The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 30: PENGORBANAN SAINT



[Sebagai komandan dan High Demon, di alam kematian tidak ada yang kekal selain kegelapan.] Sabnock mengangkat pedangnya ke atas dan sekali lagi mengayunkannya dengan pancaran energi eter yang gila. [Manusia hanya akan hancur dan hancur ketika kekacauan melanda dunia mereka.]


Pedang Sabnock tanpa henti berusaha mendobrak dinding cahaya milik saya. Pancaran energi luar biasa terpental dari saya dan menuju tempat lain lalu energi itu meledak seperti ada ranjau di tempat itu.


[Itulah kekuatan Iblis. Iblis yang akan menguasai dunia ini. Dan hanya kami yang bisa bertingkah arogan. Manusia sepertimu, harus sadar akan tempatnya.]


Pancaran hitam yang pekat meledak pada pedang Sabnock dan sekali lagi ledakan besar itu menuju saya. Selanjutnya ledakan bagaikan nuklir menghancurkan segalanya. Ruang bergetar dan terdistorsi sangat serius. Jika ini bukan domain iblis biasa maka tempat ini telah hancur dan kehilangan pertahanan.


Bagi Sabnock pertarungan ini hanyalah adu kekuatan. Dia adalah maniak dari segala kekuatan. Sebagai High Demon harga diri tidaklah penting selama dia bisa mengalahkan semua musuhnya hanya dengan adu kekuatan saja dia bangga dengan itu. Karena dia adalah bawahan dari pemilik kekuatan sebenarnya.


[Matilah dan pergilah ke neraka manusia yang arogan. Surgamu tidaklah berguna disini.]


Kekuatan suci dan kegelapan adalah unsur yang saling bertabrakan satu sama lain. Seperti minyak dan air yang tidak pernah bisa menyatu. Begitu juga kedua kekuatan itu adalah Counter satu sama lain.


Kabut ledakan perlahan menghilang dan menuju ke langit-langit merah. Ledakan besar tadi menyebabkan tanah hancur dan membentuk kawah dan perlahan itu terbentang lurus. Tapi, Sabnock terkejut. Diantara kawah berdiameter ratusan hanya satu tempat, satu tanah yang telah dia pijak tidak tergores sama sekali ataupun runtuh.


Bagaikan kisah musa, yang mana gelombang laut tidak akan bisa menyentuhnya. Seseorang yang berdiri disitu berbicara.


"Haa! Kau terlalu banyak mengoceh bajingan!"


Bagaimana bisa seseorang bertahan dari serangan mematikan seperti itu. Ledakan eter sebelumnya bukan main dan bisa menghancurkan ruang dan sekitarnya. Tetapi, di hadapan orang ini yang bertransformasi layaknya malaikat, sama sekali tidak terpengaruh.


Sayap saya membentang luas dan tubuh saya perlahan terangkat di udara. Saya menatap Sabnock yang rendah di bawah saya.


"Apa yang dari tadi kau bicarakan sama sekali tidak aku pahami. Jika kau memang berniat membunuhku seperti ini bahkan tidak bisa menggoresku. Apakah kau serius yang terkuat?"


Menahan kekuatan Sabnock bukanlah masalah besar. Hanya ketika itu kekuatan suci saya seperti runtuh dan pada saat yang sama bergejolak beberapa kali untuk padam dan menyala kembali. Sekarang juga seperti itu, kegelapan miliknya terlalu kuat hingga kesucian saya gemetar.


Sepertinya transformasi saya tidak akan bertahan lebih lama lagi.


[Kenapa kau masih hidup?!] suara Sabnock sedikit bergetar. [Siapa kau sebenarnya? Aku yakin bahwa tidak ada Saint yang bisa bertahan dengan ledakan besar tadi. Namun, kau telah melawan hukum itu. Jika beliau tahu...]


Beliau?


"Siapa yang anda maksud?"


[---------!]


Apa? Apa yang baru saja dia katakan?


Ketika Sabnock membuka mulutnya suaranya menjadi aneh dan seperti terdistorsi dengan bahasa yang tidak jelas.


Dengan menggunakan [Gaze of Wisdom] bersamaan dengan Appraisal saya mendapatkan penglihatan yang tidak ada bandingannya. Dengan cepat seluruh data masuk melalui retina saya sampai pada memori kepala saya.


Jumlah para monster masih terlalu banyak, ini akan memakan waktu lama dan saya tidak tahu kapan akan berakhir kehilangan transformasi.


[Manusia... Takdirmu telah menjadi jelas.] pedang raksasa Sabnock seperti tanah liat dan berubah menjadi sebuah tombak raksasa. [Saat dimana umat manusia punah, itulah dimana keputusasaan paling mulia akan turun!]


Saat berikutnya Sabnock menciptakan tombak tak terhitung jumlahnya di udara dan menembak bagaikan hujan badai. Tombak raksasa hancur dan muncul beberapa kali ketika menembus pertahanan saya. Dan suara kebisingan kehancuran tombak menjadi irama mengerikan.


[Death Javelin!] tombak yang dia cengkeram mengeluarkan pancaran eter hitam pekat. Udara disekitarnya membuat badai besar dan percikan petir hitam menyelubungi langit gelap berdarah. [Terbunuhlah!]


Death Javelin dilempar kuat dan bergegas ke arah saya. Tombak yang bisa menghancurkan apapun yang dia lewati. Saya tidak yakin bisa menahannya dan tersentak. Saya menggertakan gigi dan mengeluarkan segalanya pada kedua tangan saya menahan serangan itu.


Kaboom!!


Ledakan luar biasa melebihi ledakan nuklir berhasil menimpa saya. Seandainya serangan ini dilakukan ketika saya di tanah, maka saya tidak menjamin gelombang ledakannya bisa mempertahankan pelindung yang di buat pangeran mahkota.


Kabut menyelubungi saya sirna dan saya yang menahan serangan itu terhuyung di udara. Sayap-sayap saya patah dan berdarah, dan sepertinya urat nadi saya meledak akibat menggunakan banyak sekali daya kekuatan hingga darah keluar dari sekujur tubuh saya.


Napas saya berat dan gelisah. Namun, saya tetap tersenyum pahit dan mengelap kuat darah di bibir saya. "Ck, Seandainya aku tidak menahannya aku akan mati sialan."


Sabnock menyeringai. Dia bangga karena serangannya sepertinya berdampak pada saya. Sekali lagi, jika dia sekali lagi melakukan serangan itu. Berikutnya pasti akan menjatuhkan burung tersebut.


Eter hitam berkumpul melalui pusaran di sekitar tangannya dan membuat tombak kembali.


"Bajingan dia sama sekali tidak memberi istirahat!" saya terkejap. Tidak bisa, saya tidak bisa menahannya lagi. Jika itu terjadi lagi transformasi saya lenyap.


[Apa anda akan menggunakannya?]


Saya tidak menjawab suara monitor yang masuk melalui transmisi. Sebenarnya saya tidak bisa memberi jawaban yang meyakinkan.


[Jika anda menggunakannya energi sihir anda akan terkuras.]


"Mari gunakan itu dan akhiri ini." saya membuat pernyataan seketika. Monitor tidak menjawab sepertinya dia tahu tugasnya dan memilih diam.


Benar. Sejak awal inilah yang akan saya lakukan setelah memancing keluar serangan besar Sabnock.


"Sepertinya kau salah perkiraan. Kau sejak awal tahu aku Saint dan menggiringku kesini. Tapi, yang paling tidak kau sadari adalah dimana aku tidak akan kalah."


[Ratusan tahun aku menjadi pejuang dan tidak pernah kalah.]


"Kalau begitu mari kita lihat, siapa yang akan hancur."


[...?]


"Ah, satu hal lagi. Sepertinya kau tidak tahu ini jadi aku akan memberitahu..."


[Skill 'Divine Sword Judgement (M)' telah diaktifkan!]


Saya mengangkat tangan kanan tinggi ke atas langit dan tubuh saya semakin tinggi ke langit. Saya menyeringai sesaat langit terbelah dan terbuka menjadi dua.


"...Manusia itu, lebih iblis dari iblis itu sendiri."


Selanjutnya. Bintang berkelipan di atas langit menyala dengan kilauan yang megah seperti ribuan lampu sorot panggung. Langit pun bergetar kuat. Terbelahnya langit memunculkan sesuatu mulai dari ujungnya yang sangat luar biasa besar. Itu adalah bilah dan semakin itu terjatuh ke bawah maka semakin besar ukurannya.


[Apa-apaan itu!?]


"Semesta ini, ada hanya untuk satu pedang saja."


Bintang yang bersinar telah jatuh seperti meteor cahaya dan meledak ke daratan tempat para monster berdiri.


[6.116.], [3.745], [1.224], [101] ... Angka monster berkurang drastis setiap kali Appraisal menilai.


Teriakan dan jeritan monster langsung menjadi senyap begitu bintang menerpa mereka dan menjadikan mereka abu dalam sekejap mata.


Dan terakhir. Saya menjatuhkan tangan kanan saya di hadapan Sabnock.


"Ini adalah kekuatan yang sebenarnya."


[Tidak mungkin. Beliau tidak mengatakan ada kekuatan seperti ini! Kenapa, kenapa! Manusia rendahan!]


Begitu Sabnock menarik Bicorn untuk mundur. Saat itulah dia terlambat bereaksi. Pasukannya habis, dia tidak bisa melarikan diri.


"Divine Judgement! Matilah!"


Detik berikutnya Sabnock merintih dan mengutuk tepat saat ujung bilah pedang cahaya raksasa telah mencapai di atas kepala Sabnock. Ledakan eksplosif luar biasa menghancurkan mencapai puncak angkasa.


Bintang-bintang jatuh bagaikan hujan bola cahaya yang indah. Pertanda bahwa pertempuran telah berakhir.


[Anda telah membunuh 'High Demon Commander, Sabnock'.]


[Pencapaian anda sebagai pembunuh iblis telah terdengar sampai telinga para bangsa iblis yang bersembunyi.]


[Para iblis mulai menunjukkan permusuhan kepada anda.]


Saya mengabaikan posisi pesan-pesan itu dan hanya memandang angkasa luas dipenuhi bintang berkilau. Saya memejamkan mata dan membuka lagi, ini adalah kenyataan.


Semua telah berakhir...


['Descendant of Diligent, Yohan Raven' melihat anda dengan air mata!]


['Chain of Obedient, Heros De Charita' menatap anda!]


Ada bintang lain di sana, di bawah yang sedang menatap saya. Saya senang tidak ada yang terluka.


[Aktivasi transformasi telah habis!]


Seluruh sayap saya menghilang dan saya kehilangan gravitasi. Pandangan saya perlahan menjadi kabur. Kemudian menjadi gelap.


[Anda kehabisan energi sihir! Tubuh anda dalam masa kritis!]


Maaf monitor. Tapi, saya serahkan sisanya pada anda.