
Setelah lumayan waktu berjalan melewati hutan secara diam-diam dan bahkan tanpa diketahui orang bahwa kami berjalan dari rute yang salah dari apa yang dirumorkan.
Jadi kami sampai di tempat tujuan tanpa masalah.
“Al, hati-hati.”
Saat berjalan melewati sungai dengan melompat dari satu batu ke batu lain, tidak hanya Yohan bahkan yang sudah ada di depan saya melihat saya dengan tatapan khawatir.
Saya heran, saya memang anak kecil namun saya tidak sebodoh itu untuk jatuh ke sungai dan terseret arus, bukan. Tetapi saya tetap memegang tangan Yohan dengan kehati-hatian.
“Ya, Hyung juga perhatikan langkahmu.”
Kami tidak meninggalkan kereta, namun hanya membawa barang-barang yang kami perlukan, sejak awal persiapan kami tidak banyak dan hanya membawa muatan sedikit yang kami buat untuk menjalani negosiasi di tempat Dwarf.
Beberapa shadow yang ditinggalkan untuk berjaga, menjaga kereta di dekat hutan sampai urusan kami selesai.
“Arusnya lumayan meskipun ini masih pagi, mungkin air terjun di sekitar yang menyebabkan derasnya aliran air. Aku sampai tidak bisa melihat dasar dari sungai ini.”
Sembari bergandengan tangan dengan saya Yohan menggumam dengan bingung sendiri seolah dia masuk dalam krisis kecil.
Ketika semua orang sampai di tepi sungai dan Yohan menapakan kaki di tanah berumput, “Ah...” saya yang hampir mengambil lompatan kecil dari batu terakhir mendapati bahwa batu itu licin dan hendak terpeleset dan jatuh.
Tetapi...
“Al, kamu tidak apa?!”
“Saint Alvius!”
“Bajingan kecil!”
Ada apa dengan orang-orang ini?
Hampir ketiga orang ini menangkap saya dengan cermat tanpa kesalahan di masing-masing tempat yang berbeda di tubuh saya. Diri saya yang tidak tahu harus menganggap bagaimana situasi ini hanya bisa bangkit dan membenarkan posisi tubuh saya lagi.
“Em, aku tidak apa.”
Kemudian bersiap untuk merasa bahwa ini tidak pernah terjadi.
“Dasar...”
Di situ saya bisa mendengar Veronica kesal sendiri dan mengutuk dirinya dengan menggaruk kepalanya. Mungkin dia tidak sadar apa yang telah dia lakukan tadi bersama dua pria itu.
Alasannya meski saya terjatuh, Yohan pasti akan menangkap saya. Namun, bagaimana bisa Veronica dan juga Heros bersama ikut menangkap saya. Jika mereka tidak tahu alasan mereka melakukan itu, lalu saya harus bagaimana?
Saya membuang pikiran dari keadaan ini dan fokus kembali. Detik itu juga angin kencang menerpa di depan saya membentuk pusaran topan dan akar-akar tanah menggeliat dengan getaran lembut.
[Kamu sudah sampai, Saint kecil.]
“Ya.”
Kemunculan July sedikit membuat terkejut orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Mereka hanya tahu bahwa Dryad kuno hanya ada di dalam sejarah saja. Kali ini mereka melihatnya langsung di depan mata mereka.
Tapi, July sedikit bohong dengan ucapannya. Padahal dia melihat kami sejak tadi dari suatu tempat dan baru muncul sekarang. Dasar wanita ini...
“Apakah tidak masalah kami berkunjung? Maksudku, ini tidak seperti kita akan tidak di sambut atau di perlakukan layaknya seorang penjahat. Jika begitu maka itu tidak ada bedanya denganku yang ingin melakukan negosiasi berdagang dengan mereka.”
[Ya, tidak ada masalah. Anak-anak itu sudah bersiap menyambut kalian. Namun, jumlah kalian...]
“Aku harap pengertiannya. Ini hanya untuk formalitas saja dan tidak ada maksud lain. Tidak mungkin aku akan masuk ke sarang orang lain tanpa pengawal, dan jumlah seperti ini adalah normal di tempat kami, aku sudah meminimalkan berapa orang yang harus aku bawa.”
[Tentu, aku mengerti. Mereka akan mengerti juga, jadi apakah kamu siap?]
“Ya, tolong lakukan.”
July mengangguk dengan anggun. Dia berbalik kemudian dengan elegan dia melambaikan tangan di udara dan suara gelombang angin naik lalu pusaran angin itu membentang di depannya membentuk portal melingkar.
Kami semua tertegun melihat itu. Begitu nampak mudahnya bagi July membuka portal antara satu tempat ini untuk terhubung langsung ke tempat para dwarf. Ngomong-ngomong itu tidak mengherankan karena dia adalah penjaga para ras dwarf.
Disana July mengangguk setelah lubang portal stabil. Saya angkat bicara.
“Mari masuk dan tetap waspada.”
Karena saya sendiri tidak tahu bagaimana berada di tempat asing dimana mereka yang pernah membenci manusia akan saya temui. Jadi untuk itu tidak ada salahnya memasang antisipasi terlebih dahulu. Lalu kami semua berjalan dan masuk ke dalam portal mengikuti July.
Melewati portal teleportasi, jujur visi saya langsung menjadi pusing dan agak kabur. Ini pertama kalinya saya melewati portal jadi rasanya agak menjijikan, tapi saya tahu saya harus terbiasa. Pada saat kemudian tak lama setelah kami melewati portal.
Semua yang ada di depan kami seketika berubah dalam sekejap.
Suara yang tidak pernah keluar dari mulut saya untuk bertingkah tidak sopan keluar menjadi kekaguman.
“Inikah tempat dwarf.”
Semua mata melihat dengan terpukau di negeri tempat dimana dibuatnya item yang legendaris
Tepat di depan tempat portal teleportasi dibuka milik July, menurunkan semua orang di depan gapura dengan bentuk pilar tinggi dan di hiasi oleh kemegahan dan bentuk yang kokoh.
Di samping itu dinding yang membatasi gapura terbentang jauh sangat luas menyelimuti satu tempat ini.
July yang tersenyum berbicara dengan nada lembut saat pandangan kami semua tertuju pada keramaian di depan kami.
[Selamat datang di kota Tenstheon, tempat satu-satunya dari rumah para dwarf tinggal.]
Keramaian yang sedang kami lihat adalah mereka, para Dwarf sedang melakukan aktivitas masing-masing dimana terbukanya pasar kecil di depan jalanan kota seperti pengadaan pameran galeri.
“Apakah mereka semua Dwarf?”
Saya yang sedikit penasaran berbicara.
[Iya.] July mengangguk.
Tidak seperti apa yang saya bayangkan. Awalnya saya mengira bahwa ras Dwarf adalah sosok menyerupai kurcaci besar seperti dalam dongeng namun ketika melihat mereka dengan mata sendiri. Dalam pikiran saya hanya bisa berkata.
Mereka tidak ada bedanya dengan manusia biasa. Berperawakan tinggi dan tidak pendek entah itu wanita atau pria, memiliki ciri khas rambut bewarna cokelat secara mayoritas, dan kulit sedikit cokelat matang.
Benar-benar tidak ada bedanya dengan ras manusia biasa. Hanya saja dalam sejarah, ras-ras seperti mereka memiliki umur yang cukup lebih panjang dari manusia biasa. Kira-kira mereka bisa hidup sekitar lebih dari 500 tahun lamanya.
Baiklah, saya harus berpikir bijak disini dan tidak boleh lengah.
Menurut panduan dalam kamus saya sendiri ada kalanya kita harus menghormati budaya negeri tetangga, apalagi kita adalah tamu luar. Masalahnya, yang mengkhawatirkan adalah...
Menoleh ke arah para Party.
Yah, saya rasa itu akan baik-baik saja. Mungkin.