Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Launch Time



Mata Alexa fokus pada sebuah mobil mewah berwarna hitam yang terparkir tepat didepa pintu keluar lobby kantor.


Setelah keluar dari lift langkah Alexa satu persatu mendekatkan dirinya dengan mobil hitam itu. Langkah nya semakin berat dan semakin melambat.


Ada hal apa yang sudah menantiku, perasaanku seperti melarang aku bertemu orang ini.


Setelah Alexa berdiri disamping mobil hitam itu kaca jendela mobil turun perlahan menampakkan wajah seorang wanita paruh baya dari dalam mobil.


"Alexa ya?" Sapa tante Amel dengan senyum manis.


Alexa mengangguk sebentar.


Apa aku yang terlalu berpikiran buruk, wajah tante Amel begitu ramah.


"Ayuk masuk." Ajak tante Amel dibalik kemudinya.


Alexa maju tiga langkah menghampiri gagang pintu mobil kemudian masuk kedalam mobil.


"Siang Tante." Sapa Alexa.


"Ya siang." Jawab tante Amel.


"Kamu suka makanan apa?" Tanya tante Amel kemudian melajukan kendaraan keluar dari halaman kantor itu.


"Apa aja tan, saya ikut selera tante." Jawab Alexa.


"Kita ke The Beautika, cari makanan yang cepat ya." Ucap tante Amel.


Tante Amel membawa mobilnya menuju bilangan kuningan belakang kantor kedutaan china.


"Oh ya, Alexa tante dengar dari Ken ternyata kamu Sasha temannya dari panti asuhan Jati Luhur ya?" Tanya Tante Amel.


"Iya tante."


"Wahhh, hebat sekali bisa bertemu dengan teman kecilnya. Tante ikut seneng." Kata tante Amel ramah.


"Oh ya Sha, by the way tante panggil Sasha aja ya?" Tanya tante Amel.


"Terserah tante, Alexa seneng dipanggil apa aja kok." Alexa.


"Oh ya, jadi kamu seneng dong sudah bertemu ibu kamu." Tante Amel.


"Iyaa, Sasha baru sebulan ini bertemu lagi dengan ibu." Alexa.


"Syukurlah, tante ikut senang buat kamu ya." Ucap tante Amel.


"Jika kamu ketemu ibu kamu sejak lama mungkin kamu nggak akan kesepian." Ucap tante Amel.


"Aku sudah bertemu ibu sejak lama kok tante, Ibu ku nggak pernah berniat meninggalkan aku." Jawab Alexa membela ibunya.


"Hmmm, i see i see." Tante Amel manggut manggut.


Obrolan tante Amel soal kuliah dan kerjaan Alexa terus berlangsung hingga memasuki halaman rumah makan The Beautikka.


"Kita sudah sampai sayang." Ucap tante Amel kemudian keluar dari mobil.


Alexa berjalan beriringan dengan tante Amel memasuki ruang makan itu dan mengambil tempat duduk disudut ruangan yang memang agak padat karena bertepatan dengan jam makan siang.


"Pesan aja makanan apa yang kamu suka Sha." Ucap tante Amel dangan menu ditangan nya.


Pelayan sudah standby disamping meja meraka dengan pulpen dan sebuah buku kecil di tangan nya.


Setelah memesan beberapa menu pelayan meninggalkan meja itu ke arah dapur, tante amel mulai melanjutkan perbincangan nya dengan Ken.


Rencana? Maksud tante Amel rencana seperti apa?! Pikir Alexa.


"Maksud tante rencana seperti apa?" Tanya Alexa.


"Loh, keseriusan kamu menjalin hubungan dengan Ken. Apa kamu sudah memikirkan akan dibawa serius atau kamu pun sama seperti Ken yang tak pernah menganggap penting sebuah hubungan?" Kata Tante Amel.


Maksud tante Amel apa? Dia berpikir anak nya hanya main main dengan ku? Atau?! Aku akan mencoba mengikuti alurnya.


"Tante, aku dan Ken baru menjalani hubungan selama beberapa bulan. Apakah aku harus berpikir terlalu serius dengan hubungan kami. Tapi jika Ken menginginkan keseriusan aku siap menerimanya. Nggak ada ruginya buatku untuk menjadi isterinya." Ucap Alexa.


Wanita miskin ini sengaja memancing aku, dia begitu licik. Dia sepertinya tau kalau Ken sangat mencintai nya dan seolah dia tak begitu tertarik dengan anak ku.


"Bagus lah nak, karena kalau kamu terlalu berpikir serius tante takut kamu akan sakit hati nantinya. Kamu tau sendiri sifat Ken setiap bulan menggandeng wanita baru." Tante Amel dengan tutur kata lembutnya mencoba menyindir Alexa.


Jadi kamu ingin membuat aku meninggalkan anakmu ya?


"Tapi tante, sudah setengah tahun aku menjalani hubungan dengan Ken, dia terlihat tidak menjalin hubungan dengan wanita mana pun selain aku. Aku sih agak nggak peduli dengan wanita wanita nya itu, apalagi yang bernama Imelda itu, dia mentah mentah menolaknya dihadapanku." Ucapan Alexa makin memanas manasi tante Amel.


Wanita licik ini, sepertinya aku harus lebih menggunakan kata kata yang lebih kasar terhadapnya.


"Bagus lah jika Ken sudah mulai mengubah sifat buruknya itu, berarti tante sudah harus menyuruhnya memilih seorang wanita yang cocok untuknya, seperti kata ayahnya wanita yang cocok untuk Ken tidak merugikan perusahan." Kata tante Amel.


Maksudnya apa? Jadi sekarang dia secara terang terangan sudah menolakku? pikir Alexa.


"Jika Ken bisa bahagia bersama wanita yang dicintainya aku akan merasa turut berbahagia buatnya. Sebaiknya tante secepatnya menemukan wanita itu agar aku bisa memberi selamat untuk mereka." Alexa


Kamu begitu pede Alexa, kamu pikir hanya kamu yang bisa membuatnya jatuh cinta?!


"Alexa tante bisa membayar kamu berapapun yang kamu minta jika kamu pernah merasa dirugikan oleh Ken, tante hanya berharap kelak kamu tidak mengganggu nya setelah dia menikah nanti. Seperti beberapa wanita yang tiba tiba mengaku hamil karena putus asa agar bisa dinikahi seorang pria kaya." Ucap tante Amel.


Oh my God, tante Amel. Dengan kata yang ramah dan selembut sutera kamu bercara namun kata kata mu begitu menyayat hati.


"No no, nggak usah tante. Tante nggak harus membayar apapun ke aku, aku nggak pernah melakukan hal apapun dengan anak tante. Apalagi hubungan yang berbau bau sex, kami belum sampai ke sana jadi uang tante aman. Setahu aku anak tante sangat menghormati wanita yang disayanginya." Ucap Alexa.


"Bagus lah, tante nggak rugi mengeluarkan uang sepeserpun untuk seorang wanita yang tidak diterima dikeluarga kami. Kamu seharusnya sadar akan latar belakangmu, kamu sudah merangkak dari tempat kumuh hingga menjadi pacar Ken itu sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa. Seekor ayam mana mungkin bisa terbang menjadi phonix. Kamu sudah sadar akan aib keluarga kamu?" ucap tante Amel.


Sesak nian dada ini, jangan sampai airmata ini keluar sekarang. Wanita ini sudah begitu kelewatan, pandangannya begitu hina terhadap keluargaku.


"Tapi tante, selama Ken masih merasa bahagia denganku aku akan selalu berada disisinya. Tante berusahalah membuat nya mencintai gadis lain. Jika dia sudah memutuskan akan melepaskan aku maka aku akan melepaskannya juga." Ucap Alexa kemudian menatap Arloji pada tangan kirinya.


"Istirahat jam makan siang dikantor sudah selesai tante, aku harus pamit terlebih dahulu. Saya takut jika terus berlama lama disini saya akan menjadi kurang sopan dengan tante." Alexa berdiri dari mejanya berjalan keluar dari ruangan yang terasa sesak dan pengap itu.


Bulir air mata jatuh berderai dipipi nya, langkah nya terus melaju menjauhi wanita yang tidak menerima dirinya. Saat dipenghujung persimpangan Alexa berhenti sejenak, sambil menyeka sisa air mata dipipinya Alexa merogoh telepon genggam dari dalam tas nya.


Jika menunggu taxi disini aku bakal terlambat sampai kantor. Ken gak boleh tau masalah ini.


Beberapa saat sebuah taxi blue pink melintas dihadapannya langsung di setop Alexa.


Wah, gak nyangka. Padahal baru mau di telpon eh sudah nongol.


"Pak, ke gedung PH.Corp ya." Kata Alexa pada sopir taxi itu.


"Ok, baik mabak." Jawab sopirnya.


Sepanjang jalan Alexa memikirkan kembali perkataan tante Amel yang begitu kasar. Hingga berada didepan kantornya.


Laper banget, tadi aku belum sempat menyicip makanan yang dipesan dan sudah harus meninggalkan rumah makan itu.


Hufftt, aku nggak mungkin menahan lapar ini hingga sore. Sebaik nya aku ke ruangan Ken dan pesan makanan.


Bersambung...