Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
How Much I Really want Dissapear



Mobil taxi yang ditumpangi Alexa terus mendekati Gedung PH.Corp yang menjulang tinggi. Keluh kesah muncul dalam hati nya mengingat kejadian yang terjadi hari ini dengan tante Amel.


Nggak, Ken gak boleh tau hal ini. Dia pasti akan sedih jika tau hal ini, bahkan mungkin dia akan menjadi sangat marah. Ulang tahun perusahan sudah cukup menguras waktu dan tenaganya, jika ditambah dengan hal ini dia pasti akan sangat tertekan.


Taxi berwarna biru itu memasuki halaman kantor dan berhenti tepat didepan pintu lobby kantor. Alexa menyetor selembar uang seratus ribuan ke sopir taxi itu kemudian keluar dari dalam mobil.


Belum sempat langkahnya menapaki beberapa anak tangga disitu, sebuah mobil hitam BMW series terbaru berhenti dibelakang nya dengan klakson nyaring seolah sengaja ingin membuatnya kaget.


Kepala Alexa berbalik menatap ke arah sumber suara bising itu berasal. Perlahan kaca hitam dari mobil itu bergerak turun.


"Alexa," pekik Donita.


Alexa menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap dengan jelas sosok dibalik kemudi mobil itu.


"Alex, ini aku. Ikut aku bentar yuk, aku ingin ngomong sesuatu," Ujar Donita.


Dengan senyuman ramah Donita menunggu tanggapan dari Alexa.


Alexa berjalan mendekati mobil Donita.


"Tapi Donita, istirahat jam makan siang sudah selesai dan aku harus segera kembali bekerja," Tolak Alexa.


"Bentar aja kok Lex, paling sepulu menit. Lagian terlambat sepuluh menit nggak akan membuat Ken marah kok, aku ingin ngomong sesuatu yang penting." Donita menatap Alexa penuh harap.


"Baiklah, waktu kita hanya sepuluh menit," ucap Alexa.


Donita tersenyum dan langsung membukakan pintu untuk Alexa.


Alexa duduk disamping Donita, kemudian mobil melucur keluar dari halaman kantor Ken.


Sekarang hal apa lagi yang akan terjadi? Apakah ini akan seperti tadi?


Alexa teringat akan tante Amel yang baru saja berdebat dengannya.


"Saya harap kamu bisalangsung ngomong sekarang Donita, saya nggak punya waktu untuk bersantai bersama mu hari ini." Alexa berharap secepatnya keluar dari situasi canggung saat itu.


Senyum ramah diwajah Donita berubah menjadi datar dan tanpa ekspresi.


"Tadi kamu ketemu tante Amel kan?" tanya Donita sambil fokus mentap lurus ke jalanan.


"Aku hanya ingin memperingati kamu, keluarga Ken itu sangat berbahaya. Sekali mereka tidak suka dengan seseorang mereka akan melakukan apapun untuk menyingkirkan orang itu," ucap Donita.


Alexa masih mencerna maksud dari kata kata Donita.


Ada apa dengan wanita ini? Dia seperti sedang mengancam dan menakut nakuti aku. Seandainya benar keluarga Ken sejahat itu, apa urusan dengannya.


"Apa kamu membuntuti ku dari tadi?" tanya Alexa.


"Tentu saja aku harus membuntuti kamu Alexa, tante Amel terus meminta info soal kamu dan Ken kepada ku. Aku nggak bisa berbuat apa apa, aku takut jika aku menolak permintaa tante Amel, dia pasti akan menyuruh orang lain untuk membuntutimu. Kamu dalam bahaya Alexa!" tegas Donita.


"Apa tujuan mu sekarang? Bukankah kalian sama saja?" ucap Alexa datar.


"Aku tau kamu pasti nggak akan percaya kepadaku Lex, aku melakukan ini karena aku juga bosan menjadi boneka keluarga itu. Aku sudah berjanji pada Ken untuk melepaskan dirinya, aku sadar Ken gak akan pernah bisa mencintaiku.


"Dan ini perasaan bersalah aku karena pernah menabrak kamu, walau pun itu bukan suatu kesengajaan. Hingga sekarang aku belum pernah mengucapkan sepatah kata maaf kepadamu." Suara Donita terdengar begitu lirih, ketulusan dan penyesalannya mampu meluluhkan hati Alexa.


Apa Donita bersungguh sungguh? Selama ini aku berpikir dia seorang gadis yang manja, tapi sekarang dia jadi terlihat seperti orang yang benar benar menyesal.


"Aku sudah melupakan soal kecelakaan waktu itu," ucap Alexa kaku.


"Jadi maukah kamu memaafkan aku?" tanya Donita.


Alexa mengangguk dan tersenyum kepada Donita. Terlihat senyuman keluar dari wajah Donita.


"Terimakasih Alexa," ucap Donita senang.


Dasah gadis bo*oh, haha tak akan pernah sudi melihat senyum bahagia keluar dari wajahmu. Wanita kampungan, waktu mu bersama Ken hanya tinggal beberapa hari lagi. Aku akan merebut segala nya dari kamu. Perusahan itu akan menjadi milikku dan dengan sendirinya Ken akan datang kepadaku!


"Donita, bisa mengantarku pulang sekarang?" Alexa melirik Arloji di pergelangan kirinya. "Kita sudah ngobrol lebih dari sepuluh menit," ucap Alexa.


"Baiklah, aku akan mengambil jalur kiri lewati gang warkop biar lebih cepat sampai. Maaf ya sudah menyita waktu mu hari ini Lex," kata Donita.


"Wah, kalau gitu. Kapan kapan aku akan mengajak mu makan ya Lex. Ajak juga si Lisa dan Shanen." Donita tersenyum bahagia.


"Iya pasti. By the way kamu kenapa nggak balik kerja lagi aja?" tanya Alexa.


"Duh sudahlah, aku hanya duduk seharian bermain game dikantor. Perusahan akan bangkrut jika menggajiku tanpa melakukan apa apa," sahut Donita.


Mobil BMW series terbaru Donita memasuki halaman kantor untuk mengantar Alexa. Alexa keluar dari mobil itu sambil melambai kemudian memasuki loby kantor.


Udah hampir jam dua, hufftt.. Niatku keluar makan siang tapi aku kembali dengan perut yang kosong dan keroncongan.


Ken dimana ya? Dia pasti sibuk banget.


Alexa menarik ponsel dari dalam tasnya, nomor Ken sudah berada difaftar list telepon keluar.


Tuuuttt tuuuuttt ttuuuutttt.


Beberapa kali bunyi nada sambung terdengar.


Apa dia masih meeting?


Alexa melangkah menuju lift menunggu beberapa saat lift yang sedang berada dilantai 12.


Kemudian ponsel yang berada ditangannya bergetar.


"Ken," ucap Alexa pelan.


"Ya sayang, maaf tadi aku nggak mendengar suara telpon kamu. Aku di hall lantai 5, sound system sedang di coba," ucap Ken.


"Aku dilift mau ke ruangan kamu sayang," ucap Alexa.


"Yaudah kamu tunggu disitu, aku segera ke situ." Ken menutup telponnya kemudian menuju ke ruangannya dimana Alexa menunggu.


Alexa duluan tiba dilantai 23 dimana kantor CEO berada.


Setelah keluar dari lift mata Alexa terfokus pada seorang wanita cantik dengan terusan berwana hijau tua sedang duduk disofa berwarna merah. Suara langkah Alexa mengalihkan fokus gadis itu dari hpnya, matanya menatap lurus ke arah Alexa.


Alexa sudah yang berdiri disitu langsung dihampiri Gugun, Alexa berpura pura tak peduli dengan gadis itu.


"Mmbak Alex, pak Ken lagi nggak a ada diruangannya." Gugun terbata dan panik begitu melihat Alexa berada disitu.


"Aku tau Gun, dia masih dilantai lima sedang menuju ke sini," jawab Alexa.


"Oohh, d-dia dilantai lima ya," ucap Gugun panik.


Alexa mengangguk masih tak peduli dengan gadis itu, namun dalam hatinya, beribu pertanyaan sudah tersimpan rapih.


Siapa wanita itu? Kenapa ada wanita menunggu disini? Berani beraninya Ken mengundang wanita ke sini! Ataukah dia pacar Gugun? Siapa dia?


Wanita itu berdiri dari sofa mendengar perkataan Alexa.


"Jadi Ken ada disini? kenapa tadi katanya lagi keluar?" tanya wanita itu.


"Pak Ken bilang tadi ma-mau keluar soalnya," ucap Gugun.


Alexa berbalik ke arah wanita itu.


"Kamu siapa?" Penasaran Alexa beberapa detik terakhir akhirnya diutarakan.


Belum sempat wanita itu menjawab, Ken sudah berdiri dibelakang Alexa.


"Imelda? kamu kenapa disini?" tanya Ken.


Tangan ken langsung menggapai menggenggam lembut tangan Alexa, tangan yang selalu ingin dipegangnya tak peduli apapun yang terjadi. Suasana berubah menjadi canggung, mimik datar, kaku dan tanpa ekspresi begitu jelas tergambar diwajah Alexa. Antara cemburu, marah dan kesal Alexa mengepalkan tangannya, genggaman tangan lembut Ken di jari jemarinya tak dirasakan lagi. Kepalan tangannya semakin erat dan kuat, kukunya seperti akan menancap pada telapak tangannya. Sungguh sakit yang tak bisa dibendungnya.


Ada apa dengan ku hari ini? Setelah tante Amel dengan segala kelembutannya yang palsu, Donita tiba tiba muncul dan berubah menjadi baik, kini Imelda. Yah dia Imelda, gadis cantik dan top model ternama ini adalah kekasih Ken. Apa mereka sengaja datang untuk meneror diriku? Aku begitu pusing, semuanya membuat ku muak. Aku tak seharus nya berada disini ditengah orang orang ini.


Sungguh aku sangat ingin menghilang dari tempat ini.


Bersambung...