
“Tidak! Aku ingin pergi!”
Orang-orang yang berteriak ketakutan melihat iblis dan monster di depan mereka berontak ingin melarikan diri dari tempat ini dan ada juga yang telah pingsan dengan mulut berbusa.
Namun tidak ada yang bisa kabur dari tempat ini.
Itu karena tepat seperti apa yang dikatakan Heros, kami telah dipaksakan untuk berada disini, itu artinya kami terperangkap di dungeon ini tanpa bisa tahu jalan keluarnya. Mereka tidak bisa mundur dan lari karena ada dinding hitam tepat di belakang kami.
Kami semakin jatuh dan jatuh ke dasar jurang keterpurukan. Meski mereka ingin menggedor dinding itu dengan segenap tinju mereka, sama sekali tidak berguna.
“A-apa yang harus kita lakukan?”
Yohan bergumam. Dia sendiri telah seperti kehilangan harapan tepat pada bola matanya, dagunya naik turun dan keringat dingin mengalir. Dia tidak bisa tenang.
Saya mengambil alih dirinya dan menepuk pundaknya. “Hyung tolong tenanglah!”
Itu tidak berarti sama sekali. Yohan mencoba tenang namun dia sudah kehilangan itu dan wajahnya memucat seperti yang lain. Melihat ribuan monster atau mungkin lebih di depan kami, itu sudah cukup membuat kami hancur secara mental.
Tidak ada cara lain. Saya mencoba berbicara pada juru pikir saya dalam kepala saya.
‘Monitor apakah ada jalan keluar yang mungkin ada disini?’
[Memindai lokasi.... Tidak ada. Wilayah telah dikurung dengan dinding pilar gelap.]
Sial. Jika kami terjebak disini maka tidak ada cara selain harus bertarung dan berusaha bertahan hidup. Kami di jebak dan disandera di tempat ini, menunggu bantuan juga tidak mungkin terjadi.
‘Monitor apa penyebab perpindahan ini? Maksudku, apa mata yang menyeramkan itu?’
[Itu adalah item. Item yang tidak bisa dihitung tingkatannya karena itu milik bangsa iblis. Item itu ada di tempat di sekitar Gereja.]
‘Apa?! Itu artinya ada iblis di antara penghuni Gereja!’
[Tidak. Tidak ada tanda-tanda dari iblis. Melainkan hanya item saja.]
Begitu... Apakah mungkin itu yang telah saya rasakan selama ini tepat sebelum saya masuk ke dalam Gereja. Aura gelap yang tidak mengenakan dan juga sesuatu yang samar-samar membuat merinding.
Jadi selama ini ada sebuah item di tempat yang tidak terduga dan lagi tempat yang selama ini saya singgahi.
Jika tidak ada ras iblis diantara penghuni. Itu artinya hanya ada satu...
Saya menggertakan gigi dengan keras. Saya segera melihat keadaan di depan lagi dan menggelengkan kepala. Ini bukan waktunya memikirkan itu dulu, sekarang adalah masalah ini.
Pupil saya bergerak secara tidak normal dan berusaha mencari celah atau mungkin kelemahan dengan Appraisal. Namun, Appraisal memerah, pandangan saya seperti sistem eror yang rusak karena tidak bisa menemukan apapun.
Monster di depan kami adalah spesies mutan antara iblis dan monster.
Appraisal membuka informasi ringan tentang data nama mereka. Dan yang saya dapatkan hanya — [Flying Minion Demon], [Goliath Ogre], [Giant Goblin], [Crawling Head Wolf]...
Dan masih banyak lagi, yang saya konfirmasi adalah mereka dengan kelas terberat dan berbahaya. Jumlah mereka juga tidak normal. Saya bisa menghitung para sandera termasuk saya berjumlah setidaknya lebih dari seratus orang.
Sedangkan jumlah para monster....
[7.085].
Appraisal bergetar. Tidak, saya lah yang bergetar melihat jumlah itu. Semua perhitungan ini adalah mutlak dan tidak kurang ataupun lebih. Jika mau para monster itu bahkan bisa membentuk sebuah gunung.
Para monster meraung dan tidak sabar menunggu perintah dari komandan tempur mereka sampai air liur mereka menetes.
Saya melihat Yohan yang biasanya mengambil pintasan secara rasional tanpa menggunakan terlalu banyak emosi, sekarang tertelan ketakutannya sendiri.
Saya memukul keras punggungnya hingga terdengar suara tamparan yang bagus.
Yohan terkejut dan meraba punggungnya yang terasa terbakar.
“Hyung dengarkan, aku butuh bantuanmu, bisakah anda tenang.”
Yohan masih mengeluh masalah punggung terbakar.
“Apa yang bisa aku lakukan?”
“Bisakah kamu mengulur waktu.”
Yohan berpikir pelan dan cepat mendapatkan makna itu. “Maksudnya saya harus melawan monster itu?!” itu membuatnya semakin tidak percaya.
“Itu tidak mungkin! Bagaimana bisa aku melawan banyak...” Yohan menunjuk ke depan, yah tepatnya pada ribuan predator di depan. “Mustahil! Mustahil!” dan menggelengkan kuat kepalanya.
Saya membuang napas pada mulut saya. “Hyung, aku tahu itu hal yang mungkin sulit. Namun, hanya kamu yang bisa.”
“Tapi, tetap saja...”
“5 menit. Cukup ulur waktu selama itu. Dan jangan khawatir, aku akan membantu dari belakang. Selama aku hidup, Hyung tidak akan mati, aku berjanji.”
Yohan menggigit bibirnya sampai darah keluar. Dia mencoba menenangkan dirinya dengan mengatur pernapasan. Kesuraman wajahnya perlahan membaik dan kulitnya telah tidak sepucat sebelumnya. Bola matanya hidup dan harapan kembali padanya.
“Baiklah, akan aku usahakan yang terbaik.”
Saya mengangguk sebelum itu saya telah mengaktifkan skill saya terlebih dahulu untuk mengikuti dirinya dari belakang.
[‘Monarch of Diligent’ telah memberkati Prophetnya!]
Tubuh Yohan disinari cahaya cemerlang dan Yohan maju satu langkah dan semakin bergerak ke depan dengan mengeluarkan pedangnya. Seharusnya itu adalah pedang magang miliknya. Namun itu adalah kewajibannya karena disituasi seperti ini.
[Apakah kau kuat?]
Itu dipertanyakan. Di antara mereka dan di kubu kami siapa yang terkuat dan siapa yang akan maju. Seperti sebuah tantangan.
Yohan menjawab dengan penuh percaya diri. “Ya, aku terkuat.” dan dibuktikan dengan cepat olehnya.
[Skill ‘Sword Master Legendary (M)’ telah diaktifkan!]
Bilah pedang Yohan berkilauan dan statusnya segera dinaikkan ketingkat drastis dimana seluruh efek yang akan dia dapatkan bertambah berkali lipat. Bersamaan dengan berkah [Monarch of Diligent] kini saya bisa yakin bahkan Yohan bisa menahan mereka lebih dari 5 menit.
[Kekuatan ini...]
Iblis Sabnock dengan ringan menunjuk ke depan. Kemudian dari arah belakangnya monster itu muncul ketika menerima perintah darinya. Itu adalah monster iblis yang memiliki kemungkinan yang paling berbahaya.
[Goliath Ogre]. Monster bertubuh penuh otot, membawa kapak raksasa dan juga tangan kirinya menggunakan cakar besi. Dia maju ke depan tepat di hadapan Yohan.
Sepertinya iblis Sabnock ingin menguji kekuatan Yohan. Apakah dia layak menjadi sosok kuat yang dia maksud ataukah tidak.
Ukuran Goliath Ogre tiga kali lipat dari tubuh kecil Yohan. Bahkan dengan perbedaan ukuran, Yohan seperti tertindas sebelum memulai pertarungan.
“Makanan...”
Goliath Ogre mendengus dengan air liurnya menetes keluar. Dia dengan lambat mengangkat kapak besarnya ke atas, namun, ketika jatuh ke bawah itu menjadi cepat dan membuat Yohan terlambat merespon.
Blaar!
“Keuh!”
Yohan menahan kapak besar dengan punggung bilah yang tipis dan itu berhasil dihentikan sempurna. Dia merintih kesulitan menahan itu dengan segala yang dia punya bahkan jika dia tidak menggunakan skillnya dan berkah, maka pasti dia akan hancur dengan sekali serangan.
Goliath Ogre, meraung keras dan mengangkat kembali kapaknya.
Iblis Sabnock menyeringai sangat lebar dan menampakkan taringnya. Dia menikmati penderitaan Yohan.
Pertarungan berlanjut. Titik ini, Yohan memusatkan fokusnya pada lawannya. Yohan telah dikejutkan dengan fakta bahwa meskipun tubuh Goliath Ogre di depannya besar namun dampak dan akselerasi serangannya bisa sangat fleksibel.
“Makan... Makan...”
Jika dia kehilangan fokus dia akan tamat, dia menyadari itu.
[Skill ‘King of Light (M)’ telah diaktifkan!]
Bilah pedang Yohan memekik dan sinar memancar deras keluar dan semakin besar. Pancaran energinya luas ke atas dan gelombang kekuatan sihir meluap keluar drastis.
Goliath Ogre menyadari bahaya. Meskipun begitu, dia adalah monster yang hanya memikirkan memakan mangsanya saja. Sekali lagi dia mengangkat kapak ke atas dan kali ini dia menggunakan kedua tangannya.
Tubuh Goliath Ogre semakin menggembungkan ototnya. Sementara Yohan mengeluarkan darah pada mulutnya dan mengelapnya segera.
“Makaaan!”
Kemudian dia bergegas ke depan dan masuk pada celah area. Goliath Ogre menjatuhkan kapaknya dengan kedua tangannya, itu menjadi begitu cepat. Tetapi, Yohan adalah cahaya.
“Aku adalah cahaya, bajingan!!”
Bukan monster, bukan juga kubu manusia. Melainkan semuanya. Tidak bisa mengikuti kecepatan Yohan dengan hanya berkedip.
Srarararat!!
Yohan menebas ke samping dengan pijar yang berkilauan tepat pada bagian perut Goliath Ogre. Gesekkan panas melelehkan organ dalam Goliath Ogre dan membelahnya menjadi dua. Pekikan luar biasa meraung dan meledakkan sekitar area pertarungan mereka.
Debu tanah telah menghilang dan menampakkan bagian pertarungan. Yohan masih berdiri namun dia terengah-engah. Tapi, kemenangan berpihak padanya.
Yohan menyeringai dengan bernapas berat. Kemudian dia menegakkan tubuhnya kembali dan mengayunkan pedang ke depan.
Itu bukan untuk menyerang melainkan menunjuk ke depan.
Dia melihat ke depan ribuan monster dan juga matanya yang penuh ketajaman dan ekspresi agresifnya. Dia kembali menjadi Yohan si pemburu.
Yohan melirik ke arah iblis Sabnock dan membuka mulutnya.
“Huft... Selanjutnya.”
Seolah dia mengejek kepada seluruh musuh yang ada di depannya. Meskipun dia telah kehilangan stamina dan tubuhnya masih berdampak berat dengan darah pada mulutnya. Dia tidak kehilangan mobilitasnya sama sekali.
Iblis Sabnock menatap tajam dan gigi-giginya berderit keras. Ekspresinya terdistorsi.
[‘High Demon Commander, Sabnock’ menatap anda penuh kemarahan!]
Percikan badai menyerang Yohan dengan pancaran gelombang mental.
Tetapi, Yohan tidak terpengaruh dengan gelombang yang menyerangnya secara mental tersebut.
Sebab...
[‘Monarch of Diligent’ menahan serangan mental anda!]
... Sebab sejak awal ada penyokong di belakang punggungnya.