
Happy reading...
Dua hari berlalu, Zaki akhirnya pulang ke rumah Naqia, kali ini tangan nya kembali membawa surat cerai. ia sudah tidak sabar bahagia bersama Mayang tanpa bayangan Naqia.
Rumah terkunci, Tumben ! Gumam nya. Tangan nya pun menekan bell rumah.
Ceklek
" Siapa kamu ?" Zaki di buat terkejut, wanita setengah paru bayah yang telah membuka kan pintu.
" Saya ART baru rumah ini pak, baru masuk kemarin !" Jelas ART tersebut yang bernama Bi Narsi. ia tahu pria di hadapannya adalah suami majikan nya, bukan hanya ART biasa, tapi ia adalah suruhan Yuga untuk mengawasi gerak-gerik Zaki. Yuga tidak bisa menjaga Naqia dua puluh empat jam, jadi jalan keluar nya adalah ART setia nya.
" Sok punya duit si dungu itu, Bayar pakai apa ?!" Hina Zaki main nyelonong masuk mencari Naqia. Bi Narsi di buat geleng geleng kepala, begini kah perilaku seorang suami majikan nya ? Mana cobek... pengin tak uleg. Dongkol Bi Narsi di belakang Zaki mengumpati dalam hati.
" NAQIA !"
" BERISIK !"
Deg... Zaki tersentak. Naqia berani membentak nya untuk pertama kalinya. kurang ajar sekali !
" Kamu sudah berani ?" Bentak Zaki, menaruh kasar surat cerai di meja rias Naqia. Bi Narsi ada di ambang pintu, siap melakukan pembelaan bila mana Zaki KDRT, ART ini sudah mendapat Titah khusus dari Yuga. Boleh bertindak sesuka hati kalau Zaki kasar ke Naqia katanya. Ok... Sapu sudah di tangan. tinggal mencari kepala atas Zaki serta kepala junior Zaki yang di bawah perut itu.
Naqia hanya melirik malas kertas tersebut, cuek. Kembali berdandan cantik di meja rias nya. Lipstik merah sengaja ia tancap tebal, mengecap-cap kan bibir seksinya berkali kali, Ia menganggap ocehan Zaki adalah setan yang lagi kebakaran tanduk. biarkan berbusa mulut itu.
" Naqia, aku berbicara kepada mu !" Kesal Zaki di abaikan. Mulut nya sudah pegal mengoceh.
" Aku hanya bodoh, tidak tuli ! bicaralah tapi jangan berteriak, Nanti pital suara mu putus tidak ada ganti nya di toko, tetapi kalau tali banyak untuk di sambungkan !"
Naqia berani menjawab tegas, meledek. Kembali Naqia menancap riasan wajah nya dengan santai. Dalam hati nya... ingin sekali Naqia menancap kan lipstik itu ke bibir Zaki, supaya jadi banci sekalian. Naqia tersenyum miring, Membayangkan Zaki mengamen di jalanan dengan suara ngondek nya.
" Aku ingin bercerai sekarang, tanda tangani ini ?" Lempar Zaki ke wajah cantik Naqia akan surat cerai itu. ia masih menahan sabar tentang ledekan Naqia.
Naqia memang mengambil surat tersebut, bukan menurut tapi malah menyobek kertas jadi dua, meremas nya seraya menatap Zaki dengan tatapan nyalang nya.
" NAQIA !"
" JANGAN MEMBENTAK !"
Kertas yang di remas nya di lempar ke dada Zaki
Tangan Bi Narsi semakin kuat memegang sapu nya, saat majikan nya saling membentak keras. Bi Narsi maju mundur untuk berperang. Ia ingin melihat terlebih dulu ketegasan Naqia yang di gadang gadang idiot itu. Tapi di mata Bi Narsi... majikan nya tidak lah bodoh, justru seperti artis yang terlihat tangguh menantang suami durhaka.
" Turun kan tangan mu, atau polisi menyertai mu, Mas !" Naqia menunjuk nyalang tangan Zaki yang sudah mengudara ingin menampar kasar pipi mulus nya. Zaki semakin tidak mengerti, Naqia sudah berani beraninya melawan. Padahal baru dua hari tidak bertemu setelah kejadian keguguran itu. Apa yang membuat Naqia berani seperti itu ? apakah ajaran si Yuga itu ? damn !
Bi Narsi tersenyum puas, Ternyata majikan baru nya bisa mengancam juga. Sapu ? sabar ya ! belum saat nya berperang.
" Jangan memaksa ku untuk menyentuh kasar lagi tubuh mu, Naqia. Tanda tangani itu maka kita selesai." Kali ini suara Zaki merendah, tapi tatapan nya jatuh ke tubuh indah Naqia memberi isyarat ancaman nya. Naqia sudah Khatam mata nakal itu. ia sudah waspada, tak Sudi lagi dirinya di sentuh oleh Zaki yang tak punya kelembutan sedikit pun kepada nya.
Selesai ? Enak saja... Setelah membunuh janin ku, kamu ingin bebas... Neraka sumpah ku untuk mu belum menyapa mu Mas.
Naqia menolak bercerai, kali ini bukan karena takut hidup sebatang kara atau juga mencintai Zaki, melainkan ingin menahan Zaki di sisi nya demi bisa memudahkan Zaki mendapat sasaran balas dendam nya. Cinta ? Cih...Hati Naqia sudah gelap.
" Oh, jadi kamu mau di perkosa lagi ?"
" Ayo lakukan !" tantang Naqia, tangan itu malah menurunkan sedikit zipper dress nya, Zaki menelan ludahnya melihat belahan mulus itu, Naqia malah menantang nya. Sial !
" Lakukan secara kasar lagi, tapi ingat... Setelah memperkosa kali ini, maka ada kantor polisi di antara kita, aku akan melaporkan mu pasal KDRT, Ah....Kalau masih ingin ngotot cerai juga, Hari ini Mas Zaki akan mendekam di sana !"
" Naqia__ !" Zaki mengeram kesal. kali ini ia gagal menekan Naqia, si idiot ini mulai berani membantah. Baik lah.... Tidak mau bercerai maka siksa batin lah yang akan ia terap kan untuk Naqia terima.
Zaki mengalah atas perceraian !
" Terserah kamu, Naqia ! Aku tetap akan menikahi wanita idaman ku, kamu akan saya madu, Mayang akan tetap aku nikahi sekarang juga ."
Naqia malah tersenyum remeh. Memang aku peduli ! Batin Naqia bodo amat, Tangan itu malah bersedekap dada. Hati nya sudah tertutup rapat rapat. Mau menikahi patung silahkan saja.
" Kamu tidak tahu kan arti di madu itu apa ? bodoh tetap saja bodoh !" Hardik Zaki menghina.
" Eum, ya...aku memang bodoh, setidaknya orang bodoh punya hati, dari pada orang yang katanya pintar malah berperilaku bodoh melebihi ke bodohan ku yang terhakiki, Papa ku ternyata membuang buang uang untuk membiayai S3 orang yang katanya pintar ! Pintar membunuh anak sendiri sendiri !"
Naqia beranjak keluar kamar setelah berucap tajam masuk ke telinga Zaki. Zaki tak berkutik dengan kata kata Naqia yang membuat nya tertohok.
Aku membunuh anak ku ? Bahkan Naqia mengungkit kebaikan Papanya.
Zaki menatap kesal punggung Naqia, wanita itu berubah drastis dalam dua hari, Zaki tersinggung oleh kata kata Naqia.
" Ahhh, kenapa jadi sulit begini !" Zaki mendesah kasar, ikut melangkah keluar. Kaki nya berbelok ke arah dapur, harum masakan membuat perut nya keroncongan, ia lapar. Hari libur ini Mayang tidak mengurus perut nya, Justru ia lah yang mengurus wanita hamil muda itu yang katanya mengandung bibit unggul nya.
Ada Naqia duduk di meja makan dengan mengunyah nikmat makanannya. wanita itu pura pura buta.
" Aku lapar !" Ketus Zaki. Di meja hanya ada satu piring, itu pun yang telah di makan Naqia.
" Dengar tidak Naqia !" Zaki kesal di abaikan, Suara nya naik satu oktaf. Naqia senang membuat Zaki marah marah.
" Lapar ya....Nih ! Hanya ini yang tersisa, kan Mas Zaki tidak pernah lagi berbelanja bahan dapur." Naqia menawarkan bekas nya yang tersisa kira kira dua sendok, kalau dulu ia begitu menghargai perut Zaki, cukup untuk saat ini. Zaki yang mulai bukan ?
Bi Narsi jadi pendengar setia di tempat bak cuci itu.
" Kalau tidak mau ya sudah, perut ku masih menampung nya." Hap...dua suap tertelan nikmat ke perut Naqia. Naqia dengan kurang ajar sengaja membuat suara sendawa nya di depan Zaki yang wajah suami nya itu sudah memerah. Kesal kesal Sono !
Damn ! Zaki geram. Kaki itu menendang kesal ujung meja. Membuat kaki nya berdenyut sakit.
" Aku kan orang bodoh, jadi bebas bersendawa." Naqia beranjak, meninggalkan piring kotor nya. " Ah...ada ya orang pintar menendang meja ? setahu otak bodoh ku itu pakai bola kan ya ?"
Naqia mempercepat langkahnya setelah berbisik ledek di belakang telinga Zaki. Biarkan suami nya naik tensi akan ulah nya. Ia sudah tidak takut lagi di plototin Zaki.
" Aaargh !" Zaki kembali menendang kuat benda mati di hadapannya, menyalurkan kekesalan nya, Naqia tidak bisa di tindas nya lagi membuat darah itu mendidih bingung mau melampiaskan ke siapa ?
Aku tidak akan menyentuh sedikit pun fisik mu dalam dendam ku, Mas. tetapi batin mu lah yang akan ku hantam sedikit demi sedikit. itu lebih menyakitkan Bukan ?
Naqia mengintip di belokan dapur, menonton amukan Zaki ke benda mati dengan mata puas nya. ini belum puncak nya ! Kembali bibir merah itu bergumam.