
"Honey" tangan Ken menyambut tangan Alexa. mengarah ke mobil hitam Ken yang sudah terparkir di depan pintu masuk Panti asuhan.
Bu Sukma dan Rani berjalan menyusul dibelakang mereka.
"Rani, maaf nggak bisa temani kamu beberapa hari lagi disini." Kata Alexa sebelum menaiki pintu mobil.
"Nggak apa kok Alexa, besok bik Silvia dan anaknya sudah kembali. Aku akan balik cimenyan 2 hari lagi." Kata Rani kemudian melambaikan tangan nya.
"Kalian hati hati di jalan ya." bu sukma ikut melambaikan tangan.
Ken menyalakan mesin mobilnya, mobil hitam itu mekaku meninggalkan Rani dan bu Sukma yang masih berdiri dibawah gapura.
"Kita akan lebih sering mengunjungi mereka pada hari libur sekalian mengunjungi Rani dan Ibunya juga." Kata Ken.
Wajah Alexa yang tadinya murung mulai menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.
Perjalanan siang yang cukup padat dijalan trans Jakarta Bogor.
Sesekali tangan kiri Ken mengusap kepala Alexa yang kini tersandar dipundaknya. Wajah Alexa tertidur nyenyak seperti seorang tak tidur berhari hari.
Alunan lembut musik dari speaker dalam mobil menambah tenang suasana disitu.
"Honey kamu nggak bangunin aku?" Tanya Alexa sambil mengucek ngucek matanya.
"Aku, tertidur selama dua jam?" Kata Alexa saat matanya tertuju ke sebuah jam digital yang menempel di dashbord mobil Ken.
"Ya nggak apa dong Honey, kalau ngantuk tidur saja." Ken lagi lagi mengusap kepala Alexa.
Menempuh perjalanan selama hampir empat jam akhir nya Ken dan Alexa tiba di apartemen miliknya.
"Hon, ini agak berdebu," Alexa mengangkat telunjuk nya yang baru saja menyentuh meja.
"Aku harus bersih bersih sebentar." Lanjut Alexa.
"Aku bisa bantu kamu?" Tanya Ken.
"Nggak, kamu duduk diam disitu." Alexa bergerak cepat membersihkan mulai dari kamar hingga ke dapur.
Setengah jam kemudian Alexa sudah selesai membersihkan.
Sedangkan Ken masih sibuk dengan pesan SMS nya dengan tante Ratih.
"Hon aku ada urusan bentar, setengah jam lagi aku jemput makan ya." Kata Ken.
"Nggak usah, biar aku masak disini. Aku nggak mau makan diluar." Kata Alexa sembari menarik handuk yang ada dilemari menuju kamar mandi.
Ken keluar dari apartemen Alexa menuju mobilnya sembari menempel hp ke telinganya.
"Sore tante," sapa Ken.
"Sore nak Ken." Jawab tante Ratih.
"Kapan tante sudah siap menemui Alexa?" Tanya Ken.
"Besok, akan tante kabari nak, sekarang sudah kesorean." Jawab tante Ratih.
"Baiklah tante. Byee" Ken menutup telpon nya kemudian mengambil sebuah kotak HP dari dalam bagasi dashboard mobilnya.
Ken kembali ke apartemen Alexa.
"Hon, dari mana? Sebentar banget perginya." Tanya Alexa.
"Aku cuman dari mobil ngambil ini," Ken menyodorkan kotak HP tersebut ke tangan Alexa.
"Maaf Hon, phonsel lamamu sudah nggak bisa diperbaiki. Nomor kamu masih tetap sama kok." Kata Ken lagi.
"Nggak apa sayang, ini sudah sangat bagus dan cukup. Thanks by the way" Kata Alexa.
"Itu produk terbaru perusahan yang launching waktu itu." Ken.
"Aku tau, pasti game ku juga sudah ada didalam sini kan." Kata Alexa dari dalam ruangan gantinya.
Alexa keluar dengan dress pink selutut dengan rambut asal digulung ke atas, sedikit dandanan minimalis membuatnya terlihat sangat cantik sore itu.
Ken terpana menatap Alexa saat keluar dari fitting room.
"Cantik banget sih sayang. Apa kamu akan masak seperti itu?" Tanya Ken.
"Nggak, apa yang bisa kita masak? Tak ada satupun makan didalam kulkas." Jawab Alexa kemudian duduk disamping Ken.
Tangan Ken menarik pinggang Alexa mendekati dirinya.
"Aku jadi kepengen bermesraan dengan kamu." Kata Ken berbisik.
Kecupan nya mendarat ditelinga hingga ke leher Alexa. Ciuman ringan Ken hampir tak berhenti diwajah dan leher Alexa. Suasana hening ruangan dan sifat pasrah Alexa membuat Ken makin gencar melancarkan serangan..
"Krukruruukkkk" Suara panjang dari perut Alexa.
Alexa tertawa kecil menatap Ken yang berhenti dari aksinya.
"Apakah daritadi kamu hanya memikirkan makanan hon?" Tanya Ken.
Alexa dengan wajah canggung nan merona menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya kita harus mengisi perutmu terlebih dahulu." Kata Ken kemudian menarik Alexa berdiri dari sofa. Ken merapihkan pakaian Alexa yang agak berantakan saat itu.
"Untung saja perutmu menyelamatkan dirimu, jika tidak, mungkin kancing dibaju indahmu ini sudah lepas semua." Lanjut Ken.
"Apa yang terjadi hingga kancing kancing ini harus lepas?" Tanya Alexa.
"Ya, kamu lihat saja nanti." Ken mencubit lembut hidung Alexa sembari berjalan keluar dari gedung itu.
Mobil mereka meluncur menembus kepadatan ibu kota, singgah disebuah rumah makan bintang lima bernuansa oriental. Rumah makan mewah dan megah dengan pelayanan kelas Internasional.
"Kata nya kerang disini enak." Kata Ken saat memasuki pintu Rumah Makan tersebut.
"Selamat datang silahkan masuk." Sapa pelayan yang membukakan pintu.
"Silahkan duduk sesuai keinginan." Lanjut pelayan wanita itu sambil tangannya mempersilahkan.
Ken menatap Alexa.
"Kamu kenapa?" Tanya Ken menyelidik raut Alexa.
"Aku nggak cukup hanya makan kerang, aku mau makan yang banyak. Apa bisa?" Bisik Alexa.
Ken dan Alexa menaiki tangga menuju lantai dua yang agak sepi dari pengunjung.
Seorang pelayan menghampiri dengan menu ditangannya.
Selesai Alexa memesan beberapa menu yang ingin dimakannya pelayan itu berlalu dari meja disudut ruangan tempat Ken dan Alexa duduk.
"Sekarang manyun kenapa lagi?" Tanya Ken.
"Aku malu jika harus pesan yang banyak, kamu lihat gak sayang, aku baru pesan empat menu tapi mata pelayan sudah natap seperti orang keheranan. Padahal itu masih kurang buatku." Dumel Alexa.
"Yah kamu pesan aja lagi." Kata Ken.
"Udah cukup." Kata Alexa.
"Sasha yang dulu dan yang sekarang masih sama, soal makan dan selera makan nya masih sama." Kata Ken.
Alexa terdiam menatap Ken, berjuta perasaan bersalah dalam hatinya.
Maaf aku nggak jujur, seandainya aku jujur aku adalah Sasha. Kamu mungkin sudah menjauhi diriku.
"Hingga kini aku masih amazing banget Hon, aku masih nggak nyangka dirimu adalah Sasha. Ternyata aku bisa dua kali jatuh cinta dengan orang yang sama." Kata Ken.
Cinta..?! Alexa menatap Ken serius.
"Kamu tau? Dulu aku betah berlama lama di panti karena ada kamu?" Lanjut Ken.
"Bukan nya dahulu kamu nggak suka denganku, kamu selalu bilang kalau aku sangat merepotkan." Kata Alexa.
"Kamu nggak pernah menganggap diriku, makanya aku nggak suka. Waktu kamu baru datang dipanti kamu sering sakit dan pingsan, bahkan saat kamu bangun dari koma selama empat hari kamu langsung melemparku dengan bantal." Kata Ken mengingat mgingat kejadian masa lalu.
"Aku yang selalu mengisi air dalam gelas disamping tempat tidurmu, aku membeli begitu banyak buku diruang baca buat kamu, tapi sejak kamu memukulku saat itu, aku jadi gak berani dekat dekat lagi." Kata Ken lagi.
Alexa tertawa kecil saat mendengar kata kata Ken sambil mengenang kembali saat saat itu.
"Eh dia malah ketawa." Ken
"Kamu lucu waktu itu sayang." Kata Alexa dengan senyuman diwajahnya.
"Kamu ingat saat aku jatuh dari pohon? Aku jatuh tepat disamping kamu. Aku bela belain manjat pohon itu hanya untuk mengintip buku apa yang kamu baca. Tapi saat aku jatuh dan kesakitan kamu malah pergi dan tak melirik sedikit pun." Raut wajah Ken menjadi manyun.
"Ya aku ingat, saat itu aku sangat ketakutan karena melihat lutut mu berdarah. Aku berlari menuju dapur kemudian sembunyi di bawah nakas tempat cuci piring, aku mengunci diriku disitu hingga tertidur." Alexa tersenyum lagi.
"Aku ingat kata ibu panti saat menemukanku waktu itu: Kalian berdua paling buat ibu pusing. Yang satu nya bukan anak yatim piatu tapi mau disini terus. Yang satunya anak yatim piatu tapi mau menghilang terus. Aku sadar ternyata aku sudah sangat merepotkan ibu Sukma." Kenang Alexa.
"Kenapa dulu kamu sangat tidak suka dengan diriku?" Tanya Ken.
"Tidak.. Sedikitpun aku tidak membencimu sayang.." Kata Alexa.
"Waktu itu saat bangun dari koma pandanganku agak buram, aku melihat kamu disamping ranjang. Niatku supaya kamu bangun, aku nggak nyangka jika memukulku saat itu terlalu keras." Kata Alexa.
"Terus kenapa kamu membuang buku yang aku belikan?" Tanya Ken.
"Aku jengkel, bukan nya buku itu kamu belikan untuk si Leha fans berat kamu waktu itu?" Jawab Alexa.
"Aku bicara begitu supaya kamu dengar ada buku dilemari, kamu kan tau sendiri kalau Leha itu nggak bisa baca." Ken.
"Tapi tetep saja itu buat si Leha jadi aku buang aja sekalian." Kata Alexa.
"Jadi waktu itu kamu cemburu ya?" Canda Ken.
"Ya enggak lah, ngapain cemburu ma si Leha?" Kata Alexa membantah.
"Aku sudah begitu menyukaimu sejak kecil, aku suka penasaran dengan dirimu. Kamu selalu membuatku ingin menjaga dan menatap mu." Kata Ken terputus saat pelayan mengantarkan beberapa menu ke atas meja.
"Saat aku dan keluarga ku pindah ke Jakarta, setiap beberapa bulan aku kembali ke panti, tapi kamu sudah tidak berada disana." Ken.
"Yah, sejak kamu pindah itu lah aku memutuskan sekolah disebuah asrama dengan beasiswa full, memasuki bangku SMA aku diadopsi keluarg Mr. Bond." Alexa.
Perut Alexa yang minta diisi makanan mulai menatap hidangan menu diatas meja.
Pelayan kembali mengantar nasi dan beberapa makanan lagi.
Alexa dan Ken mulai menyantap tiap hidangan yang berada dihadapan mereka.
"Ternyata memang enak." Kata Alexa dengan nada kenyang.
"Besok kamu ikut aku ke kantor hon?" tanya Ken.
"Apa aku bisa kembali bekerja lagi?" Tanya Alexa penuh semangat.
"Aku nggak minta kamu kembali bekerja, aku mengajakmu sebagai pacarku bukan sebagai karyawan." Jawab Ken.
"Padahal aku ingin beraktivitas kembali seperti biasa. Aku ingin bekerja supaya nggak bosen. Please aku mau kerja lagi!" Kata Alexa.
Ken menatap wajah Alexa.
"Kamu bisa langsung kembali bekerja besok tapi ada syaratnya. " Kata Ken.
"Apa?" Tanya Alexa.
"Aku nggak suka hubungan kita ditutup tutupi di kantor dan belajarlah menerima diriku sebagai calon suamimu." Kata Ken dengan wajah puas.
Toh akhirnya aku akan menikahi dirimu, sekarang atau pun nanti sama saja. Jika sekarang pengakuan yang kamu inginkan, baiklah aku akan setuju. Pikir Alexa.
"Okee." Jawab Alexa.
Ken menatap wajah Alexa.
Apa semudah itu? Ibu Sukma telah berhasil membujuknya. Jadi aku bisa kapan saja menikahinya. Aku harus membahas ini dengan mama.. Pikir Ken.
Bersambung...