The Saint Class Reincarnator

The Saint Class Reincarnator
BAB 53: DUNGEON RAID (2)



Strategi pengumpan balik. Satu orang maju untuk membuat musuh tergerak dan memancing mereka ke tempat yang direncanakan. Setelah itu, kita biarkan orang yang menjadi umpan pergi. Maka selanjutnya adalah penyerang utama ketika pengumpan kewalahan.


Jika saat memancing para monster tetap tidak bergerak. Maka lanjutkan dengan mengirim beberapa orang lainnya untuk menyerang mereka lagi. Jika bisa harus serangan yang besar yang bisa mengurangi jumlah monster.


Lakukan tindakan ini secara bergantian keluar masuk saat si pengumpan telah mengeluarkan energi sihir mereka ke tingkat hingga mereka kelelahan.


Dan membagi Divisi penggerak dungeon menjadi beberapa bagian yang besar dengan jumlah yang telah di uji untuk bisa keluar-masuk.


“Dengan itu aku sarankan agar penyerang adalah tipe atribut jarak jauh. Jika jarak dekat akan sedikit sulit karena tidak bisa melarikan diri dan resikonya besar. Bagaimana?”


Itulah ringkasan singkat penjelasan saya. Jika sedikit di bedakan, maka ini tidak jauh dari permainan papan catur.


Setelah saya memperjelas strategi yang menurut saya kemungkinan berhasil, bahkan saat itu saya tidak memiliki reaksi yang cukup.


Veronica yang di belakang saya bergumam rendah.


“Apakah pekerjaanku akan bertambah...?”


Dia bahkan akan heran jika itu terjadi.


Yohan dan Heros, meskipun mereka berdua tidak akan terlibat dalam masalah ini, seakan memiliki kekurangan tersendiri mereka memikirkan sesuatu.


Dan yang paling ahli siasat disini, Claude terdiam.


Apakah ide saya buruk?


Mungkin benar, bermain tarik ulur dengan monster itu akan sedikit sulit. Lagi, tidak semua bisa dengan mudah diselesaikan jika ini adalah rintangan sederhana. Yang kita bicarakan disini adalah dungeon tingkat-A-.


Claude yang beberapa menit terdiam akhirnya membuka mulutnya dengan hati-hati dan menyipitkan matanya.


“Itu bukan ide buruk.”


Ya?


Seolah mudah baginya mengubah ekspresi, Claude tersenyum cerah. “Yah, itu adalah ide bagus. Aku sampai tidak terpikirkan ke arah sana.”


Apakah dia benar-benar menerima ide dari orang asing seperti saya? Mencoba untuk ikut campur masalah pekerjaannya sedikit kurang sopan. Bahkan meminta pekerjaan untuk Veronica saja sedikit sulit.


Tapi, asalkan itu diterima dengan baik saya dalam hati sedikit senang.


“Lagipula kami sudah kehilangan ide. Tidak hanya itu, ada kalanya kami tidak tahu apakah ini berbahaya atau tidak. Karena itu membagi divisi menjadi beberapa tim lagi adalah ide bijak. Kesampingkan soal atribut, mengulur sampai boss dungeon sendiri bergerak adalah sesuatu yang harus di coba.”


Setelah menjelaskan itu Claude berdiri dan mengambil sesuatu dari mejanya. Itu adalah cetak peta keseluruhan benua ini dan dia membukanya.


Kami mengikutinya dan berkumpul melingkari meja yang telah kosong ini.


“Dungeon ada disini. Di dekat wilayah ini adalah perbatasan antara Kerajaan kita dan Voslandia, sekitar 5 jam kita bisa sampai ke sana. Tapi, tujuan kita adalah dungeon tingkat-A-, itu terletak disini.” Claude menunjuk tepat pada satu titik. “Perbatasan wilayah Odore di dekat perhutanan.”


Kemudian Claude juga menunjukkan tata letak tempat dungeon kedua yang tingkat-B+. Letak geografis disini bisa digambarkan dengan area berwarna; Hijau (Hutan), garis biru (Sungai), biru penuh (Lautan dan pantai), sedangkan kekuningan (dataran rendah, tinggi, beserta gurun). Untuk gunung dan sejenisnya hanyalah titik berwarna merah dan sebagainya.


Lalu, perbatasan wilayah Odore atau lebih tepatnya di dalam hutan terdalam, itulah gerbang dungeon muncul.


Tapi, hanya saja saya sedikit penasaran akan satu hal.


Mungkin ini tidak terlalu penting, namun...


“Ini... Kenapa setengah dari peta penuh dengan coretan hitam?”


Anehnya respon tidak langsung kembali muncul. Claude dan lainnya menatap saya seolah, kenapa saya bertanya hal yang jelas.


Claude yang menjawab dengan nada berat adalah yang pertama. “Ini adalah coretan dimana setengah dari benua ini sudah dikuasai oleh iblis dan monster. Tanah kegelapan.”


Ah, setelah itu saya hanya bisa memahaminya seperti mendapat pencerahan khusus.


Juga kata-kata dari Claude terus bergumam di dalam kepala saya seperti membentuk memori pribadi yang sepantasnya disimpan dengan baik.


Tanah kegelapan. Bahkan hanya dengan kalimat itu, seseorang kadang tidak berani untuk berkhayal apa yang ada disana.


Sudah saya duga... Dunia ini tidak lama lagi akan berakhir.


Saya tertawa dalam hati sendiri dan melanjutkannya dengan pertanyaan lain untuk mengganti suasana.


“Apakah Kerajaan Voslandia tidak ikut campur?”


“Tidak.”


“Mengapa?”


“Alasannya mudah. Kami tidak terlalu akrab. Meskipun ada kasus dimana kita tidak akan berperang dan memilih untuk berdamai meski sementara, hubungan antar Kerajaan lain, kami sedang tidak bisa dibilang bagus.”


Lalu Claude melanjutkan dengan membuang matanya jauh-jauh seperti dia malas mengatakan ini.


“Bayangkan saja kami sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Si keparat Voslandia hanya menyibukkan diri sendiri dengan hal tidak penting.”


Hal tidak penting dia bilang... Saya sedikit penasaran dengan itu, tapi tidak ada salahnya jika setiap negara memiliki konflik internal dan kontroversi seperti ini biasa terjadi di setiap komik dan novel historical tertentu. Bisa di anggap ini adalah bidangnya politik.


Melempar itu, Claude melirik saya dengan tatapan seperti sedang kesal dengan seringai, tapi itu bukan untuk saya.


“Memikirkannya saja sudah membuatku ingin menghancurkan mereka. Apa kamu tahu, jika mereka yang membuat rumor aneh tentangmu, Saint?”


Untuk itu tidak perlu dijelaskan ketika dia telah mencabut durinya dari saya. Tentu saja tidak lupa jika ada rumor aneh tentang saya.


Tapi, karena itu bukan masalah bagi saya, secepatnya membuang berita itu dari pikiran saya adalah jalan saya.


“Tentu aku ingat yang mulia.”


Untuk sekarang mari berpura-pura seperti korban.


“Al...”


“Saint Alvius...”


Kecuali satu ini...


Veronica menarik bibirnya ke sudut kanan dan matanya seolah dia telah tahu bahwa ada drama baru disini. Itu sangat datar. Dia tidak terpancing.


Karena itu mereka bertiga ini bisa saya percaya sedikit demi sedikit untuk pekerjaan yang akan saya berikan pada mereka.


Berbeda dengan satu orang yang sudah gila. Dia menyarankan dengan senyuman ceria.


“Apa perlu aku membunuh si keparat Voslandia?”


Kenapa?


“Tidak yang mulia, itu berlebihan. Dan tolong jangan berpikir begitu, itu tidak baik bagi calon raja untuk mengatakan itu.”


“Eh, jadi aku tidak boleh membunuh mereka?”


“Tentu tidak!” jawab saya sangat cepat.


Apakah dia gila?! Ketika mengatakan itu tiba-tiba dengan raut wajah sangat serius dipenuhi semangat yang panas. Saya bisa membayangkan jika dia benar-benar melakukan itu, berita buruk akan tersebar dan begini kemungkinan isinya...


\=\=\=\=\=\=\=\=


Eksklusif! Hot Topik!!


Pangeran Mahkota Claude La Zariel Calon Raja Masa Depan.


Telah mendeklarasikan perang. Faktanya adalah bahwa dia tidak terima, Saint Alvius Raven dihina dengan rumor buruk.


“Keparat Voslandia harus mencium kaki Saint Alvius!” tertanda - Claude.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Membayangkannya saja saya seketika pucat dan bergidik. Saya ingin muntah.


Tolong jangan lakukan hal yang akan saya sendiri menyesal telah mengenalnya.


Meskipun begitu saya menghargai bahwa dia sedikit memberi perhatian pada saya walau saya tidak membelinya. Tetapi, itu akan mempengaruhi kualitasnya sebagai Raja masa depan jadi dia harus lebih berhati-hati dengan kata-katanya mendatang.


Claude bertanya “Kapan tepatnya kamu akan berangkat ke tempat dwarf?”


“Seharusnya secepatnya. Tapi, karena aku masih butuh material untuk digunakan sebagai objek penjualan saat di tempat dwarf. Karena itu aku ingin Veronica yang melakukannya. Strategi itu juga untuknya, aku harap yang mulia mengizinkan jika dia dan kelompoknya akan masuk terlebih dahulu dan mengumpulkan bahan.”


“Ya, itu tidak masalah. Karena monster tidak akan menyerang. Terlebih lagi...” Claude terkekeh dan menyeringai. “Jika akhirnya monster bergerak, pasukanku akan baik-baik saja sementara dia akan dalam bahaya. Haha, entah kenapa aku lega.”


Haha, sial, kepribadiannya...


Veronica di dekat saya sekali lagi mengutuk dan menyumpahi Claude dengan kata-kata tidak senonoh.


Lalu selanjutnya Heros bertanya “Apakah July akan mengatur semuanya?”


Saya mengangguk ringan untuk menjawabnya “Mhm, dia akan menyiapkan sisanya. Saat Veronica kembali, saat itulah kita bisa berangkat.”


Walaupun untuk pergi ke tempat dungeon seperti yang saya lihat pada peta, letaknya bisa dibilang jauh dari sini. Seandainya tidak ada transportasi teleportasi menuju tempat lokasi, maka saya bisa memperkirakan setidaknya Veronica pergi-pulang akan memakan waktu sekitar dua minggu lebih.


Karena menggunakan teleportasi transport maka dia hanya butuh sekitar dua jam untuk sampai.


Dengan hal ini saya merasa senang bagaimana jalan kerja dunia dengan sihir dan skill ini. Benar-benar sangat praktis dan efektif, kita tidak perlu susah payah dalam melakukan hal yang tidak kita bisa. Cukup asah kemampuan dan itu adalah awal dari masa depan terbaik.


Kemudian, Veronica yang dari mengamuk menjadi tenang, kini dia yang bertanya.


“Hei, bajingan kecil” dan seperti biasa nada arogannya akan muncul seperti itu adalah kebiasaannya. Lalu, “Saat kamu mengirimku, aku tidak akan mati, kan?”


Respon saya adalah yang terbaik yang bisa saya berikan padanya, dan saya menatapnya.


“Tidak akan. Kamu tidak mati.”


Merasa aneh dengan itu Veronica sedikit merengutkan dahinya.


“Bagaimana aku bisa percaya?”


Tipis saya tersenyum melihat betapa penuh kehati-hatiannya dirinya.


“Karena itu percayalah padaku.”


Kemudian saya bisa mendengar ‘Cih’ yang keras dan ******* mengeluhnya ketika dia benar-benar akan melakukannya tanpa bertanya panjang lebar lagi.


Sejujurnya apa yang saya katakan adalah sepenuhnya kebenaran.


Karena saya dan dirinya telah sinkronisasi walau tidak terlalu sempurna karena hubungan kami tidak di landaskan pada kepercayaan, melainkan kebutuhan masing-masing.


Bisa dibilang skill milik saya yang terbangun berkat munculnya Gabriel dan [Guardian of Charity] yang terhubung dengannya melalui ikatan spasial kami.


Sebuah atribut aktif telah di perbarui dalam diri saya.


Ketika atribut itu diaktifkan itu mudah melihat apa yang telah terjadi. Saat Veronica nanti akan terluka atau bisa dibilang itu akan merenggut nyawanya, baginya itu hanya luka sesaat.


Tapi...


Ada satu hal yang tidak akan pernah aku bisa beritahu kepada mereka yang terhubung dengan saya.


Aktivasi atribut akan terjadi begitu para Prophet terluka, tentu saja.


Dan yang menanggung beban derita dari luka yang di terima para Prophet...


...Hanya dikhususkan, untuk saya.


Sampai selamanya, tidak akan pernah ada yang tahu tentang efek itu. Karena cerita yang sebenarnya hanya bisa di mulai, saat ada semacam bentuk pengorbanan mulia.


Inilah, maksud yang dikatakan oleh Samael pada malam itu.