
Happy reading...
Kedatangan Yuga kali ini ingin mengajak Naqia ke kantor untuk memberi ilmu ke Naqia soal mengurus usaha Almarhum. Naqia adalah ahli waris satu satunya, lambat laun harus turun tangan. Jadi Naqia harus ada persiapan.
Zaki menatap tidak suka perangai Yuga yang menyelonong masuk ke rumahnya seperti tidak punya etika.
Mayang ? Wanita yang tak punya rasa syukur di list hidup nya ini...melongo ! Masih ada pria tampan nan terlihat kaya melebihi Zaki.
" Mau apa kamu ke mari ?" Cetus Zaki.
Yuga tak menjawab, berjalan santai di mana Naqia dan Bi Narsi duduk santai di meja makan. Tersenyum ramah menyambut nya.
Jelas Zaki kesal di abaikan pertanyaan nya, Di sini ia lah tuan nan kepala rumah tangga, tidak ada yang boleh ada orang yang bertamu seenak kaki nya termasuk Yuga yang entah siapa laki laki itu sesungguhnya bagi Naqia, bukan nya Naqia tidak punya sanak saudara ?
" Apa kabar Naqia ?" Yuga duduk santai di kursi sisi Naqia tempati. Senyum manis nya selalu terlukis bila berhadapan dengan wajah anggun Naqia. Adem sendiri entah kenapa ? Layak nya rasa itu ada getaran yang susah di gambarkan.
" Sangat baik !" Senyum manis Naqia pun, mengembang. Membuat Zaki mendengus kesal.
" Saya bertanya kepada Anda ? Anda siapa ? dan jangan sok akrab dengan Istri ku !" Sarkas Zaki menyela, tangan itu tak sadar menarik Naqia lembut agar menjauh dari duduk Yuga. Mulut tajam nya juga tidak sadar mengakui Naqia sebagai istri di depan orang lain untuk yang pertama kali nya. biasanya Zaki terlalu malu mengakui Naqia.
Hati Mayang gosong menyaksikan nya ! Niat hati tinggal di sini untuk membuat Naqia sakit hati, eh... ekspektasi nya melenceng jauh. Hatinya lah yang kebakaran. Awas kamu mas Zaki ! Batin nya akan ngambek. ia cemburu.
" Dia Peng__"
" Saya teman bisnis almarhum Pak Nugraha."
Cepat cepat Yuga menyela ucapan Naqia yang ingin membongkar siapa ia sebenarnya. Yuga tidak mau Zaki mengetahui identitas nya sebagai pengacara pribadi Almarhum. Belum saat nya Zaki tahu wasiat harta Naqia yang banyak, Yuga tidak mau nanti Naqia di manfaatkan oleh Zaki.
" Apa hubungan anda dengan istri saya ?" Zaki sudah seperti wartawan berita. Ia kepanasan sendiri melihat mata Yuga yang menatap wajah Naqia dengan tatapan misterius nya.
" Saya tidak wajib untuk menjawab kan ?" Sahut Yuga cuek. kembali mata itu menatap Naqia. " Ayo Naqia, kita sudah kesiangan." Ajak nya pergi.
Naqia mengangguk, tangan nya yang masih di genggam oleh Zaki di tarik nya kasar.
Zaki tertohok !
" Tunggu ya Pak ! Saya ganti baju sebentar !" Naqia berjalan terburu-buru, ia tidak enak hati membuat Yuga menunggu nya.
Terus saja Zaki bertanya tanya ke Yuga namun satu pun Yuga tidak menjawab keinginan tahuan nya. Yuga sialan ini malah main hape. Zaki sampai lupa ada Mayang yang lagi menampilkan wajah ngambek nya, ia juga lupa kalau saat ini ia ada meeting di kantor nya mewakili direktur utama nya yang tidak bisa hadir.
Yuga sangat irit bicara, jawab nya eum.. eum dan eum terus. Ingin rasanya Zaki meninju mulut itu, tapi hanya berani mengumpat dalam hati, ia tidak mau di tuntut karena tebak nya, laki laki di hadapannya bukan laki laki sembarangan.
" Aku sudah siap, Pak ! Ayo !"
Glek..
Naqia berdandan sangat cantik, Mata Zaki membulat sempurna, Jakung nya naik turun sendiri menelan ludah nya. Ia tidak terima Naqia akan pergi bersama Yuga dengan penampilan menggoda seperti itu.
Yuga ? Ia memang memuji kecantikan Naqia, tapi hanya dalam hati, wajah itu masih datar bak tembok.
Mayang sendiri memutar matanya malas, cantik kan aku ! Gumamnya tahu arti tatapan Zaki.
" Aku tidak mengijinkan mu keluar rumah Naqia, Kamu tidak boleh pergi ke mana pun" Lerai Zaki. Naqia tidak peduli.
" Kenapa ?" Mayang yang bersuara, Penasaran !
" Karena__ karena !" Zaki bingung mau menjawab apa. Membuat Yuga menggeleng ejek.
" Aku berhak ke mana pun yang aku mau mas ! Mas Zaki saja punya Mayang sebagai wanita baru mu, kenapa aku tidak boleh, punya ?!" Naqia tersenyum miring, sengaja ia mencubit harga diri seorang laki-laki.
Duarr.. !
Kata kata enteng Naqia membuat emosi Zaki memuncak yang sedari tadi memang sudah di tahan nya. Tangan itu terangkat berniat menampar pipi Naqia, Tapi tertahan...Yuga sigap jadi perisai Naqia, Di tahan nya tangan Zaki dengan cengkraman kuat nya.
" Tangan Pria sudah di wajibkan untuk melindungi perempuan nya, Bukan menyakiti nya ! Anda memilih lawan yang salah, kalau masih berani menyakiti Naqia tepat di depan mata ku, Maka karir dan semua yang anda miliki saat ini, akan hangus tak tersisa."
" Laki laki memang betul di lahir kan untuk melindungi wanita nya pak, itu pribadi baik anda. Tapi beda dengan Mas Zaki, Mas Zaki terlahir untuk menyiksa ku, bukan hanya aku yang di siksa, melainkan janin ku pun di bunuh nya !"
Naqia membeda bedakan pribadi Zaki dan Yuga secara obvious terang-terangan, Zaki menunduk malu, sadar diri ! Naqia membuat nya tak bisa berkata apa-apa. Zaki hanya pasrah melihat punggung Naqia menjauh beriringan langkah Yuga.
" PAGI YANG MENYEBALKAN !"
" Mayang ! Hey, May__"
Shiiit !
Zaki baru sadar kalau ada Mayang yang menonton kelakuan nya, Mayang marah kepadanya dan pergi begitu saja, menutup pintu kamar secara kasar, hampir wajahnya di hantam daun pintu.
Kembali, Zaki mengingat perbuatan kasar nya ke Naqia. dulu ia pernah membanting pintu tepat di hadapan wajah Naqia.
" Kenapa aku tidak suka melihat Naqia pergi bersama Yuga sialan itu. Harus nya aku senang biar aku dan Mayang bebas dari bayangan Naqia."
Zaki bermonolog dongkol sendiri, ia baru sadar kalau ia deadline meeting penting pagi ini, alamak kesiangan ! Kaki itu pun tergopoh-gopoh menuju keluar, mengabaikan Mayang yang cemberut marah kepada nya. Kerjaan lebih penting saat ini dari pada perempuan.
...*****...
Di perusahaan Nugraha, Yuga mematuk wajah Naqia yang duduk di sofa office, Naqia sangat menarik menurutnya. Bukan hanya wajah nya yang cantik, tapi hati polos nya juga, Zaki sangat bodoh menyakiti perempuan naif yang sekarang berubah jadi pendendam.
Yuga itu biasa nya di puji oleh hawa akan ketampanan nya, beda dengan Naqia yang hanya cuek datar dengan perangai yang di milikinya, tak ada tanda-tanda ketertarikan Naqia terhadapnya misalnya memuji apa gitu, Membuat Yuga belajar, bahwa....Tak selama nya perempuan itu mata rupawan contoh nya Almarhuma Naima dan ada lagi sosok wanita yang menarik perhatiannya, Naqia Qhamila Nugraha.
" Apa kah kamu sudah siap memimpin perusahaan ?"
Naqia mendongak dengan senyum lucu nya. " Bahkan perkalian, pertambahan serta pengurangan juga pembagian baru saya kuasai dua hari lalu, Apa kabar nanti perusahaan ini, saya tidak mau membuat perusahaan Papa bangkrut."
Yuga mengerut kan dahi nya, berkas keuangan ia taruh di hadapan Naqia untuk di pelajari.
" Perusahaan aman di pimpin Pak Yuga, bahkan sangat maju pesat !" Kali ini Naqia lah yang mengerut kan dahi nya, pembukuan keuangan sangat menyakitkan mata, nol nya banyak banyak. Di rebus enak kali ya ? Kembali otak bodoh nya kambuh. Telur rebus terbayang di matanya.
" Sampai kapan ?"
Naqia berpikir sejenak.
" Sampai pak Yuga sudah menikah mungkin ?"
" Itu masih lama ?"
" Kenapa ? Bukan nya anda sudah lama menduda, nunggu apa lagi ?"
Nunggu apa katanya ? Kamu ! Eh...ding, Yuga tidak sadar membatin mengharapkan Naqia, wanita di hadapannya ini malah sibuk menopang dagu nya di atas pembukuan keuangan. Naqia sepertinya kesusahan menyerap ilmu.
" Kamu sendiri, surat cerai yang kamu minta urus kan dari ku, kapan kamu akan mepergunakan nya? Jangan berlarut larut dalam dendam Naqia, tidak baik, segera selesai kan dan hidup bahagia lah nanti bersama pasangan baru mu."
Naqia mencibik kan bibir nya, beranjak ke jendela dengan tangan itu melipat di dadanya. Bayangan pahit yang Zaki torehkan masih nyata di hati nya.
" Aku tidak akan menikah lagi, tapi nanti tetap akan bercerai !" Lirih nya sedih, wajah itu tertunduk sendu, ia trauma ! Biarkan hidup nya sendiri, ia sudah tidak asing lagi yang namanya kepahitan di tinggal oleh orang orang terdekat.
Yuga memahami suara lirih nanar itu, memang tidak mudah menyembuhkan luka hati.
" Tapi laki laki tidak semua nya seperti Zaki, banyak orang baik di luaran sana, contoh nya aku !" Si Duda lagi promosi. eaaah !
Lantas Naqia berbalik, melemparkan senyum khas nya ke Yuga, Senyuman ini lah yang membuat Yuga terpesona.
" Tapi Pak Yuga terlalu tampan untuk aku !"
Deg.. Mungkin kata tampan untuk diri nya dengar akan pujian wanita lain terhadapnya sudah biasa, Tapi kalau Naqia yang memuji nya serasa ada bunga mawar yang menyeruak wangi. ada debaran hebat yang Yuga rasakan.
" Jangan tersanjung Pak, aku hanya bercanda !" hehehe.. Naqia tercengir kuda, Yuga menelan kecewa, ternyata Naqia hanya menggoda nya. Biarkan.... setidaknya, Naqia tidak terlihat sendu lagi. Wajah yang sudah bersemu merah kembali Yuga tekan menjadi datar.
Kawasan berbahaya !!! tanpa like akan susah lanjut 😂🤣🤣