The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 63: LADANG KEBUSUKAN (3)



“Pemimpin. Media teleportasi dikatakan akan segera siap.”


“Baiklah, sudah berapa hari kita ada disini?”


“Tiga hari sejak awal pemberangkatan.”


‘Tiga hari? Itu memakan waktu karena harus menunggu teleportasi siap kembali. Yah, tidak menyalahkan karena itu membutuhkan banyak sihir dan ketelitian penuh.’


Memuakkan untuk berpikir harus bertahan di tempat ini dengan tambahan satu hari.


Dungeon sudah diselesaikan dengan baik. Veronica berpikir untuk cepat kembali dan istirahat.


Kemudian rekannya berbicara.


“Aku rasa tim Edgar juga telah kembali.”


Bagus mendengar itu. Jadi Veronica tidak terlalu memikirkan banyak pekerjaan. Sekarang tinggal ini, untuk menunggu waktu teleportasi diaktifkan jadi dia dan lainnya akan pulang.


Berita mungkin sudah di sebarkan bahwa bahkan di dungeon raid kali ini tidak memakan korban.


Lalu waktu berlalu sekitar satu jam dan teleportasi membawa semua orang pergi. Dengan pahit Veronica memikirkan ini untuk dirinya sendiri.


Akhirnya aku bisa kembali dari neraka ke neraka lagi.


***


Ketika saya kembali ke Gereja setelah melakukan kegiatan amal. Saya langsung membaringkan tubuh saya di ranjang yang empuk. Saya berkata pada Yohan untuk tidak mengganggu waktu saya tidur saat itu dan benar tidak ada yang mengganggu saya.


Daripada itu disisi saya ada anak anjing yang tertidur jadi itu masihlah aman.


Kemudian malam yang hampir tengah malam, Yohan membangunkan saya.


"Al, bangun."


Pelan saya membuka kelopak mata yang terasa berat ini, saya berkedip beberapa kali untuk menjernihkan tampilan yang buram dan mengangkat tubuh ke atas.


"Ada apa Hyung?"


Yohan yang menatap saya dengan pandangan cemas ada di depan saya.


"Kamu belum makan apa-apa sejak tadi setidaknya makan ini dulu dan minum susu hangat. Setelah itu tidur lagi, hm..."


Ah, benar. Saya tiba tanpa melakukan apapun dan langsung terbaring dan tertidur. Bahkan pakaian saya... Bodohnya tidak menggantinya dengan pakaian tidur.


Saya menerima piring yang di atasnya ada roti isi dua irisan dan Yohan meletakkan susu hangat di atas meja. Saya memakan roti itu dan mengunyahnya malas, kesadaran saya belum benar-benar pulih.


Roti yang dibawa oleh Yohan memang enak namun entah kenapa memakannya setelah bangun rasanya sedikit hambar.


Sementara saya mengunyah layaknya tupai, Yohan berbicara.


"Ini ada surat dari tuan Theo, dia bilang untuk memberikannya padamu saat bangun."


"Hmm... Oh..."


Meletakkan piring di atas ranjang dan menerima surat yang diberikan Yohan.


Kenapa Paladin Theo memberikannya sekarang? Memangnya apa yang penting?


"Kamu, terlibat dengan hal yang tidak perlu lagi, bukan?"


Hm? Kenapa dia bilang begitu.


Mengesampingkan alasan itu ada baiknya saya melihat isi laporan dari Paladin Theo sebagai ganti apa yang dimaksud Yohan, sepertinya saya mengerti.


Langsung pada saat itu tatapan saya menjadi benar-benar jenuh dan dingin. Mengapa ketika bangun saya harus menerima informasi ini? Itu membuat saya sangat kesal.


"Ini bukan sesuatu dimana aku terlibat Hyung. Hanya saja aku ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."


"Ya, ya, aku mengerti. Ini tidak seperti kamu baru saja melakukan hal-hal aneh. Aku jadi terbiasa."


Sepertinya dia pasrah hanya dengan itu. Ya, jika dia tidak terbiasa maka jantungnya tidak akan kuat jika nanti aku terlibat dengan hal gila lainnya.


Di dalam laporan yang diberikan Paladin Theo saya bisa menduganya. Setidaknya ini seperti apa yang saya bayangkan ketika bagaimana saya menemukan anak anjing ini dengan luka di tubuhnya.


"Lalu bagaimana kamu akan menangani itu?"


Terlibat dengan masalah rumit seperti ini bukanlah keterampilan asli saya. Ingin menghindari ini sebaik mungkin, namun tentu itu tidak mudah.


Nyatanya ini adalah hal yang berkaitan dengan bangsawan lagi.


"Mengapa aku harus campur tangan. Ada orang yang lebih sesuai untuk melakukan pekerjaan ini daripada aku."


"Jangan bilang..."


Sedikit lemas untuk mengatakannya dan memegang leher saya. Apa yang dipikirkan Yohan adalah benar, dia adalah pria yang cepat tanggap dan mudah berspekulasi.


Hampir sama dengan Heros. Bedanya, Heros akan melakukan segala cara dalam menangani spekulasi. Jadi, Rasionalnya sedikit perlu dibicarakan.


"Ya, benar. Pangeran Mahkota."


"Tapi apakah dia akan benar-benar melakukannya? Maksudku dia tidak akan tertarik dengan urusan ini."


"Mhm, memang benar dia tidak akan tertarik. Tapi beda cerita jika aku yang mengatakannya."


Karena kita punya kontrak.


Ini tidak seperti saya akan memanipulasinya. Bisa anda ketahui jika Claude bukan tipe yang mudah tertipu. Sesekali secara natural hubungan kami sedikit timbal balik dan menurutnya itu akan menguntungkan untuk dirinya juga.


Tidak perlu di permasalahkan jika tujuan kami berdua sama.


Saya tidak bisa tinggal diam untuk masalah satu ini, karena ada sesuatu yang saya janjikan pada anak itu.


"Jadi tidak perlu khawatir Hyung, masalah ini adalah sub-masalah dari sekian banyak masalah."


Saya Sedikit terkekeh saat mengatakan itu, Yohan menjatuhkan ekspresinya dan menghela napas menyerah. Kemudian saya melanjutkan makan saya dan kembali tidur.


Masalah utama akan dimulai besok.


***


Upaya mereka seperti tidak akan berjalan dengan baik. Tapi setidaknya rencana mereka masih tetap berjalan.


Alasannya adalah ada sedikit permasalahan dengan keterlibatan Saint, jadi mereka menunda sedikit waktu untuk menjalankan pekerjaan mereka.


Para pengurus panti asuhan berkumpul di satu tempat yang sama pada malam hari. Dari mereka yang berbeda tempat rela untuk datang di tempat yang sedikit jauh dari distrik asli mereka.


Dan itu tetap berguna untuk dilakukan mereka.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Bukankah kita akan tetap menjalankan rencananya."


"Ya, itu benar. Tapi ketika Saint terakhir kali datang di tempat kami, dia berkata akan berkunjung cepat atau lambat untuk menjenguk kondisi anak-anak."


Ketika itulah mereka benar-benar panik dan kehilangan arah bagaimana untuk melanjutkannya. Secara kooperatif mereka bekerja sama untuk keuntungan masing-masing tapi jika ada masalah terkadang ada seseorang yang...


"Sebaiknya kita gunakan anak yang lainnya saja kalau begitu."


"Apa?!"


"Apa kau gila?!"


"Kita tidak punya pilihan lain bukan."


"Meski begitu, menggunakan anak lain akan sedikit memicu kericuhan. Itu sedikit beresiko. Hanya anak-anak yang sakit itulah yang bisa kita gunakan."


Hanya saja itu tidak terlalu berimbas pada pengurus panti yang menjaga panti asuhan di distrik selatan. Dia dengan datar hanya membalas mereka seolah tidak peduli.


"Kau mengatakan itu karena kau tidak akan terjerumus juga bajingan. Meski begitu apakah kau tidak takut jika pihak istana akan mengetahuinya."


"Ya, aku dengar Saint bertemu dengan Pangeran Mahkota akhir-akhir ini. Bukankah bisa menggambarkan mereka sedikit akrab. Jika Saint mengetahui ini ketika melihat anak-anak tidak ada, dia pasti akan melaporkan itu pada Pangeran. Setidaknya kita harus menunda ini terlebih dulu."


Pengurus panti yang lain hanya terdiam dan mulai berpikir bahwa itu masuk akal.


Bisa dipungkiri jika sampai masalah ini terdengar di telinga mereka maka tidak hanya rencana mereka. Tetapi, nyawa mereka yang akan melayang.


Pengurus panti distrik selatan yang memberi perlawanan ketat menghela napas tidak puas. Tapi dia setuju dengan itu.


"Baiklah, kita tunda masalah ini sampai Saint selesai datang berkunjung. Setelah itu, kita langsung lanjutkan rencana kita."


Semua pengurus mengangguk setuju. Seolah mereka berkumpul disini sebagai gabungan organisasi gelap di satu tempat dan di ruangan yang sepi. Semua orang hanya memakai tudung panjang dan memiliki seringai licik yang sama.


"Berapa banyak kali ini yang akan kita dapatkan?"


"Lebih banyak dari yang kau pikirkan."


"Kehehe... Setidaknya anak-anak itu bermanfaat, ketika kita menjual mereka untuk bahan eksperimen."