
Saat datang terlambat untuk menyadari peringatan yang menutupi kekurangan saya adalah mereka bertiga.
Veronica buru-buru menaikkan statusnya dengan mengancam. Belatinya di penuhi asap beracun.
Yohan beserta Heros tidak memiliki senjata, tapi mereka berdua bergegas di depan saya dan mengeluarkan aura mereka. Kabut hitam dan cahaya cemerlang meraung di ruangan ini.
"Apa-apaan ini bajingan? Kekuatan gila apa ini?!"
Cepat menyadari bahwa kekuatannya dan jarak antar musuh yang telah dia lihat di hadapannya sangat jauh di bawah batas standar normal. Veronica mengerutkan dahinya dalam-dalam, bahkan dia menjadi gugup saat berhadapan dengan sosok yang menyebut dirinya Dryad.
Perkiraannya adalah seberapa besar potensi antara mereka berdua berbeda.
Sementara Yohan dan Heros merasa tidak perlu mengatakan apapun. Napas mereka tidak beraturan. Tidak ada pertarungan frontal melainkan mereka sekarang sedang beradu tatapan verbal. Tapi hanya dengan itu seperti membuat mereka berdua kewalahan.
[Tolong tenanglah kalian berdua.]
Dryad itu mengangkat tangannya ringan seperti akan merangkul sesuatu.
Itu benar-benar anggun dan elegan. Apakah benar jika kekuatan lembut tapi menekan ini datang dari satu makhluk?
Perbedaan ini jauh saat berhadapan dengan komandan iblis Sabnock.
Pada saat itu tidak ada yang menyadari. Di bawah lantai, akar tumbuh dengan tidak wajar dan telah mengikat kaki-kaki mereka bertiga hingga menjalar sampai tubuh mereka.
"Apa ini?! Bagaimana bisa...!"
"Ini! Kekuatanku kenapa tidak bisa!?"
"Sekejap kabut hitamku..."
Seluruh kekuatan mereka telah di padamkan seperti itu bukan apa-apa. Akar yang mengikat mereka tidak hanya berfungsi sebagai pelumpuh pergerakan melainkan menahan mereka dari menggunakan skill.
Tunggu, apakah itu mungkin?!
[Anak baik.] Dryad berkata lembut.
Dan entah sejak kapan dia bergerak, Dryad telah tiba di depan saya dengan melewati ketiga orang tersebut hanya dalam sekejap mata seperti dia adalah angin itu sendiri.
Yohan yang berontak berteriak, "Al!"
"Alvius!" Heros yang di segel tidak berdaya.
"Bajingan kecil larilah!"
Bahkan agen shadow terkuat telah menjatuhkan kedua belatinya.
Monitor memperingatkan saya berkali-kali. Ya, saya tahu peringatan itu memungkinkan adanya tanda bahaya yang ganjil. Tapi, mengapa....
[Belati beracun tidak akan bisa melukaiku, dan kabut kutukan tidak mempengaruhiku, tapi, cahaya suci sedikit merepotkan jadi ikatan kamu sedikit lebih kuat dari lainnya.]
Dia mengikat mereka seolah dengan tujuan tertentu. Itu mencegah masing-masing dari kemampuan asli mereka. Dan yang berat dia katakan adalah ketika dia mengikat Yohan lebih kuat dari lainnya. Saya bisa mendengar Yohan mengerang sesak saat akar mengikat tubuhnya.
Saya bertanya dengan sedikit ketegangan.
"Apa yang kamu inginkan?"
Dryad tersenyum. Tatapannya masih sayu seperti orang yang baru bangun dari tidur.
[Aku sudah lama mengawasimu dan melihatmu. Akhirnya kita bertemu. Aku ingin berbicara denganmu. Saint manusia.]
Atmosfer di antara kami tiba-tiba berubah drastis. Dryad tidak menekan saya. Tapi rasanya saya seperti masuk ke dalam sebuah gelombang pikiran yang membuat saya akan bisa kehilangan kesadaran dan kehilangan kekuatan pada kaki.
Ini tidak bagus. Segera setelah itu.
Gugugugu!
Pertarungan status dimulai.
Saya menaikkan semua skill saya saat sesuatu mencoba menekan saya. Bahkan seluruh kemampuan penguasa saya telah dinyalakan secara signifikan hanya untuk menekannya. Medan di sekitar berubah dalam sekejap dengan aura yang mengerikan bertarung.
"Lepaskan mereka." sudut mata saya berubah dengan kerutan yang mendalam. "Jika kamu macam-macam dengan mereka aku tidak akan diam saja."
Keruh pada percikan sihir kami semakin deras. Tidak, Dryad tidak melakukan apapun. Tetapi saya yang menekannya dengan semua milik saya.
Dryad anehnya tersenyum dan seolah tidak terganggu sama sekali dengan semua ini. Dia sangat tenang.
[Sepertinya kamu salah paham. Aku tidak datang untuk berkelahi atau bahkan bercengkerama. Ini niat murni bahwa aku ingin bertemu denganmu dan menawarkan bantuan.]
Ada rona pada pipinya. Seperti yang saya katakan pada anda, entah kenapa dia tidak berbahaya sama sekali dengan wajah seperti itu. Tentu saja dia adalah sebuah ancaman. Jika dilihat lagi dengan perspektif lain maka ya dia tidak begitu mendalami peran seorang antagonis disini.
[Aku bisa melepaskan mereka. Tapi, jika mereka berjanji untuk tidak menyerangku maka akan aku lakukan.] tiba-tiba senyum lebar dia tunjukkan padaku dengan sangat manis.
Mendengarnya membuat saya sedikit ragu dan tegang, sebelum pada akhirnya saya bertindak demi lainnya juga.
Semua kemampuan saya telah di hentikan begitu juga dengannya, segala bentuk dari kekuatan yang menghadirkan Dryad menghilang dalam udara.
Saya memejamkan mata pasrah dan bicara rendah.
"Kalian jangan lakukan apapun dan tenanglah."
Entah mereka paham atau tidak. Tapi, mereka bertiga langsung diam senyap dan merenung ke bawah layaknya mengangguk ringan.
[Pilihan bagus.] dengan itu Dryad menjentikan jari dan akar yang mengikat semua masuk ke dalam tanah lagi. Saya melihat itu seperti sebuah spageti yang di sedot kuat ke dalam.
Semua orang mengambil napas lega. Kecuali Yohan yang terbatuk-batuk dengan sesak napas yang dia rasakan, bisa saya dengar suara tarikkan napasnya rendah.
"Jadi, tolong katakan apa tujuan kamu?"
Tidak bisa dicegah jika Dryad pada akhirnya akan berulah dan bertingkah secara tiba-tiba.
Dan ya, makhluk seperti Dryad. Sama sekali tidak bisa di prediksi secara konservatif.
"Jika kamu datang hanya untuk membuat masalah, maka aku sarankan untuk melakukannya di luar."
Bisa gawat jika Dryad mengguncang tempat ini dan menjadi bencana non-singularitas.
[Aku datang untuk kamu.]
Apa?
Saya terkejut dengan perubahan tiba-tiba monolog ini.
Tetapi jangankan saya sempat bereaksi, Dryad meraih wajah saya dengan lembut dan mendekatkan wajah kami. Visi saya hampir mencapai miliknya dalam beberapa senti lagi.
[Kamu sangat manis, aku menyukaimu.]
Tidak bisa untuk tidak tercengang, Veronica, Yohan, dan Heros yang masih tertekan dan kehilangan daya melihat antara saya dan Dryad dengan mulut terbuka lebar.
Tapi, tunggu. Sepertinya saya pernah mengalami hal serupa ini namun lebih mengejutkan daripada ini.
Mungkin karena itu saya tidak terkejut ketika mendengar Dryad mengatakan kalimat menyukai.
"Baiklah, terima kasih untuk itu. Apakah hanya itu alasan kamu ada disini?"
[Kamu bilang kamu ingin bertemu dengan dwarf, apakah itu benar?]
Dan ini baru saya terkejut.
Bagaimana bisa dia tahu tentang itu?
Saya menyipitkan mata dan mengatupkan gigi.
Wanita ini, dia berkata bahwa selama ini telah mengawasi dan melihatku. Apa itu artinya selama ini dia telah tahu?
Dalam batin saya mengangguk ringan dan semakin yakin untuk satu kata pada wanita ini.
'Stalker!'
Sial.
"Mh, yah, kamu benar."
Karena tidak bisa mengelak juga akhirnya saya menyerah pada jawaban jujur.
Dryad tertawa lembut dengan 'Hehe' dan memperlihatkan senyum penuh gigi putih manis miliknya.
[Kalau begitu aku akan membantumu menemui mereka.]
Dryad mengatakannya seolah itu hal yang sangat mudah seperti memetik sebuah daun dari tangkainya.
Apakah harus semudah itu dia menawarkan sesuatu?
Dengan begitu perasaan ambigu meliputi diri saya. Langsung raut wajah saya jatuh pada sesuatu yang tidak lucu dan membuka mulut.
"Apa yang kamu inginkan?"
Mendorongnya untuk memberikan verifikasi yang spesifik dia tidak menjawab.
Tidak, alih-alih menjawab dia seperti ingin membuat peralihan sementara untuk suatu kondisi tertentu.
[Dwarf tidak bisa dengan mudah di jumpai oleh seorang tamu. Terutama manusia.]
Dryad sengaja membuka mulut dan berbicara tentang keyakinan.
[Tapi, ada suatu keadaan dimana mereka mudah sekali untuk tergerak.]
Kemudian itu melihat ke arah batu-batu yang di display di atas meja alas putih.
[Aku kagum kamu bisa membuat sesuatu semacam ini... Ini tidak bisa di jelaskan seberapa bernilai hal ini, dunia ini tidak mengenal kata murni, seharusnya kamu tahu itu.]
"Ya, dan itu mungkin jauh dari yang kamu mungkin pikirkan."
Dryad terkikik kecil dan dengan seringai samar dia bertanya. [Saint kecil, apa yang akan terjadi jika kamu menemui para dwarf?]
Itu tidak membuat sebuah jawaban instan untuk segera di keluarkan.
Maknanya tahu dimana Dryad mencoba untuk berbicara.
Kita singkat saja. Dryad berkata bahwa menemui dwarf adalah mungkin. Tapi, setelah itu apa? Akankah para dwarf akan dengan mudah membuat kontak dengan manusia secara langsung.
Mencoba mengasumsikan rumor mereka menjual belikan secara ilegal pada kaum manusia item yang mereka buat.
Sangat jelas, memperlihatkan bagaimana cara mereka menghindar dari tatapan luar dan mencoba meraup keuntungan secara kriminal.
Memanfaatkan ini, Dryad mencoba melihat apakah saya layak untuk menerima bantuannya atau tidak. Saya hanya tenang.
"Menurutmu bagaimana? Tentu aku tidak berniat membuat pengumuman peperangan ketika bertemu mereka, lalu apa yang kamu coba katakan, jika secara kontemplatif mereka tidak bisa diajak kerja sama maka saya menyerah. Tapi, kesampingkan menyerah..."
Yang terbaik dari itu semua maka tentu saya menjawab 'ya', dengan penuh yakin.
Karena bukankah itu sudah sangat jelas kemana arah ini berjalan.
"...Apakah mereka bisa menolak permata berharga setelah melihat itu?"
Tidak ada yang tidak bisa menolak kekayaan yang alami bisa dicairkan.
Dwarf itu serakah, jadi tanpa susah payah mereka akan jatuh dengan air mata berlinang emas.
[Kamu sungguh menarik.]
"Terima kasih."
[Baiklah, aku akan membantu kamu.]
Akhirnya Dryad tetap menerima keputusannya sendiri seperti itu.
[Dwarf tidak akan tertarik dengan apapun tapi jika mereka melihat ini maka aku yakin mereka akan senang.]
Itu memancing saya mendengus riang. "Heh, tentu mereka akan senang sampai air liur mereka menetes."
[Ngomong-ngomong mereka adalah anak-anak yang aku jaga.]
"Aku tahu."
[Kamu tidak terkejut?]
Itu tidak benar, saya tentu terkejut tapi mengobservasi dari cara dia muncul sejak kami membicarakan tentang dwarf.
Ya, tentu saya bisa menebak dan bertingkah seolah tenang tanpa masalah.
Bahwa Dryad adalah sosok makhluk yang sangat mengenal betul para dwarf.
Dan saya tidak menduga bahwa dia semacam 'Guardian' bagi para dwarf.
Sepertinya saya mendapatkan sesuatu informan yang bermanfaat.
"Tidak, tidak. Aku tentu terkejut. Tapi kesampingkan itu. Bagaimana kamu akan membujuk dwarf?"
[Aku akan membawa satu batu milik kamu dan menunjukkannya pada wakilku untuk diserahkan pada dwarf.]
Apakah nenek moyang pantas bicara seolah wakil adalah pekerja sukarela?
"Baiklah silahkan saja."
Beberapa detik berlalu. Bukankah saatnya kami mulai ke tahap akhir. Benar hidangan pembuka telah selesai saatnya penutup yang paling ditunggu terjadi.
Saya membenamkan ekspresi secara suram dan berbicara dengan dingin.
"Jadi, apa yang kamu inginkan?"
Senyum Dryad untuk pertama kalinya kecut dan juga gelap. Dan akhirnya dia sepenuhnya terwujud.
Tanduk yang mirip dengan ranting-ranting pohon tumbuh di atas rambutnya. Suara sebenarnya membentuk melodi suram.
[Jadikan aku Prophet'mu selanjutnya.]