
Keran air hangat yang mengguyur tubuh Alexa tak sedikitpun mengurangi degup cepat jantungnya. Pikirannya terus berada pada seorang pria yang terus menunggu ya diluar kamar.
"Istriku, kamu mandi atau tidur didalam?" Teriak Ken berulang ulang.
Huffftttt, mau nggak mau aku harus keluar sekarang.
Alexa mengeratkan sabuk ikatan pada jubah mandinya, menutup rapat dadanya yang terbuka kemudian keluar dari kamar mandi.
Beberapa langkah didepan pintu kakinya terhenti menatap Ken yang berdiri menatap dirinya.
"Rambut kamu basah, kamu bisa masuk angin," ucap Ken kemudian masuk ke kamar mandi mengambil hair dryer.
"Tadi aku mandi disuruh buru buru, nah...," ucap Alexa pelan.
"Sini." Ken mendorong Alexa menuju sebuah meja rias besar di sudut ruangan. Kemudian menarik sebuah bangku untuk didudukinya.
Alexa kini duduk menghadap sebuah set meja rias putih berukir keemasan dengan Ken berdiri dibelakangnya sembari mengeringkan rabut Alexa.
"Ini layanan gratis dari suami kamu sayang," Ucap Ken seraya terus menggerakkan hair dryer diatas kepala Alexa.
"Makasih sayang," Jawab Alexa.
"Aku sudah pesan beberapa pasang baju, mungkin satu jam lagi akan tiba. Setelah itu kita akan kerumah sakit menemani oma disana," kata Ken panjang lebar yang terus menggerakkan hair dryer dirambut Alexa yang sudah kering.
Yaah, lega juga. Aku pikir...
Kenapa aku sering berpikir ke situ? Ada apa dengan diriku. Aku terlalu berpikir melakukan hal itu dengan Ken. So stup*d me hihi.
"Hmm, kamu senyum sendiri kenapa?" Tanya Ken menarik Alexa bangkit dari tempat duduknya.
"Nggak kenapa kenapa. Aku semyum artinya aku happy," ucap Alexa menatap Ken.
"Kamu pengen hal yang lebih menyenangkan lagi gak sayang?" ucap Ken pelan.
"Kita akan melakukan rutunitas ini setiap hari," bisik Ken. Tangan nya menyibak rambut Alexa yang tergerai ke punggungnya, sentuhan bibirnya mendarat dileher dan telinga Alexa.
Rasa geli dan merinding mejalar ke sekujur tubuh Alexa saat lidahken menyentuh tengkuk dan dadanya.
Perlahan tubuh nya terdorong hingga ke atas ranjang yang masih tertata rapih.
Entah sejak kapan sehalai benang sudah tidak menempel ditubuh keduanya, serangan Ken lembut nan ganas tak bisa membuatnya tak bisa mengatakan sepatah kata.
Pasrah dan menikmati setiap foreplay, irama sentuhan itu membuatnya sedikit demi sedikit memejam kan mata.
Nafasnya tersengal menarik oksigen masuk ke setiap rongga paru, pagutan lembut itu membuatnya kewalahan dan bergeliat.
Ohh, aku sungguh merasa terbang bersamanya, diriku seutuhnya adalah miliknya. Pria yang telah lama aku cintai ...
Alexa meregangkan badannya, saat sebuah benda asing menghujam masuk perlahan, rasa perih membuatnya mengernyitkan wajahnya.
"I love you," bisik Ken lembut ditelinganya.
Alexa menatap wajah pria dihadapan nya yang terus menatap wajahnya sambil melakukan aksinya.
"I love you," ucap Alexa.
------
Disebuah Mobil mini van silver terparkir 30 meter dari didepan pagar rumah putih rumah mewah milik Ken Samuel Husada.
Pria berhoodie hitam tampak terus mengawasi gerak gerik dari dalam rumah tersebut.
Sebuah mobil masuk kedalam rumah itu kemudian keluar lagi.
Setiap laporan detail terkirim kemajikan pria tersebut.
"Boss, ada sebuah mobil yang masuk namun hnaya beberapa saat sudah keluar lagi," ucap pria itu ditelpon genggam miliknya.
"Kamu ikuti terus gadis itu, jika sudah ada kesempatan langsung menghabisi," suara wanita dari dalam telpon.
"Baik boss," ucap pria itu.
Beberapa saat Alexa keluar dari dalam rumah itu dengan seorang securiti yang sementara ini menjadi sopirnya.
Mini van silver itu bergerak mengikuti Alexa hingga kerumah sakit dimana oma Anna dirawat.
Pria itu kembali melapor kepada boss wanita.
"Target kita datang kerumah sakit, ini kali ketiganya aku mengikuti dia ke sini. Info dari beberapa orang yang sakit itu oma angkatnya."
"Apa kamu tidak bisa masuk menyelidikinya?" tanya wanita itu.
"Dia pasien VVIP boss, data nya benar benar dirahasiakan dan akses ke ruangan nya tidak bisa sembarangan orang. Aku sudah mencoba kemaren, bahkan lift tidak bisa sembarang naik ke lantai itu." jelas pria bayaran itu.
"Baiklah, kamu ikuti terus, aku akan mencoba melacak data rumah sakit itu," ucap wanita itu.
"Baik," pria itu kemudian menutup telponnya.
-----
"tok tok"
"Sayang Aku bukakan pintunya, itu pasti pakaian kamu sudah datang," ucap Ken sembari menarik jubah mandi yang tadinya dipakai Alexa untuk menutupi tubuhnya.
Beberapa pasang pakaian dalam gantungan plastik berada dalam genggaman Ken.
"Kamu bisa memilih yang cocok buat kamu pakai hari ini," ucap Ken.
"Apa kamu nggak ada kerjaan hari ini?" tanya Alexa beranjak dari tempat tidur masih tanpa sehelai benang dibadannya.
"Ah kamu!" protes Ken melihat istrinya berjalan tanpa pakaian memasuki kamar mandi.
"Aku nggak peduli lagi haha,"
Keluar dari kamar mandi sehelai handuk sudah menutupi sebagian badannya.
Alexa memilah beberapa pakaian yang baru saja tiba itu. Pilihannya jatuh pada dress simple berwarna coklat dengan payet dikedua belah tangannya.
Ken asik mengotak atik ponsel ditangannya.
"Aku sudah mengatur ruangan itu untuk kamu, nanti bu Minah akan bantu kamu menata semua pakaian kamu disitu sayang," ucap Ken yang masih asik dengan ponsel ditangannya.
"Oke," jawab Alexa yang sudah cantik dengan dress coklat menempel dibadannya.
"Aku ke kantor dulu sebentar, bisa tunggu aku disini, nanti aku akan jemput kamu," ucap Ken sembari berjalan menuju ruangan pakaiannya.
"Pak Adrian dari PT. Buster Port, sudah menuju kantor," lanjut Ken.
"Aku sebaiknya langsung kerumah sakit temani ibu, tinggal dirumah nggak ngapa ngapain aku akan bosan," jawab Alexa.
"Baiklah, kamu bisa kerumah sakit. Sekuriti bisa mengantarmu sementara, dua jam lagi aku akan menyusulmu ke sana," kata Ken yang sibuk dengan dasi dilehernya.
Alexa mendekati Ken membenarkan dasi dilehernya.
"Makasih sayang, kalau bukan pak Adrian aku nggak harus ribet dengan dasi ini," ucap Ken mengeluh, karena selama ini dirinya memang jarang berdasi.
"Kamu jangan nakal ya, selama aku nggak ada kamu harus jaga hati kamu, ingat kamu adalah istriku," ucap Ken sambil memeluk lembut istrinya itu.
"Aku hanya akan ke rumah sakit, beberapa jam lagi kita akan ketemu lagi," ucap Alexa sambil membalas pelukan Ken.
"Ya baiklah, kalau ada apa apa kamu telpon aku ya sayang,"
"Iyaaa suamiku," ucap Alexa.
Ken mengantar Alexa hingga ke mobil, pak Duan si sekuriti beraedia mengantar Alexa beberapa hari ini sebelum menemukan seorang sopir yang bisa dipercaya.
Mobil Alexa terlebih dahulu meninggalkan rumah mewah itu menuju rumah sakit, disusul Ken menuju ke kantornya.
Sepanjang perjalanan Alexa mengamati sekitarnya mencari mobil minivan silver yang biasa mengikutinya.
Akhir akhir ini perasaan ku tidak enak, mobil itu terus mengawasiku. Entah ibunya Ken atau Imelda, siapaun itu aku tidak tau. Aku harus mengatakan hal ini kepada Ken besok. Plat nomor kendaraan itu tidak terdaftar.
Aktivitas kebersamaan aku dan Ken akhir ini pasti akan memicu amarah dari orang itu. Selama ada orang disampingku dia pasti tidak akan berani berbuat apa apa.
Pikiran Alexa terus berkecamuk dalam otak nya hingga tiba dirumah sakit.
"Bu," sapa Alexa saat memasuki ruang perawatan Alexa.
"Nak, suami kamu?" Tanya bu Ratih.
"Ken masih dikantor bu, sebentar dia menyusul ke sini," jawab Alexa.
"Oma masih tidur?"
"Ya, mungkin kecapean, tadinya mama mau suapin oma tapi kata dokter biar aja dulu tidu jangan diganggu," jelas bu Ratih.
"Bu, kalau ibu capek ibu istirahat aja dulu. Ibu tidur biar Sasha yang jaga oma," ucap Alexa.
"Ibu baik baik saja kok sayang,"
"Tapi ibu terlihat lesu seperti itu, ibu tadi siang sudah makan?" tanya Alexa.
"Sudah, tadi bik Asih masak jadi mang kasim mengantarkan buat ibu," ucap bu Ratih.
"Maaf bu, Sasha kurang memperhatikan ibu,"
"Anak bodoh, kamu sibuk dikantor kamu dan sekarang kamu sudah menikah. Kesibukan kamu akan semakin banyak. Ibu cuma beraharap kamu bisa menjaga diri baik baik soal ibu, ibu bisa jaga diri kok," ucap bu Ratih.
"Akhir akhir ini perasaan ibu tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu, ibu juga terus memikirkan suami ibu, sudah beberapa bulan ibu meninggalkannya," keluh bu Ratih.
"Papa baru bisa cuti bulan depan, katanya papa akan langsung ke sini saat cutinya berlaku,"
"Dia sedang mengurus pindah warga negaranya, kamu diminta ke sana jika sudah ada waktu," ucap bu Ratih.
"Papa nggak ngajar lagi bu?" tanya Alexa.
"Entahlah, ibu tak pernah mendesaknya untuk pindah Indonesia. Mereka yang masih keluarga kerajaan akan dicopot dari gelarnya jika lepas warga negara," jelas bu Ratih. "Lagian aset ayah Frank mu masih dalam proses pindah ke atas nama kamu, jadi ibu rasa papamu belum bisa datang ke Indonesia dalam waktu dekat ini," Lanjut bu Ratih.
"Hmmm, gimana kalau ibu balik London dulu, biar Sasha yang jaga oma. Sasha bisa cuti beberapa bulan dari kantor kok,"
"Ibu juga sempat berpikir seperti itu, ibu sedikit lega sekarang karena sudah ada Ken bersama kamu. Mungkin beberapa hari kedepan ibu akan balik ke London dulu," ucap Bu Ratih.
Alexa memeluk menenangkan ibunya yang terlihat risau pada raut wajahnya.
Bersambung...