Time, Finally Brought Us Together

Time, Finally Brought Us Together
Sleep Tight



Suara beberapa perawat yang memasuki ruangan tersebut membuat Ken terbangun. Ken menatap jam dinding, saat itu sudah jam enam pagi.


"Maaf pak, saat ini kami akan membawa nona Alexa ke ruang radiologi. Beliau akan di rontgen dan di ct scan pagi ini." Kata Seorang perawat senior disitu.


"Oh baiklah, saya akan segera menyusul ke sana." Kata Ken.


Ken masuk ke kamar mandi sekedar untuk mencuci muka.


"Ya, dia Ken Samuel Husada pengusaha muda yang pernah di gosipkan dengan artis Pevita." Kata seorang perawat berbisik namun bisa di dengar oleh Ken dan setiap orang diruangan itu.


"Jadi gadis ini siapa?" Tanya perawat yang satunya.


"Mungkin adiknya atau sepupunya." Kata perawat yang satunya.


"Tapi setahuku, Ken itu anak tunggal." Kata perawat itu sambil mempersiapkan Alexa menuju ruang radiologi.


"Wanita ini sangat cantik, dia bahkan lebih cantik alami dibanding kan artis pevita itu." Perawat yang satunya memuji Alexa.


Ken keluar dari kamar mandi dengan handuk menggantung dilehernya.


"Tolong rawat calon istriku dengan hati hati." Kata Ken kepada perawat yang sibuk mengaitkan infus pada tiang gantungan.


"Baik pak Ken." Jawab mereka.


Mereka mulai keluar mendorong Alexa menuju ruamg radiologi.


"OMG, ganteng nya dia. Aku rela dijadikan isteri kedua oleh nya." Suara perawat itu setelah berada diluar ruangan.


"Gak ada tempat tersisa dihati nya buat kamu." jawab perawat satu dengan suara mereka tang makin menjauh.


Apa seperti itu pekerjaan perawat perawat disini, bekerja sambil bergosip.


Ahh,, aku akan minta satu orang untuk merawat Alexa disini. Terbesit sebuah ide dalam kepala Ken.


"Kamu sudah bangun?" Kata Ken saat melihat Gugun sudah berdiri didepan pintu kamarnya.


"Bukannya aku harus kekantor awal pagi ini?" Jawab Gugun.


"Oh ya, aku akan ke ruang radiologi, kamu bisa langsung ke kantor nggak usah tungguin aku." Kata Ken.


"Oke boss"


Selesai di CT scan Alexa kembali keruangannya,


kali ini seorang perawat senior berusia sekitar 40 tahun akan menjaga Alexa seharian. mengingat hari ini Ken akan sangat sibuk hingga malam hari.


Acara di kantor ken dimulai pukul empat sore hingga selesai. Para MC yang adalah artis ibukota sudah stand by didepan kamera. Launcing akan disiarkan langsung di salah satu stasiun tv terkemuka dan akan dimuat diseluruh surat kabar dan majalah ditanah air. First airing iklan juga akan tayang perdana hari ini. Sungguh sebuah perencanaan yang sempurna.


----


Acara launching HP terbaru S7+ terselenggara dengan baik.


Perkenalan Game terbaru Mobile Gun Fire buatan Alexa dan kawan kawan resmi sudah tersedia di playstore dan appstore. Serta pemberian hadiah pemenang game yang diberikan kepada Leo mewakili tim Alexa telah selesai.


Dalam hitungan jam permintaan pasar akan HP S7+ meningkat sangat pesat dan rating game MGF melesat tinggi. Membuat harga saham perusahan PHcorp. tbk berada di level sangat tinggi.


Setelah acara selesai para wartawan mencari Ken diseluruh ruangan untuk melakukan wawancara exclusive, namun Ken tak ditemukan dimanapun digedung itu.


Malam itu Ken sudah duluan berada dirumah sakit. Lisa dan Shanen kemudian tiba beberapa saat setelah Ken tiba.


"Bapak sudah disini?" Kata Shanen.


"Ya, terlalu bosan berada dikantor yang riuh itu sepanjang hari." Jawab Ken.


"Lisa dan Shanen kalian disini sebentar, saya akan ke ruangan dokter Roy." Kata Ken meninggalkan Lisa dan Shanen dalam ruangan Alexa.


Tok tok tok..


"Malam Dok." Sapa Ken.


"Ya Ken silahkan duduk." Dokter.


"Tidak ada dok, kemaren saya sudah mencoba mengemail wali asuh Alexa di London namun belum ada tanggapan. Beberapa hari ini juga saya masih sangat sibuk jadi saya belum bisa mencari tau lebih detail tentang keluarganya." Jawab Ken.


"Saya hanya ingin bertanya info tentang riwayat kesehatan Alexa sebelumnya. Jika dilihat dari retakan dan pendarahannya akibat kecelakaannya kemarin semua sudah membaik, kecelakaannya hanya menyebabkan gejala geger otak ringan namun jika dia belum sadar hingga kini mungkin karena ada trauma psikis atau mungkin sebelumnya dia pernah mengalami kecelakaan. Hal itu juga bisa mempengaruhi cepat lambat nya kesadaran seseorang bahkan jika psikologinya menolak untuk bangun dari tidur merupakan salah satu faktor hingga dia belum sadarkan diri hingga sekarang." Jelas Dr.Roy.


"Jadi apa solusinya dok?"


"Sudah hari ke tiga dia terbaring seperti itu." Kata Ken.


"Perbanyaklah mengajaknya bicara, mungkin dalam tidurnya dia masih mendengar suara kita dan alam bawa sadarnya bisa merespon." Kata Dokter.


Setiap hari setiap aku berada disisinya aku pasti mengajaknya bicara. Pikir Ken.


"Baiklah Dok, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya." Ken keluar dari ruangan dokter dengan perasaan masih seperti sebelumnya.


Alexa aku akan mencarikan rumah sakit dan dokter terbaik untuk mu. Pikir Ken sepanjang perjalanan kembali ke lantai 18.


Waktu sudah hampir pukul 11 malam.


Gugun dan Steve sudah berada diruangan Alexa.


"Apa Donita masih akan ditahan jika Alexa belum sadar juga?" Tanya Shanen.


Donita? Ken menghentikan langkahnya didepan pintu kamar.


"Aku masih belum tau, kami tadi dari kantor polisi dan Donita masih berada disana. Hanya saja dia tidak berada didalam tahanan. Dia tidur diruangan kapolres setiap harinya." Kata Gugun.


"Iyalah, buat apa uangnya. Mungkin juga sekarang dia sudah pulang ke rumahnya untuk tidur. Aku nggak pernah percaya dengan wanita licik itu." Kata Lisa ketus.


"Jadi yang menabrak Alexa adalah Donita?" Kata Ken tiba tiba dari pintu masuk.


Lisa dan Shanen hanya berdiam dan mengangguk saat itu.


"Maaf bro, kami belum bisa bicarakan masalah ini dengan mu kemaren karena jadwal padatmu di kantor ditambah kecemasan mu akan Alexa jadi kami memutuskan untuk mengurus sendiri masalah ini terlebih dahulu." Jelas Steve.


"Maaf Boss, kami sudah mengurus di kepolisian namun masih menunggu Alexa sadar baru akan di proses." Kata Gugun.


"Ini mungkin sebuah kesengajaan, kalian kenapa nggak bilang dari awal? Kalian tidak tau bagaimana brutalnya Donita saat marah!" Kata Ken.


"Aku akan menemuinya sekarang dan meminta penjelasannya. Kalian tunggu disini." Ken kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Ken menemui Donita dikantor Polisi.


Seperti yang dikatakan Gugun ,dia tidak berada dalam sel tahanan. Donita terlihat nyaman berada soffa empuk dalam ruang BerAC seorang kepala polisi disitu.


Melihat kehadiran Ken, Donita meletakkan segelas Greentea dan cemilan yang berada di tangannya.


"Ken, kamu disini. Apa kamu akan membawa aku keluar dari sini?" Rengek Donita


"Apa kamu sengaja melakukan hal ini?" Tanya Ken.


"Maaf Ken, Waktu itu di mobil kepalaku terasa pusing dan agak gelap. Aku kaget tiba tiba ada suara benturan dari arah depan mobilku. Aku berencana menepikan mobilku untuk stop tapi siapa sangka ada Alexa disitu. Aku sangat takut saat melihat wanita itu adalah Alexa. Aku tidak sengaja melakukan hal itu, please bawa aku keluar dari sini." Donita memohon dengan tangisan dimatanya.


"Jika kamu sengaja melakukan hal gila seperti itu pada Alexa, aku tak segan segan akan membalas perbuatan mu berkali kali lipat dari apa yang telah kamu lakukan!" Ken mengamcam Donita.


"Jika kamu nggak percaya kamu bisa lihat surat visum dari dokter, malam itu juga aku langsung menuju dokter karena vertigoku kambuh." Kata Donita.


"Aku memang mengalami vertigo saat itu Ken" Tangis Donita.


"Apa kamu lupa perbuatan mu pada beberapa wanita yang dekat dengan ku dulu? Kamu bahkan mengancam akan membakar wajah mereka. Ingat?" Kata ken.


"Emang dia itu siapa buat kamu? Kenapa kamu bertingkah seperti ini padaku Ken?" Donita berkata dengan suara agak keras.


"Aku mencintainya, dan aku tak ingin kamu menyentuh nya dengan tangan jahatmu itu." Kata Ken.


"Jika aku harus menikah maka gadis yang akan aku nikahi adalah Alexa atau aku tidak akan menikah sama sekali. Ingat itu" Kata Ken kemudian meninggalkan tempat itu.


Bersambung...