Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
My Ego



Sepeninggal Shanen dari mobil itu, Alexa duduk diam selama beberapa menit tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Hati nya bergejolak akan sikap Ken yang seenaknya mengambil keputusan.


"Honey" Sapa Ken.


Alexa tak bergeming menatap keluar jendela.


"Sayang"


"Sayang, please liat aku" Kata Ken lagi.


"Apa. Keputusan apa lagi yang akan kamu buat kali ini? Apa kamu berhak memutuskan sendiri kapan kamu menikahiku, kapan kamu menyuruh ku berhenti kerja, kapan kamu menyuruh ku bergerak dan bernafas." Kata Alexa kesal.


"Sayang maksud aku, aku hanya mau cinta kamu seutuhnya buatku, aku nggak mau pikiran mu terbagi untuk masalah yang lain didunia ini." Jelas Ken.


Yah ampun pria ini, kenapa dia jadi seperti orang bodoh. Apakah cinta nya membuat nya jadi seperti ini? Pikir Gugun mendengar pertengkaran mereka.


"Apa kamu nggak merasa kamu terlalu egois? Aku juga berhak atas diriku. Aku ingin memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk diriku!" Kata Alexa.


"Apakah kamu tidak benar-benar mencintaiku?" Tanya Ken.


"Kenny, aku paling tau isi hati ku. Aku mencintai mu dan ingin sekali menikah dengan mu. Hanya berikan aku waktu" Jelas Alexa.


Untuk saat ini aku terlalu takut berkomitmen! Bahkan untuk membahas hal itu hatiku menjadi ciut, seakan ada bayangan hitam yang mengejarku dari belakang. Aku tak ingin membawa mu masuk ke dalam lingkaran hitam hidupku. Pikir Alexa dengan mata berkaca-kaca menahan linangan di pelupuk matanya.


"Boss kita sudah sampai, aku keluar sebentar merokok diluar." Kata Gugun.


Aku sesak dengan percakapan mereka, baru pacaran sebentar hubungan nya jadi ribet begitu. Hufttt, aku akan jauh-jauh dari kata cinta deh pokok nya. Pikir Gugun dengan sebatang rokok ditangan nya sambil berdiri di samping mobil.


Alexa mengatur lagi nafas dan bicaranya, pikiran nya sudah jernih kembali setelah sempat terbawa emosi.


"Kenny sayang, hubungan kita baru berjalan beberapa minggu. Beri aku sedikit waktu untuk membahas soal pernikahan. Aku masih kaget dengan hal baru seperti itu. Maaf kan aku" Kata Alexa tenang.


"Aku juga minta maaf, aku tidak bisa memahami maksud dan keinginan mu." Kata Ken.


"Oh ya, kita..." Kata Ken terpotong"


"Sudah malam, sebaik nya aku masuk sekarang" Kata Alexa.


"Baiklah" Kata Ken mencium dahi Alexa saat itu juga.


Alexa keluar dari mobil Ken buru-buru memasuki pintu apartemennya.


"Gun, lo yang nyetir" Kata Ken Keluar dari mobil.


Gugun yang sudah dibalik kemudi menatap boss nya yang sedang memijit lembut pelipis nya.


"Boss kita ke mana" Tanya Gugun.


"Kita ke rumah Ayah" Kata Ken.


Mobil range roover biru Ken melesat meninggalkan apartemen Alexa.


"Apa Boss akan pulang untuk membahas soal pernikahan boss?" Tanya Gugun.


"Entah lah Gun, sepertinya belum. Jika aku membicarakan soal Alexa ke mereka, mungkin mereka akan memintanya untuk datang ke rumah." Kata Ken.


"Aku paham posisi Boss dan Alexa, aku hanya bisa bilang, berikan Alexa waktu sedikit lagi. Mungkin dia kaget dengan keputusan Boss yang tiba-tiba." Kata Gugun.


"Iya Gun, aku juga merasa terlalu menekan nya tadi." Kata Ken.


"Aku tau Boss sudah benar-benar jatuh hati kepadanya, Boss seperti orang ketakutan dan dan tidak menggunakan logika dalam berpikir" Kata Gugun.


"Sok tau kamu Gun." Kata Ken namun dalam hatinya membenarkan kata-kata Gugun.


"Saat ini mungkin Boss sedang kaget akan rasanya cinta. Alexa adalah cinta pertama Boss jadi boss berusaha untuk selalu menjaganya, dan tanpa boss sadari boss telah mengekang nya." Kata Gugun lagi.


"Apakah aku terlihat seperti itu" Kata Ken.


Cinta pertama ku? Sasha. Kamu dimana? Sudah hampir tujuh tahun aku mencari mu. Kamu seperti hilang di telan bumi. Sekarang aku akan menyerah dan merelakan dirimu, aku sepertinya telah menemukan pengganti dirimu. Pikir Ken.


Ken dan Gugun larut dalam pikiran mereka masing masing hingga Ken tiba di rumah kedua orang tua Ken.


Sudah menjadi kebiasaan nya setiap sabtu dan minggu dia akan nginap dirumah orang tuanya.


Malam itu Ken masuk diam-diam ke dalam kamarnya tanpa mengganggu istirahat kedua orang tuanya.


Sementara itu di kamar Alexa, diapartemen berlantai dua yang sudah hampir dua bulan di tempatinya.


Alexa berbincang panjang lebar dengan tante Ratih dan Charlote di telpon hingga jam empat pagi kemudian pagi itu juga Alexa bersiap menuju rumah Oma Anna.


-------


Senin pagi dikantor Ken sudah mondar mandir di lobby kantor menunggu Alexa. Semalam Ken menelpon Alexa namun tak ada jawaban, Alexa hanya mengirimi sebuah pesan text ke handphon Ken yang berbunyi


Alexa: Kita bahas masalah kita besok. Aku ngantuk.


Apakah dia semarah itu dengan ku? Pikir Ken.


Beberapa saat kemudian terlihat Alexa memasuki halaman kantor menuju lobby dimana Ken menunggunya.


"Pagi pak" Sapa Alexa pagi itu.


Ken mendekati Alexa dengan tatap menyelidiki.


"Aku baik pak" Jawab Alexa singkat.


Alexa melihat beberapa karyawan memperhatikan Ken dan dirinya.


"Pak, saya naik dulu ke ruangan saya" Kata Alexa.


"Nggak, kamu ikut ke ruangan saya. Saya tunggu sekarang" Kata Ken kemudian meninggalkan Alexa.


Alexa menyusul Ken dari belakangnya menuju ruangannya di lantai 23.


"Kamu sakit?" Tanya Ken.


"Aku hanya lagi datang bulan, aku baik-baik saja" kata Alexa.


Padahal sudah dua malam dia tidak tidur, semalam di rumah oma Anna Alexa hanya tidur 3 jam, akibat mimpi buruknya matanya tak bisa kembali tertidur.


"Kamu sudah minum obat? Katakan mana yang sakit?" Kata Ken panik.


"Udah, tadi sebelum ke sini aku sudah minum penghilang rasa sakit" Kata Alexa.


"Steve, Alexa lagi diruanganku. Dia lagi membantu ku mengurus kerjaanku" Kata Ken dari telpon genggamnya.


"Baik pak" Kata Steve.


"Gun, bawakan bubur ke ruanganku sekarang. Oh ya bubur ayam extra lembut plus telor ayam" Kata Ken mengakhiri panggilannya.


"Gun, susu hangat 1 gelas. Segera!" Kata Ken dari ponselnya.


Alexa menatap Ken


"Aku cuman datang bulan aja kok, kamu nggak usah khawatir" Kata Alexa.


"Hmmm, kamu nggak liat dicermin wajah kamu sudah hampir seperti kertas" Kata Ken khawatir.


Ken liat kamu seperti ini, aku nggak bisa acuhkan kamu terus.


Sebenarnya aku nggak suka sifat egoismu namun disisi lain, kamu tulus menyayangiku.


"Sayang, jika terlalu sakit mendingan kita ke rumah sakit ya" Kata Ken.


"Hari ini kamu istirahat diruangan aku aja ya" Kata Ken.


Alexa mengangguk mengiyakan.


Selang beberapa menit Gugun datang dengan semangkok bubur dan segelas susu hangat di tangan nya.


"Alexa, apa kamu sakit?" Tanya Gugun.


"Ahh nggak juga, aku baik-baik saja." Kata Alexa.


Apa aku betul-betul terliharmt seperti orang sakit parah? Pikir Alexa


Alexa menghabis kan semangkok bubur dan segelas susu sesuai dengan aba-aba Ken. Siang hari Alexa kembali diberi bubur dan segelas susu.


"Sayang" Kata Alexa.


Hatinya mulai luluh melihat sikap Ken yang terus menerus bertanya keadaannya.


"Yes" Kata Ken sambil menatap monitor komputer dihadapannya.


Alexa hanya terus menatap wajah Ken yang bercahaya terang karena pantulan cahaya dari layar monitor nya.


"Ada apa sayang?" Tanya Ken kemudian melempar tatapannya ke wajah Alexa.


"Aku sudah setengah hari duduk disini, aku bahkan sudah tertidur dikursi ini. Aku merasa bosan" Kata Alexa.


"Selain menatap wajahmu, tidak ada hal lain yang bisa ku lakukan." Kata Alexa lagi"


Ken tersenyum kenudian berdiri dari kursinya menuju ke sofa dimana Alexa merebahkan badannya.


"Kamu ingin aku menemanimua disini?" Tanya Ken.


"Tapi kamu terlihat sangat sibuk" Kata Alexa.


Ken menarik tubuh Alexa agar bersandar dibadannya. Beberapa kecupan mendarat di kepala Alexa.


"Sayang aku hanya ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaan ku agar bisa langsung mengantar kamu pulang hari ini." Kata Ken


Alexa melingkar dipinggang Ken dan menatap ke wajahnya.


"Tadinya aku kangen Lisa dan Shanen dan ingin kembali ke ruanganku, tapi ternyata berada disini lebih hangat" Kata Alexa sembari mempererat pelukannya.


"Jika kamu mau mereka bisa ke sini" Kata Ken.


"Jangan,sekarang aku nggak butuh mereka. Aku lebih butuh kamu." Kata Alexa.


"Aku janji akan selalu ada untuk mu" Kata Ken.


Tiba-tiba terdengar suara berisik Donita ingin masuk ke ruangan Ken namun dihalangi Oleh Gugun.


Bersambung...