The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 56: WANITA BAYANGAN (2)



“Tidak, itu tidak seperti yang kamu pikirkan.” jawab Cedric dengan wajah di penuhi suasana dingin.


Tidak seperti Cedric. Disini tidak hanya dia yang adalah seorang Wizard. Hanya menduga-duga ini, bahwa ada keganjilan yang tidak bisa dia rasakan namun diam-diam mengawasi.


Veronica membuka mulut dengan benar-benar berbeda dari biasanya.


“Tolong jangan khawatirkan apapun, orang yang membuat strategi ini adalah orang yang gila.”


Ketegangan di tubuh Cedric sedikit berkurang mendengar suara di penuhi antusias Veronica, ‘Apakah yang dia maksud adalah Pangeran?’


“Hanya karena ketakutan bukan berarti sesuatu sudah jatuh pada tempatnya. Cobalah sedikit memandang ke depan. Jika itu adalah akhir, maka berjuanglah sedikit lagi untuk mencapai akhir yang lebih baik daripada hanya menerimanya dengan memandanginya saja seperti orang bodoh.”


Veronica menyeringai bangga, “Setidaknya itu yang aku bisa simpulkan dari yang dikatakan orang gila itu.”


Lagi yang bisa dipikirkan Cedric adalah apakah Veronica benar-benar memanggil Pangeran Mahkota dengan sebutan itu?! Daripada memikirkan apa yang terjadi disini, Cedric memikirkan apa yang akan terjadi jika Pangeran mendengar kata-kata Veronica ini.


Sulit mengatakannya, Cedric hanya bisa merasakan kengerian tersebut.


Kemudian waktu tahap pertama telah di mulai. Saat kelompok Veronica benar-benar telah berkumpul.


“Semua sudah siap.” ujar wanita pengikut Veronica dengan membisikan itu di dekat telinganya.


“Kerja bagus.”


Kemudian Veronica melihat Cedric yang berdiri dengan ekspresi penuh dengan kemuraman. Benci mengatakan ini, tapi Veronica tidak terlalu menyukainya sejak pertama mereka bertemu, dan tipe seperti ini biasanya akan mati lebih dahulu di medan perang.


“Kalau begitu, kami akan berangkat terlebih dahulu.”


Cedric hanya diam. Veronica berjalan di dekat gerbang dungeon bersama 5 orang kelompoknya dan mengatakan pada kesatria yang bertanggung jawab untuk mengawasinya atas perintah dari Claude.


“Tahap pertama akan dimulai.”


Mendengar ini pria kesatria itu menanggukkan kepala dan berteriak kepada yang lain untuk bersiap-siap juga.


Lalu ‘Shoos!’ mereka masuk ke dalam portal gerbang dungeon dan memulai operasi rencana mereka.


Cedric hanya bisa melihat punggung ramping wanita itu berakhir di dalam dungeon dan masih tetap berpikir, apakah ini benar-benar akan baik-baik saja.


Karena mayoritas kelompok Veronica terdiri dari banyaknya wanita daripada pria.


Benar, kelompok Veronica sejak awal hanya berisi wanita bukan pria. Itu karena para pria telah ditugaskan di tempat dungeon tingkat-B+ muncul bersama dengan Edgar yang memimpin mereka.


Maksudnya, mengapa kelompok Veronica berisi wanita? Dan itu akan semakin membuat Cedric kepikiran tidak tenang mengkhawatirkan keselamatan para wanita. Kenapa Pangeran mengirim mereka?


Sedikit dia bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Veronica yang dia panggil ‘Orang gila’.


***


[Anda telah memasuki Dungeon Tingkat-A-.]


[Para monster waspada dengan keberadaan anda!]


Seperti yang dikatakan bajingan kecil, jika medan disini seperti di dalam perut gunung berapi.


“Pemimpin...”


Veronica mengangguk. Bersama dengan yang lain, dia melesat dengan kecepatan yang mustahil di capai orang normal.


Tugasnya adalah untuk membawa pulang bahan material. Bukan berarti dia tidak boleh untuk memastikan keadaan seperti yang telah direncanakan sejak awal. Jalanan yang di penuhi oleh tanah yang panas dan bisa dirasakan jika suhu di dalam dungeon, semakin dalam mereka masuk maka semakin panas.


Ya, itu benar. Semakin ke dalam maka semakin panas. Veronica merasakan dan mereka berhenti disana.


Cukup untuk bisa membuat mereka semua terkejut. Veronica terbelalak tidak percaya ketika melihat apa yang ada di bawah tebing ini.


“Itukah [Ten Tail Chimera]!”


Dan lagi...


“Pemimpin, ini mustahil...”


Apa yang dikatakan rekannya tidak lagi mustahil, melainkan luar biasa mengerikan.


Jumlah dari anak-anak [Ten Tail Chimera] yaitu [Moppet Chimera] setidaknya lebih dari 2.000, sampai memenuhi bawah jurang ini dengan cahaya api yang menyala layaknya obor di malam hari.


“Apakah jika kita membunuh induknya maka ini akan berakhir? Seperti yang dikatakan bajingan kecil padaku.”


Veronica bergumam sendiri dengan menggigit kuku jarinya.


Sepertinya tidak hanya tingkat kesulitannya tinggi, melainkan bahaya disini tidak lain adalah bencana itu sendiri. Lalu bagaimana jika benar terjadi Dungeon Break. Veronica mencoba tenang.


“Kita lakukan tugas kita dulu. Pakai cincin kalian.”


Rekan lainnya mengangguk dan mengeluarkan Kantong Dimensi dari dalam pakaian mereka dan mengambil sesuatu.


[Ring's of Heater Control].


Cincin dengan permata biru di atasnya. Jika mereka memakai itu maka jumlah kemungkinan panas yang mereka rasakan akan di konversikan menjadi suhu dingin agar mencapai kesesuaian yang bisa mengimbangi kinerja kelenjar suhu tubuh mereka.


Item itu hanya bisa bertahan selama 4-5 jam tergantung pada tingkat suhu yang diserap dan di konversikan.


Meski itu item yang telihat tidak berguna. Namun, Veronica menyeringai, Siapa sangka item murah bisa berguna.


Setelah memakai cincin itu segera mereka berpencar dan melakukan tugas seorang Penambang.


Veronica yang telah menemukan batu kristal kegelapan bergumam dengan kutukan.


“Sebenarnya pekerjaan apa ini sialan?!”


‘Hanya bajingan kecil itu yang bisa membuatku bekerja seperti seorang buruh gila!’


Dan memukuli tempat kristal itu tertanam dengan alat penambangnya.


Walau dia melakukannya seolah terpaksa dan dipenuhi dengan kemarahan, Veronica dengan sangat rajin memukuli tanah dengan senjata barunya itu. Ketika dia melakukannya seperti ada badai disekitarnya, sangat cepat bahkan terlihat seperti dia benar-benar penambang sejati.


Dan disirami dengan pesan-pesan pendapatannya.


[‘Blood Mineral Mithril’ telah di dapatkan!]


[‘Curse Crystal Adamantium’ telah di dapatkan!]


....


Sudah berapa lama dia melakukan tugas seorang penambang keras. Sampai Kantong Dimensi yang dia bawa telah penuh, dan rekannya yang bergegas ke arahnya telah mengangguk menyelesaikan tugas mereka.


“Sepertinya kita semua selesai tepat waktu.” ucap Veronica dengan senyuman licik. “Berapa lama lagi kita bisa bertahan?”


“Setidaknya sekitar 3 jam lagi.”


Veronica mengangguk, “Sepertinya kita harus segera pergi dari tempat ini.”


Lalu rekannya lain berbicara, “Para monster benar-benar terdiam, seperti mereka telah tertidur atau mungkin terhipnotis. Bahkan dengan keramaian yang kita lakukan mereka tidak bergerak. Padahal insting binatang buas seperti mereka adalah yang paling tajam.”


Itu benar, memang itu tidak salah dan anehnya terasa seolah dibuat-buat agar terlihat nyata.


Veronica memandang ke dalam jurang sekali lagi untuk melihat monster besar itu. Masih sama, yaitu terdiam. Dia tidak merasakan adanya hawa yang aneh atau apapun itu. Tetapi, apa ini? dia merasa ada yang tidak beres.


Tidak terlalu memikirkannya dan membulatkan keputusan, akhirnya mereka bergerak ke arah pintu keluar.