The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 29: TRANSFORMASI ARCHANGEL



Alternatif kedua. Saya akan mengorbankan skill yang saya peroleh dari milik Yohan dan merekontruksi ulang skill. Monitor menjelaskan bahwa hanya dengan cara ini saya bisa berhasil jadi itu tidak masalah. Namun saya akan kehilangan kedua skill Yohan.


Sementara monitor bekerja. Saya melakukan saran pertama terlebih dahulu.


Saya menoleh ke arah kerumunan orang-orang dan berbicara. “Aku tahu kau ada disini jadi keluarlah. Orang yang bisa menggunakan sihir.”


Beberapa saat tidak ada respon yang datang jadi saya tidak terlalu terpaku dan kasar dalam hal ini. Karena sejak awal seorang penyihir ada di kalangan kami namun tetap diam dan melihat saja. Itu sangat membuat marah.


Pupil saya memindai sekitar dengan menahan kesal saya berbicara sekali lagi.


“Aku mengerti. Kau tidak ingin keluar karena kau adalah orang terhormat, bukan. Kau tidak perlu melakukan apapun aku hanya ingin kau melakukan satu hal biasa. Jadi keluarlah sebelum saya menyeretmu kesini.”


Beberapa saat kemudian dari gerombolan orang disana, satu dan dua orang maju ke depan. Satu pria dewasa dengan memakai armor dan satu lagi adalah laki-laki seusia Heros.


Heros bangkit dari tempatnya dan segera mendatangi sisi saya begitu melihat kedua orang itu.


Saya tersenyum pahit. Betapa mengesalkannya jika saya harus meminta bantuan pada mereka.


“Salam, Pangeran Mahkota.” ucap saya dan Heros juga ikut menunduk meskipun dia tidak suka dia tetap menahannya.


Pangeran Mahkota tanpa ekspresi dan tenang menatap saya lalu berbicara dengan lugas. “Anda tahu siapa saya dan berbicara seperti itu.”


“Ya. Saya senang karena tidak menyeret anda keluar tadi.”


Kemudian ada suara pedang yang memekik keluar datang dari pria memakai armor. Ya, saya tahu dan menyapanya.


“Anda tidak bisa menghunuskan pedang pada seorang Saint jika anda tidak siap kehilangan kepala anda, Komandan.”


“Tingkah anda tidak mencerminkan seorang Saint sama sekali!”


“Dan tingkah anda tidak terlihat seperti seorang komandan melainkan anjing pengecut melihat anak kecil seperti kami mengambil tindakan terlebih dahulu demi mengulur waktu.” saya menyeringai ketika jawaban saya membekukannya. “Apa saya salah, komandan terhormat.”


Komandan Jean Jacques mengeluh kesal dan menyarungkan kembali pedangnya setelah menerima perintah dari pangeran mahkota.


“Apa yang harus saya lakukan?”


Saya kemudian melirik ke arah orang yang tidak ada emosinya sama sekali seperti dunia meninggalkannya. Itu mengingatkan saya kepada Heros saat pertama kali bertemu. Namun, dalam kasus pangeran mahkota, itu berbeda. Dia sudah tenggelam sangat dalam.


“Itu mudah. Cukup ciptakan pelindung untuk melindungi semua orang yang ada disini.”


Komandan Jean Jacques, Heros, dan pangeran mahkota berkedip beberapa kali dan tidak menduga hal ini. Tunggu, apa?, hanya melindungi.


“Lalu apa yang kalian kira pikirkan? Apa saya berniat menggunakan keluarga kerajaan untuk melakukan sesuatu terhadap ‘itu’ sedangkan saya duduk diam. Itu juga bagus. Tapi sayangnya saya tidak ingin mengambil resiko dengan menumbalkan seorang pemimpin masa depan Kerajaan untuk hal ini.”


Rencana seperti itu tidak ada sama sekali terhadap niat saya kepada mereka dan itu tidak akan pernah. Konsekuensi berhadapan dengan mereka tinggi jika saya bertindak gegabah. Namun itu tidak akan terjadi lagi dimasa depan dimana saya bertindak seperti ini.


“Baiklah, itu akan saya lakukan.”


Pangeran mahkota mengaktifkan sihirnya dan membuat kubah pelindung luas yang mengurung semua yang ada disini.


Saya tidak tahu berapa lama dia bertahan dan saya tidak peduli itu.


Ding!


Sebuah dering pesan datang di kepala saya. Sepertinya monitor telah selesai.


“Saat keluar dari sini saya harap saya bisa mendengarkan kisah tindakan pengecut anda mengapa kalian bersembunyi sedari awal.” saya menyeringai dingin dan berbalik kemudian berjalan pergi.


“Alvius kamu akan kemana?”


Heros menahan lengan saya dan bertanya dengan raut wajah sedih seperti saya akan meninggalkannya. “Tolong jaga Hyung sebentar. Aku akan pergi dan menyelesaikan ini semua.”


Setelah itu Heros hanya termenung dan terperosok dalam kesuraman. Tangan yang memegangi saya jatuh tak berdaya. Dia tidak punya kehendak menghentikan saya.


Ya, dia akan baik-baik saja.


Saya berjalan ke depan dan berbicara dalam pikiran. “Apakah selesai?”


[Melaporkan. Skill ‘Sword Master Legendary (M)’ telah di konsumsi. Sekarang anda tidak akan memiliki ilmu seni bela diri pedang tinggi.]


Itu adalah harga yang harus di bayar, saya paham dan akan tetap mengorbankannya meskipun saya tidak akan bisa menggunakan ilmu pedang lagi.


[Melaporkan. Skill ‘King of Light (M)’ telah di konsumsi. Anda tidak lagi mendapatkan serangan sihir kuat. Dan anda tidak akan bisa menyalin kemampuan milik Yohan Raven lagi.]


Ya, saya tahu itu dan karena itu mengapa saya membuat keputusan ini.


[Sintesis dimulai... Skill baru telah diciptakan menggunakan kedua skill tersebut sebagai alternatif bahan.]


[Skill ‘Divine Sword Judgement (M)’ berhasil di dapatkan!]


Sebagai gantinya inilah yang saya dapatkan.


Kemudian.


[Karena dua bagian dari skill ‘Absolute Seven Virtues (M)’ telah terisi posisinya anda mendapatkan berkah bonus.]


[Spesial Skill ‘Wings O Heavens (?)’ berhasil di dapatkan!]


Saya hanya menatap pesan yang muncul dengan tatapan tidak tertarik sama sekali dan fokus berjalan. Saya keluar dari penghalang ketika keluar maka tidak akan bisa masuk lagi.


Medan perang sekali lagi dipenuhi kebisingan luar biasa. Monster kelaparan berjalan ke arah saya. Dan iblis Sabnock berbicara suram.


Sejak awal saya ingin sekali merobek mulutnya. Suaranya yang mengakibatkan serangan mental membuat saya ingin muntah. Sebenarnya jika semua iblis seperti itu maka ini pengalaman bagus untuk masa depan.


Saya semakin berjalan mendekat hingga puluhan meter sampai di depan para monster.


“Ya. Saya kuat. Tidak... Saya yang terkuat.” secepatnya saya mengaktifkan [Gaze of Wisdom] dan menatap tajam iblis Sabnock sembari menyeringai menghina. “Dasar iblis rendahan.”


Iblis Sabnock yang merasa terhina aura hitam pekat yang menjijikkan keluar dari tubuhnya menyebabkan gelombang dahsyat yang kacau.


[Beraninya manusia... Menghina!]


Mendengar ucapannya yang murka saya hanya membalas tersenyum kecut.


Bicorn milik Sabnock bergerak saat ribuan monster membuat dan membuka jalan tengah untuk dia lewat.


[Manusia yang arogan. Aku akan menghancurkanmu sampai berkeping-keping.]


Status luar biasa mendistorsi segala yang berhasil dia lewati dan akhirnya saat saya bisa berhadapan langsung dengannya.


Saya menatapnya dan juga tidak ingin kalah, mengeluarkan status saya dengan ganas.


Dan begitu adalah saya bekerja untuk menghancurkannya berikutnya.


[Spesial Skill ‘Wings O Heavens (?)’ telah diaktifkan!]


[Melaporkan. Anda hanya bisa menggunakan skill ini sekali karena belum sempurna.]


Sasasasah!


Saya mendengarkan monitor.


Sementara itu enam sayap mulai keluar dan merobek tulang belikat saya. Energi kekuatan suci yang luar biasa besar menyebabkan badai murni di seluruh medan perang. Kemudian, tahap akhir selesai, di atas kepala saya muncul lingkaran ‘Halo’.


[Tahap transformasi ‘Archangel’ telah dimulai!]


Orang-orang yang ada di belakang menatap dengan tidak percaya. Pecahan sinar yang begitu menyilaukan datang dari medan pertempuran tepat di depan mereka. Secara mengejutkan itu muncul dari sinar yang perlahan redup.


Heros melihat. Selama ini dialah yang paling yakin bahwa sebenarnya di dunia ini ada sesuatu 'Sosok' yang bisa membawanya keluar dari keputusasaan selama ini. Bulu-bulu putih bersih turun dari retinanya.


Tanpa sadar Heros bergumam. "Malaikat?" dengan suara terpesona.


Komandan Jean Jacques terperosok dan matanya terbelalak ke depan. Dia berdiri di dekat majikannya dan selalu berada disisi pangeran mahkota. Komandan Jean Jacques dan juga pangeran mahkota telah memperhatikan medan pertempuran layaknya sesuatu yang fenomenal.


"Tidak mungkin! Kekuatan ini..."


"Apa... Kekuatan besar ini?"


Beberapa orang yang juga tertegun melihat sinar agung yang bercahaya terang menyinari medan perang bagaikan sinar harapan dan bukti kehidupan, menyatakan.


"Itukah kekuatan Saint!"


Tanah yang beracun kehilangan asap dan kabut mematikan, kekuatan kegelapan dan tekanan dahsyat dari para monster menurun drastis. Begitu juga bentrokan luar biasa energi antara kekuatan sihir milik iblis Sabnock dan Saint.


Mata mereka semua hanya bisa bergetar menampakkan gambaran sosok itu.


Saat berikutnya gelombang udara yang besar menerpa mereka dan pelindung yang dipertahankan pangeran mahkota bergetar.


Itu adalah kekuatan yang baru saja bertabrakan dan semua itu menunjukkan awal mula semuanya.


- Ahhhh!


Dengan suara sebuah nyanyian cahaya turun tepat di atas kepala saya seperti sorot panggung surga sedang melihat saya. Para monster bergetar merasakan kekuatan saya dan kaki mereka selangkah mundur.


Kecuali satu monster. Iblis Sabnock menatap saya yang duduk di punggung Bicorn dan terus mengeluarkan kekuatan sihir yang besar. Percikan hitam-putih badai menguasai dirinya. Sementara petir putih-biru meraung di sekitar saya.


Kami hanya saling bertatapan, namun energi kami sangat besar dan menyebabkan riak tak terduga pada medan perang.


Saya berjalan selangkah ke arahnya, dan melirik pada genangan air di bawah, tidak, itu adalah genangan darah bekas mayat monster. Meskipun itu darah saya bisa jelas melihat pantulan cermin bayangan saya.


Sayap merobek punggung saya dan jumlah enam pada sayap mulai membuka lebar dan perlahan mengepakkan. Lalu di atas kepala saya muncul lingkaran 'Halo' yang suci. Saya menggerakan jari-jari dan bergumam pelan.


"Kekuatan ini sangat besar. Sayang bisa digunakan sekali saja karena belum sempurna. Lalu bagaimana jika sempurna?" saya melirik Sabnock dan tersenyum kecil.


Dari kiri ke kanan, saya menggerakan tangan saya. Kemudian kedipan cahaya berkilau menyambar. Membelah ruang dan udara di sekitar dan mendistorsi semua yang ada seperti kehancuran dimensi ini telah dipastikan sejak awal.


Mata Sabnock melebar. Dia berpikir mengapa dia tidak terluka meski serangan kuat menghantamnya. Lalu dia sadar. Sabnock menoleh ke belakang dan terbelalak. Saya menyeringai.


"Apakah semengejutkan itu bagimu? Wahai iblis."


50,100,150 ... Jumlah yang tak terhitung terlihat pada jumlah mayat yang jatuh tanpa ada peringatan sama sekali. Tubuh monster tergeletak dan menyisakan bagian bawahnya saja. Badai hebat tadi telah membunuh ratusan monster dalam sekejap.


Pupil Sabnock bergerak menatap saya. [Manusia arogan!]


Pedang raksasa turun menerjang seperti ayunan dari bawah. Tanah yang di lewati pedang hitam besar seketika membentuk lubang galian yang luas dan lurus hingga belasan meter dari arah saya.


[Tidak ada satupun yang bisa menahan itu—!] energi eter yang menghancurkan, menampakkan siluet dari debu tanah sebuah kubah cahaya bersinar. [Kau bisa menahan itu.]


"Ini bukan apa-apa. Sejujurnya aku tidak yakin, apakah iblis memang kuat atau... Aku yang terlalu kuat."