Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Our Home



Hampir menjelang jam makan siang, karena terjebak macet Alexa baru tiba dikantor.


Suasana agak ramai akan lalu lalang para karyawan yang bergegas mengisi rasa lapar perut mereka siang hari itu.


Alexa berjalan memasuki lobby kantor sambil merogoh ponsel dari kantong tas nya yang sedari tadi bergetar.


"Sayang kamu dimana?" tanya Ken dari ponselnya.


"Aku baru nyampai nih, masih dilobby," ucap Alexa.


"Kamu dilobby? Ya udah tunggu sebentar disitu. Aku turun sekarang," kata Ken segera keluar dari ruangan Steve.


"Ya udah," jawab Alexa kemudian menutup telponnya. Alexa berhenti tepat didepan lift yang tadinya akan dimasukinya.


Perlahan Alexa mundur menjauhi kerumunan karyawan yang mengantri didepan lift.


Beberapa karyawan tersenyum menyapanya dan beberapa juga tampak cuek melintas dihadapannya.


Beberapa saat pintu lift terbuka, Lift khusus ke lantai 23 itu terbuka pintunya. Ken keluar menghampiri Alexa yang berdiri tak jauh dari lift.


"Maaf sayang, kamu jadi berdiri disini menungguku," ucap Ken kemudian menggenggam tangan Alexa.


"Gapapa kok sayang," jawab Alexa singkat.


"Hmm, istriku pasti belum makan kan?" ucap Ken.


Alexa menatap Ken canggung dengan ucapan Ken barusan.


Istri? Ya aku memang istrinya sekarang. Walaupun masih agak asing ditelingaku tapi benar benar diriku sekarang adalah istrinya.


"Kok menatapnya seperti itu? Ada yang salah?" tanya Ken.


"Nggak, nggak kenapa kenapa, kamu benar," jawab Alexa tersenyum.


"Istriku, hari ini kita pulang makan dirumah ya?" ucap Ken.


"Rumah?" Alexa mengulangi kata Rumah yang disebut Ken seakan tak mengerti maksud dari kata itu.


"Ya rumah, setelah sah jadi istriku sudah seharusnya kamu ikut aku pulang ke rumah ku," kata Ken lebih jelas.


"Sekarang?" tanya Alexa seakan tak percaya. Ken menatap Alexa lekat saat membukakan pintu mobil untuk istrinya itu.


"Saat ini dan seterusnya kamu hanya akan pulang kerumah kita. Kamu hanya bisa membawa beberapa barang penting dari apartemen kamu, selebihnya ditinggalkan saja," ucap Ken setelah memasuki mobil dan menduduki kursi dibelakang setir.


"Aku hanya butuh pakaian, barang yang lainnya bisa diangkat kapan saja," ucap Alexa.


"Ya istriku, besok malam jam 7 malam aku akan mengumumkan pernikahan kita dihadapan semua orang, resepsinya bisa kita adakan dua minggu dari sekarang," kata Ken yang sibuk fokus mengemudi.


"Ya terserah kamu, bukankah semuanya sudah diatur kamu dan ibu?" jawab Alexa cuek.


"Mungkin sekarang akan ada campurtangan mama ku, karna dia sudah tidak bisa menghindar lagi," ucap Ken.


"Yah, kalian bisa mengatur semuanya, aku hanya berharap sebuah resepsi sederhana yang tidak terlalu ramai dan ribet," kata Alexa.


"Aku sudah janji dengan oma akan melangsungkan resepsinya ditaman bunga oma di Bogor," ucap Ken.


"Haha, iya tau aku, semua nya sudah diluar kepala kamu ibu dan oma. Rencana kalian sudah sangat matang dikepala, sampai aku si pengantin sendiri tak tau apa apa," ucap Alexa cemberut.


"Loh abis kamu ditanyain pendapat jawab nya terserah," ucap Ken.


"Emang iya, terserah kamu aja, aku sih nurut kata kamu aja. Aku man cuman minta 1 aja, aku nggak suka yang terlalu ramai," jelas Alexa.


Beberapa saat kemudian mobil Ken sudah berhenti didepan pagar rumahnya. Beberapa kali klakson mobil nya berbunyi, kemudian terlihat seorang pria berseragam biru gelap membuka pagar rumahnya.


"Siang Boss," sapa pak Sammy sekuriti dirumahnya.


"Siang," jawab Ken.


Mobil perlahan memasuki halaman rumahnya. Pak Ron dan 3 orang wanita asing paruh baya berdiri didepan pintu rumah menyambut kepulangan Ken dan Alexa. Ken memarkir mobilnya tak jau dari pintu masuk rumah.


Alexa dan Ken masuk bersamaan kedalam rumah dengan disambut salam hangat dari beberapa orang yang sudah berdiri disitu.


"Siang Tuan dan Nyonya," ucap mereka bersamaan.


"Siang," jawab Alexa pelan.


Sejak kapan rumah ini jadi seformal ini? Terakhir aku ke sini hanya ada pak Ron penghuni disini.


"Sayang, perkenalkan ini pak Ron, pengurus rumah ini, ini istri pak Ron namanya bu Minah dan mereka berdua ini asisten bu Minah," Ken menunjuk kedua wanita lainnya lagi. " Dan ini Alexa istriku, kelak kalian akan lebih sering berinteraksi dengan nya karena dia adalah nyonya dirumah ini. Sekarang setiap peraturan dirumah ini akan diatur oleh nyonya Alexa." ucap Ken menjelaskan.


Beberapa pelayan itu menundukkan kepala setelah mendengarkan ucapan Ken.


"Oh ya sayang, kamu bisa briefing dengan mereka. Masih ada beberapa pekerja dihalaman belakang dua orang sekuriti dan dua orang koki yang mungkin saat ini masih didapur," ucap Ken sembari berjalan menuju ruang makan yang terletak disamping kiri rumahnya.


Rumah sebesar ini, apa nggak berlebihan. Terakhir ke sini aku hanya sampai ke ruang tamu dan kamar Ken. Hffttt jauh lebih besar dari apartemen ku. Bahkan rumah oma Anna hanya sebesar ruang tamunya... Aku baru sadar aku menikahi seorang boss IT no 1 di Indonesia.


"Sayang kita makan dulu, selesai makan baru kamu keliling keliling," ucap Ken setelah tiba diruang makan.


Ruangan dengan kaca besar menghadap sebuah taman bunga indah penuh warna warni indah yang menyejukkna mata.


Sebaik nya aku makan, otak ku butuh nutrisi untuk mengenali lingkungan asing ini.


Ken menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Alexa duduk.


Dua orang koki yang sibuk mengatur hidangan segera berlalu dari ruangan itu.


"Rumah mu sangat luas, mungkin butuh beberapa hari baru aku bisa beradaptasi. Yang harus aku hafal terlebih dahulu adalah jalan ke ruang makan dan ke dapur, aku nggak mau kelaparan dirumah sebesar ini," ucap Alexa sembari mengambil sesendok nasi ke atas piring Ken.


Wajah Ken senang saat itu, rona bahagia terpancar dari wajahnya melihat tingkah istrinya yang sedang sibuk memilah ikan ke atas piringnya.


"Meja kamu ini terlalu besar, lagian yang duduk disini hanya kita berdua," ucap Alexa kemudian memasuk kan makanan ke dalam mulutnya. "Mungkin aku harus mengganti meja ini," lanjut Alexa ditengah aktivitas makannya.


"Meja makan kecil diruangan sebesar ini?" tanya Ken.


"Jadi kamu sadar rumah kamu ini kegedean?"


"Jadi aku harus rubah rumah ini?" tanya Ken.


"Kalau dirubah lagi ya pemborosan sayang, kamu gimana si," ucap Alexa.


"Yaudah kalau kamu gak suka rumah ini, nanti kita bangun lagi yang baru, ok?" Ucap Ken.


"Aku nggak minta bangun baru sayang, maksud aku rumah besar begini tapi isinya hanya kita berdua. Jarak kita makan sekarang aja 2 meter!" kata Alexa.


Mendengar perkataan Alexa, Ken menggeser kursi nya ke samping Alexa.


Alexa menatap senyum ke arah Ken yang saat itu sudah berada disamping nya beserta piring makannya.


"Ya sih dekat begini emang lebih asik," ucap Ken sambil mengecup bibir Alexa berulang ulang.


"Hmm, makan mu sudah selesai?" Alexa menatap protes ke arah Ken.


"Gitu lah resiko kalau kita dekat2," ucap Ken.


Alexa hanya diam melihat tingkah konyol Ken yang tersenyum sendiri.


Ken mengambil sepotong udang yang sudah dikupas kulit ke atas piring Alexa.


"Istriku makan yang banyak biar sehat, kursi kursi kosong ini harus segera diisi dengan anak2 kecil yang lucu dan imut," bisik Ken ditelinga Alexa.


Ken mencium bibir Alexa yang masih mengunyah, ciuman berpindah ke leher dan telinga Alexa. Sementara tangan Ken mulai menyelinap ke dada Alexa.


"Aku disuruh makan yang banyak tapi.." ucapan Alexa terhenti.


Ciuman panas dibibir membuat Alexa menghentikan Aktivitas makannya.


"Sayang," kata Alexa sambil menatap seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari situ yang selalu siap menunggu perintah dari majikannya.


"Dia kan menghadap kesana," bisik Ken.


"Sayang rambut dan muka ku jadi berminyak dan bau ikan," Alexa mengambil tisu kemudian melap bagian telinganya yang basah.


Pria ini..


Ken menghentikan Aktivitasnya setelah Alexa berdiam diri menatap wajahnya.


"Ayuk," ucap Alexa.


"Kemana?" tanya Ken.


Alexa menarik ken menuju kamar nya yang berada dilantai 2.


"Carikan aku baju kaos kamu ya sayang," ucap Alexa setelah berada didalam kamar.


"Ok, kita mandi bareng ya istriku," kata Ken terhenti setelah Alexa sudah menutup pintu kamar mandi dari dalam.


Mandi bareng? Hfffttt, aku sengaja meninggalkan ruang makan. Bagaimana mungkin dia menciumku dihadapan pelayan pelayannya.


Sekarang sudah disini dikamar nya, apakah hal itu akan terjadi?


Alexa meraba dadanya yang berdetak sangat kencang karena gugup saat itu.


Bersambung...