Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
The Other Side Story II



Siang hari itu Donita sudah tiba dirumah keluarga Ken.


"Tante Amel," Donita menyapa tante Amel dengan pelukan hangat.


"Donita, kamu makin cantik aja. Tante perhatikan makin hari kamu makin cantik deh." Ucap tante Amel.


"Oh ya, gimana kabarmu hari ini?" Tante Amel menggandeng lengan Donita menuju kursi yang berada ditaman bagian belakang.


"Baik dong tant," Jawab Donita.


"Hmmm, syukurlah. Papamu menitipkan kamu pada kami, gimana jadinya jika kamu sakit. Ntar dikira kami menelantarkan kamu." Ucap tante Amel.


"Donita udah cukup gede untuk menjaga diri kok tant. Tante tenang aja." Kata Donita.


Beberapa makanan dan cemilan yang dibawa Donita diletakkan diatas meja.


"Tan, ini cemilan dari Paris. Kemaren aku pesan dari temen aku yang pulang dari sana" Ucap Donita kemudian duduk dikursi berdekatan dengan tante Amel.


"Ihh, kamu tuh ya. Nggak usah repot, masa iya tiap ke sini bawakan kami oleh oleh." Tante Amel tersemyum senang.


"Bik, bawakan non Donita jus ya." Teriak tante Amel pada seorang pelayannya.


"Ahhh, ini gak seberapa kok tante." ucap Donita.


"Jadi semalam Ken nginap disini ya tant?" Tanya Donita lagi.


"Iya, pagi tadi dari sini dia langsung ke kantor." Jawab Tante Amel.


"Jadi tante, Donita punya sebuah berita yang sangat luar biasa buat tante." Kata Donita memulai pembicaraan seriusnya.


"Maksudnya?" Tanya Tante.


"Ini loh tant, soal si Alexa pacar nya Ken. Donita sudah selidiki sesuai yang tante perintahkan." Ucap Donita.


"Ya kenapa dia sayang." Tanya Tante Amel penasaran.


"Tante ternyata Alexa benar benar sebuah aib." Donita mengeluarkan beberapa berkas dari dalam tasnya.


Kumpulan beberapa koran jaman dulu yang sudah dirangkum nya menjadi sebuah kliping diserahkan ke tante Amel.


Tante Amel mebaca satu persatu isi dalam koran itu.


"Apakah seperti ini kisah masa lalunya?" Wajah tante Amel agak terharu setelah membaca setiap lembar kertas yang diberikan Alexa.


"Tante kasihan dengan gadis itu." Ucap tante Amel.


"Tapi tante, jika hal ini terkuak ke publik maka Ken akan kena dampaknya. Popularitas Ken akan menurun, masa iya anak tante harus menanggung aib keluarga hina itu." Ucap Donita.


"Apa Ken tau masalah ini?" Tanya tante Amel.


"Dia nggak mungkin tau, jika dia tau pasti dia akan sangat kecewa dan sakit hati atas kebohongan yang diberikan Alexa." ucap Donita.


"Gadis itu seperti malaikat menggoda tanpa memberitahukan segala masa lalunya. Bagaimana jika Ken tau segalanya? Dia pasti akan sangat menderita." Ucap Donita.


"Jadi tante, ternyata penjahat dibalik pembunuhan itu adalah musuh dari keluarga Alexa. Hingga kini konflik dari keluarga itu masih berlanjut. Ibu Alexa menghilang entah kemana sedangkan anaknya ditinggalkan dipanti asuhan. Alexa itu sudah beberapa kali mengganti nama dan keluar dari Indonesia untuk menghilangkan jejaknya." Donita mengarang sebuah kebohongan pada tante Amel.


"Alexa sengaja menjerat Ken untuk berlindung dibelakangnya tante. Kita harus mencegah hal ini menjadi semakin rumit." Ucap Donita lagi.


Tante Amel mengangguk angguk kan kepalanya.


"Jika papanya tau, dia pasti akan langsung menendang gadis itu jauh jauh, gadis adalah sebuah kerugian besar. Bagi perusahan dan dikeluarga ini dia tidak akan diterima." Ucap tante Amel.


Be*o banget sih tante Amel sangat mudah dibohongi. haha.


"Donita bagaimana sekarang. Tadi Ken sudah memohon ijin papanya untuk melamar Alexa." Kata tante Amel.


"Kita harus bergerak segera tante, sebaiknya tante membahas ini dengan om terlebih dahulu. Donita mah siap membantu dan mendukung segala keputusan tante." Ucap Donita penuh percaya diri.


"Terimakasih Donita, tante harus membahas hal ini baik baik dengan om, kita nggak boleh gegabah, dilihat dari sifat Ken, dia pasti akan membela gadis itu habis habisan." Ucap tante Amel.


"Donita tunggu keputusan tante, jika butuh sesuatu tante hubungi Donita aja." Ucap Donita.


Donita meneguk jus buah yang sudah berada dihadapan nya sambil terus tertawa dalam hatinya.


Ken, sebentar lagi kamu nggak akan bisa berkutik dari aku. hahaa. Kamu harus menjadi milikku bagaimanapun caranya!


"Baiklah tante, Donita masih ada urusan. Donita pamit dulu. Nanti Donita kesini lagi setelah ada perkembangan terbaru." Kata Donita pamit pulang.


"Donita, kamu pasti merasa terbebani dengan ulah Ken. Seharus nya Ken sadar bahwa kamu lebih layak untuknya dari pada Alex itu." Ucap tante Amel.


"Nggak apa tante, Donita hanya melakukan yang terbaik buat Ken. Donita selalu berharap dirinya selalu bahagia. Jika Ken benar benar menemukan seorang pendamping yang baik Donita ikhlas kok tan." Ucap Donita.


"Makasih ya buat dukungan tante." Ucap danita kemudian memeluk tante Amel.


"Ya sayang, kamu hati hati dijalan ya. Jika kamu bosan dirumah sendiri, kamu main mainlah kesini." Ucap tante Amel.


"Baik tante, Donita pamit." Donita berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari pintu masuk rumah.


Tante Amel terus mengamati Donita hingga mobilnya keluar dari halaman rumahnya.


Wanita yang begitu sempurna, Donita sangat lembut, baik hati dan cantik, dia sangat layak menjadi isteri Ken. Tapi anak nakal itu, entah diamana akal sehatnya. Cintanya pada anak panti itu telah membutakan matanya.


Siang itu Amelia langsung menuju ruang baca suaminya membahas masalah Alexa.


"Pa, Donita baru saja pulang." Kata tante Amel pada suaminya.


"Ya, papa tau." Kata papa.


"Ihh, papa jawabnya seperti itu." Kata Papa.


"Pa ini dari Donita." Kata mama menyerahkan berita masalalu Alexa ke tangan papa.


Papa menyimak sebentar.


"Ini sih bukan aib ma dan ini gak mungkin merugikan perusahan." Ucap papa.


"Tapi pa, musuh keluarga gadis itu masih terus mengincar mereka. Bagaimana jika ketahuan Alexa menikah dengan Ken. Mereka pasti akan menghancurkan seluruh keluarga kita, Mama sih ngeri jika membayangkan sifat para pembunuh itu." Ucap Mama Amel.


"Benarkah? Papa akan bicara dengan Ken soal itu. Dalam acara ulang tahun perusahan, papa akan mengumumkan pertunangan Ken dan Donita." Ucap Papa.


"Benarkah pa?" Kata Mama Amel senang.


"Kenapa mama jadi begitu bersemangat?" Tanya Papa.


"Papa tau sendiri, mama sudah menganggap Donita itu bagian dari keluarga kita dan mama selalu berharap dia bisa menjadi menantu di keluarga kita. Papa juga tau keuntungan perusahan jika mereka berdua menikah." Ucap mama begitu bersemangat.


"Mama sabar ya, mama nggak boleh gegabah. Anak kita itu sifatnya keras, kita harus memakai cara yang alami agar Ken bisa benar benar menikahi Donita tanpa paksaan." Ucap papa.


"Baik lah pa." Ucap mama Amel sambil tersenyum membenarkan ucapan suaminya.


-----


Sementara di suatu tempat Donita dengan segudang rencana jahatnya merencanakan trik licik untuk mendapatkan seluruh saham perusahan milik Ken.


Sejak melihat Ken dan Alexa yang mulai mengekspose hubungan mereka ke publik, Donita makin kekeh ingin mendapatkan Ken beserta semua hal yang dimiliki Ken.


Siang itu Donita ke bandara menjemput papanya yang pulang ke Indonesia atas permintaan Donita.


"Donita, papa cuman 3 hari di Jakarta, cepat kondisikan semuanya biar papa segera kembali. Pabrik di China nggak bisa ditinggal lama, jadi papa hanya punya waktu 3 hari untuk urusan kamu." Ucap papa William pada Donita.


"Iya pa, makasih papaku sayang, sudah berusaha membagi waktu buat anakmu ini." Ucap Donita dibalik kemudi mobilnya.


"Jadi apa rencana kamu?" Tanya Papa.


"Aku ingin mengambil alih PH.corp Pa." Ucap Donita singkat.


"Apa?" Papa Willy kaget dengan ucapan putri kesayangan nya itu.


"Iya, emang gak boleh?" Tanya Donita.


"Yaa ya boleh. Tapi bagaimana dengan keluarga Arman Husada? Bagaimana papa akan menjelaskan pada Arman?" Kata Papa Willy.


"Donita hanya ingin memberi Ken sedikit pelajaran. Toh jika dia sudah sadar akhirnya dia akan datang dengan sendirinya kepadaku." Ucap Donita.


"Donita, apa hanya dia laki laki didunia ini? Papa bisa menjodohkan kamu dengan anak anak rekan papa yang lain yang lebih baik dari Ken kalau kamu mau." Kata Papa.


"Nggak pa, Donita maunya hanya Ken. Titik." Donita dengan wajah cemberut membuat papanya harus menuruti keinginannya.


"Jadi papa jauh jauh dari China hari ini karena masalah ini. Menjalankan sebuah perusahan bukan hal mudah nak, saat kamu mengambil alih perusahan otomatis kamu nggak akan ada waktu diluar. Fokus dan pikiran mu harus ke perusahan terus nak." Ucap papa Willy.


"Jadi papa nggak percaya dengan Donita?" Cemberut Donita makin menjadi.


"Ya sudah beri papa waktu minimal dua bulan. Papa akan menghubungi setiap pemegang saham dan mendiskusikan hal ini." Ujar papa William.


"Terimakasih atas bantuan nya papaku sayang." Ucap Donita dengan senyum indah diwajahnya.


"Asal anak papa bisa bahagia, papa akan melakukan apapun." Ujar papa Willy.


Bersambung...