu bermalas malasan disana, bantu ibu panti disana ya." Pesan Bu Idah.
"Tentu saja bu." Jawab Rani.
Anak itu sudah biasa sendiri, mungkin dengan kehadiran Alexa dia merasa sedang memiliki seorang saudara. Tapi kini nak Alexa akan pergi. Rani pasti akan kembali sepi. Pikir bu Idah.
Hampir dua bulan Alexa tinggal bersama Bu Idah dan Rani, mereka sudah seperti keluarga bagi Alexa. Alexa teringat akan tante Ratih dan Mr.Bond, Oma Anna dan charlote, Lisa dan Shanen serta Ken.
Aku sudah dua bulan tak memberikan mereka kabar. Tapi jika aku kabari mereka Ken pasti akan langsung mengetahui keberadaanku. Sedangkan aku masih harus mencari ibuku, aku tak ingin membebani Ken.
Pagi pagi Alexa dan Rani sudah menuju Bandung, tepatnya di Panti Asuhan Jati Luhur.
Alexa tiba di Panti Asuhan itu sudah hampir pukul sebelas siang.
Ibu Sukma kepala Panti menyambut Alexa dengan hangat.
"Siang Ibu" Alexa berlari memeluk Ibu Sukma.
"Sasha." Sapa ibu panti sambil mendekap Alexa.
"Ibu masih ingat Sasha?" Tanya Alexa.
"Tentu saja nak nggak mungkin ibu lupa anak kesayangan ibu" Bu Sukma melepaskan pelukan Alexa sambil bertanya.
"Ini siapa?" Mata bu Sukma ke arah Rani.
"Itu Rani bu teman Sasha." Jelas Alexa.
Rani mendekati ibu sukma dan memberi salaman tangan.
"Saya Rani bu."
"Ya Rani, selamat datang. Kamu bisa panggil ibu, ibu saja atau panggil bu sukma juga bisa." Sambut bu Sukma Ramah.
"Bagaimana kabar kamu Sha? Sejak kamu meninggalkan tempat ini, ibu nggak pernah mendengar kabar darimu lagi."
"Sasha langsung ke London saat itu bu, belum sempat mengabari ibu karna ibu tau sendiri lah bagaimana keadaan Sasha saat itu." Kata Alexa.
"Ibu juga pernah dengar kabar kalau kamu akan ke luar negeri. Trus gimana keadaan kamu sekarang?" Tanya ibu Panti.
"Saya sudah baikan bu."
"Syukurlah nak, ngomong ngomong nak Rani ayo ikut ibu, kita ngobrol sambil ngeteh didapur. Tante Dewi lagi masak. Kita ngobrol disana saja." Ajak ibu Sukma.
"Begini lah jika sudah lama nggak ketemu, ibu kangen sekali dengan anak ibu yang satu ini." Ucap bu sukma setelah berada didapur.
Sambil membantu tante Dewi masak, Ibu Sukma bercerita panjang dan lebar dengan Alexa dan Rani.
Alexa kecil si gadis pemalu dan penyendiri yang suka ketakutan, tak jarang aku memeluk nya hingga dia terlelap. Aku menyuap nya makan, memandikannya. Kini gadis kecil itu sudah dewada dan sangat cantik, aku bahagia melihat nya bisa hidup normal seperti sekarang ini.
Bersambung...