The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 72: JALAN YANG TERHUBUNG



Saya mengeluarkan semua isi dari Kantong Dimensi yang di bawa Veronica dengan menumpahkannya ke lantai kemudian lubang memuntahkan isinya keluar dan batu-batu mulai berjatuhan menumpuk di lantai.


“Ini kantong terakhir.”


Bukankah ini terlalu banyak. Saya bisa melihat pemandanga batu yang menumpuk dan hampir menyentuh langit-langit tembok ruangan ini.


“Setidaknya ada total 300 lebih.”


Semua isinya juga material-material yang benar-benar saya butuhkan untuk berdagang di negeri dwarf. Dengan ini sudah lebih dari cukup. Mendengar seberapa serakahnya dwarf saya hanya bisa membuat antisipasi rendah. Jika saya terlalu curiga maka akan berakibat seperti saya salah menilai.


“Menilai hanya dari sampulnya, kah...”


Titik-titik tertentu bisa terjadi jika tindakan saya ada yang salah.


Kemudian sesuatu menggelinding dari tumpukan batu material dari atas.


Itu sebuah bola kelereng seukuran kepalan tangan bewarna merah menyala seperti ada api di dalamnya. Saya meraihnya dan melihat lebih jelas dengan mengaktifkan Appraisal.


“Aku tidak pernah melihat ada batu kelereng...”


[Heart of Magical Beast (Flame Type)]


Ketika saya melihat sedikit penjelasan yang muncul saya sedikit tertegun dan tertawa ringan.


“Tidak kusangka Veronica membawa oleh-oleh seperti ini.”


Mungkinkah dia sengaja?


Bagaimanapun ini tidak terdengar seperti tidak disengaja. Bahan ini, tidak, material ini bahkan lebih berharga dari batu-batu ini. Harganya mungkin lebih dari tiga kantong penuh koin emas.


Sekilas ada pikiran keserakahan dalam benak saya untuk menjual ini. Tapi saya segera menghilangkannya, mengingat seberapa langkah benda ini.


Tidak hanya orang awam. Petualang dan juga Wizard akan mengincar benda ini karena manfaatnya.


“Atributnya adalah api. Efeknya juga bagus dan berkualitas baik.”


Jika saya menjualnya maka akan ada banyak keuntungan. Namun jika saya melihat sisi kuantitas lainnya yang bisa saya dapatkan menggunakan bahan ini maka dua kali lipat akan menjadi milik saya sebagai kompensasi.


“Sekarang mari simpan dulu.”


Toktoktok


Seseorang mengetuk pintu dari luar. Saat saya berkata untuknya masuk sesuatu tidak hanya satu kepala muncul.


“Al...”


“Saint.”


Sudah bisa di duga kedua orang ini nantinya akan dekat dan menempel untuk muncul di depan saya. Rasanya aneh jika tidak ada Heros di sekitar Yohan ketika dia bisa memanfaatkan ini dengan baik untuk menjalin hubungan dengan saya.


Entah kenapa kedua Prophet saya yang ini terkadang lebih membuat saya tertekan daripada yang lain.


“Maaf tapi bisakah kalian menunggu.”


Bersamaan Yohan dan Heros mengangguk begitu masuk ke dalam dan menutup pintu. Mereka berdiri di belakang saya alih-alih seperti menjaga saya.


‘Ya, apapun selain itu...’


Konsentrasi saya kembali. Ketika udara dengan ringan masuk ke celah ruang saya perlahan motorik saya menjadi lebih fokus sehingga tidak bisa terpecahkan oleh sekitar. Dengan itu saya menyebut satu nama dengan baik.


‘Monitor.’


[Melepaskan kekuatan sihir pada batas tertentu. Target dalam radius luas?]


“Ya. Lakukan.”


[Perintah telah di terima. Melepaskan energi sihir suci - lingkaran sihir berlapis.]


Bersamaan dengan suara ‘Gugugus’ keras. Lingkaran sihir muncul di depan sebanyak tiga lapisan besar mengelilingi seluruh material di depan saya. Aliran sihir murni mengelilingi semua material batu dengan lembut ketika lingkaran sihir bergerak dengan memutari.


Gelombang ricuh bisa di rasakan oleh angin yang berhembus akibat aliran sihir murni.


[Energi gelap dalam material perlahan di netralkan.]


[Mulai menimpa dengan sejumlah energi sihir suci.]


Lalu dari dalam tubuh saya energi suci keluar dan tersedot masuk ke dalam lingkaran sihir berlapis yang berputar dan menyiramnya ke dalam material ganda.


Ketika semua pekerjaan berhasil di serahkan kepada monitor. Maka hasilnya akan segera keluar begitu saja. Radius penggunaan kekuatan sihir untuk menetralkan material dengan skala perluasan. Dengan begitu saya tidak akan melakukannya secara satu per satu sepertu sebelumnya.


Detik itu perlahan lingkaran sihir berlapis berhenti berputar. Itu menghilang dengan melebur seperti debu.


Kecepatan yang luar biasa ketika menggunakannya secara luas adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan. Ketika pop up di kepala menyatakan bunyi monitor telah selesai bekerja, motorik saya kembali semula.


Saya menghela napas perlahan-lahan untuk mencapai ketenangan sebentar.


Dan...


“Semua berkilauan.”


Ada suara kagum datang dari Heros yang tidak saya perhatikan.


Itu benar. Semua batu yang tadinya gelap, kotor, dan tercemar oleh energi kutukan. Sekarang menjadi kristal berkilau yang nampak seperti berlian-berlian dari negeri harta karun yang besar. Bahkan kilauannya sampai bisa membuat orang kesilauan.


“Al, apa kamu tidak apa?”


“Ya, hanya sedikit lelah.”


Tugas utama telah selesai sekarang hanya perlu memindahkannya ke dalam Kantong Dimensi semula dan menyimpannya dengan baik. Saya menjongkok dan memasukkan satu per satu batu-batu itu.


Ketika melakukannya betapa mengesalkannya. Seandainya saya memiliki atribut elemen yang lain selain kesucian yaitu Light, maka saya harap itu Wind atribut.


‘Agar bisa memanipulasi energi angin untuk mengangkat benda ini masuk dengan mudah. Sial.’


Menjawab keinginan saya sesuatu mulai terangkat secara perlahan oleh kabut hitam misterius. Saya menoleh mengikuti jejak kabut hitam itu...


“Aku akan membantu.”


Heros sudah tersenyum di belakang dan menggunakan kabut hitamnya untuk mengangkat semua batu-batu ini dalam jumlah lusinan sekaligus dan memasukkannya secara otomatis ke dalam Kantong Dimensi yang lubangnya terbuka lebar.


Tidak hanya itu, bahkan Yohan juga membantu saya dengan berjongkok dan memasukkannya satu-satu.


Melihat Yohan saya sedikit terkekeh. Itu karena dia sedang cemberut menggembungkan pipinya. Dia pasti iri dan cemburu karena Heros bisa melakukan itu dengan baik.


Ya, mau bagaimana lagi Atribut mereka berdua berlawanan dan Yohan tidak bisa melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Heros.


Saya harap Yohan sadar karena Atribut Heros adalah bawaan sejak awal.


“Terima kasih.”


Sebab dengan keberadaan mereka berdua pekerjaan saya sedikit lebih mudah dan cepat selesai.


Dan benar tidak sampai puluhan menit kami selesai memasukkan semua material ke dalam Kantong Dimensi. Yohan dan saya mengumpulkan sampai tiga kantong.


Heros dengan bangga menyelesaikan itu lalu menyerahkannya pada saya. Ada senyum kemenangan di bibirnya ketika dia memandang Yohan.


Yohan menanggapi itu dengan menggertakkan giginya.


Lalu saya menyimpan seluruh Kantong Dimensi berisikan Material ke dalam Kantong Dimensi milik saya yang masih banyak ruang tersisa.


“Ada apa kalian datang kesini tadi?”


“Ah, Yohan bilang dia ingin bertemu denganmu jadi aku ikut.”


Heros masuk percakapan dengan semangat. Yohan mendecakkan lidahnya dari dalam.


“Bukan aku yang mengajakmu tapi kamu yang membuntutiku, dasar licik!”


Yohan menunjuk-nunjuk Heros dengan amarah.


“Apa yang kamu katakan Yohan? Bukankah kamu yang mengajakku.”


Sedangkan Heros tersenyum polos dan mengangkat pundaknya seperti dia bukanlah korban.


“Aku tidak bilang begitu dan tidak melihatmu berjalan di belakangku.”


Dan tanpa bisa berkata-kata konfrontasi keduanya semakin memanas antara korban dan bukan korban yang terus berlanjut ini. Dengan saya di tengah-tengah ini.


Mh, ya, siapapun yang mulai pasti akan berakhir seperti ini. Saya tidak tahu kedekatan mereka akan seperti persaingan antara pedang atau antara mulut.


“Hyung, senior. Jika tujuan kalian kesini untuk bertengkar aku akan pergi dulu.”


- Woof woof!


Lihatlah potato kita. Dia benar-benar lebih dewasa dari kedua masalah ini.


Saya mengangkat tubuh mungil berbulu potato dan duduk di kursi.


“Jadi...”


Langsung Yohan dan Heros duduk di kursi lain di depan meja. Kami berhadapan satu sama lain.


Topik lain di angkat dengan Yohan sebagai pendahulu.


“Al, apa yang dikatakan geng Jordan padamu?”


“Hm... Apa Hyung tadi bertemu mereka?”


“Ya, di jalan. Mereka selalu memulai dan mengungkit masalah tidak penting dan berakhir membawa namamu di belakang.”


Ah, bajingan-bajingan kecil itu. Apa yang dia katakan pada Yohan sampai dia terlihat sangat marah.


“Tidak ada Hyung. Mereka hanya mengucapkan selamat karena kita akan melakukan perjalanan.”


Selamat tinggal tentu saja.


“Mereka mendengar rumor jika kita akan berangkat dua hari lagi. Ya, itu bisa dikatakan rencana yang sempurna untuk memancing, bukan.”


“Akankah itu berhasil?”


“Ya, tentu. Mendengar kabar kepergian Saint akan membuat para bangsawan yang memusuhi Saint akan bergerak untuk menunjukkan wajah asli mereka. Bukankah bagi kita ini seperti melempar dua burung dengan satu batu.”


Yohan mendengarkan dengan serius. Tapi Heros sedikit murung disitu. Rencana ini juga menggunakannya. Yohan dan saya tidak berhubungan sebab kami tidak memiliki hubungan dengan bangsawan, tidak, saya rasa ada satu.


Itu tidak penting, bahkan kami tidak saling berhubungan sekarang.


“Senior. Jika itu memberatkanmu bukankah lebih baik kamu menetap disini.”


Heros terkejap dan berkedip beberapa kali untuk menyadarkan dirinya pada visi utamanya. Heros juga mempunya pemikiran sendiri.


“Tidak. Itu tidak akan berarti jika aku menetap. Untuk membuktikan aku pantas sebagai penerus, aku butuh pengalaman yang bisa membuatku diakui.”


Meskipun Heros dengan penuh tekad mengatakan itu. Tapi saya bisa merasakannya, bahwa dia ragu. Inilah kenapa saya terkadang bingung, ini perasaan milik siapa.


Sebagai Prophet dan tuannya, hanya perasaan Prophet yang akan terkirim kepada tuannya.


Ini karena [Master Faithful] milik saya.


“Keputusan ada ditanganmu senior. Sejak awal aku tidak memaksa kalian untuk ikut terutama senior yang bangsawan. Veronica dan Yohan sudah terverifikasi jelas bahwa mereka tidak ada terkait aristokrasi. Tapi, senior...”


Walaupun dia dijuluki anak haram atau pembawa kutukan. Heros tetaplah bangsawan berdarah murni.


“Jadi tolong pikirkan baik-baik lagi.”


Tidak ada maksud bahwa saya akan meninggalkannya. Tapi, saat rencana Claude berjalan dia akan diperlihatkan bahwa inilah aristokrasi yang harus dia saksikan.


Pilihan antara ikut dengan saya sebagai Prophet atau menetap disinu dan menyaksikan pesta Claude. Keduanya penting baginya.


Karena keduanya akan membawa perubahan besar di kehidupannya.


Heros menggelengkan kepalanya dengan ringan.


“Aku akan tetap ikut apapun kondisinya. Dan jangan khawatir, Duke Charitas tidak akan merasa kehilangan apapun.”


Itu karena saya yang mengatakan pada Claude... Saya harap dia benar-benar melakukan apa yang saya katakan agar tidak terlalu berlebihan melakukan seleksi. Penting baginya juga untuk membuat pengikut yang tunduk dengan patuh.


Saya tidak punya hak untuk melarang Heros juga. Saya menghargai keputusannya.


“Lalu Al, apakah kita benar akan pergi dua hari lagi? Apa ada kabar dari Dryad itu?”


“July? Belum, dia akan muncul ketika ada keperluan penting, jika sampai dia tidak muncul sekarang, artinya ada yang sedang dia lakukan.”


Makhluk seperti Dryad pasti memiliki satu atau dua kesibukan sendiri. Sebelum dia sendiri menghubungi saya, maka saya tidak akan menghubunginya. Ada batasan tentang urusan pribadi masing-masing.


Di dalam kesepakatan saya dengannya juga tidak berbasis untuk saya membatasi apa yang dia lakukan.


Hanya... Jika dia berurusan dengan kaum manusia maka tentu saya akan turun tangan.


Tidak baik jika kami akan berakhir sama seperti di dalam sejarah.


“Tapi, ini akan tetap berjalan ada atau tidak adanya kabar darinya. Jadi kita hanya perlu bersiap.”


“Jika begitu apakah tuan Theo dan tuan Roy juga ikut?”


“Ya, Direktur Sarion berkata aku harus membawa pengawal meskipun ini hanyalah perjalanan untuk negosiasi. Jadi aku memilih kedua orang itu.”


Pihak Claude tidak memberikan saya akomodasi berupa pengawalan. Jadi Paladin adalah jalan keluar daripada Knight.


Selain itu jika saya mendapatkan bantuan berupa akomodasi dari Claude. Ratu yang mengawasinya akan bertindak.


Jika itu sampai terjadi, bisa-bisa rencananya akan tergganggu.


“Yang lebih penting, mulai dari sini adalah jalan awal untuk membangun hubungan antar ras lain.”