The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 50: BERTOLAK BELAKANG



Kabar yang dibawa July adalah yang paling di tunggu. Tentu saja, itu karena dalam sebuah hubungan ini akan sedikit membangun kerja sama yang sedikit eksentrik, mengingat dua ras berbeda akan berinteraksi kembali.


Tapi, tidak hanya dua ras yang berbeda. Melainkan, alasannya adalah kenapa baru sekarang dwarf membuka diri.


Jika bukan karena ide variatif dari seorang Saint maka itu tidak akan terjadi.


Apakah itu adalah pengalaman dari kehidupan sebelumnya?


Tidak. Hanya berusaha dengan keras. Tambahkan sedikit sentuhan dalam memikirkan apa yang akan dipikirkan orang lain. Itulah senjata terkuatnya.


“Aku senang kamu datang lagi untuk menemuiku Saint Alvius. Tapi... Tidak kusangka akan seramai ini.”


Langkah berikutnya dalam rencana ketika dwarf mendapatkan umpan adalah menemui Claude di istana. Tentu, saya tidak sendiri dan membawa pendamping, dan pendamping itu tidak hanya Yohan, tapi Heros juga ikut.


July tidak bisa ikut. Saya menyembunyikan dulu fakta tentang dirinya yang adalah pengikut saya. Jika itu terjadi dan Claude mengetahuinya. Hanya saja, saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jujur, Claude lebih mengerikan daripada yang saya kira.


Saya menyukainya. Itu karena kami berdua memiliki kesamaan dalam pemikiran. Itu fakta.


“Apakah kami mengganggu?”


Seperti biasa, jika bersama saya Claude akan tersenyum dengan ceria seperti dia memasang wajah joker. “Tentu tidak. Mari duduk dan nikmati tehnya.”


“Terima kasih.” jawab saya dengan segera duduk di sofa.


Lalu saya heran kenapa dua pria ini tidak duduk? Saya mengabaikannya dan melanjutkan pokok kedatangan kami.


“Maaf jika aku datang dengan pesan mendadak yang mulia.”


“Tidak. Aku suka dengan itu. Anggap saja istana ini rumahmu dan kunjungi aku kapanpun kamu mau. Karena aku bosan berhadapan dengan tumpukan kertas di atas meja.”


Ah, jadi maksudnya aku datang agar dia bisa kabur dan membolos dalam mengerjakan kewajibannya. Sungguh picik.


“Lalu, ada apa kali ini?”


“Seperti yang kamu tahu pangeran, ini tentang yang aku katakan tentang bekerja sama dengan para dwarf.”


“Ah, tentang itu. Di surat kamu mengatakan masih menunggu kabar. Jadi, bagaimana hasilnya?”


Setelah Claude menjawab dan mempertanyakan. Saya tersenyum licik dan mengatakan...


“Tentu, mereka menangkap umpannya.”


“Sungguh.” dengan terkekeh kecil Claude menjawab, tapi daripada terkejut, dia terlihat seperti sudah menduga hasilnya dan meminum cangkir tehnya.


Bukan karena ini tidak sesulit yang di bayangkan. Kemungkinan terbesarnya adalah Claude sudah tahu sejarah tentang dwarf lebih banyak dari Veronica. Tentu saja, karena dia adalah ahli waris pemimpin Kerajaan.


Mengetahui seluk beluk dari sejarah dan teori milik ras lain, seperti segelintir pengetahuan baginya.


Dan mengenal para dwarf dengan sifat serakah mereka, hanya dengan tebakan sedikit, dia bisa mengetahui hasil puasnya. Tidak seburuk itu baginya untuk melihat jalan pintasnya.


Apalagi benda material yang di buat kali ini adalah yang paling langkah di dunia ini karena memiliki energi suci.


Claude meletakkan cangkirnya dan melanjutkan.


“Jadi, apakah kamu datang dengan kabar itu? Apa yang sekarang kamu perlukan untuk menemui mereka?”


Sudah saya duga dia lebih maju daripada yang saya kira? Bahkan itu sebelum saya mengeluarkan inisiatif.


“Kamu benar pangeran. Tentu aku membutuhkan bantuanmu kali ini.”


“Kehehe, kamu tidak perlu terlalu kaku Saint. Cukup katakan saja apa yang kamu inginkan, aku akan mencoba mengabulkannya. Bukankah ini kerja sama kita.”


Ya, saya mengatakan bahwa ini kerja sama yang bisa menguntungkannya juga. Karena tidak mungkin menggunakan nama saya yang seorang Saint namun masih di bawah umur dan tidak berpengalaman. Itu akan membuat dwarf tertawa.


Karena itu pesan yang aku berikan pada July untuk dia sampaikan pada dwarf, menggunakan nama Claude, bukan milik saya.


Pada dasarnya saya menjual namanya...


“Mari kita pilah dulu itu untuk sementara. Aku dengar akan ada ekspedisi yang akan dilakukan para kesatria, apa itu benar?”


“Ya, wilayah timur dan barat di desak dengan kemunculan dungeon. Jika terjadi dungeon break, maka tidak akan butuh waktu lama wilayah perbatasan antar negara akan rubuh dan akan terjadi perselisihan.”


“Jadi karena itukah istana sedikit ribut. Tidak hanya itu, kudengar dari saudaraku bahwa Paladin juga akan ikut dalam ekspedisi ini.”


“Benar, kami istana meminta bantuan pada Gereja untuk itu.”


Claude tertawa ringan dan menggerakan tangannya ke tengah.


“Direktur Gereja menerima permintaanku.”


Sial, dia lebih mengerikan dari yang kukira.


Sepertinya dia memanfaatkan itu, karena bagaimanapun Gereja telah berhutang pada Claude karena menutupi kasus tentang tragedi itu. Sehingga bangsawan yang menargetkan untuk menjatuhkan Gereja tidak jadi bergerak.


Dan lagi kasus tentang High Priest yang menjadi iblis. Itu adalah aib bagi Gereja.


Jika bukan karena Claude maka Gereja akan di jatuhkan sejak insiden itu.


Saya tersenyum menanggapinya.


“Kalau begitu itu lebih memudahkanku untuk melanjutkan.”


“Mhm?”


Claude berpikiran untuk bertanya-tanya apa selanjutnya yang akan datang dari saya untuk mengejutkannya. Dia seperti menunggu itu.


Tapi, saat itulah dia tidak menyangka hal ini terjadi, begitu saya mengucapkan kata panggilan.


“Veronica keluarlah.”


Dengan asap hitam dan bentuk bayangan yang terseret cahaya, Veronica muncul dan berdiri tepat di samping saya.


Dan tiba-tiba saja...


Sasasasah!!


Gelombang emas besar dan sangat kuat sekali memekik dan meraung di seluruh ruangan ini. Claude dengan tatapan garang tidak tenang dengan energi sihir yang memuncak.


Dengan itu saya melihat, perwujudan asli dari seorang Wizard.


Kemudian Claude membuka suara sebagai alasan mengapa dia melakukan ini.


“Apa yang dilakukan seorang Shadow disini?”


Api energi emas berkobar ganas di seluruh tubuh Claude. Gelombang di ruangan ini segera menjadi kacau dan tidak menentu.


Melihat adanya sesuatu tidak beres, Yohan dan Heros menaikkan energi mereka demi menyeimbangkan tekanan di ruangan ini.


Tetapi, itu lebih memicu sesuatu yang lebih buruk. Jean Jacques yang menunggu di luar ruangan menerobos dan berteriak.


“Apa yang terjadi yang mulia!? Saint, apa-apaan ini!”


Sama sekali tidak ada respon penentuan. Veronica yang merasakan hawa membunuh langsung siaga dengan kuda-kudanya untuk mengeluarkan belatinya dari saku pinggulnya.


Saya membuka mulut karena penasaran. “Yang mulia, ada apa ini?”


Liarnya suasana disini bisa membuat sesuatu akan berjalan tidak lancar. Jadi saya harus bisa menemukan celah untuk menghentikan ini.


“Apakah kamu sengaja Saint mengirim seorang shadow?”


“Aku sama sekali tidak tahu apa yang saat ini kamu bicarakan.”


Tapi, Claude tidak melanjutkan menjawab dengan perasaan mengeluarkan pikiran. Dia justru melemparkannya pada Veronica.


“Kenapa kamu tidak bertanya padanya, alasan aku melakukan ini.”


Pupil saya bergerak melirik Veronica untuk alasan tertentu. Tapi, dari sudut saja saya bisa melihat jika ada sesuatu yang memang Veronica sembunyikan dari saya, apalagi ini bertentangan dengan hubungan saya dan Claude.


“Aku akan membunuhnya.” dengan santai namun mengerikan Claude mengatakan itu. Dan kemudian bola api muncul di telapak tangannya.


Bwoosh!


Bola api itu terlihat sederhana. Tapi, jangan terpaku pada penampilan. Tanpa melihat lebih dalam lagi, saya bisa merasakan jika energi sihir di dalam bola api itu sangat besar dan yakin untuk itu, jika itu meledak disini, maka energi ledakan eksplosif akan sangat besar.


Detik itu juga saya mengambil keputusan yang mungkin akan mengubah segalanya.


Saya berjalan dan melindungi Veronica.