
“Kemarilah bajingan!”
Heros berteriak, energi sihir yang begitu gelap dan mencekam menguasainya dan bilah pedangnya telah memenggal kepala Goliath Ogre yang menyerbu Yohan. Hanya dalam beberapa detik saja dia bisa menumbangkan mereka. Yohan terperangah menatap keadaan ini.
Yohan lega karena bantuan telah tiba. Namun tidak disangka jika bantuan itu adalah orang gila yang sekarang membunuh para monster yang maju tanpa ampun. Meskipun skill mereka berbeda, jelas bisa dirasakan bahwa atribut mereka berlawanan.
Dalam tubuh Yohan ada sesuatu yang membuatnya panas saat merasakan kekuatan sihir milik Heros. Seperti melihat mangsa...
Yohan menggelengkan kepalanya dan menyadarkan delusi tersebut.
Meski mereka berbeda atribut mereka adalah rekan. Bisa dibilang begitu. Yohan diam-diam memperhatikan medan pertarungan brutal.
Skill [Sword Master Legendary] miliknya adalah skill bela diri tinggi yang mana mencapai tahap akhir dan sempurna ilmu berpedang tersebut. Namun, mengapa terlihat Heros lebih berbakat menggunakan pedang daripada dirinya.
Heros dan Yohan hanya terlambat kurang lebih setahun dan seperti nama skill itu seharusnya Yohan unggul. Tetapi tidak begitu Heros muncul dan membangkitkan potensinya.
Tatapan Yohan turun dan dia bergumam. “Dia lebih cocok jadi master barbarian daripada master pedang.”
“Hei, apakah kau akan membiarkanku melawan mereka sendirian?”
“Aku pikir kau bersenang-senang karena itu aku tidak mengganggu.”
Heros merengutkan keningnya dan mengutuk pelan, “Jika saja kau bukan Hyung dari Alvius maka akan aku—!”
Serangan datang berikutnya dan mengganggu kalimat Heros. Bilah pedang Heros mengumpulkan energi eter gelap dan menembakkannya ke arah monster sialan yang mengganggunya dan meledakkannya.
“Wow, kau benar-benar gila.”
Ada senyum tidak ramah di antara mereka. Dan mereka berdua diam-diam mengutuk satu sama lain dalam pikiran mereka.
“Haha, terima kasih pujiannya walau aku tidak butuh.”
“Perhatikan jalanmu jika tidak ingin hancur.”
Mereka melanjutkan obrolan kejam mereka sembari menghancurkan monster yang menghalangi jalan mereka untuk saling menatap tajam tanda permusuhan.
Iblis Sabnock bingung dengan situasi itu. Mereka terlihat kesulitan namun juga terlihat tidak kesulitan. Iblis Sabnock sama sekali tidak mengerti itu dan tetap terus menyuruh pasukannya maju melawan dua orang bodoh itu.
Kemudian dari jauh sesuatu menatap kedua orang bodoh ini yang sedang berdebat.
[‘Monarch of Diligent’ menatap tajam anda!]
[‘Master Faithful’ mengawasi anda!]
Tatapan itu lebih membunuh daripada monster di hadapan mereka. Tubuh mereka tersentak dan mereka tidak berani untuk melihat ke belakang dan terus melanjutkan perfoma stabil serangan mereka.
Monster iblis di depan zona semakin bertambah setiap detik mereka menghancurkan monster. Iblis Sabnock tidak hanya mengerahkan Goliath ogre lagi. Yang maju sekarang adalah [Giant Goblin] dan [Crawling Head Wolf] untuk jarak dekat. Sementara yang dari tadi menembak Heros dengan serangan sihir adalah [Flying Minion Demon].
Heros kewalahan menahan tembakan dari [Flying Minion Demon] mengeluh keras.
“Bajingan seberapa banyak mereka!?”
“Mereka semakin bertambah setiap detik. Jika bukan karena berkah dari Alvius maka aku sudah mati. Penyembuhanku tidak secepat dan instan namun aku harus bertahan.”
“Kau harus berpikir bahwa ini adalah satu-satunya jalan keluar bukan.”
“Kekuatan sihirku juga ada batasnya jika seperti ini antara aku atau Alvius yang kelelahan.”
Heros sadar bahwa selama ini dia juga menerima berkah itu. Dia tidak bisa berlama-lama dan menguras energi miliknya dan juga Alvius tanpa sadar.
Sementara Yohan terus menahan serangan [Giant Goblin] dengan pedang tumpul baja mereka dan tetap saja ini sulit bagaikan melawan [Goliath Ogre] namun kali ini ukurannya sedikit condong lebih gemuk. Lalu ada [Crawling Head Wolf] dengan cakar mereka diam-diam memasuki celah pandangnya.
Menghindar dan menyerang secara bersamaan adalah hal sulit walaupun dia adalah pemburu handal.
[Skill ‘King of Light (M)’ telah diaktifkan!]
Sekali lagi teror cahaya meraung dengan pancaran kuat dan menghancurkan segerombol monster di depannya dan membakar habis tubuh bagian atas mereka.
Krack!
Yohan melihat ke arah pedangnya. Pedang ini adalah senjata terakhirnya dan sekarang ini retak dan hampir pecah. Dia menggigit bibirnya dan memikirkan cara lain. Tapi apa?
Menggunakan [King of Light] memakan banyak kekuatan sihir dan jika dia mengeluarkan itu sekali lagi, dia yakin akan ambruk dalam kisaran detik itu juga.
Tidak hanya itu. Bahkan tanpa melihat ke belakang Yohan tahu. Bahwa Alvius sedang berjuang menyuntikkan energinya kepada dirinya agar dia bisa bertahan.
Tanpa Alvius dia tidak akan sejauh ini dalam bertahan. Dan waktu yang dikatakan sudah lebih dari sepuluh menit. Apa dia harus mundur?
Pedang miliknya memekik keras.
Yohan memilih maju dan sekali lagi cahaya memancar pada bilah yang retak itu dan membunuh lebih banyak lagi monster di depannya.
Heros dengan kabut hitamnya terus menghindar dan melayang di udara untuk menjatuhkan [Flying Minion Demon] yang menembakinya dengan tombak sihir yang menyakitkan. Dampak serangan sihir lebih besar dari serangan fisik, jadi lawannya cocok untuk dia yang memiliki pasif untuk terbang dengan aura kabutnya.
Namun itu tidak lama dan hanya beberapa detik saja, dia harus jatuh dan kemudian terbang lagi. Ini antara dia melawan dan bertahan di dua tempat antara udara dan darat.
Dan ketika dia melakukan itu, dia terlihat seperti kangguru.
“Mati bajingan!”
[Skill ‘Predator of Curse (L)’ telah diaktifkan!]
Pedangnya berayun-ayun dengan ganas dan membantai makhluk udara itu dengan cepat. Tubuh Heros dipenuhi darah hitam yang menyelimutinya. Kemudian dia menghentakkan pedangnya ke tanah dan kembali bergegas menyokong Yohan dari serangan udara.
“Berapa lama kau bisa bertahan?”
“Aku rasa tidak lama lagi pedangku akan hancur.”
“Aku akan membantumu dari pertarungan udara bunuh mereka sebanyak yang kamu bisa kemudian mundurlah begitu pedangmu hancur.”
“Apa kau gila?! Anda tidak lihat meskipun kita membantai dan terus membunuh mereka tidak ada habisnya. Dan lagi aku tidak yakin jika jumlah mereka berkurang setelah kita membunuh mereka.”
“...Aku tahu, namun bagaimana jika kau dan aku gagal. Kalau seperti itu pertahanan belakang akan tertembus dan semua orang akan mati.”
Itu benar. Tanpa bisa dibayangkan jika mereka gagal maka harapan semua orang akan pudar juga. Dan lagi Alvius juga berada di belakang, jika Yohan berhenti dan mundur lalu menyerahkan itu kepada Heros sendirian. Maka hancur sudah harapan mereka bahkan sebelum melawan iblis yang menaiki Bicorn.
“Apakah tidak ada ide?”
“Skill milikku [Predator of Curse] membunuh para monster dan mengubah energi gelap mereka menjadi milikku, namun hanya itu. Seperti aku mengembalikan kekuatan mereka menjadi dua kali lipatnya. aku memiliki kartu joker di dalam Skillku. Sekarang aku bisa mengaktifkannya.”
[Skill ‘Darkness Festival (L)’ telah diaktifkan!]
Namun, segera dengan suara denging di dalam kepala Heros. Pesan berikutnya muncul padanya.
[Aktivasi Skill dibatalkan secara paksa anda tidak bisa menggunakan Skill ‘Darkness Festival (L)’]
Rantai telah mengikat skill itu sementara.
‘Alvius kenapa!?’
[‘Master Faithful’ melarang anda menggunakan Skill itu!]
Harapan satu-satunya dan jalan keluar yang bisa dia pikirkan akan menyelamatkan mereka semua telah dihentikan secara paksa bahkan sebelum dia bisa betindak lanjut.
Heros dan Yohan di paksa untuk melanjutkan ini tanpa ada kartu joker di dalam rencana mereka. Segerombolan monster terus menerus datang dan bergegas memangsa mereka.
“Makan, makan, makan!”
[Crawling Head Wolf] diam-diam melewati monster lain dan menajamkan cakar mereka. Yohan yang menahan itu kewalahan dengan dorongan. Pedang dan cakar mereka bertabrakan dan menghasilkan percikan kembang api kecil.
Yohan terus menjaga dan menahannya dia melihat pada pedangnya yang perlahan berderit dan kemudian itu pecah menjadi beberapa bagian dan jatuh ke tanah. Mata Yohan melebar dan melihat bahwa cakar sudah ada di depan hidungnya.
“Awas!”
Swush!
Heros datang dengan keadaan payah dan masuk menepis cakar lalu memotong lengan [Crawling Head Wolf] menjadi dua.
“Mundurlah!”
“Aku tidak bisa meninggalkanmu bodoh!”
“Jika kau disini maka kita berdua akan dalam masalah!”
“Kenapa kau tidak mengaktifkan skill yang kau maksud tadi?!”
“Tidak bisa... Alvius tidak mengizinkanku menggunakannya.”
Kemudian Yohan menoleh ke belakang dan mencari Alvius. Dia tidak tahu apa namun dia harus mengirim perasaannya kepada satu-satunya orang yang bisa melakukan sesuatu kepada situasi ini. Namun, pesan-pesan miliknya telah ditolak dan dijawab seperti ini.
[‘Monarch of Diligent’ berkata untuk anda tidak ikut campur.]
[‘Monarch of Diligent’ tidak bisa menyetujui aktivasi skill tersebut.]
[‘Monarch of Diligent’ berkata... Itu berbahaya bagi Heros.]