
Setelah pemulihan selama dua hari dirumah sakit Alexa akhirnya kembali ke rumah. Tubuhnya kini lebih segar dari beberapa hari sebelum nya, bik Asih sudah menyambut Alexa didepan pintu dengan pelukan hangat seperti keluarga.
"Non, selamat non, bibik senang non Alexa sudah lebih baik dari kemaren, dengan dua jabang bayi dalam perut non. Tenang lah, Bibik akan merawat non dengan baik," ucap bik Asih panjang lebar.
"Makasih bik," ucap Alexa sambil tersenyum membalas pelukan bik Asih.
Alexa berdiri diruang tengah menatap foto berukuran 40R yang menggantung diruang tengah, foto oma Anna yang tersenyum bahagia dan cantik dalam balutan baju berwarna hijau.
Oma, jika oma masih ada sekarang mungkin oma adalah orang yang paling bahagia sekarang. Mengalahkan kebahagiaan ibu dan Sasha.
Oma, bagaimana reaksi Ken saat dia tahu dirinya akan menjadi seorang ayah. Apakah dia akan bahagia dan kembali kepadaku? Atau apa yang terjadi sebenarnya, Sasha sungguh masih tidak mengerti. Sasha akan mendapatkan Ken kembali, Sasha nggak ingin anak anak ini kekurangan kasih sayang seorang ayah.
Rona sedih Sasha meliputi wajahnya, seketika ibunya sudah berdiri disampingnya ikut menatap foto dalam bingkai itu.
"Oma selalu ada dihati kita sayang, asal kamu bahagia oma juga pasti ikut bahagia," ucapan bu Ratih membuyarkan lamunan Alexa.
"Iya pasti bu," ucap Alexa kemudian berjalan menuju kamarnya. Saat melewati ruang makan yang dipenuhi berbagai makanan Alexa langsung menutup hidungnya.
"Bik asih, bau basi ini lagi," Alex menutup rapat hidungnya, aroma makanan itu mengocok ngocok seisi perutnya membuatnya harus berlari ke kamar mandi.
Bu Ratih tertawa kecil menatap bik asih yang terdiam akibat perasaan bersalah.
"Bu, aku masak begitu banyak makanan bergisi untuk non, tapi.." ucap bik Asih.
"Sudah, sebaik nya dalam beberapa bulan ini bik asih tidak membawa makanan ke ruang makan ini. Semua makanan disimpan dilemari belakang, sekarang kita akan makan diluar atau dikamar," ucap bu Ratih tetsenyum lebar, kemudian menyeduh segelas susu hangat untuk Alexa.
Alexa keluar dari kamar mandi setelah memuntahkan semua semua isi perutnya.
Bu Ratih meletakkan beberapa biskuit yang baru saja dibelinya dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.
"Setidaknya makan biskuit ini dan minum susu mu nak, kamu nggak ingin sikembar kelaparan kan, ibu akan ke dapur buatkan kamu sop ayam," ucap bu Ratih kemudian keluar dari ruangan itu.
Alexa mengunyah beberapa biskuit kemudian meminum habis segelas susu yang diberikan ibunya.
Tangan nya meraih handponnya yang telah sebulan tidak pernah akti, sekali pencet tombol on kini hp nya telah menyala.
Beberapa pasan dari Lisa, Shanen dan Leo.
Email dari charlote dan Rani.. Ken kamu sama sekali tidak menghubungiku? Kamu tidak mencari diriku?
Alexa menekan tombol dial pada kontak Lisa.
Beberapa saat terdengar nada menyambung ke hp Lisa, kemudian suara marah teriakan keluar dari ponselnya.
"Alex, kamu bener bener gak inget temen. setelah sebulan lebih menghilang akhirnya kamu tau diri juga ya muncul. Sebenarnya kamu masih anggap kita temenan gak sih? Aku khawatir sama kamu," ocehan Lisa panjang lebar.
"Sudaahh, nanti kalau Alexa menghilang lagi kamu sendiri yang repot," terdengar suara Shanen dibelakang Lisa.
"Maaf Lisa, Shanen. Aku ada masalah sedikit," ucap Alexa.
"Iya, kami tau. Itu pasti soal pertunangan Boss dengan Donita kan?" kata Lisa.
"Iya, karena hal itu juga," kata Alexa pelan.
"Maaf Alex, aku tau kamu pasti sangat sedih dengan berita itu. Tapi aku malah marah marah," ucap Lisa menyesal.
"Sudah gak apa Lis, aku emang salah. Gak pernah memberi kabar kalian," jawab Alexa.
"Sekarang kamu dimana Lex?"
"Aku lagi di Bogor, aku mau ketemu kalian, minggu kalian pasti ada waktu kan?" tanya Alexa.
"Kenapa gak ketemuan malam minggu aja?" tanya Lisa.
"Ogah Lex panas disitu siang siang gini," teriak Shanen dari belakang Lisa.
"Kita makan sop ayam di Restoran Sopan&Sopin yuk, isinya berbagai macam sop namun tempatnya asik" Ajak Lisa.
"Ya udah, kirim alamat nya Lis," kata Alexa.
"Jalan Patimura samping bank BDA, gampang kok nyarinya," ucap Lisa.
"Oke Lis, jangan lupa ajak Shanen dan Leo juga ya," kata Alexa mengingatkan.
"Baiklah," jawab Lisa.
"Ya udah bye, see you," ucap Alexa kemudian mengakhiri panggilan telponnya.
Untuk menjawab rasa penasarannya akan perusahan Alexa mengambil laptop yang lama tak pernah dijamahnya, laptop yang tak pernah dipakainya semenjak bekerja diperusahan.
Alexa memasuki laman perusahan kemudian mencoba menyelam lebih dalam membobol aktifitas perusahan.
Mulai dari keuangan hingga kerja sama dengan beberapa perusahan.
Sebulan terakhir ini perusahan vakum, selain membayar gaji perusahan, tidak terlihat dana yang keluar untuk membiayai produk baru.
Dan saham perusahan terus menerus turun setelai naik pada poin tertinggi sebulan yang lalu.
Ada apa ini?
Juga, teror email itu stop mengirimi aku email sejak sebulan yang lalu. Satu tersangka yang wajib aku curigai, yaitu mamanya Ken.
Alexa terus saja menyelam dalam server perusahan menganalisis dengan lebih teliti ke beberapa bulan yang lalu.
Apakah aku bisa meretas email mamanya? Aku hanya perlu mendapatkan alamat emailnya, tapi dari mana?
Alexa berpikir keras, kemudian mata nya tertuju ke perubahan data para pemegang saham.
Saham Atas nama Ken 40% dan atas nama mamanya 10%. Saham Donita dari 18% tiba tiba sebulan yang lalu naik menjadi 38%. Donita dengan sengaja mengambil alih saham dari 4 orang dalam waktu 2 bulan? Donita, apa dia mencoba menjadi pemilik saham mayoritas? Dia berusah mengambil alih perusahan atau itu hanya kebetulan?
Kepala Alexa dipenuhi banyak pertanyaan, Dirinya tak sabar menunggu sampai hari minggu untuk bertemu dengan Lisa dan kawan kawannya di kantor.
Aku bisa mendapatkan info dari mereka. Setidaknya aku masih punya mereka yang bisa aku pakai untuk mendapatkan email tante Amel dan Donita.
Aku nggak bisa kesana sekarang, ibu pasti tidak mengizinkan, aku baru saja keluar rumah sakit. Lagipula aku ini seorang wanita hamil, jika aku terlalu memaksakn diri sekarang aku takut kesehatan kedua bocah dalam perut ku.
Alexa asik mengelus perutnya, sedangkan kepalanya dipenuhi banyak rasa penasaran. Tiba tiba lamunan Alexa dibuyarkan oleh ibunya yang saat itu memasuki kamarnya.
"Nak, sop kamu sudah siap. Mau ibu bawa ke sini atau kamu mau makan diluar, bik Asih sudah menyingkirkan semua makanan dimeja ke lemari dapur," kata ibu Ratih.
"Bu aku makan diluar, aku akan keluar sekarang," kata Alexa sambil berjalan menyusul ibunya keluar.
Alexa menghadap semangkok sop ayam yang ada dimeja dan melahap isi dalam mangkok hingga ludes.
"Ibu sudah makan?" Tanya Alexa.
"Ya ibu makan didapur bersama bik Asih barusan."
"Maaf bu," ucap Alexa singkat.
"Sepertinya hari ini dan beberapa bulan ke depan harus beradaptasi dengan sop ayam setiap hari demi cucu ibu haha," bu Ratih tertawa renyah.
Alexa hanya bisa menatap kebahagian yang menghinggapi suasana hati ibunya itu. Setelah masa masa duka nya akhirnya ibu bisa tertawa lepas.
Bersambung...