
Menjadi misterius dan tidak bisa dimengerti adalah senjata yang tidak akan pernah ternilai harganya. Jadi perlu kehati-hatian yang optimal mempertahankannya.
“Kamu akan sedikit ketinggalan, saat pesta malam yang penuh gairah dilakukan di istana pada dua hari setelah keberangkatanmu.”
Itu adalah pesta yang benar-benar dinantikan olehnya, bukan saya. Tidak benar-benar tertarik dengan itu namun saya sedikit merasakan ketegangan dalam penantian itu.
Mendengar kabar Veronica akan kembali itu sudah cukup. Jadi dua hari lagi setelah membiarkannya istirahat saya akan bergerak ke tempat dwarf bersama si Dryad, July. Dan setelah kepergian saya pada liburan itu, diistana akan ada pesta untuk para bangsawan.
Kemudian, itulah bagiannya Claude, yang dia tunggu.
“Apakah ini karena yang aku minta darimu?”
“Jika jawabannya ‘Iya’ bagaimana?”
Dasar bajingan gila. Saya tidak bisa mengikuti arus permainannya dengan benar.
“Maka aku akan dianggap sebagai seorang traitor.”
“Tentu tidak. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”
Nampaknya Claude serius mengatakan itu. Hak istimewa akan diberikan kepada saya seperti saya adalah orang yang pantas menerimanya. Namun di masa depan itu akan sulit. Maka tentu saja saya tidak berpikir untuk tidak menerima perlakuan baik itu.
Claude tersenyum kepada saya dan melanjutkan seperti dia bangga sendiri.
“Aku melakukan ini karena kemauanku. Dan tentu saja berkat dorongan darimu aku jadi bersemangat. Bukankah itu kalimat yang tepat?”
“Ya, kita anggap begitu.”
Kemudian mata Claude menjadi sangat lebar dan pupilnya mengecil seperti ada api kecil yang menyala terang bagaikan pupilnya sendiri. Aura di sekitarnya membuat gelombang ringan mengaduk-aduk.
“Saat kamu pergi, jangan khawatirkan apapun. Dan begitu kamu kembali, ketenangan yang kamu harapkan akan terjadi. Ketika itu terjadi datanglah ke istana dan lihatlah apa yang bisa aku berikan padamu.”
“Baiklah.”
“Saat itu, bisakah aku meminta satu hal darimu Saint?”
“Apa?”
Ini adalah hal yang tidak terduga. Untuk pertama kali saya mendengar dia meminta sesuatu dari saya. Kemudian saya melanjutkan frasa yang belum tersampaikan.
“Apakah ini tentang perjanjian kita?”
“Tidak. Apakah itu sedikit mengganggumu?”
Tentu tidak. Banyak hal yang saya minta darinya jadi jika sedikit saja ada yang bisa saya lakukan untuknya maka artinya saya bisa mencicil setidaknya sedikit kebaikannya itu. Bahkan saya menjual kekayaannya sendiri ketika membeli anak anjing dijalan.
Saya rasa perlu menebus kebaikannya.
“Tidak. Katakan saja.” dengan tenangnya saya bisa mengatakannya seolah ini adalah yang seharusnya. Tetapi, saya tidak tahu apakah harus menyesal disini setelah mengatakan itu.
“Kamu akan menerimaku menjadi yang selanjutnya.”
Saya kaget melihat ke bawah. Layaknya ledakan bunga yang tiba-tiba tanpa memandang waktu. Dan seperti distorsi antar ruang menerjang kepala saya. Reaksi apa yang harus saya pasang untuk memandangnya. Mata saya bergejolak panas dan melebar dengan aura pemandangan yang begitu kelam.
“...Kamu tahu?!”
Pupil saya bergerak hanya untuk menemukan wajah Claude yang tersenyum licik seperti dia bereaksi dengan membaca pikiran saya berikutnya.
Tapi, tidak tunggu. Bagaimana dia mengetahuinya. Yang mengetahui potensi kekuatan saya hanyalah orang-orang yang telah menjadi pengikut saya dan tidak ada yang lain. Jadi bagaimana dia bisa...
Saya terkejap dalam sesaat begitu menyadarinya.
“Apakah kamu sudah sadar?”
Benar, sejak awal aneh jika dia tidak mengetahuinya. Saya tertawa pahit sejenak mengingat bagaimana dia bisa mengetahui itu semua, ada keringat dingin membasahi telapak tangan saya.
Lalu mengucapkannya dengan ragu.
“Waktu dungeon Sabnock... Dan ketika kamu berhadapan dengan Veronica setidaknya kamu tahu dan sadar, bahwa kamu tidak akan bisa mengalahkannya.”
Sejak dibangkitkan sebagai seorang Prophet untuk saya, kemampuan atribut Veronica meningkat pesat. Claude menyadari perbedaan kekuatannya hanya sekilas melihatnya.
Dan waktu dungeon Sabnock...
Dia melihat saya mengikat kutukan Heros dan membangkitkan potensi kekuatannya.
Sekarang masuk akal. Saya memegangi mulut saya seperti akan menampar bibir saya dan seringai pahit muncul.
“Kamu gila...”
Ada tawa kecil meskipun ucapan saya bisa dibilang hinaan baginya.
“Jadi kamu menyadarinya. Mengapa terlambat?”
Saya menghembuskan napas melawan ketegangan ini dan menghilangkan kegelisahan sesaat.
“Bukan karena aku terlambat. Aku berpikir kamu tidak akan mengetahuinya itu saja.”
Kemampuan saya yang membuka potensi [Holy Blessing Apostle] bukanlah sesuatu yang bisa digunakan kepada sembarang orang. Saya harus memilih di antara jutaan bahkan milyaran orang yang benar-benar bisa saya andalkan dan percaya.
Takdir akan ada di pundak orang itu yang potensinya saya buka.
Kamu tahu Gabriel dan Samael. Jadi ini adalah kekuatan untuk membangunkan potensi tersembunyi mereka dengan mengumpulkan pengikut dengan jumlah tertentu.
Tapi Claude bilang ingin...
“Jika aku bilang tidak bisa... Apakah kamu akan membunuhku?”
“....”
Sejenak tidak ada respon yang menentukan.
“Maka aku tidak akan memaksamu.”
Tidak, itu tidak berarti kamu akan berpikir saya benar-benar senang mendengar jawabannya. Ini antara apakah saya akan membayar hutang budi dengan tepat ketika saya tidak bisa benar-benar membayarnya karena alasan tertentu.
Pandangan saya teralihkan ke arah lain untuk bisa mencerna dan berpikir dengan baik.
Jika dia tahu tentang itu, apakah dia juga tahu apa tanggung jawabnya juga?
“Apakah tujuanmu hanya untuk kekuatan dan penguasaan agar ditakuti?”
“Aku tidak bisa menjawabnya.”
Kemudian itu terdiam di ruangan yang hanya ada kami berdua. Dari kapan ruangan kerjanya bisa menjadi senyap dan suram jika ada keheningan yang hampa.
“Maka aku juga tidak akan memberikan jawabannya.”
“Apakah kamu takut jika aku menggunakannya untuk kejahatan?”
Saya mendengus mendengarnya, ini nyata karena dia yang mengatakannya. Apakah selama ini dia tidak pernah melihat cermin? Rasanya cermin juga akan muak ketika melihatnya.
“Kamu memang jahat sejak awal.”
Claude tertawa dan tertawa seolah saya sedang menaikkan nada humor tinggi padanya. Tapi saya tidak membuat lelucon apapun, jadi saya diam dengan dingin dan datar.
Orang yang bahkan tidak melihat manusia sebagai manusia saat mereka tidak berguna. Hanya ada satu orang bukan.
“Baiklah aku akan menunggu jawaban darimu. Aku harap itu jawaban yang baik.”
“Walau begitu jangan terlalu berharap.”
Karena ini akan sulit untuk memutuskannya. Saya mengakui jika Claude kuat sebagai Wizard kelas atas. Tapi, masalahnya adalah keyakinannya dan ketulusannya.
Sejenak saya ingin memasang raut wajah jelek dengan menekan ekspresi saya.
‘Orang jahat tidak akan bisa dipercaya. Tapi yang dibicarakan adalah Claude. Itu tidak mudah.’
Jadi saya membuang pikiran itu dengan napas keluar dan bertingkah normal kembali.
“Jadi apakah kamu benar-benar tidak tahu kapan akan kembali?”
Pertanyaannya berganti menjadi topik hangat sebelumnya.
“Aku tidak bisa memprediksinya. Kemungkinan aku akan berusaha menyelesaikannya dengan cepat. Masalahnya adalah waktu disana. Aku dengar akan ada medan waktu yang berbeda disana.”
“Tapi walau begitu aku akan menunggumu. Jadi datanglah jika kamu sudah kembali.”
Maksudnya saya tidak boleh lama-lama disana dan harus segera pulang. Bajingan ini benar-benar diluar akal.
Di tempat dwarf saya tidak sedang bertamasya dan tidak tahu kapan akan selesai melakukan pekerjaan ini. July juga mengatakan jika disana dan disini waktunya sedikit berbeda. Seperti di dunia lama saya, dimana antara korea selatan dan negara bagian timur berbeda waktu.
“Akan aku usahakan.”
Untuk sesaat mari berikan jawaban seperti ini dan pura-pura tidak tahu lalu matikan pemberitahuan.
Saya akan di tendang dalam daftarnya jika tidak menjanjikan sesuatu yang pasti.
“Kamu akan melewatkannya. Meski kamu melewatkan acara utama, aku harap kamu hadir di acara penutup.”
Claude berjalan mendekat pada saya, sejak kapan dia bahkan berdiri? Dan ada dihadapan saya. Dia melanjutkan dengan nada yang terdengar kejam di telinga saya.
“Untuk memakaikan mahkota di kepalaku, aku ingin kamu yang melakukannya.”
Visi saya semakin dibuat penuh oleh wajahnya dan bayangannya memenuhi tubuh saya yang lebih kecil darinya.
“Aku tidak mau jika itu bukan kamu, jadi aku harap kamu tidak membuatku menunggu.”
Seolah saya seperti dimantrai oleh sesuatu jadi pandangan saya tidak berubah untuk tidak melihatnya. Keindahan dari visualnya memang menghipnotis.
“Saat kamu tiba, di aula pesta, darah akan mengalir dimana-mana dan tepat ketika kamu datang maka letakkan mahkota di atas kepalaku. Itulah rencananya.”
Semuanya telah diatur dengan baik bahkan tanpa sepengetahuan saya. Jadi ini unsur skema miliknya yang telah menjadi skenario sepenuhnya.
“Pesta pada malam itu. Jeritan para bangsawan akan menjadi musik utama di aula dansa.”
Benar. Pada saat itu, dia akan disebut sebagai, Claude La Zariel Harvellion, sang Raja Tirani.