The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 42: SATU YANG BERHARGA



Setelah dia — Gabriel mencium kening saya. Tanpa kata dan hanya meninggalkan kesan mencium kening saya. Dia tersenyum kemudian menjadi cahaya dan masuk ke dalam tubuh saya.


Saat saya dilanda kebingungan, saya melihat punggung telapak tangan kanan saya bersinar dengan tanda kekudusan muncul.


[Artefak Suci Kuno Archangel Gabriel telah berhasil di dapatkan.]


Lalu ketika saya merentangkan dan memfokuskan pikiran saya pada tanda ini, sebuah pedang muncul di genggaman tangan saya.


[Artefak Suci Kuno ‘Annihilation Sword Purification’ telah di dapatkan!]


Saya terpukau pada cemerlangnya senjata ini berkilauan dengan cahaya suci.


Tetapi... Bukankah saya kehilangan ilmu bela diri pedang saya, yaitu Skill milik Yohan. Lalu bagaimana saya menggunakan pedang ini?!


Pada detik putus asanya saya, pesan penjelasan muncul.


*


— Dengan hanya satu gerakan tangan. Anda bisa menggunakan serangan terkuat dari pedang penghancur ini. Energi yang selama ini terkumpul di dalam senjata ini akan di tembakan dan menghancurkan kejahatan murni. — (Hanya bisa digunakan sekali serangan)


*


Ternyata ada cara seperti ini. Jika begitu saya tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan saya yang payah dalam menggunakan senjata.


Dengan keinginan saya, pedang milik berkah Archangel Gabriel kembali ke tanda kekudusan saya.


Namun, pesan monitor masih belum berakhir.


[Skill ‘Absolute Seven Virtues (M)’ satu bagian kepingan telah terbangkitkan.]


[Sebagai Great Apostle anda di berkahi satu bagian ‘Revelation Messiah from Eden’. Lengkapi bagian kursi kosong yang lain untuk membuka kemampuan ini.]


Apa maksudnya ini?


Selama ini hal tentang perkembangan skill jarang terjadi sejak beberapa bulan. Namun kali ini sebuah pesan yang terdengar sulit saya pahami muncul ketika bagian dari [Guardian of Charity] terpenuhi dan memunculkan wujud Gabriel yang masuk ke dalam tubuh saya.


Saya tidak mengetahui benar tentang ini. Entah mengapa saya merasa sedikit tidak tenang.


Dan itulah pesan terakhir dari monitor yang saya dapatkan sebagai informasi.


Kemudian entah munculnya sejak kapan, sebuah suara melengking datang.


“Apakah kamu sudah selesai?!”


Saya langsung tersentak melihat sumber suara. Dia tepat berada di balik tubuh pohon dan berdiri bersandar dan tangan bersilang. Dan...


“Siapa?”


“Geh!”


Wanita itu mengerang kesal dan dia berekspresi marah. Apakah dia sedang dalam masa labil?


“Apa kamu tidak mengenaliku, bajingan kecil?”


Cara bicara dan aksen yang membuat kesal itu. Jangan-jangan dia...


[‘Clarity Shadowless, Veronica Vrada’ menatap anda!]


Saya menyeringai kecut.


“Jadi itu kamu, orang yang membuang harga dirinya.”


“Seperti biasa mulutmu ingin kurobek sekarang.”


“Heh, jangan katakan hal yang akan disesali nanti. Tapi, kenapa kamu kemari dan kenapa dengan penampilanmu?”


“Cih. Aku sudah membubarkan organisasiku dan yah sekarang karena aku sudah bekerja denganmu.  Tentu para pengikutku masih berada di dekatku. Jadi...”


Veronica mendekati saya dan tiba di depan saya yang sedang duduk ini. Lalu saya terkejut, dia tiba-tiba berlutut dan meletakan tangannya memukul tanah.


“Mulai sekarang aku adalah bawahanmu, bajingan kecil. Sampai aku mendapatkan jawaban yang aku cari, aku tidak akan membunuhmu.” dengan senyum sombong dia menyatakan.


Saya berpikir, apakah dia menghina saya atau dia sedang memberi penghormatan? Terkadang saya tidak mengerti sikap seorang pembunuh.


Tapi, karena dialah aku jadi bisa melihat sosok Gabriel dan mendapatkan berkah baru.


“Kalau begitu tolong kerja samanya, nona.”


Karena dia lebih tua dariku dan sepertinya umurnya tidak jauh dari Claude. Dalam usianya yang masih muda, dia bisa menjadi seorang pemimpin pembunuh sejati.


Apakah saya harus takut atau tidak, yah, selagi dia patuh saya tidak akan mempermasalahkannya.


Tapi, masalah lain muncul.


“Apa yang kau lakukan disini?!”


Musuh yang bisa menghentikan skill dari Veronica telah muncul.


***


“Apa yang kau lakukan disini?!”


Pada saat itu Yohan telah menghunuskan pedangnya dan bergegas ke arah Veronica lalu dia mengayunkan pedangnya dengan energi aura yang meledak.


“Menjauhlah dari adikku!”


Ini bukanlah skenario yang saya harapkan. Kenapa Yohan bisa ada sini, saya yakin tadi dia sedang tidur, karena itu saya mengendap keluar untuk mencari udara segar.


“Tunggu, Hyung, turunkan pedangmu.”


Usaha saya mencoba menenangkan Yohan kali ini gagal. Dia tidak mendengar, melainkan dia berteriak pada saya.


Gelombang energi yang luar biasa meraung keras di seluruh tubuh Yohan, pedang bereaksi dengan itu dan mengeluarkan dengingan yang memekikan telinga. Raut wajahnya benar-benar seperti hewan buas.


Dengan satu ayunan kuat dan dari skill [King of Light] tebasan cahaya di tembakan dan terbang ke Veronica.


Kekuatan yang sangat besar sedang dikerahkan oleh Yohan, seperti dia benar-benar ingin membunuhnya. Itu terlihat akan cukup untuk menghancurkan musuhnya.


Tapi, Veronica tidak bergeming, dia terlihat sangat tenang ketika serangan terbang ke arahnya. Tidak, dia cukup tahu tentang serangan itu karena dia pernah melihatnya. Apakah karena itu dia tidak menghindar?


Tidak, detik itu juga serangan cahaya besar milik Yohan, hanya menembus melewati tubuh Veronica layaknya Veronica adalah sebuah proyeksi hologram.


Tanpa melihat bisa dibayangkan bagaimana raut wajah Yohan berikutnya. Tapi, tidak dengan saya. Saya juga terkejut, alasannya mengapa bisa begitu?!


Dan pesan dikepala saya menjelaskan asal usul kemustahilan itu.


[Skill ‘Phantom Fantasy (M)’ telah diaktifkan!]


Karena saya dan Veronica telah terikat saya jadi tahu apa skill yang digunakannya. Tapi, bukankah skillnya waktu itu tidak...


[Menjawab. Status Veronica Vrada ketika menjadi bagian Prophet telah ditingkatkan. Dan seluruh atribut dari kemampuannya telah bangkit dan berevolusi.]


Hei, hei, monitor, apakah kamu melakukan itu tanpa sepengetahuanku?


[Izin telah diberikan.]


Ah, sial! Jadi waktu itu adalah proses untuk hal semacam ini. Tapi, aku tidak tahu jika skillnya juga akan terlibat. Berkah sepertinya telah menjadi keuntungan Veronica.


“Hei, kemana kau menyerang?” Veronica yang menjadi satu dengan udara berbisik di belakang Yohan.


“Geh!” dengan itu juga Yohan menebas dan melancarkan auranya. Tapi, dia hanya menyerang udara kosong.


Kemampuan Veronica [Phantom Fantasy] membuatnya bisa berbaur dengan sekitarnya dan bergerak bebas dalam jarak radius tertentu dari targetnya. Mobilitasnya sebagai shadow meningkat drastis dan itu menguntungkannya. Bahkan, baginya berjalan seperti udara adalah hal termudah yang dia lakukan.


Sekarang Yohan tidak bisa menyadari dimana keberadaan Veronica yang sebenarnya. Dan jika dia muncul, Yohan hanya menebas sebuah proyeksi hologram layaknya ilusi semata.


Berkali-kali Yohan menemukan Veronica disaat itu juga dia hanya menyerang ilusi yang berkabut. Yohan mulai kewalahan setelah pertarungan seolah dia sedang melawan seorang hantu tanpa bisa mengenai serangannya.


“Sial! Kau pengecut!”


“Heh, menyebutku pengecut. Sendirinya main menebas saja, menurutmu siapa yang tidak akan kabur.” suara-suara Veronica samar-samar menyatu dengan alam.


Dengan instingnya yang tajam Yohan berusaha mempelajari sekitarnya, mulai dari hawa keberadaan, suhu, tingkat kecepatan udara, dan arah angin tertentu. Setelah dia bisa mendengar gerakan aneh di dekatnya, dengan tajam pedang miliknya meraung kacau dan meledakkan tempatnya berdiri.


Veronica muncul tanpa luka sedikitpun dan tetap dengan wajah datar dan santai, raut wajah sombong itu membuat Yohan mengerang.


Saya masih menatap pertarungan dengan sedikit tidak tertarik dan berkata dengan helaan.


“Hyung tolong berhentilah dulu...”


“Al! Kenapa kamu masih disini!?”


“Karena Hyung berkelahi, bagaimana jika kamu terluka.”


“Al, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku dan pergilah, aku akan membunuh gadis ini.”


Bagaimana ini, ini sedikit mulai membuat situasi bertambah tidak pada jalannya. Saya tahu tujuan Veronica kenapa dia memilih menggunakan kemampuan [Phantom Fantasy] daripada kemampuan lainnya. Dia tidak berniat melawan Yohan karena tahu jika dia berurusan dengan Yohan maka hubungannya dengan saya juga akan semakin sulit.


Yohan adalah saudara saya, Veronica tidak bisa bertindak gegabah dan membuat saya sampai turun tangan.


“Hyung tenanglah. Jika kamu membunuhnya itu akan menjadi masalah untukku.”


Pupil Yohan berputar ke arah saya dengan tajam. “Mengapa?” dan nada bicaranya sedikit kelam.


“Dia sama sepertimu dan senior Heros. Dia pengikutku sekarang. Aku tidak bisa membiarkanmu membunuhnya karena itu akan berpengaruh juga padaku.”


“Kenapa kamu lakukan itu?!”


Yohan benar-benar kehilangan kendali dirinya. Dia tidak tenang dan cukup diliputi perasaan emosi. Yah, saya tahu mengapa dia begitu.


Lalu Veronica muncul dengan kabut lembut dan berdiri di belakangku.


“Karena dia adalah bayanganku sekarang.”


Pupil Yohan mengecil dan bergetar hebat. Dia tidak paham mengapa demikian keputusan berat itu telah terjadi. Memandang antara adiknya dan musuh yang hendak membunuh adiknya, bagaimana dia harus bereaksi terhadap ini. Dia sulit mencernanya, atau bahkan fakta ini tidak seharusnya bisa diterima.


“Apa dia mencuci otakmu, Al?”


Saat itu juga ekspresi saya terdistorsi, “Apa?”


“Aku dengar dari Heros, jika semua shadow mampu melakukan tindakan seperti itu. Dan dia adalah ahli dalam bidang manipulasi dan ilusi, jadi ada kemungkinan itu terjadi. Katakanlah Al?”


“....”


Apa yang dia katakan? Saya? dimanipulasi...


Gugugugu!!


“Hyung, apa kamu meremehkan kekuatanku?!”


Badai petir, percikan api bergelombang, dan rantai cahaya menari-nari di sekitar saya, menyelimuti dengan begitu ganasnya. Hingga Veronica sendiri melompat menjauh dari saya. Semua skill milik saya berontak dalam keinginan saya.


[‘Monarch of Diligent’ menatap anda!]


[‘Master Faithful’ menatap anda!]


[‘Guardian of Charity’ menatap anda!]


Semua itu hanya di tunjukkan kepada Yohan semata.