
Happy reading...
Setelah dari rumah Naqia, Zaki kembali ke apartemen Mayang. ia terkesiap melihat seorang laki-laki keluar dari apartemen kekasih nya, ada Mayang juga yang mengantar laki laki itu di ambang pintu. Sama...Mayang pun terkejut melihat Zaki di jam siang sudah ada di hadapannya. Wajah Mayang gugup dengan saling lirik ke laki laki asing ini. Tapi kegugupan Mayang segera ia tekan agar Zaki tidak curiga.
" Sayang sudah pulang ya, kenalin.... Teman kuliah ku, Tadi nganterin bahan untuk Skripsi ku." Bohong Mayang.
Zaki menelan lagi pertanyaan nya yang ingin bertanya, Mayang terlebih dahulu menjelaskan. Dan bergelayut manja di lengannya.
" Sudah kan ? Jadi pergi lah !" Ketus Zaki ke laki laki bertindik di lidah itu.
" See you, Mayang !"
Mayang kembali gugup di beri kedipan mata oleh laki laki ini yang bukan lah teman kampusnya melainkan mantan pacarnya. Syukur Zaki tidak melihat nya. Mampus aku ! Hardik nya sendiri dalam hati.
Segera, Mayang menutup pintu agar Zaki tidak curiga. Tangan itu meraba raba dada Zaki, merayu ! kekasih nya ini terlihat kesal entah kenapa ? Maka nya ia merayu mesra Zaki agar emosi nya turun.
" Apa sudah beres tentang perceraian mu, Mas ?"
Zaki membanting duduk nya di sofa, Naqia nyebelin ! umpat nya dalam hati yang gagal minta persetujuan cerai karena Naqia mengancam nya dengan membawa nama kepolisian.
" Jangan bilang kamu gagal ?" Mayang cemberut, Menggeser tubuh nya dari sisi Zaki, ia sudah tidak sabar menjadi nyonya seorang wakil direktur.
Zaki yang tidak mau membuat Mayang kecewa, segera merayu wanita nya, Di tarik nya Mayang naik ke pangkuan nya dengan posisi menyamping.
Mayang masih pura pura marah, biar Zaki melupakan tentang laki laki yang tadi bertamu khusus. Alat hisap yang di sebelah kaki Zaki, Segera Mayang hela menggunakan kaki nya masuk ke dalam kolam Meja. Jangan sampai Zaki melihat nya.
" Tapi tenang saja, kita tetap akan menikah !"
" Sekarang ! Siri pun tak masalah, kalau bukan sekarang jangan harap Mas bisa bertemu dengan ku atau pun calon anak mu." Mayang mengancam, Lebih cepat lebih baik.
" Harus sekarang ?"
" Tentu, hari demi hari perut ku pasti akan terlihat besar, Aku tidak mau di gunjing sebagai wanita tidak benar karena hamil di luar nikah, Malu aku Mas !"
Tanpa berpikir panjang, Zaki menyetujui permintaan Mayang. Membuat wanita gila harta ini menyeringai lebar dalam hati.
" Ayo, Mas dengan senang hati, mau sekarang atau nanti tak masalah bagi Mas."
Sebelum beranjak, tangan Zaki mulai nakal, ingin minta jatah terlebih dahulu sebelum ijab. Namun tangan itu di tepis Mayang yang hampir menelisik masuk ke kain dadanya.
" Perut ku lagi tidak enak ! Dan aku juga tidak mau melakukan nya lagi sebelum kita resmi menikah. Sabar tak apa kan ?"
Mayang Ambigu, Ia tidak mungkin mengatakan habis melayani mantan pacar biadab nya tadi yang mengancam dirinya akan membongkar siapa anak dari janin nya.
" Baik lah, kita berangkat sekarang ke tempat kenalan ku yang bisa membuat kita menjadi suami istri."
Mayang tersenyum senang, Akhirnya ia akan menjadi istri orang kaya.
...*****...
Pernikahan siri telah usai, Zaki dan Mayang berbunga-bunga. Saat nya berbahagia ! batin mereka kompak, tapi definisi arti kebahagiaan mereka, berbeda !
Alasan Zaki yang berbahagia karena akan mendapatkan bayi gen pintar yang ternyata di pintari oleh Mayang bin di bodohi Mayang, Janin tersebut bukan daging Zaki. Sedangkan Mayang berbahagia karena mengira Zaki itu kaya raya.
Di antara kedua nya... Orang pintar ini saling memintari. Bravo kan ?
" Aku mau rumah yang mas janjikan sekarang juga kita beli !" Mayang langsung menangi janji Zaki yang katanya akan memberikan rumah setelah mereka sah. ini sudah sah !
Kenapa harus ingat janji yang itu, uang ku lagi krisis !
" Jangan sekarang ya, sayang ! kita tinggal di apartemen yang aku sewa dulu." Rayu Zaki di atas mobil itu. Mereka menuju pulang sore hari ini.
Mayang kembali memanyunkan bibirnya, entah punya otak atau tidak, Mayang malah ingin tinggal di rumah besar Zaki yang di tempati oleh istri sah Zaki, Mayang ingin memamerkan ke istri pertama Zaki, kalau suami dia telah menjadi suaminya juga. ia ingin lihat tampan wanita yang katanya bodoh itu punya ekspresi sakit hati atau menerima apa adanya. Pasti.... Nerima apa adanya lah...kan kata Zaki wanita itu adalah orang bodoh.
" Yakin kamu mau tinggal di sana ? Ada Naqia lho !"
" Yakinlah ! kenapa harus takut, justru Bagus kan, Nanti lama lama istri mu akan bosan melihat kemesraan kita dan berakhir minta cerai sendiri."
Ide Mayang membuat Zaki tersenyum manis, memang pintar Istri muda nya ini. Puji nya terang terangan seraya mengelus rambut Mayang.
" Naqia ! ini Mayang, istri ku juga." Zaki bersuara penuh bangga mimik itu memamerkan Mayang yang cantik nan pintar tidak punya riwayat bodoh seperti Naqia yang walaupun sekarang sedikit pintar. Bodoh tetap lah bodoh di mata Zaki untuk seorang Naqia.
Naqia hanya datar, Bi Narsi yang seakan akan kebakaran jenggot di sini.
Kalau aku yang jadi ibu Naqia sudah ku cekik atau ku beri racun tikus mereka berdua. Geram Bi Narsi dalam hati. Sayang nya ia tidak bisa apa-apa, Sang Nyonya rumah aja hanya tersenyum santai.
" Kami akan tinggal di sini ! Kamu harus setuju." Ujar Zaki saat Naqia ingin melangkah masuk dan menutup pintu, Lantas pintu itu kembali tertahan. Naqia melipat kedua tangannya di dada seraya berdiri elegan di tengah gawang pintu, Menatap Zaki dan Mayang, sinis !
Ini rumah nya, dulu Zaki boleh seenaknya, sekarang lain cerita !
" Kamu harus setuju !" Tandas Zaki lagi.
" Kalau aku menolak bagaimana ? Apa kalian akan mengemis untuk tinggal di rumah mewah peninggalan orang tua ku ?!" Senyum ejek Naqia terlukis indah di mata tua Bi Narsi.
Hajar pakai mulut tajam mu, Bu ! Bi Narsi ingin bersalto salto deh. apalagi wajah Zaki di buat malu di hadapan Mayang.
Rumah peninggalan orang tua ku kata nya ? Mayang mengulang kata kata di bagian penekanan Naqia. ia baru tahu itu. ia pikir rumah ini adalah rumah Zaki. Sialan ! Mata itu tertuju tajam ke Zaki.
" Na__"
" Mengemis lah !" Naqia memotong ucapan Zaki yang akan membentak. Semakin prustasi lah Zaki telah di lawan keras oleh Naqia.
Video ah ! Bi Narsi siap dengan kamera nya, agar tidak terlihat dan di cap kurang ajar, Hape pintar nya khusus dari Yuga itu di taruh di saku baju nya yang pas sekali ada di bagian dada. Obyek nya sangat tepat di wajah Zaki dan Mayang.
" Jangan kurang ajar Naqia ! Aku masih suami mu, hormati aku !" Egois Zaki. Mayang hanya diam, ia kesal ke Zaki perihal rumah ini bukan milik Zaki.
" Baik lah, orang baik seperti aku selalu bersedakah dan selalu menampung orang yang terlihat menyedihkan , itu kan yang di ajarkan orang tua ku dulu, jadi kalian boleh tinggal di sini tetapi.. ?"
Sengaja Naqia menjeda syaratnya. Ini adalah kesempatan untuk membuat perhitungan juga ke wanita yang tak tahu diri seperti Mayang ini, hanya cara menerima mereka tinggal di rumahnya maka rencana balas dendam nya bisa sempurna.
Zaki tertohok lagi dengan ucapan Naqia yang mengingat kan diri nya atas kebaikan Almarhum Nugraha yang sudah memungut nya dan menyekolahkan anak yatim-piatu ini yang terlonta lonta di jalan, dulu.
" Tapi apa ?" Mayang bersuara ketus. Naqia hanya tercengir santai membuat Mayang dan Zaki jadi kesal sendiri karena wajah Naqia tidak ada mimik sedih nya.
" Ah, Bi Narsi ! tolong sampaikan ke mereka, Aku kan orang bodoh jadi masih polos !" Lontaran itu terdengar mengejek.
Bi Narsi dengan senang hati menjelaskan semua larangan peraturan keras di rumah Naqia yang memang hanya karangan dadakan Bi Narsi sendiri.
Art ini berucap....Di larang sesuka hati bertindak, Menggunakan barang harus di bersihkan setelah nya, intinya....Makan c*bok sendiri tanpa membuat nyonya rumah marah atau pun terganggu. dan inti di balik itu juga..Bi Narsi hanya melayani Naqia seorang.
" Peraturan apa itu ?" Protes Zaki.
" Kalau tak mau tak apa, bawa sana pergi istri yang kamu bilang pintar, kata nya orang pintar.. orang pintar Bukan nya berpikir seribu kali mau jadi wanita siri ya ?" Ejek Naqia ke Mayang.
Mayang geram, tangan itu mengepal erat. Awas kamu ! Batin nya ingin membalas penghinaan Naqia. Suami nya lagi... ucapan kok tidak pernah betul... Katanya Naqia itu orang nya Idiot dungu nan bodoh atau apalah ! Tapi ini berbeda dari kenyataan ! Damn.
" Mau nggak ? Satu sampai tiga terhitung lewat maka pintu ini akan tertutup rapat rapat untuk kalian. Termasuk kamu Mas Zaki."
Naqia menghitung, Zaki mau tak mau setuju, ia lagi krisis uang saat ini, melanjutkan sewaan apartemen pasti butuh pengeluaran banyak.
" Aku mau ! Ayo Mayang, kita masuk !" Zaki dan Mayang, melewati kesal tubuh Naqia yang berada di dekat daun pintu.
" Menyenangkan !" Naqia tersenyum elegan... tapi sebenarnya itu seringai misterius nya.
Rumah ini memang mewah, tapi neraka untuk Zaki dan Mayang ! Batinnya..
Jujur ada rasa sakit hati yang di rasakan Naqia terhadap Zaki, bukan karena ia mencintai suaminya, melainkan karena sikap Zaki ke Mayang sangat welcome.
Tidak seperti ke diri nya yang selalu di siksa caci dulu. Kenapa harus begitu ? Naqia juga tidak lah membutuhkan Cinta Zaki melainkan Naqia hanya butuh di lindungi layak nya keluarga, Kalau pun ingin berpisah, harus nya secara baik-baik pula untuk menjelaskan secara perlahan untuk otak Naqia pahami yang hanya secuil dulu.
Naqia akan memahami nya karena sebenarnya Naqia idiot bukan lah gen sesungguhnya dari orang tuanya yang pengusaha hebat di bidang nya. Melainkan Naqia bodoh karena otak nya yang belum terbentuk sempurna tapi sudah terlahir prematur di waktu sangat dini. Ibarat kata... Rambutan yang masih hijau tapi sudah di petik terlebih dahulu.
Kata dokter... Naqia bisa mengasah otak nya dengan cara rutin konseling di bidang nya.
Tapi itu dulu sekarang sudah terlambat untuk Zaki mendapat kesempatan nya.. Sekarang hati baik itu sudah berubah pribadi yang pendendam.