The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 47: BUKAN OLEH SIAPAPUN



“Apakah ada alasan tertentu kamu menginginkan hal itu?”


Dengan tegas saya mengatakan, menjadi sebuah wakil tidaklah seperti yang akan kamu bayangkan.


Tidak terpikirkan jika pada akhirnya harus dilakukan pada makhluk yang jauh lebih hebat.


Dryad yang saya lihat memiliki penampilan sesuai namanya yaitu The Oldest Princess. Menjadikannya wakil prophet akan menguntungkan. Tapi, saya tidak bermain-main dengan sosok yang lebih mengenal dunia ini daripada saya.


Artinya, Dryad ini lebih berbahaya.


Saya hampir tidak yakin dan tidak bisa berkhayal bagaimana itu akan berakhir. Jadi saya sedikit memberikan penolakan secara tidak terang.


[Apakah itu sesuatu yang sulit untuk di kabulkan?]


Dryad mencoba dengan memasang ekspresi kecewa.


Tetap saya pada pendirian mempertahankan rasional saya untuk menghentikannya.


“Itu tidak seperti sesuatu yang mudah untuk diberikan.”


Maka kita pikirkan jalan terbaik ketika merekrutnya menjadi grup. Akan ada banyak keuntungan tentunya.


Dryad ras yang melebihi ekspektasi saya harus berusaha untuk tidak terlibat meskipun benefit dari mendapatkannya akan banyak. Berurusan dengan agen shadow itu saja sudah sulit lalu bagaimana dengan sosok yang tertua di muka bumi ini. Dalam senyap saya menggeleng tidak sanggup.


[Tapi aku mengatakan akan membantumu bukan?]


“Ya, hanya itu saja. Bahkan tanpa bantuan kamu aku yakin akan bisa menemukan jalan lainnya.”


Di belakang Dryad, Veronica mengangguk seolah dia setuju dengan saya. Apakah sebegitu takutnya dia dengan fakta jika Dryad menyeramkan?


Aku rasa dia hanya tidak ingin diungguli dalam perihal lain.


Suara datang dengan sesuatu nada mellow yang gemetar. [Sudah aku duga itu sulit.] Dryad mulai murung.


Apakah saya telah keterlaluan?


Jujur dia orang yang baik untuk memikirkan membantu saya mendapatkan jalan keluar. Tapi, akan banyak masalah di masa depan jika saya berurusan lebih dalam dengannya sebelum bisa bertemu dengan dwarf.


Disini posisi untuk menemui dwarf memang penting. Ini membantu saya dalam akomodasi di masa depan. Kesempatan untuk bekerja sama dengan mereka tidak mungkin bisa di biarkan. Jadi sebisa mungkin kami harus menjalin transaksi yang baik.


Dryad memandang saya dengan mata berkaca-kaca.


Perasaan saya sedikit tergerak lalu tatapan saya kabur untuk menatap arah lain. Lagi, kilauan matanya yang berbinar bisa dipantulkan meskipun saya mengabaikannya.


Pada dasarnya dia hanya ingin menjadi wakil. Sejak pertama itu tujuannya. Saya menghela napas...


“Tujuan kamu dengan menjadi prophet tidaklah hal yang bisa kamu bayangkan. Tidak hanya aku, tapi kamu juga akan terlibat dengan sesuatu yang bahkan tidak kamu inginkan.”


[Aku tahu... Untuk mencapai hakikat yang diinginkan dunia ini semua akan pergi. Pergi mengembara hingga kembali terkubur menjadi bagian dari tanah. Bukankah semua kehidupan seperti itu.]


“Jika kamu mengetahui konsekuensinya lalu kenapa?”


[Karena aku adalah yang terakhir.]


Apa yang dia maksud?


[Cerita Pengembara Hijau. Pernahkah kamu mendengar cerita itu?]


Jujur tidak. Jadi saya tidak menjawab dan hanya melirik seolah paham.


Tapi, Veronica di belakang ternyata berani menjawab mewakili ilmu pengetahuan.


“Maksudmu cerita tentang pendahulu yang telah lama berkeliaran di puncak era kejayaan sebelum invasi iblis dan kemunculan dungeon.”


[Ya. Itu benar gadis muda. Segala cerita di dunia di mulai dari sana. Jika kamu paham tentang cerita itu, maka kamu tahu seperti apa para Dryad di masa lalu.]


Veronica dengan canggung tidak memberikan respon dan untuk itu dia memilih memalingkan wajah seolah tidak sanggup.


[Pada dasarnya sejak awal seluruh ras di dunia ini telah lama hidup berdampingan. Tapi, setelah kedatangan ras iblis, semua menjadi berubah.]


Semua berubah. Antara rasa persaudaraan yang telah lama terjalin dan diikat dengan sebuah sumpah setia. Dalam sekejap itu hancur hanya dengan sentuhan kecil saat dunia hampir kiamat.


[Manusia di dasarkan dengan kekuatan alami dalam emosi. Karena itu ras lain menyebut manusia itu ‘Tanpa batas’ karena mereka terus berkembang menjadi sesuatu yang kadang tidak bisa diprediksi.]


Tidak ada yang tidak mengetahui sifat manusia. Sejak kedatangan dari invasi iblis para manusia dan ras lain timbul konflik perseteruan antar mereka, hingga perpecahan menjadi awal segalanya.


[Manusia terus pada keyakinannya. Ras lain menyebut bahwa manusia, selain mewakili kebajikan, mereka juga mewakili dosa.]


Itu di mulai dengan pencemaran. Pada dasarnya sifat alami manusia tidak selalu kontradiktif. Misi mereka berubah-ubah sejalan dengan pemikiran mereka. Jika itu jahat maka akan jahat, jika itu tentang kebaikan maka itu tidak bisa di prediksi.


Apakah akan tetap menjadi baik?


Tidak, jika itu bersifat selamanya, maka nama seorang ‘Pahlawan’ hanya ada pada umat manusia.


“Apakah karena itu ras lain angkat tangan dan tidak ingin ikut campur masalah manusia?”


Ini bukan tentang siapa pahlawan dan siapa penjahat. Bagi saya, itu adalah cerita yang benar-benar membuat saya kesal.


[Tidak. Ras lain juga memiliki masalah tersendiri. Bahkan dwarf juga demikian.] Dryad memandang pada saya, tapi dia melihat jauh ke dalam diri saya. [Tidak semuanya bisa dinilai hanya dengan kesimpulan saja.]


Artinya saya tidak boleh menilai sesuatu yang belum pernah saya saksikan dengan kedua mata saya sendiri.


Itu nasihat yang sungguh melukai perasaan saya.


“Apakah kamu juga seperti itu berdasarkan pada cerita?”


[Itu benar.]


Terlihat seperti dia telah lama ingin menyembunyikannya tapi dia tidak bisa bertahan dengan itu dan melepaskan perasaan bersalahnya.


Jadi, manusia yang ditinggalkan... Itu semakin masuk akal kenapa benua ini hampir di kuasai kegelapan.


“Seandainya semua bekerja sama...”


[....]


Saya berteriak pada diri saya sendiri untuk tidak mengatakan lagi.


“Dunia ini tidak akan seperti ini.”


Tidak. Saya harus menghentikan diri untuk bicara.


“Jadi...”


Dengan itu saya membungkam mulut saya dengan menutup erat bibir saya dan menggigit lidah saya sendiri di dalam mulut.


Saya menarik napas dan menekan kepala saya hingga menarik rambut kebelakang.


Ini seperti seolah saya menyalahkan semuanya pada dunia ini.


Sial.


[Apa kamu kecewa?]


“Aku akan bohong jika berkata tidak.”


Senyum pahit Dryad terlukis. [Tidak apa, aku bisa memahaminya.]


“Jangan katakan apapun lagi, tolong.”


Dengan sangat saya memohon untuk itu. Saya tidak sanggup jika terus mengetahui fakta yang tidak ingin saya mengerti.


Jalan saya masih sangat panjang. Ya, saya sependapat dengan diri saya sendiri.


Mari lepaskan ketegangan dan lupakan ini dengan tenang. Sementara masalah lain masih di depan saya.


“Karena kamu tahu tentang cerita itu lebih dari siapapun. Menginginkanku itu artinya kamu telah selesai dengan tingkah laku seperti melarikan diri, bukan?”


[Ya. Tidak terpungkiri.]


“Lalu untuk apa nantinya kamu akan menggunakan kekuatanmu.”


[Tentu untuk membantu kamu, Saint kecil yang terang.]


Disisi lain Veronica berontak dengan teriakan. “Bajingan kecil, apa maksudnya ini?!”


Tapi saya tidak menghiraukannya dan melanjutkan.


“Pada dasarnya aku mengendalikan takdirmu, apa kamu yakin tidak akan menyesal?”


Dryad menggeleng lembut. [Itu sudah cukup untuk ratusan tahun bermeditasi dan mencari pencerahan di alam bawah sadar. Jawabannya sudah jelas di depan kamu.]


Pertama saya hanya menatapnya dengan mata sayu lalu dengan pikiran yang melayang-layang dan perlahan menjadi samar, sesaat itu juga saya membuat keputusan dan membuang pikiran buruk saya.


“Baiklah jika itu yang kamu inginkan.”


Tidak hanya berdasarkan apa yang saya katakan. Sisi lain di dalam diri saya juga nampaknya telah membuat keputusan terkemuka.


[‘Humility Leader’ adalah...]


Selang waktu beberapa yang lalu adalah Veronica yang menjual harga dirinya hanya demi mencari jawaban yang dia inginkan. Lalu kemudian wanita ini juga...


Akankah saya hanya bisa melihat sisi dari makhluk lain berdasarkan mereka yang menjual diri mereka sendiri.


Kemudian mewakili saya, monitor bertanya.


[Apakah anda akan mengaktifkan skill?]


“Aku tidak akan menerima keluhan dari seorang pekerja nantinya.”


[Aku harap itu tidak akan pernah terjadi.] Dryad tersenyum ceria. Seperti telah mengetahui ini, dia langsung menundukkan sedikit kepalanya pada saya.


Tangan saya meraih dan meletakkan dia atas mahkota kepalanya.


Meskipun saya bisa mendengar decikan lidah kasar dari Veronica saya tetap melakukannya. Ya, saya tahu dia tidak puas.


Lalu menjawab monitor yang masih menunggu untuk konfirmasi.


“Ya.”


[Skill ‘Holy Blessing Apostle (M)’ telah diaktifkan!]


Kekuatan yang meluap masuk ke dalam tubuh saya.


Pada saat itulah, perlahan-lahan menanggung beban berat bukanlah siapa yang sebenarnya diberi kekuatan berkah.


Tapi, itu saya.