The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 96: DISASTER (5)



Dengan perintahnya dan gerakan tangannya, July mampu mengendalikan bumi dengan dominasi penuh. Tidak peduli jika dia harus kehilangan banyak kekuatan sihirnya sendiri akibat otoritasnya di dimensi ini berkurang dia akan melampaui batasannya.


Sementara itu ular Gorgon tampak gigih. Berapa kali pun dagingnya di robek dan tulangnya di patahkan; regenerasi instan adalah yang mengerikan.


“Apa-apaan monster itu?”


Bahkan Yohan yang mengamati situasi sembari melakukan penyembuhan natural merasa tidak percaya jika ada monster seperti itu.


“Ular Gorgon, peliharaan Raja Iblis. Tingkatan kelasnya adalah ‘Disaster’. Ingatlah ini wahai anak muda, dibandingkan semua kelas monster yang akan kau temui di masa depan, kelas ‘Disaster’ adalah yang paling mengerikan dari semua kelas yang ada.”


Sulit untuk di terima pernyataan dari Elder Orlos, namun percaya atau tidak pengalaman ratusan tahun dari orang tua sepertinya bukanlah omong kosong belaka. Jadi Yohan mempercayai ini dengan rahang turun.


Bagaimana pun, monster bernama ular Gorgon, dengan kelas ‘Disaster’ berbeda dari monster yang dia lawan di dalam kastil Astaroth.


“Meskipun ular Gorgon dikatakan tingkat menengah, ‘Disaster’ akan tetap menjadi ‘Disaster’, tidak akan terbantahkan. Jika saja otoritas Putri tidak terkekang maka dia bisa saja dengan mudah mengalahkannya. Tetapi, dia menahannya.”


“Apa? Kenapa?”


Detik itu Elder Orlos menatap Yohan seperti tatapannya itu memandang jauh untuk melihat ke dalam pupilnya dan berkata; tanpa dikatakan seharusnya kau tahu. Maka akan jadi seperti itu.


Alasan July menahan kekuatannya, semua Elder paham dan menyaksikan bagaimana cara July melindungi tanah mereka. Sekali lagi, mereka melihat makhluk kuno melindungi mereka segenap kekuatannya. Inilah cinta dan kasih sayangnya terhadap mereka yang di perhatikan. Meskipun dia berlumuran keringat atau darah, July tetap berjuang menahan agar kekuatannya tidak mencapai anak-anaknya.


Riak badai semakin membuat huru-hara area pertarungan July dan ular Gorgon. Pilar sulur yang di bangun di antara ular Gorgon mengeluarkan percikan petir.


[Jangan pikir aku hanya bisa mengendalikan tanah.]


Pada saat aura July naik, begitu juga dengan tidak banyaknya gerakan yang terbuang sia-sia, petir dari pilar yang mengelilingi ular Gorgon menyambarkan kilat dan membakar habis tubuh bersisiknya.


Jeritan luar biasa memekik dari kerongkongan ular Gorgon. Panas yang ganas membakar tubuhnya sampai menghitam dan dagingnya meleleh seperti lumpur hitam yang menjijikan.


Udara ringan membuat aroma busuk mendatangi segala tempat, bukan hanya aroma terbakar dari daginya ular Gorgon.


Tetapi, tubuh ular Gorgon kembali membengkak menggelembung merah seakan berusaha utuh kembali.


“Berapa kali pun tetap saja...!”


Walaupun dibakar hingga menjadi lumpur atau di cabik-cabik hingga menjadi kecil, ular Gorgon tetap pulih kembali.


“Sudah dikatakan bukan, jika pemiliknya belum dikalahkan maka ular itu tidak akan berhenti untuk bangkit sepenuhnya.”


Perspektif para Elder di paksa untuk menerima fakta bahwa pertarungan ini sia-sia. Sekuat apapun July, jika Status miliknya tidak naik seutuhnya mustahil baginya mengalahkan ‘Disaster’ tanpa dominasinya di wilayahnya yang telah di timpa oleh milik orang lain.


“Tidak mungkin Putri bisa menahan terus melawan makhluk itu!”


Kesal dan amarah mereka tidak akan membuahkan hasil apapun, bantuan mereka sia-sia bahkan dengan senjata milik mereka yang kini padam. Senjata yang menemani mereka dari ratusan tahun di depan peliharaan Raja Iblis seolah tidak berguna sama sekali.


Ular Gorgon kembali mencekik tenggorokan dengan teriakkannya. Ada yang berbeda dari dirinya.


[Apa—!]


Tubuh ular Gorgon sudah utuh, namun asap hitam menyelimuti tubuhnya dari ekornya hingga ke atas tanduknya, matanya yang mematikan menjadi semakin mengerikan dan berwarna merah darah.


Gelombang menjadi berbeda dan suhu di sekitar turun drastis.


“Apa tubuh ular Gorgon!?”


Detik per detik tubuh ular Gorgon tiba-tiba menjadi bengkak dan menonjok lebih besar dari sebelumnya. Cangkang kulitnya yang putih perlahan menjadi hitam keunguan.


Pada saat itu, tanduk yang menjulang di atas kepala ular Gorgon bersinar memerah dan dalam tenggorokannya semakin dan semakin membesar.


Detik itu juga July terlambat menerima reaksi tersebut, ketika ular Gorgon memuntahkan cairan beracun dari dalam mulutnya.


Gu-gugugusus!!!


“Putri!!”


Asap panas dari asam lambung milik ular Gorgon menguap seperti menyebabkan asap yang eksplosif dari hasil ledakan. Bahkan vulkanik dari gunung berapi tidak bisa di bandingkan dengan cairan racun ini.


[Racunkah...] itu adalah pencapain yang berhasil dia tahan. Tapi saat-saat kemunculannya lagi di udara itu membuat mata para Elder terkejut. [Memang benar ini adalah lawan yang mutlak bagi setiap atribut, apalagi atribut Bumi.]


Pelindung sihir yang menghiasi diri July yang di siram oleh cairan beracun menjadi rusak.


Medan unsur yang tidak bisa di tembus oleh metode apapun, hanya dengan racun dari ular Gorgon menjadi runtuh dan penuh dengan celah.


Efek itu tidak pernah di perkirakan di pikiran semua orang.


Racun adalah lawan terburuk bagi setiap pemilik atribut Bumi.


Setinggi apapun kekuatan mereka, sebesar apapun kelas dan tingkat sihir mereka jika atribut mereka berlawanan dengan musuh, itu akan menjadi kekalahan bagi mereka.


July dengan tenang mengamati situasinya dan melirik ular Gorgon dan bicara seolah itu tidak berarti untuknya.


[Meskipun peliharaan, tetap saja milik Raja Iblis, merepotkan.]


Menanggapi ucapan July ini, ular Gorgon yang seolah paham menjerit memekik ke arahnya menyebabkan gelombang hiruk pikuk yang menyakitkan. Diri ular Gorgon yang sudah berubah dari bentuk awalnya mencapai tingkat yang sekarang membuat medan perang di ambang kehancuran.


“Jika terus begini kota akan—!”


Yohan ingin mengungkapkan kekhawatirannya. Saat dia melihat pada ekspresi para Elder yang sudah membeku dan memucat, dia dengan pahit harus berhenti di titik dimana dia tidak bisa lagi berada di posisi untuk merasakan perasaan semacam itu.


“Tidak, tidak bisa begini. Jika terus seperti ini maka...”


Tangan yang memegang pedang Stlagernouth gemetar bahkan hampir menjatuhkannya. Armor baja di tubuh menjadi lambang kekuatan, itu seharusnya, tapi sekarang seperti candaan semata.


“Aku sudah tidak bisa menggunakan serangan laser mematikan lagi!!”


Elder Mouris tersenyum antara takut dan putus asa. Yang paling gila untuk menciptakan dan kreasi dalam semua penciptaan barang sekarang hanya bisa berada di atas punggung temannya tanpa bisa melakukan apa-apa.


“Helgam!”


Itu kemudian berjalan maju untuk masuk ke dalam medan perang dengan kekonyolannya sendiri. Elder Orlos mencengkeram pergelangan tangan Elder Helgam yang gemetar juga.


“Lepaskan Orlos...”


“Apa kau gila! Apa yang sedang ingin kau lakukan!”


Tanpa respon mengulang dan mengulang lagi, Elder Orlos terdiam membisu dalam ekspresinya yang sangat kaku. Bukan kali pertama dia melihat ekspresi Elder Helgam seperti itu. Tidak, lebih tepatnya sudah lama dia tidak pernah melihat Elder Helgam yang seperti pecundang.


“Helgam... Hentikan...”


Elder Gruazi juga memahami perasaan itu dan menggertakkan giginya saat dia melihat ke arah pedang milik Helgam. Apakah dia akan maju dengan pedang yang sudah patah itu? Pedang yang hancur hanya dengan bertabrakan dengan sisik dari ular Gorgon.


Itu sudah cukup bagi mereka menyadari perbedaan kekuatan sejati ini.


Gu-guguguh!!


Akibat cairan keunguan yang penuh dengan efek racun yang mematikan sudah menjadi lautan di tanah membuat July tidak lagi bisa mendaratkan kaki telanjangnya di bumi. Dia harus bertahan di udara entah bagaimana caranya. Sementara pelindung sihirnya terlucuti setiap dia di serang cairan ular Gorgon.


Dia tidak lagi bisa mengangkat akar dari tanah dan bersusah payah menghindari ludahan dari ular Gorgon.


[Berkah dari bumi menjadi tidak berdaya jila lawannya adalah persimpangan. Kalau begitu...]


July mengangkat tangannya ke langit, langit yang di penuhi awan hitam. Awan hitam yang berkedip dengan cahaya kilatan petirnya menyambar bagaikan hukuman dari langit dan menerpa ular Gorgon.


- Kieek!!


Guntur yang luar biasa membakar ular Gorgon. Namun, anehnya tanduk milik ular Gorgon bersinar menjadi warna hitam. Kemudian dari tanduknya itu menyerap semua energi petir yang menerpa dirinya.


[Apa?!]


Tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya lagi pada fenomena ini.


[Tidak hanya resistensi terhadap ledakan namun juga resistensi terhadap serangan panas yang besar?!]


Keberadaan ‘Disaster’ adalah perwujudan dari segala mimpi buruk yang ada. Satu dari mereka saja bisa membawa bencana besar bagi seluruh dunia jika tidak segera di atasi. Dan seperti namanya. Makhluk dengan kelas ‘Disaster’ tidak mudah ubtuk di taklukan. Kekuatan mereka setara dengan tangan kanan Raja Iblis. Hanya yang membedakan, para ‘Disaster’ tidak memiliki akal sehat.


Intinya, kekuatan antara July dan ‘Disaster’ ular Gorgon telah sepenuhnya berbanding terbalik. July semakin di telannya.


Aura kegelapan yang kental meraung menyelimuti seluruh tubuh ular Gorgon.


[Kegh! Jika begini terus!]


‘Aku hanya akan menjadi landasan bagi seluruh kehidupan di bumi.’


Apakah kata-kata tersebut sudah tepat?


Aku adalah ibu dari alam, hanya itu. Sejak masa penciptaan, ras Dryad memiliki satu kewajiban di saat mereka terlahir di muka bumi. ‘Menyayangi segala kehidupan’. Hanya itu.


Namun, satu per satu dari kami meninggalkan kewajiban tersebut dikala kegelapan sudah menyelimuti dunia. Percaya bahwa dunia tidak akan bisa lagi di selamatkan. Harapan itu tidak ada, bagi mereka yang meninggalkan tempat tinggal mereka, bagi mereka yang masa depannya direnggut. Seperti mereka.


[Aaahhh!!!]


Itu tidak akan pernah aku biarkan terjadi!


Tembakan cairan dengan ganas di terobos oleh July meskipun dia tahu pelindungnya telah di runtuhkan menjadi seperti kertas yang terbakar dan di lelehkan. Dia tetap menerobos ombak beracun itu.


Dia meraih tombak yang terbuat dari tongkat akar. Dia mengarahkannya pada ujung mulut ular Gorgon dan berteriak melantunkan.


[O bumi, O langit. Namaku adalah July Lilyca nama dari berkah dewi seluruh kehidupan muka bumi!]


Butiran cahaya kehijauan muncul satu per satu dan semakin lama menjadi banyak layaknya seperti serangga yang bercahaya. Dari bumi dan dari langit. Tanah bergetar hebat, langit bergemuruh seperti tidak tahan untuk memuntahkan sesuatu dari dalamnya.


Kerahkan semua kekuatan!


[Aku tidak akan kalah dari makhluk yang dipenuhi dosa seperti Iblis!]


Karena aku yang akan menjadi terakhir!


Kemudian, semburan cairan yang tiada henti akhirnya memperlihatkan perubahan kondisi pada skalanya tombak kayu yang di genggam July di selimuti aura miliknya dan dia melemparnya dengan hentakan kuat.


[Segel dia! Mirace!]


Ku-gugugugu!!!


Gelombang yang liar yang begitu besar menyapu laut racun di tanah dan mengeringkannya. Langit bergemuruh dan tanah bergetar. Lalu pada saat tombak kayu mencapai ujung bibir ular Gorgon, semua telah berakhir.


Itu bukanlah serangan pamungkasnya, alasan kenapa July selama ini tertidur adalah sebab kekuatannya terlalu besar. Dan sebagian besar kekuatan yang dia simpan berada di tombak kayu miliknya, Mirace. Tombak yang mampu menyegel makhluk hidup, bahkan Raja Iblis pun takut akan segel kekuatan tombak Mirace.


Ada alasan kenapa Astaroth sekalipun tidak mampu keluar dari kekangan tombak Mirace dan perlu waktu puluhan tahun untuk bebas.


[Sayang sekali aku harus menggunakan Mirace pada ular rendahan sepertimu. Tapi, setidaknya ini sebanding dengan apa yang kami dapatkan.]


Dengan begitu, aktivasi tombak Mirace telah di picu.


Tsa-sasasah!!


Mirace bercahaya terang. Tanah hancur dan akar-akar yang besar tumbuh ke atas tanah begitu ganas dan mengikat seluruh tubuh ular Gorgon udara yang kemudian membuat tubuhnya kembali seperti sebelumnya; berkulit putih dan sedikit mengecil.


Langit yang bergemuruh menyambarkan petir biru yang terang dan jatuh ke bumi seperti tiang-tiang yang lalu berubah bentuk membengkok dan menjadi sebuah kurungan yang mengurung ular Gorgon di dalamnya.


Pengekang di keabadian.


Tubuh yang terikat seperti cacing tanah dan penjara yang tidak bisa di hancurkan entah dari dalam maupun luar yang perlahan menurunkan kekuatan dari makhluk yang di kurungnya.


Kekuatan sihir yang disimpan pada Mirace telah di lepaskan pada momen ini. Ini terlalu berlebihan. Tapi, July tahu jika ini adalah waktu yang tepat untuk tidak terlalu memikirkan baik atau buruk dalam waktu menggunakan Mirace.


[Sementara tidurlah disana.]


Bagaikan puncak menara penjara dari sebuah dongeng, ular Gorgon tersegel di dalamnya.


“Putri!!” para Elder bergegas ke arah July.


July terengah-engah dan perlahan mendaratkan tubuh ke tanah dalam keadaan sudah tidak bisa berdiri lagi. Tapi, ketika dia bisa menyentuh tanah dari wajahnya dia terlihat lega dan tenang. Tetapi, itu tidak berlangsung lama...


[Bumiku...]


...Dia yang terlahir dari tanah dan kehidupan, menjadi sangat sedih melihat betapa rusaknya tanah yang kini dia sentuh.