The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 54: DUNGEON RAID (3)



Pada hari keberangkatan ekspedisi. Semua pasukan yang disiapkan oleh Claude telah berkumpul di depan lapangan di depan istana. Untuk aktivasi teleportasi transpot mereka perlu waktu untuk menunggu. Yang bertanggung jawab masih belum tiba.


Veronica dan bawahannya, mantan para shadow juga telah berkumpul. Tetapi, tidak seperti dulu yang menyembunyikan identitas layaknya agen shadow yang masih aktif.


Kini mereka hanya mengenakan setelan rakyat biasa dengan membawa barang perlengkapan berupa alat penambang dan beberapa alat keamanan lainnya.


Kenyataannya itu semua hanya kedok. Sebenarnya mereka menyembunyikan senjata mereka di Kantong Dimensi yang mereka letakkan di dalam pakaian mereka agar tidak ketahuan layaknya profesional.


“Pemimpin.”


Salah satu bawahan Veronica, Moss. Tidak, atau sekarang dia menggunakan nama asli.


“Edgar.”


Sejak masa pemberhentian asosiasi Shadow dan Veronica membuka topengnya, para bawahannya juga telah menunjukkan identitas mereka dan nama asli mereka. Dan seperti Edgar, yang dulunya adalah Moss, si Tikus Hitam.


Edgar bertanya pada Veronica dengan gugup “Apa tidak ada yang kita perlu siapkan lagi?” sejak hari itu Edgar tidak terbiasa berbicara dengan Veronica ketika melihat wajah asli Veronica.


Hanya, Edgar tidak menyangka jika Veronica tidak jauh lebih tua darinya dan itu sedikit membuatnya terkejut. Namun, dia tetap menghormatinya.


“Tidak, kita hanya perlu menunggu pemain utamanya tiba.”


“Pemain utama? Ah, maksud kamu Pangeran Mahkota?”


“Tidak perlu menyebut gelar menjijikannya.”


Edgar tertawa mendengar erangan Veronica.


Veronica tahu bahwa Edgar adalah tipe pria yang ceria dan dipenuhi motivasi yang besar. Dia suka orang seperti itu untuk bisa dia percaya. Dan lagi, Edgar suka tersenyum untuk menunjukkan sisinya itu padanya, setidaknya itu membuatnya tidak terlalu terpuruk dalam keadaan berat sebelah ini.


Benar. Veronica berpikir. Disini, di tempat saat ini mereka berdiri adalah sarang musuh-musuhnya. Tempat dimana para kliennya dulu memintanya untuk melakukan tugas yang bisa membuat istana jatuh dalam keterpurukan besar.


Diam-diam dia melirik ke sekitar dan mempelajari setiap sudut dan orang-orang yang telah berkumpul. Bisa dia lihat jika banyak dari mereka adalah bangsawan kelas atas, dan di belakang sana ada yang sedang menunggu waktu keberangkatan ini.


Tidak lain dan bukan adalah Ratu Kerajaan Harvellion dan disisinya ada beberapa pengikut setianya yaitu para anjing bangsawan yang setia pada Ratu.


Veronica mengerutkan keningnya dalam ketika melihatnya. Seperti dia benar-benar ingin melompat dan membunuhnya.


“Lalu dimana Saint? Apakah dia tidak datang?”


Pertanyaan Edgar membuat Veronica terkejap dan meliriknya.


“Ah, dia tidak bisa datang.”


Edgar mengangguk paham dengan wajah berseri-seri dengan rona merah di pipinya.


Bukan karena Saint tidak bisa datang. Alasannya sangat jelas dan Veronica tidak bisa mengatakannya dengan benar.


Ya, jika bajingan kecil itu datang kemungkinan disini akan sangat ramai. Dan itu cukup untuk menjatuhkan moral para keluarga Royal.


Lalu orang-orang yang Veronica sangat kenal mendekat ke arahnya dan beberapa dari mereka memiliki ekspresi yang sama. Semuanya mengangguk padanya seperti persiapan telah selesai dan Veronica membalas dengan anggukan rendah.


Veronica membuat pernyataan dengan suara nada pelan.


“Apakah kalian membawanya?”


“Ya.” pengikut wanita menjawabnya.


Kemudian Veronica memanggil “Edgar.”


Mendengar namanya di panggil, Edgar memiliki ekspresi memahami yang tinggi.


Senyum dingin ada di sudut bibir Edgar, “Jangan khawatir pemimpin. Aku akan melakukan tugasku.” dengan segenap kekuatannya dia telah berkomitmen sejak lama.


Kemudian pada saat itu suara datang dari arah lain dengan nada yang tinggi.


“Mulai dari sini, aku akan mulai mengaktifkan teleportasi.”


Suara itu muncul dari orang di samping Claude yang akhirnya datang. Veronica menoleh padanya dan bergumam, pemeran utamanya telah tiba.


Sampai kapanpun Veronica hanya akan paham satu hal, bahwa tidak akan pernah bisa menyukai pria itu.


Lukisan sihir muncul di bawah tanah layaknya garis-garis horizontal, memenuhi area lapangan dimana semua pasukan berdiri itu akan mengirim dan mengantar mereka semua ke tempat tujuan.


Teleportasi sihir di bagi menjadi dua sisi, satu bagian yang akan berangkat ke wilayah barat dan satu lagi wilayah timur.


Kemampuan ini membutuhkan kapasitas energi sihir yang besar dan perlu konsentrasi yang tinggi.


Veronica melirik Edgar, lalu Edgar dan bawahan lainnya yang tidak ikut dengan kelompok Veronica mengangguk dan kemudian mereka pergi ke sisi tujuan masing-masing.


Sasasasah!!


Detik itu juga, 500 pasukan. 250 sisi kiri dan 250 sisi kanan. Di tambah pasukan baru yang telah Claude masukkan yaitu kelompok dengan nama ‘Penambang’ yang di beri nama oleh Saint. Kini telah berangkat ketika cahaya teleportasi bersinar terang dan dalam sekejap semuanya telah di deportasi secara otomatis.


Veronica memejamkan matanya. Transmisi ketika saat berada di dalam batas ruang dan waktu adalah ruang yang bisa membuat seseorang akan mengalami mabuk berlebihan jika mereka tidak biasa dan pusing berat saat mereka tiba nanti.


Butuh waktu sekitar dua jam. Saat dia melakukannya, dia teringat apa yang dikatakan Saint Alvius padanya sebelum dia berangkat.


“Ketahuilah bahwa tugas kamu adalah apa yang kita rencanakan.”


Sesudah rapat dengan Claude. Mereka berdua harus membicarakan hal ini lebih lanjut. Dan terkait itu adalah masalah bagi Veronica yang terjun langsung di medan lapang.


“Aku tahu. Tapi, apakah itu berhasil?”


Mengetahui apa yang direncanakan Saint Alvius, Veronica terlihat ragu-ragu sejenak sebelum benar-benar yakin dia bisa melakukannya.


“Persentasenya tidak akan turun gara-gara ada sedikit masalah.” tutur Saint Alvius tanpa ekspresi yang pasti.


Bukan karena itu tidak pasti berhasil atau tidak. Jika Veronica melakukan apa yang seperti dia katakan bukankah itu akan sedikit konfrontasi dan ada kemungkinan ini tidak aman.


Kemudian Saint Alvius angkat bicara lagi. “Yang akan kamu hadapi di dungeon tingkat-A- adalah monster dengan jumlah tidak biasa, bisa jadi sekitar ribuan karena terpengaruh oleh tingkat. Tapi, jika kamu berhasil mengalahkan boss nya setidaknya dungeon akan berakhir.”


“Tapi, yang jadi masalah adalah boss nya bukan?”


“Ya. Pangeran berkata boss nya adalah [Ten Tail Chimera] memiliki ukuran sekitar 30 meter, tubuhnya seekor serigala dan ekornya adalah Mulut Cacing Pemangsa. Terakhir, kali ini monster itu memiliki atribut tipe api. Artinya medan di dalam dungeon pastilah penuh dengan magma dan api lava.”


[Ten Tail Chimera] dikatakan memiliki beberapa spesies yang bertipe berbeda atribut. Ada yang tipe Acid, Poison, Frost, Earth, dan yang Flame. Kali ini yang muncul adalah tipe Flame. Maka dari itu, Veronica sedikit mengeluh pada tingkat kesulitan yang akan dihadapinya.


Bahkan, dia tidak bisa membawa banyak dari bawahannya untuk pergi berkelompok dengannya jika mengikuti rencana ini.


“Tidak hanya aku akan menjaga mobilitasku. Untuk mengumpulkan bahan material disana aku bisa saja hangus jika tidak hati-hati, apakah kamu sengaja ingin melenyapkanku?”


Tapi, jawaban dari Saint Alvius di iringi dengan canda tawa. “Tidak mungkin. Bukankah sudah kukatakan, percayalah padaku.”


Veronica agak ragu, tapi jika yang terlintas di kepalanya adalah bahwa akan ada kesempatan seperti ini untuknya dia lakukan, maka dia harus melakukannya.


“Baiklah.” seringai Veronica yang sombong muncul “Setidaknya aku akan bermain permainanmu.”


Teleportasi telah selesai.