
Menjelang pukul tujuh malam Ken baru tiba diruangan rumah sakit, Gugun yang ikut bersama Ken menenteng plastik penuh berisi makanan yang dibelinya dari testauran tak jauh dari rumah sakit.
Alexa telah selesai menyuap oma Anna ketika memasuki ruangan itu.
"Oma, Ken datang," sapa Ken.
Oma Anna tersenyum menatap Ken yang memberikan ciuman dijidat Alexa.
"Maaf sayang, tadi aku harus menemani pak Andrian makan. Dia memaksa makan bersama tadi," jelas Ken.
"Iya, gapapa kok. Jadi kamu sudah makan?" tanya Alexa.
"Iya sayang, Gugun sudah bungkus makanan. Sebaiknya kamu ajak ibu makan, biar Ken yang temani oma disini," ucap Ken.
"Baiklah, ibu mungkin masih diruangan dokter, Sasha liat keluar dulu Oma, Ken akan temani oma ya," ucap Ken pada Oma Anna.
Alexa keluar dari ruangan oma Anna menghampiri beberapa kotak makanan yang dibawa Ken.
"Gun, ibu ku belum datang?" tanya Alexa.
"Sepertinya belum, dari tadi saya belum melihat Bu Ratih," jawab Gugun.
"Kamu juga makan Gun, porsinya lebih tuh," ucap Alexa.
"Ya," jawab Gugun singkat.
Setengah jam kemudian bu Ratih memasuki ruangan.
"Bu, aku baru akan menyusul ibu ke ruangan dokter. Ibu baik baik saja?" tanya Alexa.
"Ya nak, tadi ibu ngobrol tentang kondisi kesehatan oma dengan dokter Giu," ucap ibu Ratih menuju meja makan dimana Alexa berada.
"Ibu makan dulu ya," Alexa membukakan sekotak nasi untuk ibunya.
"Dokter akan mengevaluasi kembali keadaan oma Anna, besok akan diCT scan dan MRI," ucap bu Ratih.
"Ibu nggak usah khawatir, oma akan baik saja bu. Tadi oma melahap semua bubur yang Sasha suap," kata Alexa meneangkan ibunya.
"Oh ya gimana acara kalian besok?" tanya Bu Ratih.
"Semua sudah rampung bu dan beres, jika ibu mau hadir bareng Sasha aja."
"Jika hasil dokter besok bagus, ibu akan coba hadir," ucap ibu Ratih kemudian melanjutkan makannya.
----
Keesokan harinya...
Sore itu Alexa berdiri mematung dihadapan gantungan pakaian yang telah berjejer puluhan pasang pakaian merk designer terkenal.
Alexa terlihat bingung menentukan warna baju yang akan dikenakannya malam ini.
Tubuhnya masih dalam balutan handuk memilah satu persatu gaun pesta yang akan dikenakan nya saat itu.
Ken memasuki kamar menatap istrinya yang memegang sebuah gaun biru tua yang masih menggantung di hanger. Alexa mengankat tangan memutar gaun biru itu, nampak kilau gliter gliter kecil keluar dari baju itu.
"Yah itu pilihan warna yang tepat," ucap Ken memasuki ruang pakaiannya.
Ken keluar membawa setelan Jaz berwarna biru gelap senada dengan warna gaun yang dipegan Alexa.
"Oke, aku pakai ini," kata Alex mantap.
"Hair stylish dan makeup sudah dikamar sebelah, tapi sebentar. Aku mau sekali lagi dong," ucap Ken yang sudah mendekap tubuh Alexa dengan berbagai aksinya.
"Again? Sekarang kita kan..." Bibir Alexa tak dapat melanjutkan kata katanya.
"Sayyaaang, ohhh... "
Dalam geliat dan desahan Alexa pasrahkan hati dan raga nya pada pria yang sekarang ini adalah suaminya. Aktivitas bercinta yang kini tak bisa dihindarinya, suami nya setiap saat seperti seekor singa yang siap menerkam kapan pun begitu ada kesempatan.
Itu aktivitas ketiga mereka dalam sehari, tubuh Alexa basah penuh keringat beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Guyuran air akan mengembalikan kesegaran tubuhnya saat ini.
"Sayang kamu akan terus baring seperti itu?" ucap Alexa begitu keluar dari kamar mandi.
Ken tersenyum beranjak mendekati Alexa yang masih didepan pintu kamar mandi.
Sebuah kecupan hangat mendarat didahi Alexa, "I love you," ucap Ken kemudian memasuki pintu kamar mandi.
Alexa menuju sebuah ruangan dimana hair stylish dan tim make up sudah berada.
"Sore bu," ucap seorang wanita begitu Alexa memasuki ruangan.
"Ya, maaf kalian jadi menunggu agak lama."
"Gak apa apa Nyonya," ucap seorang wanita yang sudah siap dengan set makeup didepan meja rias.
Alexa mengambil kursi tak jauh dari wanita itu berdiri, kemudian wanita wanita itu mulai mengerjakan tugas mereka.
"Aku mau rambutku di gulung sederhana make up flawless dengan lipstik merah menyalah," ucap Alexa yang ingin terlihat elegan dengan make up sedikit lebih tegas dari biasanya.
"Baik Nyonya," ucap wanita sambil mulai menyapukan berbagai peralatan make up ke wajah Alexa.
Ken sudah tak sabaran menunggu mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 18.43.
"Sayang," ucap Ken terhenti sembari berdiri menatap Alexa didepan pintu ruangan itu. "Wah, luarbiasa, aku bahkan sudah tak mengenali istriku sendiri."
Alexa berdiri begitu anggun dalam balutan dress biru gelap dengan sedikit terbuka dibagian dadanya.
Riasan yang begitu glamour membuat penampilan dan gaya busana nya bak seorang ratu yang akan menghadiri pesta malam itu.
Ken dengan bangga menggandeng lengan istrinya menuju perusahan tempat diadakannya perhelatan dalam rangka ulang tahun perusahan yang ke 49 tahun.
Pukul 18.55 mereka sudah tiba di lobby kantor. Lobby yang sudah didesign berbagai atribut pesta seperti bunga bunga dan baliho ucapan ucapan selamat ulang tahun dari setiap kalangan.
Sebuah red karpet panjang tergerai dari depan pintu memasuki lobby perusahaan.
"Sayang, apa akan semeriah ini? Sepertinya aku mulai gugup dan panik, aku gak menyangka akan disorot seperti ini," ucap Alexa begitu keluar dari pintu mobilnya.
Berbagai kilatan dari jepretan kamera membuatnya agak canggung saat itu.
"Sayang, sudah ada suamimu disini. Kamu cukup berdiri tegap dan senyum yang cantik, aku akan selalu disisi mu," ucap Ken menyemangati.
Ken semakin erat merangkul pinggang Alexa, sesekali tangan kanannya menggenggam tangan Alexa yang mulai berkeringat sembari terus melangkah memasuki gedung perusahan.
Saat melewati spot kamera keduanya berdiri sebentar sambil tersenyum indah. Keserasian diantara keduanya mengundang banyak tatapan mata ke arah mereka. Decak kagum muncul dari setiap orang yang memandang keduanya.
Memasuki Aula perusahan, Ken membawa Alexa ke hadapan kedua orang tuanya yang sedang asik berbincang dengan beberapa kolega bisnis papanya.
"Ma, Pa.. ini Alexa istriku," ucap Ken pelan memperkenalkan.
Mama Amel tersenyum cemerlang sambil cipika cipiki begitu akrab dengan Alexa.
Berbeda dengan papa nya yang cuek tak ada respon saat itu.
"Wah wah Ken, pacar kamu sangat luar biasa cantik. Pantes saja kamu sekarang jarang ada gosip di TV, ternyata sudah ada seseorang yang diam diam kamu pacari," ucap seorang kolega bisnis yang sudah sangat akrab dengan keluarga mereka.
"Haha iya om, namanya Alexa."
"Ayok, mari silahkan tempati kursi yang menutut kalian nyaman. Tak baik terus berdiri, sebentar lagi acara akan dimulai," ucap papa Hendry mempersilahkan rekannya duduk.
"Ken mama akan menemani Alexa, silahkan kamu menyapa beberpa tamu yang ada," ucap maam Amel pada Ken.
"Tapi ma, sebaiknya Sasha ikut denganku...," ucapan Ken disela oleh Alexa.
"Gapapa sayang, pergi aja. Aku aman kok, sebentar lagi aku bisa bergabung dengan Lisa dan Shanen," kata Alexa.
"Bener gapapa kan sayang," ucap Ken sambil menyapu rambut Alexa dan dibalas dengan anggukan kepala Alexa.
"Ma titip Alexa sama mama ya." Ken kemudian menghampiri beberpa tamu yang masih berdiri ngobrol tak jauh dari situ.
"Kamu pikir dengan menjadi pasangan Ken dipesta ini kami akan menerima kamu? Jangan mimpi wanita munafik akan diterima dikeluarga kami," bisik mama Amel.
"Sekarang aku adalah istri Ken, aku dengan sangat hormat memanggil dirimu mama, wanita munafik ini sekarang adalah menantu mu," ucap Alexa.
"Haha dasar bodoh. kamu pikir aku akan percaya padamu? Lihat wanita itu?" mama Amel menunjuk ke arah Donita yang baru saja memasuki gedung itu. "Sejak awal dia sudah menjadi menantu dikeluarga kami. Jadi sebaiknya kamu pergi dari temapt ini, sebentar lagi akan ada pengumuman pernikahan Ken dengan nya."
Donita berjalan menghampiri dirinya dan mama Amel.
"Malam tante Tante, maaf agak telat, tadi agak macet soalnya," ucap Donita sembari memeluk sambil cipika cipiki dengan mama Amel.
"Donitaku cantik sekali, tuh Ken kamu sebaiknya temani Ken menyapa para tamu sebelum acaranya dimulai." ucap mama Amel ramah.
Buat apa aku berdiri disamping wanita yang tidak menerima keberadaan ku. Aku sebaiknya menemui Lisa dan Shanen.
Alexa meninggalkan mama Amel tanpa sepatah kata pun menuju ke meja dimana Lisa, Shanen dan beberapa rekan nya berada.
MC sudah berdiri diatas panggung, Alunan musik mengalun memeriahkan acara malam itu. Seorang artis pop berdiri membawakan sebuah lagi indah.
"Aku gabung dengan kalian ya," ucap Alexa.
"Wah Lex, aku sampai gak mengenali mu, aku pikir tadi boss menggandeng pacar baru eh ternyata temen kita," ucap Lisa dengan suara agak berteriak.
"Haha, yah aku juga nggak nyangka Lis." Alexa mengambil kursi disamping Lisa. Meja bundar dengan delapan buah kursi itu telah dipenuhi bebebrapa gelas air mineral dan cemilan.
"Lex, loh kok kesini? Lo gak temenin si bos? Huffft liat tuh si rubah lagi pepetin laki lo," kata Lisa disamping telinga Alexa.
"Rubah?" tanya Alexa.
"Tuh Donita," jawab Lisa.
"Oh, gapapa. Dia suamiku gak akan melirik kemana pun," kata Alexa percaya diri."
Beberapa saat Ken sudah berdiri dibelakang Alexa. Leo yang saat itu disamping Alexa langsung beranjak ke satu kursi yang masih kosong.
"Sayang setelah beberapa kata sambutan ayah, aku akan mengumumkan kamu istriku, kamu bisakan naik ke panggung berdiri disampingku," tanya Ken.
"Apa aku bisa mengatakan tidak?" tanya Alexa.
"Aku anggap kata kata itu sebagai boleh," ucap Ken tersenyum lebar sambil mencium tangan istrinya.
Bersambung...