Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Merasa Konyol



Alexa keluar dari kantor tepat jam 5, isi otak nya saat ini hanyalah seporsi makanan, makanan apa saja yang dia jumpai akan dimakan nya.


Lapeerrr. Pikir Alexa.


Jarak sekitar 200 meter dari perusahan atau gedung ke 3 dari kantor terdapat sebuah rumah makan Italy yang cukup terkenal, rumah makan berdinding kaca dengan aksen mewah ala bangunan modern disitulah tujuan Alexa saat ini.


Alexa mendorong pintu kaca yang ada di depan nya, dia kemudian masuk dan hendak duduk di meja pertama sekitar 10 meter dari pintu masuk.


Belum sempat pantat nya menyentuh kursi, matanya malah tertuju di meja no7 di dalam ruangan berjarak 5 meter dari tempat nya duduk.


"O my god, itu Ken," suara Alexa pelan.


Tangan Alexa secepat kilat menarik buku menu yang ada dimeja kemudian menutup bagian wajahnya. Alexa yang hendak kabur dari tempat itu langsung berjongkok sambil berlari menuju pintu meninggalkan ruangan itu.


Dia membawa pergi menu yang ada di tangan nya.


"Saat aku pengen ketemu gak ketemu, sekarang aku belum siap ketemu malah ketemu berulang kali," ngomel Alexa dalam perjalanan nya kembali ke Apartemen nya kemudian menatap menu yang ada di tangan nya.


"what?" teriak Alexa


Kenapa menu ini disini? Ah terserah. aku gak mungkin balik kesana dan mengembalikan ini. Pikir Alexa.


Setiba diapartemennya saat itu juga Alexa mengambil miepop yang ada dilemari kemudian menyeduh nya dengan air panas.


Alexa makan sambil manyun dan tergeli geli dalam hatinya.


Aku masuk ke rumah makan itu hanya untuk membawa kabur menunya. Pikirnya Kemudian tertawa.


Ngapain sih dia harus ada disitu? Lagian ini belum jam makan malam, ngapain di duduk2 disitu. Gak ada kerjaan apa?


Huffttt, pertemuan pertama aku dengan Ken tidak seperfect seperti yang aku bayangkan.


Mudah mudahan saja Ken tidak mengenaliku hari ini, jadi itu tidak di hitung sebagai pertemuan pertama. Lagian gadis jelek berantakan gak akan pernah di anggapnya nya seperti kata Shanen waktu itu. Gerutu Alexa sepanjang malam membuat tidur nya jadi terganggu malam itu, memalukan memikirkan semua hal konyol yang terjadi hari itu.


-----


"Boss, pak William ingin bertemu anda sekarang," kata Gugun dari seberang telpon.


"Buat apa dia ke kantorku?" tanya Ken


"Aku kurang tau juga Boss," kata Gugun


"Gun, sebaiknya minta dia menemuiku di Restaurant La Mensa samping kantor, bilang saja aku lagi berada disitu sekarang. Ogah aku kalau dia masuk ke ruanganku," kata Ken.


Setelah menutup tlp dari Gugun asistennya, Ken langsung menuju restaurant La Mensa gedung ke 3 dari bangunan kantornya.


Walaupun berjarak dekat dari kantor jarang ada karyawannya yang datang sini karena restaurant ini terbilang mahal harganya. Makanan dan minuman yang disajikan disini benar benar kualitas terbaik dari Italia, tak heran jika harga segelas Latte Machiato disini bisa mencapai 200an ribu rupiah.


Ken duduk meghadap jalanan menatap lalu-lalang orang dan kendaraan dihadapannya, sambil sesekali menyeruput segelas Latte Macchiato minuman kesukaannya. Kemudian


beberapa saat, Gugun, Pak William dan Donita masuk .


"Selamat pagi om willy," sapa Ken sambil berdiri dan menyapa tangan Om William.


"Hai Ken," sapa Donita kemudian memeluk Ken.


"Om Willi dan Donita apa kabar? tanya Ken


"Baik," jawab Donita.


"Om mau pesan apa?" Ken menyodorkan menu kemudian mengangkat tangan memanggil pelayan.


"Om nggak usah, selesai dari sini om akan langsung ke bandara. pesawat om jam 7.30," kata Om william.


Donita memesan Greentea pada pelayan disampingnya.


"Donita kapan sampai?" tanya Ken.


"Ada keperluan apa, kok tumben tiba tiba Om Willi ingin ke ketemu?" tanya Ken.


"Ini Ken, Donita, dia ingin bekerja diperusahan kamu. Om sudah pikirkan ada baik nya juga dia disini dikantor kamu, Om akan lama di Tawain sedangkan dia disini sendiri. Ada baik nya jika om menitip dia sama kamu. Dia bisa sambil kerja supaya ada kesibukannya," kata Om William.


Saat ini Ken tidak bisa menolak mengingat Om Willy adalah salah satu pemegang saham minoritas diperusahan nya sedangkan Donita adalah teman masa kecilnya.


"Bisa saja Om, saya akan mencari kan nya jabatan yang cocok untuk dirinya," kata Ken


"Kamu S2 mu sudah selesai kan Don?" tanya Ken.


"Sudah dong, sebulan yang lalu," jawab Donita percaya diri.


"Jurusan?" tanya Ken lagi.


"Designer Fashion," jawab Donita.


Ken terdiam beberapa saat dan menelan salivanya, hampir saja dia terbatuk dan tertawa namun dia menahan diri.


Buset dah, jurusan Fashion ingin kerja di perusahan IT, saya bingung harus menempatkan nya di bagian mana, di kantor gak ada bagian menggunting dan mengukur kain sih. Pikir Ken.


Pak willy mulai bercerita panjang lebar tentang anaknya, mulai dari kebaikan anaknya sampai kelembutan dan penyayang nya di ceritakan semuanya.


Maksud nya apa? Dia lagi promosi anaknya? Pikir Ken. Dirinya mulai bosan berada disitu.


Anaknya memang cantik tapi aku gak pernah sedikitpun berniat mencintai anaknya, bahkan mungkin tak ada satupun wanita didunia ini yang bisa membuat hatiku bergetar. Pikir Ken, dia mulai teringat akan gadis masa kecil nya Sasha yang selalu dia rindukan.


Sasha kamu dimana? Apakah kamu baik-baik saja? Pikir Ken, kemudian matanya tertuju ke arah pintu masuk.


Seorang gadis berkemeja putih masuk, Ken makin memperhatikan saat gadis itu menarik menu dan menutup kertas tebal itu ke mukanya.


Ngapain dia keluar sambil jongkok begitu? Sepertinya dia sempat melirik ke sini sebelum dia menutup wajah nya dengan menu itu. Pikir Ken


Ken mulai tersenyum saat dia melihat gadis itu berlari kencang setelah berada diluar pintu.


Gadis itu seperti tidak asing. Pakaian nya tidak asing, rambut cepolnya nya juga tidak asing.


Sejak pagi, ada aja yang buat aku pengen tertawa, gadis benjol itu. Pikir Ken.


Owhh itu dia, dia gadis yang sama dengan gadis tadi pagi. Pikir ken kemudian tersenyum lagi.


Gugun ternyata memperhatikan senyuman diwajah Ken.


Bos jarang senyum, sepertinya Donita berhasil membuatnya tersenyum, bagus juga jika Donita berhasil membuatnya belajar mencintai. Pikir Gugun


"Baiklah Ken, Om pamit duluan. sebelum ketinggalan pesawat," Om willi kemudian memeluk anaknya Donita dan bersalaman dengan Ken sebelum meninggalkan tempat itu.


"Gun kamu Anter Donita pulang yah, hari ini aku masih ada meeting," kata Ken.


"Donita kamu di anter Gugun yah, aku masih harus balik ke kantor," kata Ken.


"Kabarin aku secepatnya yah, atau aku akan mati kebosanan dirumah," kata Donita.


"Baiklah," jawab Ken Singkat.


Ken yang hanya berjalan kaki pulang ke kantor gak habis pikir soal Donita.


Gadis manja seperti itu harus di apakan, cuman bisa ngerepotin aja. Aku sudah nganggap dia seperti adikku gak mungkin jatuh cinta dengan gadis manja seperti dia. Memikirkan dia saja aku jadi borring. Pikir Ken.


Siapa karyawan wanita itu? Dia dari lantai 21?


Kenapa dia seperti sedang menghindari aku? Pikir Ken lagi.


Bersambung