
Aura kehitaman keluar dari tubuh assassin ini. Auranya menguap diudara seperti membentuk sesuatu disana. Percikan kuat disertai gelombang yang tidak beraturan membuat angin di sekitar saya tidak stabil.
Itu adalah kekuatan sihir yang besar.
Lalu dari aura yang selama ini berpusar di udara, perlahan itu membentuk sebuah bilah dari gumpalan aura. Jumlah bilah hitam terus bertambah dan mengambang di atasnya. Bahkan jika itu assassin saya tidak yakin mereka akan seniat ini.
Itu tandanya assassin ini melihat saya sebagai ancaman besar.
Dengan bunyi kasar besi baja hitam lusinan bilah melaju dengan kecepatan maksimal berseluncur di udara.
Tangtangtang!!
Bilah-bilah eter berusaha menembus dinding pertahanan yang saya ciptakan. Ini tidak buruk karena itu terus memantulkan bilah tak terbatas jumlahnya.
Jika dilihat arah pertarungan ini maka assassin seolah sengaja menciptakan bilah ini dengan jumlah tak terhingga dan berdiri di sana. Seolah ingin mencari celah dimana letak kelemahan pelindung saya.
Sementara hujan bilah berkali-kali mencoba mendekati hidung, saya berbicara dengan nada tenang.
"Siapa yang mengirimmu? Bangsawan? Tidak, jika dilihat dari waktu dan tempat seharusnya kau mengincarku sejak waktu pelantikan dan bukan sekarang. Itu aneh, bukan."
Saya masih terus bebicara dengan menatapnya meski pandangan saya terdapat noda hitam dari bekas bilah yang terbang.
"Seorang pembunuh seharusnya melakukan ini secara diam-diam..." saya berhenti sejenak dan melirik arah lain sebentar. "... Jika secara terbuka seperti ini terasa seolah memang kau merencanakan ini."
Bahu assassin sedikit bergerak. "Aku tidak tahu jika anak kecil sepertimu bisa memikirkan taktik berpikir seperti itu. Mengesankan, tapi itu tidak merubah hasilnya!"
Lintasan bilah berubah sekejap mata. Assassin memusatkan auranya tepat di atas kepala saya dan segera bilah hitam berjumlah lusinan menghujani saya dari atas dan membuat kericuhan.
"Sudah kubilang itu percuma." pelindung bundar keluar dari debu berserakan dengan saya di dalamnya masih utuh tanpa lecet sedikitpun.
Bilah yang terpental langsung menghilang menjadi asap hitam. Assassin mendecikkan lidahnya. Dia tidak menduga ada pelindung sekuat itu meskipun itu terlihat tipis dan lemah, namun daya tahannya luar biasa.
Assassin mengetahuinya. Skill pelindung itu bukan tipe kelas rendah biasa yang seperti dia lihat pada target-targetnya yang lain.
"Apa kau benar-benar Saint?"
"Ya, kenapa?"
"Itu tidak mungkin, karena Saint tidak memiliki kekuatan sebesar itu meskipun di usiamu yang masih muda."
"Apa kau meremehkanku?"
"Heh, persetan kecil, jangan sombong dulu."
Assassin mengeluarkan senjata yang berbeda. Kali ini dia menarik dua belati dari belakang pinggangnya dan memasang kuda-kudanya.
[Skill 'Shadow Walking Stealth (U)' telah diaktifkan!]
Tubuh assassin perlahan-lahan menghilang dalam semu seolah dia berkamuflase dengan alam sekitar seperti seekor bunglon. Saya tidak tahu apa yang dia rencanakan, namun skillnya terlihat berbahaya.
Dengan Appraisal saja saya tidak bisa mendeteksi sihirnya dengan benar, seolah seluruh jejaknya ada dimana-mana membuat saya bingung mana dari jejak auranya yang asli.
Lalu tiba-tiba sesuatu berusaha menyayat kubah pelindung saya dalam senyap tanpa meninggalkan bekas gelombang.
Bahkan serangannya bisa membuat keadaan senyap dan tanpa bersuara. Saya tersenyum, bagaimanapun itu sangat cocok dengan assassin dan sungguh aneh mengapa itu bisa terjadi.
Dan lagi, pelindung saya bergetar beberapa kali dan tidak stabil dengan guncangannya. Serangan dalam diamnya mengejutkan saya. Ada keretakan di sisi lain kubah melingkar dengan bekas sayatan.
"Percuma, kau tidak akan bisa merasakanku."
Suara itu datang dari segala arah.
"Kami para Shadow Assassin sangat terlatih sehingga kami bisa membaur dengan udara dan sekitarnya."
Aliran aura kehitaman menjadi lebih ganas dan ketajaman serangannya dalam menembus pertahanan saya meningkat drastis dengan kecepatannya dari berbagai arah tidak menentu.
"Setelah membunuhmu aku akan membunuh klien itu juga jadi jangan khawatir."
Pertahanan saya semakin menipis dan semakin menipis.
"Aku sudah menaburi belatiku dengan racun mematikan dan dengan belatiku yang memiliki efek tambahan khusus akan membuat setiap pertahanan mutlak menjadi melemah setiap detiknya."
Ah, karena itu dia begitu percaya diri ingin menembus pelindung ini.
Retina saya selalu bergerak di setiap gelombang yang menabrak pada pelindung berusaha untuk mencari keberadaannya yang sebenarnya. Tapi dia terlalu cepat saya tidak bisa mengikutinya dengan mata telanjang.
Kemudian dari samping, tepat telinga kanan saya dia muncul dan berbisik. "Ini tidak akan menyakitkan." lalu dia menghilang lagi.
Serangan tidak berhenti dan semakin intens setiap detiknya. Saya bisa merasakan jelas bahwa pelindung semakin lemah dan tipis dan akan segera hancur.
Namun, saya tertawa. Saya tahu tidak ada yang lucu, anehnya saya tertawa disini dengan sangat menggelikan.
"Kau tahu apa yang paling aku benci selain melihat orang yang naif."
[Skill 'Resistance All Element (L)' telah diaktifkan!]
[Skill 'Resistance All Element (L)' telah diaktifkan!]
[Skill 'Resistance All Element (L)' telah diaktifkan!]
.
.
Assassin terkejut akan perubahan ini dan dinding yang mendorongnya. "Apa-apaan ini!?"
Tepat sebelumnya dia telah berhasil membuat celah dan dengan sedikit gertakan saja dia berhasil menebas leher kecil anak yang ada di dalam kubah yang melindunginya. Tapi apa itu? Dia tidak pernah melihat ada dinding berlapis yang sebanyak itu meskipun jumlah pasokan kekuatan sihir seseorang sangat banyak.
Assassin dapat melihat dengan mata telanjangnya bahwa, anak itu adalah monster.
Assassin dengan menggertakkan giginya berbicara dengan menahan kekesalannya. "Bajingan kecil apa sedari tadi kau menyembunyikan kekuatanmu?"
"Aneh kau mengatakan itu. Tidak mungkin kau tidak tahu kekuatan dari targetmu kan." saya menaikkan bahu saya. "Atau kau hanya bodoh yang datang kemari tanpa persiapan apapun."
Tidak. Bagi seorang Shadow rencana mereka selalu sempurna. Tapi sekarang...
Daripada sempurna, itu seolah dalam sekejap mata rencana yang memberikan hasil sempurna dalam keberhasilan dihancurkan hanya dengan waktu yang sangat singkat.
"Baiklah, seperti diantara kita tidak ada lagi yang ingin dibicarakan. Namun..." saya merentangkan tangan kanan saya. "Siapapun kau, bekerjalah denganku."
"Apa maksudmu bocah?!"
"Bukan sebagai klien atau sebagai pelanggan biasa. Tapi, bekerjalah dengan menjual jiwamu padaku."
Mata assassin menyala dalam gelap, energi kehitaman meraung menghajar sekitarnya dan merusak tanaman yang tidak bersalah dalam diam dan mati. Assassin membuka mulutnya, amarah menyelimuti dirinya.
"Apa kau bilang?" harga dirinya telah dipertanyakan. "Menjual jiwaku pada orang sepertimu! Itu tidak akan pernah terjadi!"
"Kehehehe, terserah apa yang ingin kau katakan. Namun, aku bisa membayarmu lebih banyak dari para klienmu."
"Kami para Shadow tidak hanya bekerja demi uang!"
"Kalau begitu bagaimana dengan ini..."
['Guardian of Charity' tertarik dengan anda.]
"Apa ini?" assassin depresi dengan apa yang dia lihat di depan matanya, dia meraih wajahnya dengan tekanan tangan kuatnya seperti dia akan menghancurkan matanya.
Itu adalah salah satu dari bawaan skill [Absolute Seven Virtues]. Dari tadi satu itu berisik ingin keluar dan akhirnya aku melepaskannya agar dia sedikit tenang. Yah meskipun skill itu bagian dari tubuhku sendiri.
"Aku akan memberimu kekuatan yang tidak bisa didapatkan orang lain. Sebagai gantinya kau akan bekerja denganku seumur hidupmu sampai aku mati."
"I-itu konyol!" assassin berkali-kali memukul kepalanya berusaha lepas dari pesan-pesan jendela yang menyerbu ke dalam kepalanya.
"Jangan salah sangka. Aku tahu orang seperti apa dirimu karena itu aku tertarik bekerja denganmu. Ketika kau mengatakan kau akan membunuh klienmu itu setelah membunuhku itu bukanlah kebohongan dan aku suka sikap murni akan kejujuran seperti itu."
Saya berjalan mendekat ke arahnya. Meskipun dia sudah tidak menggunakan [Stealth] percikan ganas auranya masih berada dimana-mana dan itu menyebalkan.
"Kau menderita bukan. Harga dirimu yang perlahan dijatuhkan tanpa sadar juga menghancurkan dirimu dan sekitarmu."
Assassin menghentikan dirinya memukul kepalanya sendiri dan melihat saya.
"Aku menginginkanmu, namun aku berjanji aku tidak akan menggunakanmu sampai kau menghancurkan harga dirimu. Dan jika itu aku lakukan, maka aku akan menemanimu menanggung beban itu seumur hidupku."
Apa ini? Seolah dia perlahan dicuci otak. Namum itu bukan seperti itu. Tepat di depan mata assassin ini, dia seolah melihat cahaya terang seperti bintang dalam malam bersinar di dalam tubuhnya.
Dia perlahan menyadarkan visinya dengan realitas dan menghentikan pikiran konyol itu dia perlahan berjalan mundur.
"Aku... Tidak..." dia mulai putus asa pada keputusannya.
Dia yang selama ini tidak pernah melihat cahaya yang secemerlang itu baru kali ini dia dibuat terlena untuk sesaat dan menghasutnya. Sosok tubuh kecil itu adalah monster dia akan terjatuh oleh bujukannya. Tapi.... Itu tidaklah buruk.
Bagaimana jika dia menerimanya?
Apa yang akan terjadi jika dia menjabat tangan itu?
"Bekerjalah untukku, Shadow dan para pengikutmu, aku akan menjamin harga diri kalian dan menanggung dosa bersama kalian. Kekuatan aku bisa memberikannya kepada kalian agar kalian tidak hidup dengan terinjak-injak oleh klien kalian."
Tidak... Tidak... Kata-kata seperti itu terlalu indah. Dia tidak boleh termakan. Namun, sosok di depannya terlihat semakin agung. Kenapa?
Assassin putus asa berteriak dalam hatinya.
"Aku... Tidak bisa."
Benar, inilah keputusan yang harus dia ambil. Selama ini dia tidak akan tunduk kepada siapapun dan membiarkan dia dimanfaatkan.
"Begitu... Aku menghargai keputusanmu."
Sosok agung di depannya yang berwujud tubuh anak kecil. Mengingatkannya bahwa monster, tetaplah monster.
[Skill 'Gaze of Wisdom (L)' telah diaktifkan!]
Saya mendekat ke arahnya dan menggunakan setiap kekuatan saya dengan aura kekuatan sihir saya meluap keluar.
Assassin perlahan berjalan dan berjalan untuk menjauh dari saya. Dia sudah sadar dari tadi bahwa dia tidak akan bisa membunuh saya.
Tapi, ketika saya akan menggunakan skill [King of Light] milik Yohan dan menciptakan pedang yang terbuat dari butiran cahaya di telapak tangan saya yang terbuka.
Semua itu berhenti dalam kegagalan, dengan cepat seluruh skill saya telah dibatalkan paksa. Itu perintah saya.
Itu karena...
['Desendant of Diligent, Yohan Raven' menuju ke arah anda.]
Satu jendela pesan secara putus asa dikirim kepada saya.