Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Nightmare



Karena hati ku sudah memilihnya maka pilihan ku satu-satunya hanya percaya kepadanya, jika dia bukan takdirku aku akan mengikhlaskan nya pergi...


Langkah Alexa menyusuri trotoar agak lambat dari biasanya, hari ini ayunan langkah nya terasa berat, seberat hati nya memikirkan setiap gosip dan foto-foto Ken bersama Donita digrup chat perusahan.


Setelah menghabiskan spagheti instan Alexa merebahkan badannya diatas kasur empuk hingga tertidur lelap.


"Ibuu,, ibuuu"


"Tidak, jangan. Aku mohon"


Suara Isak tangis Alexa membelah suasana sepi dalam kamar tidurnya.


Alexa terbangun dengan pipi yang basah akan tangisnya. Rasa takut dan cemas berkecamuk dalam dada menguak peluh disekujur tubuhnya.


Akhir-akhir ini aku semakin sering bermimpi wanita itu, aku tak bisa menebak maksud dari mimpi itu. Semua terasa begitu nyata. Pikir Alexa.


Alexa mencari telpon genggamnya hendak menghubungi Charlote ataupun tante Ratih.


Setidak nya mereka bisa membuat pikirannya sedikit lebih tenang.


Ken, dia menelpon aku beberapa kali. Batin Alexa.


--------


Lantun merdu Sarah Larson menemani Obrolan santai Ken, Gugun dan Steve. Obrolan yang tak jauh dari masalah kantor dan masalah pribadi ketiganya. Secangkir JackD masuk menyapu dahaga dalam tenggorokan Ken seakan ikut menyapu gundah nya malam itu.


"Steve, jika kamu menyukai seorang gadis apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ken.


"Hmmm? Jika aku menyukai gadis aku akan ...?! Aku nggak tau. Aku menyukai gadis itu tapi aku takut sekali ditolak oleh nya," kata Steve


"Boss, ngegas mulu, baru jam 8," kata Gugun mengingat kan Ken yang sudah menghabiskan beberapa cangkir JackD.


"Apakah seperti itu rasanya menyukai seseorang? Rasa takut itu akan datang," kata Ken


"Bos takut apa? Bos takut ditolak Donita? Kayaknya nggak mungkin ada yang bisa menolak cinta bos," ucap Gugun santai.


Steve menatap ke arah Gugun.


"Nggak mungkin Ken menyukai Donita. Jika itu aku, sedikitpun tidak berniat suka dengan gadis seperti dirinya," ucap Steve asal.


"Kamu emang paling bisa," kata Ken sambil mengangkat gelas ke arah mulut nya.


"Oh ya, coba telpon Jojo, udah dimana dia?" kata Ken.


"Dia sudah didepan barusan pesannya masuk," jawab Gugun.


Jodie sepupu Ken saat itu sudah berada disitu.


"Kenapa lo bro, udah mangkat duluan? Yang laen maseh lempem," kata Jojo kemudian duduk disamping Steve.


"Dia lagi pusing ma jodoh nya, tiba tiba hari ini sudah punya calon istri hahaa," celoteh Steve


"Sedikitpun aku gak punya niat suka dengan gadis manja itu," kata Ken lagi.


Ken nenatap ponsel di tangan nya, Honey kok nggak di angkat?


Aku menyukai gadis ini hingga aku sendiri takut jika aku melakukan kesalahan. Aku takut jika aku tak bisa membahagiakan nya. Pikir ken sambil menatap nomor di telepon genggamnya.


"Kalian lanjut ya, aku jalan dulu ada keperluan, Jo lo lanjut temenin mereka ya," kata Ken yang saat itu sudah mulai mabuk.


"Bos sini aku yang nyetir," tawar Gugun.


"Aku ada urusan bentar, kamu disini aja," kata Ken.


"Bos udah minum banyak, jika nyetir sendiri bisa bahaya," ucap Gugun kemudian merampas kunci di tangan Ken.


"Sini. Balikin. Kamu mau ikut aku pacaran?" tanya Ken.


"Yaudah, boss hati-hati yah," kata Gugun mengalah.


Ken Kueluar dari ruangan bergaya klasik itu setelah pamitan dengan Gugun, Steve, dan Jojo.


Dengan mata yang awas Ken melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang sambil terus menghubungi Alexa.


"Honey, please angkat dong"


Ken terus menghubungi Alexa hingga tiba di depan pagar apartemen Alexa.


Honey aku di depan Apartemen kamu.


Pesan Sms yang dikirim Ken ke Phonsel Alexa.


Tok tok tok


Tok tok tok


Sura ketukan di kaca jendela Ken berulang ulang membuatnya sadar dan mengangkat kepalanya.


Alexa sudah berdiri disamping pintunya sambil sesekali mengetuk dan memanggil nama Ken.


"Ken," panggil Alexa lagi.


Ken menurunkan kaca jendela mobilnya.


"Honey," sapa Ken menunjukkan wajah senang dan kesal.


"Bau Alkohol!? Kamu abis minum yah? Kamu kenapa disini? Jam segini kamu darimana aja?" Pertanyaan beruntun Alexa dengan mimik muka bingung melihat Ken celingak-celingok mencari cari jawaban setiap pertanyaan nya.


Alexa membuka pintu mobil Ken dan membopong Ken masuk kedalam apartemennya.


Ken langsung membaringkam badan nya diatas ranjang empuk Alexa.


Alexa mengambil segelas air putih dan memberikan nya ke Ken.


"Honey, sorry," kata Ken singkat.


"Sorry kenapa? Emang kamu buat salah apa?" tanya Alexa yang duduk di samping Ken masih demgan gelas air putih di tangan nya.


"Maaf tadi aku ketiduran awal jadi nggak dengar telpon kamu, begitu aku bangun kamu sudah didepan," kata Alexa.


"Aku pikir kamu lagi ngambek soal gosip-gosip di kantor tadi," Ken berusaha meluruskan pandangannya ke Alexa.


"Donita memang akrab dengan orangtua ku sejak kecil, jadi wajar jika banyak foto-fotonya bersama kami. Tapi aku selalu menganggap nya tak lebih dari seorang adik," jelas Ken.


"Aku gak suka sifat sok manjanya, dia seenaknya menelpon kamu seenak jidatnya," lanjut Ken.


"Aku nggak suka cara nya menggil nama kamu," Kesah Alexa.


"Aku gak pernah menyuruh nya menelpon atau pun memanggilku seperti itu," kata Ken.


"Yah jangan diangkat," kata Alexa singkat.


"Besok aku nggak angkat telponnya lagi ok?" bujuk Ken.


"Donita begitu menyukai dirimu, apakah kamu sadar hal itu?" tanya Alexa.


"Tapi aku hanya mau kamu, aku tak pernah tau apa yang membuatku begitu menyukai mu. Kamu seperti seseorang telah lama aku rindukan," kata Ken dengan suara memelas.


Alexa mendekati Ken dan memeluknya.


"Jika begitu artinya kamu adalah milikku, nggak boleh ada yang merebut kamu dariku," kata Alexa.


Ken membalas pelukan Alexa makin erat.


"Sayang," ucap Ken sambil melepaskan dari eratnya pelukan Alexa.


"Jika seperti ini aku gak bisa ngapa-ngapain"


Ken menarik wajah Alexa mengarah ke wajah nya. Sebuah kecupan lembut bersarang dibibir Alexa.


Alexa tersadar saat tangan Ken sudah menempel di kedua bukit kembarnya.


Harus kah kita melakukan hal ini, ini hanya nafsu sesaat kami yang mungkin akan merusak suci nya sebuah hubungan. Pikir Alexa


"Ken," tegur Alexa.


Ken menghentikan setiap gerakan nya kemudian bersandar lunglai di samping Alexa.


"Maafkan aku sayang," ucap Ken.


"Hmm, aku gak akan mengganggu kamu lagi tapi izinkan aku tidur disin malam ini," Ken mendekap Alexa dalam pelukan hangatnya.


"Are you okey?" tanya Alexa.


"Yes, why?" Ken kembali bertanya sambil jemarinya mengusap rambut Alexa.


"I'm sorry," kata Alexa.


"Hey Honey, i'm ok. Suatu hari aku akan melamar, menikahimu dan menggaulimu dengan cara yang layak. Saat ini aku harus menghormati dirimu sebagai kekasihku," kata Ken.


Apakah dia seserius itu, kita belum sebulan berpacaran dan dia sudah membahas pernikahan denganku. Pikir Alexa sambil kembali menempelkan wajahnya di dada Ken.