Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Percayalah



Nada beep pelan terus terdengar dari phonsel Alexa yang kini diletakkanya di kantong baju.


Jika ku angkat apa yang harus aku katakan? Apakah aku harus marah dihadapan Lisa dan Shanen soal Donita yang sok manja itu? Pikir Alexa terus membiarkan phonselnya yang sudah ketiga kalinya berdering.


"Lex, apa harus aku yang angkat telponmu?" tanya Lisa.


"Tau tuh, udah bunyi beep nya lemah, dicuekin pula ama pemiliknya. sedih aku dengarnya. Minta di angkat tuh," kata Shanen.


Alexa menolak panggilan masuk tersebut kemudian membaca beberapa pesan masuk


Angkat dong hon, ini aku Ken.


Kamu marah ya?


Please di angkat or dibaca pesan ku 🙁


Kok di reject? Aku ke situ ya?


Alexa langsung menghubungi nomer Ken saat itu juga.


"Sayang kamu naik ke ruangan aku ya, aku sudah on the way kantor nih," kata Ken


"Kenapa?" tanya Alexa.


"Kamu pasti lagi ngambek," kata Ken menebak.


"Nggak, ngapain ngambek?" ucap Alexa dengan suara datar.


"Nggak baik manyun sayang," kata Ken.


"Emang kamu dimana?" tanya Alexa.


"Di dekat kamu," jawab Ken.


Alexa menatap ke arah Lobby, Ken dengan setelan abu-abu kecoklatan berdiri di depan lift sambil satu tangan menahan ponsel ditelinganya.



"Yaudah bye," kata Alexa mengakhiri pembicaraannya.


Alexa melihat kedua temennya yang saat itu bengong menatap ke arah lift dimana Ken berada.


"Duuuuhh, ganteng banget sih pak bos, aku nggak ikhlas kamu dimiliki Donita," ujar Lisa.


"Pak boss melirik ke sini gaes, senyum dong kite," kata Shanen kemudian serentak tersenyum bersama Lisa.


"Ya Allah jangan biarkan kedua temanku menjadi kaum halu sejagad, mereka hanya lah gadis-gadis lemah yang minta dibelai dan dicintai." Alexa mengejek kedua wanita didepan nya yang masih menatap kearah lift.


"Kalian liatin apa lagi?" tanya Alexa sambil melihat ke arah lift sedangkan Ken sudah tidak berada disana.


"Lo sadar nggak mata boss dari tadi ke sini liatin gue," kata Lisa.


"Kok elo sih, gue kali," timpal Shanen.


"Bos kita sekarang berubah, lo sadar gak?" tanya Lisa lagi.


"Lo liat gak tadi dia senyum?" lanjut Lisa.


"Aku masih nggak abis pikir, wajah pak boss makin ganteng, dia sudah bisa tersenyum," kata Shanen.


"Lah trus kenapa kalian sekarang sedih?" tanya Alexa heran melihat raut wajah keduanya menjadi lesu saat itu.


"Itu artinya, kehadiran Donita telah merubah suasana hati pak boss," kata Shanen sedih.


Alexa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekonyolan kedua rekannya itu.


"Udah deh kalian, Ayuk balik," ajak Alexa.


"Uppsss, sudah hampir jam 1, buruan, ajak Shanen.


Mereka berbarengan menuju lantai 21.


Saat melewati ruangan pak Steve, pintu sedang terbuka lebar, Ken, Donita dan Gugun sedang berada didalam ruangan tersebut.


"Kamu lihat? Pak Ken berbincang akrab dengannya," kata Shanen yang masih berdiri didepan meja kerjanya menatap ke ruang pak Steve.


"Udah, ntar di omelin pak Steve. Tuh dia lagi di meja Leo," kata Lisa.


------


Diruangan Steve...


"Aku bingung ingin menempatkan kamu di bagian mana. Sebaiknya kamu disini, Steve bisa membimbing mu melakukan pekerjaan mu," kata Ken


"Aku bisa jadi sekertaris kamu," kata Donita manja.


"Kamu bisa kesana sini mengurus sebagian pekerjaan ku?" tanya Ken.


"Keputusan ku sudah bulat, kamu ditim 21 sebagai costume designer. Kamu bisa minta Steve mengajari mu cara menggunakan komputer dan aplikasinya," kata Ken menegaskan.


"Ikut aku," ajak Ken.


"Tim, Donita akan menjadi Designer costum untuk game terbaru kita. Mohon kerja sama nya." Ken memperkenalkan Donita secara langsung.


"Gun tolong suruh Alexa ke ruanganku," kata Ken berbisik di telinga Gugun.


"Oh ya, bisik ya jangan sampai didengar karyawan lain. Trus kamu anter dia ke ruanganku," lanjut Ken.


Gugun mengiyakan kemudian berjalan menuju meja dimana Alexa berada.


Alexa mengangguk sesaat setelah Gugun menyampaikan perintah Ken.


Gugun mengetok ruangan Ken kemudian mempersilahkan Alexa masuk.


"Sayang." Ken menyambut Alexa dengan pelukan hangat.


"Apakah kamu selalu melarang orang datang ke ruangan ini?" tanya Alexa.


"Ya, karyawan biasa tidak ada yang boleh masuk ke sini," jawab Ken.


"Kalau begitu aku akan turun sekarang," kata Alexa yang masih berada dalam pelukan Ken


"Wait, aku hanya kangen dengan mu. Seharian aku mikirin kamu, aku pengen semangat dari kamu sayang," kata Ken.


Alexa membalas pelukan Ken, tangan nya kini merangkul pundak Ken.


"Aku juga kangen kamu." Alexa berbisik di telinga Ken.


"Kamu harus percaya kepadaku, aku nggak ada hubungan khusus apapun dengan Donita dan aku nggak pernah punya niat untuk menyukainya. Donita itu teman masa SMPku, dia anak Om Willy sahabat ayahku. Aku nggak bisa nolak saat Om Willi meminta anak nya untuk ikut membantuku diperusahan. Padahal aku sendiri merasa terganggu dengan keberadaannya," jelas Ken


Alexa menatap ke mata Ken dan mengangguk


Ken mengecup dahi Alexa kemudian kembali memeluknya.


"Sekarang aku akan kembali ke ruangan ku," kata Alexa.


"Baiklah, tapi ingat angkat telpon mu dan balas pesanku secepat mungkin," kata Ken.


"Tentu saja jika aku sedang tidak marah," jawab Alexa jahil.


"Marah?" tanya Ken.


"Ya. Aku nggak suka jika gadis manja itu terlalu dekat dengan mu," lanjut Alexa dengan wajah muram.


"Siap, aku gak akan buat kamu marah lagi. ok?"


Alexa meninggal kan ruangan Ken setelah menerima ciuman panas di bibirnya.


Lipstik coral pink yang dikenakan saat itu kini tak berbekas lagi dibibirnya.


Sepeninggal Alexa diruangan Ken, Gugun masuk menemui Ken. Gugun tak bertanya atau pun curiga.


"Bos, gimana jika karyawan lain tau Alexa masuk ke sini. Bisa-bisa mereka akan berpikir boss pilih-pilih muka terhadap karyawan. Dan jika Donita tau Alexa dari sini dia pasti akan marah," kata Gugun asal.


"Ya udah kalau gitu kamu jangan kasi tau siapa pun kalau Alexa kesini," kata Ken.


------


Alexa duduk dibelakang mejanya sambil memilih-milih beberapa warna lipstick yang ada didalam pouch aksesoris, pouch kecil berisikan perlengkapan makeup berupa bedak dan lipstik.


Alexa memutuskan menyapukan liptint mate berwarna brown lembut ke permukaan bibirnya.


"Ngapain lo?" tanya Lisa.


"Lagi nyobain produk baru," jawab Alexa.


"Bagus gak?"tanya lisa lagi.


"Bagus bagus,""" jawab Alexa singkat.


"Eh Lex, udah buka grup chat perusahan belum?" tanya Lisa pelan.


"Belum," jawab Alexa singkat.


"Coba deh lo liat, ternyata Donita itu tunangan bos Ken," kata Lisa dengan suara pelan seperti hampir berbisik.


"oh ya?" tanya Alexa yang mulai penasaran,


Alexa membuka grup chat perusahan yang sedang membahas Donita anak salah seorang pemegang saham teman dekat ayah Ken yang sudah dijodohkan dengan Ken.


Bahkan foto2 Donita dan tante Herlina ibu Ken ikut beredar dalam Grup Chat perusahan tersebut.


Ken dan Donita akan segera menikah akhir tahun ini


Bersambung...